Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Qatadah bin an-Nu’man

Kategori: Sahabat Nabi

Qatadah bin an-Nu’man (قتدة بن النعمان) adalah Sahabat Nabi Muhammad.
Qatadah yang bernama asli Abdul Khatib merupakan penduduk Madinah, sehingga disebut golongan Anshar.

Dalam Pertempuran Uhud, mata dia terluka hingga lepas dari rongga mata, kemudian Nabi Muhammad dengan didahului dengan doa mengembalikan bola mata Abu Qatadah seperti sediakala.
Ia dijuluki sebagai “Ksatria rasulullah” (فارس رسول الله Faaris rasulullah).
Meninggal di kota Madinah tahun 54 H. Menurut sebuah situs, Qatadah memiliki arti “pohon kayu keras.”

***

Shahabat nabi Muhammad yang mulia, dari kalangan Anshar.
Beliau adalah Qatadah bin Nu’man bin Zaid bin Amir bin Sawad bin Kaab (Dhafr) bin Al Khazraj bin Amr bin Malik bin Aus bin Ad Dhafiri Al Anshari.

Beliau berkuniah Abu Amr atau Abu Umar atau Abu Abdillah ‘Aqbi.
Beliau dan Abu Said Al Khudry adalah saudara seibu.
Nama ibu beliau adalah Unaisah bintu Qais an Najjariyah.
Beliau mengikuti perang Badar dan seluruh pertempuran bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelahnya.
Karenanya, di dalam Islam, beliau termasuk shahabat Nabi yang utama.

Qatadah termasuk kakek Ashim bin Umar bin Qatadah, seorang ahli hadis dan ahli nasab yang terkenal.
Di antara putra beliau adalah Abdullah bin Qatadah, beliau juga merupakan seorang shahabat Nabi yang mengikuti Baiatur Ridwan dan pertempuran setelahnya.
Ia juga mengikuti penaklukan kota Iraq di zaman Umar bin Al Khaththab.
Beliau adalah anak Qatadah bin Nu’man yang sulung.

Anak beliau yang lain adalah: Umar, Amr, Ummu Amr, dan Hafshah.
Beliau memiliki dua istri: Hindun bintu Aus bin Khazmah sebagai ibu dari Abdullah dan Ummu Amr;
serta Nisa’ bintu Khunais sebagai ibu dari Amr, dan Hafshah.

Di antara keutamaan beliau adalah apa yang disebutkan dalam riwayat Abu Said Al Khudry bahwa suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di malam hari untuk melakukan salat Isya.
Dalam malam yang gelap, tiba-tiba tampaklah kilat dari langit.
Ternyata beliau melihat Qatadah bin Nu’man.
Maka beliau pun memanggil,
“Apakah ini Qatadah?”
Jawab Qatadah,
“Ya, wahai Rasulullah, sungguh aku tahu bahwa yang mengikuti salat di malam hari (Isya) sedikit, maka aku ingin mengikutinya.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan,
“Apabila engkau hendak kembali, temuilah aku.”
Maka tatkala Qatadah selesai menunaikan salat, beliau pun mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Rasulullah pun memberinya pelepah kurma dan mengatakan,
“Ambil ini, sungguh ia akan menerangi yang di hadapan dan yang di belakangmu sejarak sepuluh.”

Pada perang Uhud, tahun ketiga Hijriah kaum muslimin mengalami kekalahan di awal pertempuran.
Saat itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya bersama beberapa shahabat.
Mereka membendung serangan yang bertubi-tubi dari musyrikin.
Tujuan mereka tidak lain adalah nyawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Beberapa shahabat gugur dan lainnya mengalami luka yang parah, radhiyallahu ‘anhum, semoga Allah meridhai mereka semua.

Di antara shahabat yang terluka parah adalah Qatadah bin Nu’man radhiyallahu ‘anhu.
Salah satu mata beliau tercongkel dari tempatnya disebabkan sebuah anak panah mengenai mata tersebut.
Bola matanya keluar dari tempatnya disertai dengan mengucurnya darah dan sakit yang tiada tara.
Mata beliau tersebut menjuntai pada urat-uratnya.
Padahal saat itu, beliau baru saja melangsungkan pernikahan.

Secara umum, mata yang telah keluar dan terluka seperti yang beliau alami tersebut tidak mungkin bisa sembuh kembali.
Maka sebagian shahabat hendak memotong mata tersebut.
Akan tetapi, sebagian shahabat lainnya hendak memberitahukan hal tersebut terlebih dahulu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun meminta Qatadah untuk mendatangi beliau.
Dengan tangan beliau yang mulia, beliau pun mengembalikan mata tersebut pada posisinya.
Subhanallah sungguh sebuah mukjizat, mata tersebut kembali dapat melihat, bahkan lebih baik dibandingkan sebelumnya, dan beliau tidak pernah merasakan sakit pada mata tersebut lagi setelahnya.

Di antara keutamaan beliau juga adalah saat perang Fathu Makkah, Qatadah adalah pembawa bendera perang Qabilah Bani Dhafr.
Dan tidak ada yang membawa bendera suatu kaum dalam sebuah peperangan kecuali ia adalah seseorang yang memiliki kedudukan istimewa pada kaum tersebut.

Selain seorang mujahid yang disegani, beliau juga seorang yang berilmu.
Tercatat beberapa hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau riwayatkan.
Di antara riwayat hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Said Al Khudry dari beliau;

قُلۡ هُوَ اللهُ أَحَدٌ تَعۡدِلُ ثُلُثَ الۡقُرۡآنِ

“Surat ‘Qul huwallahu ahad’ menandingi sepertiga Al Quran
[HR. Al Bukhari melalui jalan Qatadah bin An Nu’man] Beliau pulalah yang sering membaca dan mengulang-ulang bacaan surat Al ikhlas ini.

Yang mengambil hadis dari beliau di antaranya adalah saudara beliau Abu Said Al Khudry, Umar bin Qatadah;
putra beliau, Mahmud bin Labid, dan yang lainnya.

Beliau meninggal di tahun 23 H dan berumur 65 tahun di masa khalifah Umar bin Al Khattab.
Yang memimpin salat jenazah adalah Khalifah Umar bin Al Khattab sendiri.
Dan yang turun memakamkannya adalah Abu Said Al Khudry, saudara beliau seibu.
Radhiyallahu anhu.
[Ustadz Hammam]

Sumber: Majalah Tashfiyah edisi 76 vol.07 1439H-2018M rubrik Figur.




۞ Variasi nama: Abdul Khatib

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran,
lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
QS. Al-Mu’minun [23]: 18

Berzikirlah selalu kepada Tuhanmu.
Lakukanlah salat subuh di pagi hari & zuhur serta asar di siang hari.
Di waktu malam,
lakukanlah salat magrib & isya.
Dan isilah pula waktu malam yang panjang itu untuk bertahajud.
QS. Al-Insan [76]: 25

Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang beriman, ketika ia berkata:
“Ya Rabbku, bangunkan untukku sebuah rumah di sisiMu dalam firdaus, dan selamatkan aku dari Firaun & perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang zhalim
QS. At-Tahrim [66]: 11

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kamus

Zalim

Apa itu Zalim? Zalim (Arab: ظلم, Dzholim) dalam ajaran Islam adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Orang yang berbuat zalim disebut zalimin dan lawan kata dari zalim adalah adil....

Zaid bin Tsabit

Siapa itu Zaid bin Tsabit? Zaid bin Tsabit an-Najjari al-Anshari (bahasa Arab: زيد بن ثابت‎, 612 – 637/15 H) adalah salah seorang sahabat Nabi Muhammad dan merupakan penulis wahyu dan...

Hamzah bin Abdul-Muththalib

Siapa itu Hamzah bin Abdul-Muththalib? Hamzah bin Abdul-Muththalib (bahasa Arab: حمزه بن عبد المطلب‎; meninggal 3 H) adalah sahabat, paman, sekaligus saudara sepersusuan Nabi Muhammad...

Sijjin

Apa itu Sijjin? Sijjin (سِجِّين) dan illiyyin (عِلِّيِّين) adalah dua kitab yang disebutkan dalam Alquran surah Al-Muthaffifin. Sijjin merupakan kitab yang mencatat segala perbuatan o...

Hawa

Siapa itu Hawa? Hawa * bahasa Ibrani: חַוָּה, Ḥawwāh; * bahasa Arab: حواء‎ Hawwāʾ; * bahasa Inggris: Eve atau Eva, Chava, Hava. Adalah nama perempuan pertama dan manusia kedua ya...

Munafiq

Apa itu Munafiq? Munāfiq atau Munafik (kata benda, dari bahasa Arab: منافق, plural munāfiqūn) adalah terminologi dalam Islam untuk merujuk pada mereka yang berpura-pura mengikuti ajaran agama ...