Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

ilaa’

Kategori: Istilah Umum

iilaa’ (إلاء )

Iilaa’ menurut bahasa adalah bersumpah melarang diri dari sesuatu hal.
Sedangkan menurut istilah syar’i adalah seorang suami yang bersumpah untuk tidak menggauli istrinya dalam jangka waktu tertentu.
[Lihat Terj. Al-Wajiz (hal. 620), Ensiklopedi Fiqh Wanita (II/437), dan Terj. Subulus Salam (III/55)]

Dalil pokok tentang iilaa’ adalah firman Allah:

لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةِ أَشْهُرٍ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

📖 “Orang-orang yang meng-ilaa para istrinya, mereka diberi kesempatan untuk berpisah maksimal selama empat bulan.
Jika dia kembali (kepada istrinya) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”
(QS. Al-Baqarah : 226)

Berdasarkan ayat di atas, Iilaa’ ada dua macam, yaitu:

1️⃣ Suami bersumpah untuk tidak menggauli istrinya dalam waktu kurang dari empat bulan.

Dalam keadaan seperti ini, maka seorang suami lebih diutamakan untuk menggauli istrinya dan membayar kaffarat atas sumpahnya tersebut.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah riwayat,

مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِيْنٍ فَـرَأَى غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا، فَـلْيَأتِهَا وَلْيُكَـفِّـرْ عَـنْ يَمِيْنِهِ .

📗 “Barang siapa bersumpah terhadap suatu hal kemudian dia melihat hal lain yang lebih baik darinya, maka lakukanlah sesuatu yang lebih baik (dari hal yang dia bersumpah atasnya), lalu bayarlah kaffarat sumpahnya itu.”
[Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 1650), Ibnu Majah (no. 2108), dan an-Nasa’i (VII/11), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Jika ia tidak membayar kaffaratnya dan tetap pada sumpahnya, maka istrinya harus bersabar sampai habis waktu iilaa’ yang dinyatakan oleh suaminya, dan istri tidak berhak untuk menuntut cerai.
Hal tersebut juga pernah dialami oleh sebagian istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersumpah untuk tidak mencampuri sebagian istrinya dan beliau menetap di sebuah kamar selama satu bulan (dalam riwayat disebutkan bahwa sebulan yang dimaksudkan itu adalah selama 29 hari).
[Hadits shahih. Riwayat Bukhari (no. 5289), an-Nasa’i (VI/166), dan Tirmidzi (no. 685), dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu]

2️⃣ Suami bersumpah untuk tidak menggauli istrinya dalam waktu lebih dari empat bulan.

Dalam kondisi semacam ini, seorang suami lebih diutamakan untuk menggauli istrinya dan membayar kafarat atas sumpahnya tersebut, sebagaimana halnya keadaan pertama di atas.
Namun, apabila suami tidak juga menggauli istrinya yang telah bersabar menunggunya sehingga berlalu waktu empat bulan, maka istri boleh menuntut kepastian dari si suami dengan jima’ (persetubuhan) sebagai tanda kembali bersatunya (fai’ah) suami dan istri, atau dengan talak sebagai tanda berpisahnya suami dengan istri.

Dengan demikian, seorang suami yang meng-iilaa’ istrinya sangat dianjurkan bahkan diutamakan untuk kembali kepada istrinya dan membayar kaffarat atas sumpah yang telah diucapkannya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

لَأَنْ يَلَجَّ أَحَـدُكُـمْ فِي يَمِيْـنِهِ فِي أَهْـلِهِ آثَـمُ لَهُ عِـنْـدَ اللهِ تَـعَـالَى مِنْ أَنْ يُعْـطِـيَ كَـفَّـارَتَـهُ الَّتِي فَـرَضَ اللهُ عَـلَيْهِ .

📗 “Sungguh dosa seseorang yang bersikukuh mempertahankan sumpahnya (untuk tidak mencampuri) keluarganya itu lebih besar disisi Allah daripada ia membayar kaffarat atas sumpahnya yang Allah wajibkan kepadanya.”
[Hadits shahih. Riwayat Muslim (no. 1655), dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu]

Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali hafizhahullah berkata,

📘 “Membatalkan sumpah nilainya lebih utama dari pada mempertahankan sumpah jika dalam pembatalannya tersebut mengandung kemaslahatan yang kuat (besar).”
[Lihat Terj. Syarah Riyadhush Shalihin (V/351) dan lihat juga penjelasan Syaikh Salim dalam Ensiklopedi Larangan (III/83-85)]

Namun, jika masa iilaa’ tersebut telah habis, maka si suami diberikan pilihan untuk kembali pada istrinya atau menceraikannya.
Sebagaimana disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam kitabnya Fat-hul Baari (IX/428), bahwa diriwayatkan dari Abu Shalih, ia berkata:

📘 “Aku bertanya pada dua belas Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang melakukan iilaa’.
Mereka menjawab,
“Tidak apa-apa baginya sampai berlalunya waktu empat bulan, setelah itu dia boleh memilih untuk kembali pada istrinya atau menceraikannya.”
[Lihat Ensiklopedi Fiqh Wanita (II/438)]

Referensi:
Artikel muslimah.or.id
Penyusun: Ummu Sufyan Rahmawaty Woly bintu Muhammad
Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits




۞ Variasi nama: Ilaa’

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan,
lalu Dia memberikan kecukupan.
Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.
QS. Ad-Duha [93]: 7-9

Barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
QS. Al-Baqarah [2]: 112

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus

Al ‘Aliy

Apa itu Al ‘Aliy? Allah itu Al-Aliyy . yaitu Allah adalah Yang Maha Tinggi. Allah itu Maha Tinggi kedudukannya, sehingga tidak akan ada yang mampu menyamai atau melampaui-Nya. Allah Ta’ala s...

rida

Apa itu rida? ri.da (1) rela; suka; senang hati; rida lah patik menjadi istri beliau; (2) perkenan; rahmat; negeri yang aman dan makmur serta mendapat rida Tuhan Yang Maha Esa ۞ Variasi nama: ridho...

kiai

Apa itu kiai? ki.ai (1) sebutan bagi alim ulama (cerdik pandai dalam agama Islam); kiai Haji Wahid Hasyim; (2) alim ulama; para kiai ikut terjun ke kancah peperangan sewaktu melawan penjajah; (3) seb...

Al Aakhir

Apa itu Al Aakhir? Allah itu Al-Akhir . Yaitu Allah itu Yang Maha Akhir. Bahkan kekuasaan Allah itu tidak akan pernah ada akhirnya. Dia kekal dan abadi. Al Aakhir termasuk dalam 99 Asma’ul husn...

Ad Dhaar

Apa itu Ad Dhaar? Allah itu Adh-Dhar . Artinya adalah Allah itu Maha Pemberi Bahaya/Dzat Yang Maha Memberi Mudhorat, Dia bisa memberikan bahaya kepada orang-orang yang kafir dan durhaka kepada-Nya de...

Mush’ab bin Umair

Siapa itu Mush’ab bin Umair? Mush’ab bin Umayr (bahasa Arab: مصعب بن عمير‎) adalah salah seorang sahabat nabi Nabi Muhammad. Mush’ab berhasil memasukan ajaran Islam kepad...