Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Sifat Iradah

Kategori: Istilah Umum

Apa yang dimaksud dengan Iradah?
Kehendak Tuhan, juga disebut Rencana Tuhan, adalah suatu konsep tentang rencana oleh Tuhan yang terjadi terhadap seluruh makhluk ciptaan-Nya, seperti manusia, malaikat, jin, hewan maupun benda seluruhnya.

Kehendak Tuhan menurut Islam
Kehendak Allah atau Iradah Allah adalah salah satu sifat dari sifat-sifat Allah di dalam akidah Islam dan termasuk Rububiyah-Nya (Lordship).

Allah berkehendak akan terjadinya (atau tidak terjadinya) sesuatu terhadap makhluknya.
Memahami kehendak Allah ini merupakan bagian dari beriman kepada takdir Allah, Qadha dan Qadar-Nya.

Umat Islam meyakini bahwa segala yang terjadi di alam ini adalah dalam kehendak dan dengan sepengetahuan Allah, dan tidak ada satupun peristiwa yang terjadi di luar kehendak Allah dan Allah tidak mengetahuinya.
Allah melakukan apa saja yang dikehendaki-Nya.

Dia tidaklah mewujudkan sesuatu kecuali sebelumnya telah menghendaki-Nya.
Apapun yang dikehendaki-Nya dan dilakukan-Nya adalah selalu bersifat baik dan terpuji, sedangkan perbuatan ciptaannya kadang perbuatan terpuji dan kadang tercela.

Barang siapa meyakini bahwa manusia melakukan dan menciptakan perbuatannya sendiri tanpa adanya kehendak takdir Allah, atau bahwa Allah hanya menciptakan kebaikan namun tidak menakdirkan kejahatan, maka orang tersebut sama saja mengatakan adanya pencipta lain selain Allah, yaitu pencipta kejahatan.

Jenis kehendak Allah

Kehendak Allah di dalam Islam terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
Iradah Kauniyah Qadari (Masyiah; Kehendak yang pasti terjadi)
Iradah Kauniyah Qadari, kehendak Kauni atau Masyiah adalah kehendak Allah terhadap perbuatan-Nya, baik yang dikehendaki-Nya dan dilakukan-Nya tersebut disukai-Nya ataupun dibenci-Nya.

Iradah Kauniyah adalah kehendak Allah yang pasti terjadi pada seluruh makhluknya secara mutlak, tidak ada pilihan lain bagi makhluknya kecuali takdir ini harus terjadi.
Iradah Kauni terjadi pada seluruh makhluknya, baik kepada hamba-Nya yang dicintai-Nya maupun yang dibenci-Nya, makhluk yang beriman maupun yang ingkar (kafir).

Allah berkehendak untuk memberi petunjuk dan juga menyesatkan hamba yang dikehendakinya.
Allah menakdirkan kebaikan dan kecelakaan bagi makhluknya.

Allah menghendaki adanya hamba yang kaya atau miskin, sehat atau sakit, cantik atau cacat, raja atau rakyat, beriman atau kafir.
Semua terjadi karena hikmah-Nya dan agar terjadi interaksi kehidupan di muka bumi.

Segala yang telah terjadi dalam sejarah dunia kita adalah kehendak Kauni Allah yang telah dan pasti terjadi, dan tidak akan ada dunia aternatif (Alternate world/realitas alternatif).

Sebagian contoh Iradah Kauniyah:
1️⃣ Secara Kauni, Allah menghendaki (menakdirkan) Abu Bakar beriman kepada ajaran Nabi Muhammad ﷺ, dan Allah menyukai keimanan Abu bakar tersebut.

2️⃣ Allah menakdirkan Iblis membangkang perintah-Nya untuk sujud terhadap Adam, dan Allah membenci tindakan Iblis tersebut.
3️⃣ Allah menakdirkan kebanyakan manusia membangkang perintah-Nya dan Dia membenci pembangkangan tersebut.

4️⃣ Allah menakdirkan kelahiran dan tidak ada yang mampu menolak untuk dilahirkan, dan menakdirkan kematian tidak ada yang mampu menghindari kematian.
5️⃣ Allah secara kauni menakdirkan seluruhnya, seluruh tindakan manusia, penyakit, bencana alam, penciptaan Malaikat dan Iblis, adanya kebaikan dan kejahatan.


Iradah Syari’yah Diniyah (Kehendak yang tidak mesti terjadi)
Iradah Syar’iyah Diniyah atau Kehendak Syar’i adalah kehendak Allah dalam perintah agama-Nya, Iradah Syar’iyah adalah kehendak Allah yang tidak mengharuskan terjadinya apa yang diinginkan-Nya dan dicintai-Nya, hal ini dikarenakan Allah memberikan pilihan (free will) bagi manusia untuk taat atau untuk menolak.
Allah menyukai kehendaknya ini untuk dilaksanakan makhluknya dan membenci apabila kehendaknya ini dilanggar.

Barangsiapa yang menuruti kehendak syar’i ini diberi pahala dan dijanjikan Surga sedangkan yang menolak berdosa dan terancam Neraka.
Iradah Syar’i hanya terjadi kepada hambanya yang dicintai-Nya yaitu hambanya yang beriman.

Allah senang bila mereka mendapat petunjuk dan bersyukur, dan tidak ridha apabila mereka kafir.

Sebagian contoh Iradah Syar’iyah:
1️⃣ Allah secara syar’i menghendaki dan menyukai seluruh manusia untuk beribadah kepada-Nya, tetapi secara kehendak kauni Allah menakdirkan ada sebagian manusia yang beriman dan sebagian manusia yang ingkar, Ada manusia yang melaksanakan salat dan ada yang meninggalkan salat.

2️⃣ Allah secara syar’i menghendaki manusia untuk berbuat jujur, maka ada sebagian manusia yang berbuat jujur dan Allah menyenanginya.

Penerapan kedua jenis kehendak Allah

Kehendak Allah bisa terjadi dan terpenuhi dalam kedua sisinya (secara Kauni dan Syar’i).

Dan kadang kala hanya terjadi secara Kauni tapi tidak secara syar’i, yang mana tidak terjadinya kehendak syar’i tersebut adalah atas karena kehendak Kauni Allah.
Penerapan yang terjadi di alam ini misalnya:

Berkumpulnya (terpenuhi keduanya) Iradah Kauni dan Iradah Syar’i
Secara Kauni, Allah menghendaki berimannya para penyihir Fir’aun karena hal itu telah dan memang terjadi, secara syar’i Allah memerintahkan seluruh manusia untuk beriman melalui dakwah Nabi-nabinya, dalam hal ini Nabi Musa dan Harun.

Terjadinya kehendak Kauni namun tidak terpenuhinya kehendak Syar’i, di antaranya:
1️⃣ Allah secara syar’iyah menghendaki berimannya seluruh manusia termasuk Fir’aun, oleh sebab itu Allah mengutus Nabi Musa dan Harun kepada Firaun, tetapi secara kauniyah Allah tidak menghendaki Fir`aun untuk beriman maka Firaun ditakdirkan menolak dakwah Nabi Musa dan harun.
2️⃣ Orang yang mati karena bunuh diri adalah ketetapan (takdir) dan kehendak Allah secara Kauni yang pasti terjadi.
Namun secara syar’i Allah telah melarang manusia untuk melakukan bunuh diri dan mengancam pelakunya dengan Neraka, dan Allah juga memberikan manusia tersebut pilihan dan kemampuan untuk melakukan atau membatalkan perbuatannya.

Perkataan ulama
Ibnu Qudamah berkata,
“Para Imam pendahulu dari kalangan umat Islam telah ijma’ (sepakat) bahwa wajib beriman kepada qadha’ dan qadar Allah yang baik maupun yang buruk, yang manis maupun yang pahit, yang sedikit maupun yang banyak.
Tidak ada sesuatu pun terjadi kecuali atas kehendak Allah dan tidak terwujud segala kebaikan dan keburukan kecuali atas kehendak-Nya.
Dia menciptakan siapa saja dalam keadaan sejahtera dan ini merupakan anugerah yang Allah berikan kepadanya dan menjadikan siapa saja yang Dia kehendaki dalam keadaan sengsara.
Ini merupakan keadilan dari-Nya serta hak absolut-Nya dan ini merupakan ilmu yang disembunyikan-Nya dari seluruh makhluk-Nya.”
Referensi: Wikipedia
۞ Variasi nama:
iraadah
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


Load More

Al Muhshii

Apa itu Al Muhshii? Allah itu Al-Muhsi ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Menghitung segala sesuatu. Perhitungan Allah itu sangat teliti dan cermat, sehingga tidak perlu diragukan lagi keakuratannya. Setelah hari perhitungan telah diselesaikan, maka semua manusia akan menerima kitab catatan amal mereka masing-masing. Ada yang menerima kitab catatan amalnya de … • Al-Muhshii, Al-Muhshi

Dzimmi

Apa itu Dzimmi? Secara istilah, dzimmi adalah orang non-Muslim merdeka yang hidup dalam negara Islam yang, sebagai balasan karena membayar pajak perorangan, menerima perlindungan dan keamanan. Hukum mengenai dzimmi berlaku di sebuah negara yang menjalankan Syariah Islam. Kata dzimmi sendiri berarti ” … •

tahajud

Apa itu tahajud? ta.ha.jud tidur sambil berjaga agar siap melakukan salat tengah malam atau membaca Alquran; n salat sunah pada tengah malam, seusai tidur … • tahajjud

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Istilah Umum


mereka (penduduk di Surga) memakai sutera yang halus & sutera yang tebal,
(duduk) berhadap-hadapan.
QS. Ad-Dukhan [44]: 53

۞ Variasi nama:
iraadah
Kategori: Istilah Umum

Perkataan yang baik & pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima).
Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
QS. Al-Baqarah [2]: 263

۞ Variasi nama:
iraadah
Kategori: Istilah Umum

Kami ciptakan manusia dari nutfah yang miliki berbagai unsur.
Lalu Kami uji dengan berbagai perintah & larangan.
Karena itu ia Kami jadikan memiliki pendengaran & penglihatan agar dapat mendengar ayat & menyaksikan bukti kekuasaan Kami
QS. Al-Insan [76]: 2

۞ Variasi nama:
iraadah

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #7

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah … Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum … Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum … Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Kamus

sujud syukur

Apa itu sujud syukur? sujud ketika memperoleh kenikmatan, keberhasilan, kegembiraan atau terlepas dari kesu-litan atau musibah … •

Al-Tatfif

Apa itu Al-Tatfif? Surah Al-Tatfif adalah surah ke-83 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 36 ayat. Dinamakan Al Muthaffifiin yang berarti Orang-orang yang curang di ambil dari kata Al Muthaffifiin yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Surat ini merupakan surat terakhir yang turun di Mekkah sebelum hijrah.

radhiyallahu ‘anhu

Apa itu radhiyallahu ‘anhu? Ucapan “radhiyallahu ‘anhu” adalah bentuk doa, yang artinya “semoga Allah meridhainya”. ● Untuk satu orang sahabat : radhiyallahu ‘anhu. Artinya: semoga Allah meridhainya. ● Untuk satu orang sahabiyah : radhiyallahu ‘anha. Artinya: semoga Allah meridhainya. ● Untuk dua orang sahabat (baik laki-laki maupun … • Radhiyallahu Anhu, radhiyallahu ‘anha, radhiyallahu anha, r.a., radhiyallahu ‘anhuma, radhiyallahu’anhu, Radliyallaahu ‘anhu

tahiat

Apa itu tahiat? ta.hi.at bacaan dalam salat untuk menghormati Allah Subhanahu Wa Ta`ala., doa untuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. beserta keluarga, dan doa untuk hamba Allah yang saleh … •

Azab

Apa itu Azab? Azab adalah siksaan yang di hadapi manusia atau makhluk Tuhan lainnya, sebagai akibat dari kesalahan yang pernah atau sedang dilakukan, dalam filsafat Islam. Dalam perspektif sunnatullah, keadilan akan mengantar pada kesejahteraan, siapapun yang melakukan. Kata Azab berdasarkan Al Qur’an Kata Adzab berasal dari akar kata Ain, Dzal … •

ansar

Siapa itu ansar? an.sar pembantu; penyokong; penolong; para pembantu perjuangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari kalangan penduduk Medinah setelah beliau hijrah dari Mekah ke Medinah … • Kaum Anshar, Orang Anshar, Sahabat Anshar, Anshar