Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Sa’ad bin Abi Waqqas

Kategori: Sahabat Nabi

Sa`ad bin Abī Waqqās (abjad Arab: سعد بن أبي وقاص) merupakan salah seorang yang awal masuk Islam dan salah satu sahabat penting Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keluarga

Ia berasal dari klan Bani Zuhrah dari suku Quraisy, dan paman Nabi Muhammad dari garis pihak ibu.
Abdurrahman bin Auf, sahabat nabi yang lain, merupakan sepupu.

Saad lahir dan besar di kota [mekkah].
Ia dikenal sebagai pemuda yang serius dan memiliki pemikiran yang cerdas.
Sosoknya tidak terlalu tinggi namun bertubuh tegap dengan potongan rambut pendek.
Orang-orang selalu membandingkannya dengan singa muda.
Ia berasal dari keluarga bangsawan yang kaya raya dan sangat disayangi kedua orangtuanya, terutama ibunya.
Meski berasal dari Makkah, ia sangat benci pada agamanya dan cara hidup yang dianut masyarakatnya.
Ia membenci praktik penyembahan berhala yang membudaya di Makkah saat itu.

Awal masuk Islam

Suatu hari dalam hidupnya, ia didatangi sosok Abu Bakar yang dikenal sebagai orang yang ramah.
Ia mengajak Sa’ad menemui Nabi Muhammad di sebuah perbukitan dekat Makkah.
Pertemuan itu mengesankan Sa’ad yang saat itu baru berusia 20 tahun.

Ia pun segera menerima undangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjadi salah satu penganut ajaran Islam yang dibawanya.
Sa’ad kemudian menjadi salah satu sahabat yang pertama masuk Islam.

Sa’ad sendiri secara tidak langsung memiliki hubungan kekerabatan dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ibu rasul, Aminah binti Wahhab berasal dari suku yang sama dengan Saad yaitu dari Bani Zuhrah.
Karena itu Saad juga sering disebut sebagai Sa’ad of Zuhrah atau Sa’ad dari Zuhrah, untuk membedakannya dengan Sa’ad-Sa’ad lainnya.

Namun keislaman Saad mendapat tentangan keras terutama dari keluarga dan anggota sukunya.
Ibunya bahkan mengancam akan bunuh diri.
Selama beberapa hari, ibu Sa’ad menolak makan dan minum sehingga kurus dan lemah.
Meski dibujuk dan dibawakan makanan, tetapi ibunya tetap menolak dan hanya bersedia makan jika Sa’ad kembali ke agama lamanya.
Namun Sa’ad berkata bahwa meski ia memiliki kecintaan luar biasa pada sang ibu, tetapi kecintaannya pada Allah Subhanahu Wa Ta`ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jauh lebih besar lagi.

Mendengar kekerasan hati Sa’ad, sang ibu akhirnya menyerah dan mau makan kembali.
Fakta ini memberikan bukti kekuatan dan keteguhan iman Sa’ad bin Abi Waqqas.
Pada masa-masa awal sejarah Islam, kaum Muslim mengungsi ke bukit jika hendak menunaikan salat.
Kaum Quraisy selalu mengalangi mereka beribadah.

Saat tengah salat, sekelompok kaum Quraisy mengganggu dengan saling melemparkan lelucon kasar.
Karena kesal dan tidak tahan, Sa’ad bin Abi Waqqas yang memukul salah satu orang Quraisy dengan tulang unta sehingga melukainya.
Ini menjadi darah pertama yang tumpah akibat konflik antara umat Islam dengan orang kafir.
Konflik yang kemudian semakin hebat dan menjadi batu ujian keimanan dan kesabaran umat Islam.

Setelah peristiwa itu, Rasulullah meminta para sahabat agar lebih tenang dan bersabar menghadapi orang Quraisy seperti yang difirmankan Allah Subhanahu Wa Ta`ala dalam al-Qur’an Surah Al-Muzzammil ayat 10. Cukup lama kaum Muslim menahan diri.
Baru satu dekade kemudian, umat Islam diperkenankan melakukan perlawanan fisik kepada para orang kafir.
Di barisan pejuang Islam, nama Sa’ad bin Abi Waqqas menjadi salah satu tonggak utamanya.

Ia terlibat dalam Pertempuran Badar bersama saudaranya yang bernama Umair bin Abi Waqqas yang kemudian syahid bersama 13 pejuang Muslim lainnya.
Pada Pertempuran Uhud, bersama Zaid, Sa’ad terpilih menjadi salah satu pasukan pemanah terbaik Islam.
Saad berjuang dengan gigih dalam mempertahankan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beberapa pejuang Muslim meninggalkan posisi mereka.
Sa’ad juga menjadi sahabat dan pejuang Islam pertama yang tertembak panah dalam upaya mempertahankan Islam.

Sa’ad juga merupakan salah satu sahabat yang dikarunai kekayaan yang juga banyak digunakannya untuk kepentingan dakwah.
Ia juga dikenal karena keberaniannya dan kedermawanan hatinya.
Sa’ad hidup hingga usianya menjelang delapan puluh tahun.
Menjelang wafatnya, Sa’ad meminta puteranya untuk mengafaninya dengan jubah yang ia gunakan dalam perang Badar.
Kafani aku dengan jubah ini karena aku ingin bertemu Allah Subhanahu Wa Ta`ala dalam pakaian ini,ujarnya.

Memimpin Perang melawan Kekaisaran Persia

Penolakan kaisar Persia membuat air mata Sa’ad bercucuran.
Berat baginya melakukan peperangan yang harus mengorbankan banyak nyawa kaum Muslim dan non Muslim.

Kepahlawanan Sa’ad bin Abi Waqqas tertulis dengan tinta emas saat memimpin pasukan Islam melawan melawan tentara Persia di Qadissyah.
Peperangan ini merupakan salah satu peperangan terbesar umat Islam.

Bersama tiga ribu pasukannya, ia berangkat menuju Qadasiyyah.
Di antara mereka terdapat sembilan veteran perang Badar, lebih dari 300 mereka yang ikut serta dalam ikrar Riffwan di Hudaibiyyah, dan 300 di antaranya mereka yang ikut serta dalam memerdekakan Makkah bersama Rasulullah.
Lalu ada 700 orang putra para sahabat, dan ribuan wanita yang ikut serta sebagai perawat dan tenaga bantuan.

Pasukan ini berkemah di Qadisiyyah di dekat Hira.
Untuk melawan pasukan Muslim, pasukan Persia yang siap tepur berjumlah 12O ribu orang dibawah panglima perang kenamaan mereka, Rustum.

Sebelum memulai peperangan, atas instruksi Umar bin Khattab yang menjadi khalifah saat itu, Sa’ad mengirim surat kepada kaisar Persia, Yazdagird dan Rustum, yang isinya undangan untuk masuk Islam.
Delegasi Muslim yang pertama berangkat adalah An-Numan bin Muqarrin yang kemudian mendapat penghinaan dan menjadi bahan ejekan Yazdagird.

Untuk mengirim surat kepada Rustum, Sa’ad mengirim delegasi yang dipimpin Rubiy bin Aamir.
Kepada Rubiy, Rustum menawarkan segala kemewahan duniawi.
Namun ia tidak berpaling dari Islam dan menyatakan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala menjanjikan kemewahan lebih baik yaitu surga.

Para delegasi Muslim kembali setelah kedua pemimpin itu menolak tawaran masuk Islam.
Melihat hal tersebut, air mata Sa’ad bercucuran karena ia terpaksa harus berperang yang berarti mengorbankan nyawa orang Muslim dan non Muslim.

Setelah itu, untuk beberapa hari ia terbaring sakit karena tidak kuat menanggung kepedihan jika perang harus terjadi.
Sa’ad tahu pasti, bahwa peperangan ini akan menjadi peperangan yang sangat keras yang akan menumpahkan darah dan mengorbankan banyak nyawa.

Ketika tengah berpikir, Sa’ad akhirnya tahu bahwa ia tetap harus berjuang.
Karena itu, meskipun terbaring sakit, Sa’ad segera bangkit dan menghadapi pasukannya.
Di depan pasukan Muslim, Saad mengutip Alquran Surah Al-Anbiya’ ayat 105 tentang bumi yang akan dipusakai oleh orang-orang shaleh seperti yang tertulis dalam kitab Zabur.

Setelah itu, Sa’ad berganti pakaian kemudian menunaikan salat Dzuhur bersama pasukannya.
Setelah itu dengan membaca takbir, Sa’ad bersama pasukan Muslim memulai peperangan.
Selama empat hari, peperangan berlangsung tanpa henti dan menimbulkan korban dua ribu Muslim dan sepuluh ribu orang Persia.
Peperangan Qadisiyyah merupakan salah satu peperangan terbesar dalam sejarah dunia.
Pasukan Muslim memenangi peperangan itu.

Akhir Hayat

Sa’ad dipanggil oleh Allah pada tahun 54 H di pangkuan anaknya.
Dan dikafankan dengan kain yang pernah dipakainya saat Perang Badar


۞ Variasi nama: Sa’ad bin Abi Waqqas

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang mu’min & mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat,
maka sesunguhnya mereka telah memikul kebohongan & dosa yang nyata.
QS. Al-Ahzab [33]: 58

(Di situlah diuji orang-orang Mukmin) mereka mendapat cobaan supaya menjadi jelas, siapa orang Mukmin yang benar-benar & siapakah yang gadungan
(dan hati mereka diguncang) berdegup-degup disebabkan ketakutan yang sangat mencekam mereka.
QS. Al-Ahzab [33]: 11

Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit & di bumi,
dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.
QS. Ali ‘Imran [3]: 109

Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri & suara yang lembut.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.
QS. Al-A’raf [7]: 55

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus

Illiyyin

Apa itu Illiyyin? Sijjin (سِجِّين) dan illiyyin (عِلِّيِّين) adalah dua kitab yang disebutkan dalam Alquran surah Al-Muthaffifin. Sijjin merupakan kitab yang mencatat segala perbuatan...

Hadis Dhaif

Apa itu Hadis Dhaif? da.if lemah; tidak kuasa; tidak berdaya; tidak berguna; tidak ada artinya; hina Hadis Dhaif (lemah), ialah hadis yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa hadis mauquf, maqthu...

Bulan Jumadil Akhir

Apa itu Bulan Jumadil Akhir? Bulan ini terdiri dari 29 hari dan memiliki nama lain yaitu Jumadil Tsaniyah. Nama bulan ini berasal dari disambutnya bulan baru yang bebasnya masa sulit yang diawali pada...

Bulan Rabi’ul Akhir

Apa itu Bulan Rabi’ul Akhir? Bulan yang keempat adalah Rabi’ul Akhir atau Rabi’uts Tsani yang terdiri dari 29 hari. Nama bulan ini berasal dari kegiatan menggembala dan berternak oleh orang yang...

Al-Fil

Apa itu Al-Fil? Surah Al-Fil adalah surah ke-105 dalam Alquran dan terdiri atas 5 ayat. Surah ini tergolong pada surah Makkiyah. Nama Al Fiil sendiri berarti Gajah yang diambil dari ayat pertama dari ...

Al Haliim

Apa itu Al Haliim? Allah itu Al-Halim . Allah itu Al-Halim, yang bermakna Sang Maha Penyantun. Allah adalah Maha Penyantun kepada semua makhluk-Nya. Termasuk kepada orang-orang yang tidak percaya kep...