Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

isim manshub

اِسْم مَنْصُوْب

ISIM MANSHUB

Isim yang terkena I’rab Nashab disebut Isim Manshub.
Yang menjadi Isim Manshub adalah semua Isim selain Fa’il atau Naib al-Fa’il dalam Jumlah Fi’liyyah.

1) MAF’UL (مَفْعُوْل) yakni Isim yang dikenai pekerjaan (Objek Penderita).


قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ
= Muhammad membaca al-Quran

القُرْآنَ (= al-Quran) –> Maf’ul –> Manshub dengan tanda fathah.

2) MASHDAR ( مَصْدَر ) yakni Isim yang memiliki makna Fi’il dan berfungsi untuk menjelaskan atau menegaskan (menguatkan) arti dari Fi’il.

قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ تَرْتِيْلاً

= Muhammad membaca al-Quran dengan tartil (perlahan-lahan)

تَرْتِيْلاً (= perlahan-lahan) –> Mashdar –> Manshub dengan tanda fathah.

3) HAL ( حَال ) ialah Isim yang berfungsi untuk menjelaskan keadaan Fa’il atau Maf’ul ketika berlangsungnya pekerjaan.


قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ خَاشِعًا

= Muhammad membaca al-Quran dengan khusyu’

خَاشِعًا (= orang yang khusyu’) –> Hal –> Manshub dengan tanda fathah.

4) TAMYIZ ( تَمْيِيْز ) ialah Isim yang berfungsi menerangkan maksud dari Fi’il dalam hubungannya dengan keadaan Fa’il atau Maf’ul.


قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ عِبَادَةً

= Muhammad membaca al-Quran sebagai suatu ibadah

عِبَادَةً (= ibadah) –> Tamyiz –> Manshub dengan tanda fathah.

5) ZHARAF ZAMAN (ظَرْف زَمَان) atau Keterangan Waktu dan ZHARAF MAKAN (ظَرْف مَكَان) atau Keterangan Tempat.



قَرَأَ مُحَمَّدٌ الْقُرْآنَ لَيْلاً

= Muhammad membaca al-Quran pada suatu malam
لَيْلاً (= malam) –> Zharaf Zaman –> Manshub dengan tanda fathah.

Diantara Zharaf Zaman: يَوْمَ (=pada hari), اَلْيَوْمَ (=pada hari ini), لَيْلاً (=pada malam hari), نَهَارًا (=pada siang hari), صَبَاحًا (=pada pagi hari), مَسَاءً (=pada sore hari), غَدًا (=besok), اْلآنَ (=sekarang), dan sebagainya.
Diantara Zharaf Makan: أَمَامَ (=di depan), خَلْفَ (=di belakang), وَرَاءَ (=di balik), فَوْقَ (=di atas), تَحْتَ (=di bawah), عِنْدَ (=di sisi), حَوْلَ (=di sekitar), بَيْنَ (=di antara), جَانِبَ (=di sebelah), dan sebagainya.

6) Mudhaf yang berfungsi sebagai MUNADA (

مُنَادَى) atau Seruan/Panggilan.
رَسُوْلُ اللهِ (=Rasul Allah) adalah Mudhaf-Mudhaf Ilaih, bila berfungsi sebagai Munada, maka kata رَسُوْل (=Rasul) sebagai Mudhaf menjadi Manshub.


يَا رَسُوْلَ اللهِ

= Wahai Rasul Allah
Sedangkan bila Munada itu adalah Isim Mufrad yang bukan merupakan Mudhaf-Mudhaf Ilaih, maka Isim tersebut tetap dalam bentuk Marfu’.
Contoh:


يَا مُحَمَّدُ

= Wahai Muhammad
7) MUSTATSNA ( مُسْتَثْنَى ) atau Perkecualian ialah Isim yang terletak sesudah ISTITSNA (اِسْتِثْنَى ) atau Pengecuali.
Contoh:


حَضَرَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدًا

= para siswa telah hadir kecuali Zaid
إِلاَّ (=kecuali) –> Istitsna (Pengecuali).
زَيْدًا (=Zaid) –> Mustatsna (Perkecualian) –> Manshub dengan tanda Fathah

Kata-kata yang biasa menjadi Istitsna antara lain:

إِلاَّ – غَيْرَ – سِوَى – خَلاَ – عَدَا – حِشَا
Semuanya biasa diterjemahkan: kecuali, selain.

Isim yang berkedudukan sebagai Mustatsna tidak selalu harus Manshub.
Mustatsna bisa menjadi Marfu’ dalam keadaan sebagai berikut:

a) Bila berada dalam Kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya disebutkan.
Maka Mustatsna boleh Manshub dan boleh Marfu’.
Contoh:



مَا قَامَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدًا

= para siswa tidak berdiri kecuali Zaid
مَا قَامَ الطُّلاَّبُ إِلاَّ زَيْدٌ

= para siswa tidak berdiri kecuali Zaid
Kalimat di atas adalah Kalimat Negatif (ada kata: tidak) dan disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya yaitu الطُّلاَّبُ (=para siswa) maka Mustatsna boleh Manshub dan boleh pula Marfu’ (زَيْدًا atau زَيْدٌ).

b) Bila Mustatsna berada dalam kalimat Negatif dan Subjek yang dikecualikan darinya tidak disebutkan sedangkan Mustatsna itu berkedudukan sebagai Fa’il maka ia harus mengikuti kaidah I’rab yakni menjadi Marfu’.
Contoh:


مَا قَامَ إِلاَّ زَيْدٌ

= tidak berdiri kecuali Zaid
Mustatsna menjadi Marfu’ karena berkedudukan sebagai Fa’il (زَيْدٌ) dan berada dalam Kalimat Negatif yang tidak disebutkan Subjek yang dikecualikan darinya.

Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


Load More

hadis

Apa itu hadis? ha.dis sabda, perbuatan, takrir Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. yang diriwayatkan atau diceritakan oleh sahabat untuk menjelaskan dan menentukan hukum Islam; hadis itu diriwayatkan oleh sahabat Nabi terdekat; sumber ajaran Islam yang kedua setelah Alquran; untuk lebih mendalami Islam, ia sangat tekun memba … • hadits

garebek

Apa itu garebek? ga.re.bek perayaan besar yang bertalian dengan hari raya Islam , garebek Puasa pada tanggal 1 Syawal, garebek Besar pada tanggal 10 Zulhijah) … •

Abu Hanifah

Siapa itu Abu Hanifah? Abu Hanifah an-Nu’man bin Tsabit bin Zuta bin Marzuban , lebih dikenal dengan nama Abū Ḥanīfah, merupakan pendiri dari Madzhab Fiqih Hanafi. Abu Hanifah juga merupakan seorang Tabi’in, generasi … • Abu Hanifa, Imam Abu Hanifah, Imam Hanafi

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Barang siapa yang membunuh seorang manusia,
bukan karena orang itu (membunuh) orang lain,
atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi,
maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.
QS. Al-Ma’idah [5]: 32

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus

Al Afuww

Apa itu Al Afuww? Allah itu Al-Afuwwu ◀ Artinya adalah Allah itu Maha Pemaaf. Jika kita telah mengakui kesalahan kita dan meminta maaf, maka Allah akan memafkan kita dan menghapus dosa kita. Allah sangat mudah memaafkan dosa-dosa yang berhubungan langsung kepada-Nya, yang penting hamba-Nya bersungguh-sungguh meminta maaf dan tidak mengulangi lagi. &128161; … • Al-Afuww, Al-Afuw, Al ‘Afwu

Salat Witir

Apa itu Salat Witir? Salat Witir adalah salat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari antara setelah waktu isya dan sebelum waktu salat subuh, dengan rakaat ganjil. Salat ini dilakukan setelah salat lainnya, sepertti tarawih dan tahajjud), hal ini didasarkan pada sebuah hadits. Salat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk “me … • Witir

surau

Apa itu surau? su.rau tempat umat Islam melakukan ibadatnya ; langgar … •

Imam Malik bin Anas

Siapa itu Imam Malik bin Anas? Mālik ibn Anas bin Malik bin ‘Āmr al-Asbahi atau Malik bin Anas , , lahir di , dan meninggal pada tahun 795 Masehi / 174 Hijriyah). Ia adalah pakar ilmu fikih dan hadis, serta pendiri Mazh … • Imam Maalik, Malik bin Anas, Imam Malik

muzawir

Apa itu muzawir? mu.za.wir orang yang membimbing ibadah haji; pembimbing ibadah haji; pemandu wisata … •

Ashabul Kahfi

Siapa itu Ashabul Kahfi? Sekumpulan pemuda pengikut Nabi Allah ﷻ iaitu Nabi Isa `alaihis salam yang berdakwah kepada kaumnya supaya mentauhidkan Allah ﷻ tetapi telah mendapat tentangan yang hebat. Lalu mereka lari mendapatkan perlindungan di dalam gua. Mereka tertidur selama beratus-ratus tahun. Kemudian mereka terjaga daripada tidur dan menemui orang ramai. Selepas bebera … • Ashhabul Kahf