Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

mauquf

Kategori: Istilah Hadis

Al Mauquf berasal dari waqf yang berarti berhenti.
Seakan-akan perawi menghentikan sebuah hadis pada sahabat.
Hadis mauquf menurut istilah adalah: perkataan atau perbuatan atau taqrir yang disandarkan kepada seorang sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik bersambung sanadnya kepada Nabi maupun tidak bersambung.
Hadits Mauquf adalah setiap hadits yang disandarkan kepada Sahabat Nabi –rodhiyallahu ‘anhu-, baik berupa ucapan atau perbuatan, dll.
Contohnya: Saya berkata: berkata Ibnu Mas’ud: ‘demikian dan demikian’, ini berarti haditsnya Mauquf, dari ucapan Ibnu Mas’ud –rodhiyallahu ‘anhu- ———-

Hukum hadits Marfu’, Mauquf, Maqthu’

Ketiga jenis hadits ini tidak ada hubungannya dengan Shohih atau Dhoif nya suatu hadits, karena 3 istilah ini hanya melihat dari segi MATAN SAJA, tanpa melihat pada Sanad nya.
Sama saja apakah haditsnya memiliki Sanad atau tidak, yang dilihat hanya Matan saja.

Faedah mempelajari 3 istilah ini salah satu contohnya jika terdapat 1 hadits dengan 3 jalan atau lebih, yang 1 sampai pada Rasul, yang 1 sampai hanya pada sahabat, yang 1 hanya sampai Tabi’in.
Lalu ulama hadits mengatakan: ‘yang benar hadits ini Mauquf’ maksudnya dari ke 3 jalan tadi, yang sampai ke Rasul dan Tabi’in maka Sanadnya tidak benar, yang benar hanya yang sampai Sahabat yaitu Mauquf.

Contohnya: Hadits
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka lihatlah dari mana kalian mengambil agama kalian”

Hadits ini diriwayatkan secara marfu’ dari Nabi (Al-ilma’: 1/59, al-Kifayah: 1/121) juga diriwayatkan secara Mauquf dari Abu Hurairoh (al-ilma’: 1/59), juga dari Ali’ (al-kifayah: 1/121), juga diriwayatkan secara Maqthu’ dari Ibnu Sirin (muslim dalam muqoddimahnya)

Yang benar hadits ini Maqthu’ dari ucapan Ibnu Sirin saja, adapun yang selainnya maka sangat lemah bahkan palsu.

Adapun yang Marfu’ (al-ilma’: 1/59) maka pada Sanadnya ada Ya’qub bin Hajar (Ya’qub bin Ishaq) dia ini Pendusta seperti yang dikatakan Adz-Dzahaby, pada Jalan yang lain (al-Kifayah: 1/121) pada Sanadnya ada Al-Mubarok maula Ibrohim, majhul (tidak dikenal).

Adapun yang Mauquf dari Abu Hurairoh maka di dhoifkan oleh Syaikh Albani (silsilah adh-dhoifah hadits no 2481) sebabnya dalam Sanadnya ada Ashrom bin Ghiyats dia ini Matruk (ditinggalkan haditsnya) seperti dikatakan oleh Abu Hatim Ar-Rozy juga Abu Hatim ibnu Hibban.

Adapun yang Mauquf dari ‘Ali maka pada Sanadnya ada Al-Fadhl bin Al-Mukhtar dia ini Matruk sebagaimana yang dikatakan Abu Hatim Ar-Rozy dan Abul Fath Al-Azdy.

Wallahu ‘alam

Sumber: http://wp.me/p8nkcd-1H







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim