Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Pertempuran Qadisiyyah

Kategori: Peristiwa

Pertempuran Al-Qadisiyyah (معركة القادسيّة) adalah pertempuran yang menentukan antara pasukan muslim dengan pasukan Persia pada saat periode pertama ekspansi muslim yang berakhir dengan penaklukan Islam atas seluruh Persia dan berhasil mengubah keyakinan mereka menjadi Islam sampai dengan saat ini.
Pertempuran ini terjadi kurang lebih pada tahun 636 M.

Surat Umar

Khalifah Umar ibn Khattab ra. telah menuliskan satu perintah kepada panglima perangnya Sa’ad bin Abi Waqqash pada saat hendak membuka negeri Persia yang isinya:

“Amma ba’d. Maka aku perintahkan kepadamu dan orang-orang yang besertamu untuk selalu takwa kepada Allah dalam setiap keadaan.
Karena, sesungguhnya takwa kepada Allah adalah sebaik-baik persiapan dalam menghadapi musuh dan paling hebatnya strategi dalam pertempuran.

Aku perintahkan kepadamu dan orang-orang yang bersamamu agar kalian menjadi orang yang lebih kuat dalam memelihara diri dari berbuat kemaksiatan dari musuh-musuh kalian.
Karena, sesungguhnya dosa pasukan lebih ditakutkan atas mereka daripada musuh-musuh mereka dan sesungguhnya kaum muslimin meraih kemenangan tidak lain adalah karena kedurhakaan musuh-musuh mereka terhadap Allah.

Kalaulah bukan karena kedurhakaan musuh-musuh itu, tidaklah kaum Muslimin memiliki kekuatan karena jumlah kita tidaklah seperti jumlah mereka (jumlah mereka lebih besar) dan kekuatan pasukan kita tidaklah seperti kekuatan pasukan mereka.
Karenanya, jika kita seimbang dengan musuh dalam kedurhakaan dan maksiat kepada Allah, maka mereka memiliki kelebihan di atas kita dalam kekuatannya, dan bila kita tidak menang menghadapi mereka dengan “keutamaan” kita, maka tidak mungkin kita akan mengalahkan mereka dengan kekuatan kita.

Ketahuilah bahwa kalian memiliki pengawas-pengawas (para malaikat) dari Allah.
Mereka mengetahui setiap gerak-gerik kalian karenanya malulah kalian terhadap mereka.
Janganlah kalian mengatakan,
“Sesungguhnya musuh kita lebih buruk dari kita sehingga tidak mungkin mereka menang atas kita meskipun kita berbuat keburukan.”
Karena, berapa banyak kaum-kaum yang dikalahkan oleh orang-orang yang lebih buruk dari mereka.
Sebagaimana orang-orang kafir Majusi telah mengalahkan Bani Israil setelah mereka melakukan perbuatan maksiat.
Mintalah pertolongan kepada Allah bagi diri kalian sebagaimana kalian meminta kemenangan dari musuh-musuh kalian.
Dan aku pun meminta hal itu kepada Allah bagi kami dan bagi kalian.”

Jalannya pertempuran

Khalifah Umar bin Khattab mengirimkan pasukan muslim dalam jumlah besar ke Iraq (pada saat itu masih bagian dari Persia) di bawah pimpinan sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash.

Mendengar pergerakan pasukan Islam ini, Kaisar Persia yang terakhir dan masih muda, Yazdgird III (632 M – 651 M) memerintahkan kepada panglima perangnya Rustam Farrokhzad untuk menghadangnya.
Akhirnya kedua pasukan ini bertemu di sebelah barat sungai Eufrat di desa yang bernama Al-Qadisiyyah (barat daya Hillah dan Kufah).

Pasukan muslim mengirim delegasi ke kamp pasukan Persia dengan mengajak mereka memeluk Islam atau tetap dalam keyakinan mereka tetapi dengan membayar pajak atau jizyah.
Setelah tidak dicapai kesepakatan di atas, pecahlah pertempuran.

Sa’ad sendiri tidak bisa memimpin langsung pasukannya dikarenakan sakit bisul yang parah.
Tetapi dia tetap memonitor jalannya pertempuran bersama deputinya Khalid bin Urtufah.

Hari pertama pertempuran berakhir dengan kemenangan di pihak Persia dan hampir saja pasukan muslim akan menemui kekalahan dengan tidak imbangnya jumlah pasukannya dengan pasukan Persia yang lebih besar.
Pasukan Persia menggunakan gajah untuk memporak-porandakan barisan muslim dan ini sempat membuat kacau kavaleri muslim dan kebingungan di antara mereka bagaimana cara untuk mengalahkan gajah-gajah tersebut.

Keadaan seperti ini berlangsung sampai dengan berakhirnya hari kedua pertempuran.
Memasuki hari ketiga, datanglah bala bantuan muslim dari Syria (setelah memenangkan pertempuran Yarmuk).

Mereka menggunakan taktik yang cerdik untuk menakut-nakuti gajah Persia yaitu dengan memberi kostum pada kuda-kuda perang.
Taktik ini menuai sukses sehingga gajah-gajah Persia ketakutan, akhirnya mereka bisa membunuh pemimpin pasukan gajah ini dan sisanya melarikan diri kebelakang menabrak dan membunuh pasukan mereka sendiri.


Pasukan muslim terus menyerang sampai dengan malam hari.
Pada saat fajar hari keempat, datanglah pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta`ala dengan terjadinya badai pasir yang mengarah dan menerpa pasukan Persia sehingga dengan cepat membuat lemah barisan mereka.
Kesempatan emas ini dengan segera dimanfaatkan pihak muslim, menggempur bagian tengah barisan Persia dengan menghujamkan ratusan anak panah.
Setelah jebolnya barisan tengah pasukan Persia, panglima perang mereka Rustam terlihat melarikan diri dengan menceburkan diri dan berenang menyeberangi sungai, tetapi hal ini diketahui oleh pasukan muslim yang dengan segera menawan dan memenggal kepalanya.

Pasukan muslim yang berhasil memenggal kepalanya adalah Hilal bin Ullafah.
Setelah itu dia berteriak kepada pasukan Persia dengan mengangkat kepala Rustam:
“Demi penjaga Ka’bah! Aku Hilal bin Ullafah telah membunuh Rustam!”.
Melihat kepala panglima perangnya ditangan pasukan muslim, pasukan Persia menjadi hancur semangatnya dan kalang kabut melarikan diri dari pertempuran.
Sebagian besar pasukan Persia ini berhasil dibunuh dan hanya sebagian kecil saja yang mau memeluk agama Islam.

Dari Pertempuran ini, pasukan muslim memperoleh ghanimah atau rampasan perang yang sangat banyak, termasuk perhiasan kekaisaran persia.
Setelah pertempuran ini, pasukan muslim terus mendesak masuk dengan cepat sampai dengan ibu kota Persia, Ctesiphon atau Mada’in.
Setelah itu mereka melanjutkan ke arah timur dan mematahkan dua kali serangan balasan dari pasukan Persia yang pada akhirnya berhasil menghancurkan kekaisaran Persia dan menjadikannya daerah muslim sampai dengan saat ini.
۞ Variasi nama:
Perang Qadisiyyah, Pertempuran Al-Qadisiyyah
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


More Videos

Kufur

Apa itu Kufur? Kufur adalah salah perbuatan manusia, baik secara lahiriyah maupun secara batiniyah yang bisa menyebabkan hilangnya atau gugurnya keimanan seseorang. Kufur kalau ditinjau dari segi hukum maka kufur ada dua yaitu ada kufur kubra dan ada kufur sugra. Kekufuran akbar atau keingkaran yang besar adalah salah satu perbuatan yang membatalkan sya … •

Salahuddin Ayyubi

Siapa itu Salahuddin Ayyubi? Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi adalah seorang jenderal dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit . Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr. Ia lebih dikenal dengan nama julukannya yaitu, Salahuddin Ayyubi/Saladin/Salah a … • al Ayyubi, al-Ayyubi

Nuh `alaihis salam

Siapa itu Nuh `alaihis salam? Nuh adalah seorang rasul yang diceritakan dalam Taurat, Alkitab, dan Al-Qur’an. Nuh diangkat menjadi nabi sekitar tahun 3650 SM. Diperkirakan ia tinggal di wilayah Selatan Irak modern. Namanya disebutkan sebanyak 58 kali dalam 48 ayat dalam 9 buku Alkitab Terjemahan Baru, dan 43 … • Nuh

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Peristiwa

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) & dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya.
Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran).
QS. An-Nahl [16]: 65

۞ Variasi nama:
Perang Qadisiyyah, Pertempuran Al-Qadisiyyah
Kategori: Peristiwa

“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS. Az-Zumar [39]: 53

۞ Variasi nama:
Perang Qadisiyyah, Pertempuran Al-Qadisiyyah
Kategori: Peristiwa

Tidakkah mereka perhatikan, bahwa Kami telah jadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok.
Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil & ingkari nikmat Allah?
QS. Al-‘Ankabut [29]: 67

۞ Variasi nama:
Perang Qadisiyyah, Pertempuran Al-Qadisiyyah
Kategori: Peristiwa

Mohonlah ampun kepada Tuhanmu,
sungguh Dia Maha Pengampun,
niscaya Dia kirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
dan banyakkan harta & anak-anakmu,
dan adakan untukmu kebun & sungai.
Mengapa kau tak percaya akan kebesaran Allah?
QS. Nuh [71]: 10-13

۞ Variasi nama:
Perang Qadisiyyah, Pertempuran Al-Qadisiyyah

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus

Ats-Tsabt

Apa itu Ats-Tsabt? Ats-Tsabt; adalah istilah untuk seorang yang tepat dan jeli dalam penyampaian riwayat . … • Tsabt, Tsabat

Muhammad bin Wasi’

Siapa itu Muhammad bin Wasi’? Di antara tokoh ulama dan murabbi terbaik pada masa tabiin adalah Muhammad bin Wasi’. Nama lengkap beliau Muhammad bin Wasi’ bin Jabir bin Akhnas, imam ...

Fajir

Apa itu Fajir? Dalam konteks Islam, faajir adalah “orang jahat”, seperti orang “pendosa lewat tindakan”. Istilah tersebut berbanding dengan kafir, seorang “pendosa yang ...

Luth `alaihis salam

Siapa itu Luth `alaihis salam? Lūth adalah salah satu nabi yang diutus untuk negeri Sadum dan Gomorrah. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 1900 SM. Ia ditugaskan berdakwah kepada Kaum yang hidup d...

Al-Falaq

Apa itu Al-Falaq? Surah Al-Falaq adalah surah ke-113 dalam Alquran. Nama Al-Falaq diambil dari kata Al-Falaq yang terdapat pada ayat pertama surah ini yang artinya waktu subuh. Surat ini tergolong sur...

Maryam binti ‘Imran

Siapa itu Maryam binti ‘Imran? Maryam binti ‘Imran Merupakan satu dari empat wanita yang dianggap paling agung yang pernah hidup di dunia, di samping Asiah istri Firaun, Khadijah istri Na...