Ibrahim `alaihis salam

Kategori: Nama Nabi

Ibrahim (bahasa Arab: إبراهيم ) merupakan nabi dalam agama Samawi.
Ia bergelar Khalilullah (خلیل اللہ, Kesayangan Allah).
Ibrahim bersama anaknya, Ismail, dikenal sebagai para pendiri Baitullah.
Ia diangkat menjadi nabi yang diutus kepada kaum Kaldān yang terletak di negeri Ur, yang sekarang dikenal sebagai Iraq.
Ibrahim merupakan sosok teladan utama bagi umat Islam dalam berbagai hal.
Ibadah Haji dan penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha merupakan beberapa perayaan untuk memperingati sikap berbakti Ibrahim terhadap Allah.

Ibrahim termasuk golongan manusia pilihan di sisi Allah, serta termasuk golongan Ulul Azmi.
Nama Ibrahim diabadikan sebagai nama sebuah surah, serta disebut sebanyak 69 kali di Al-Qur’an.

Etimologi
Dalam buku yang berjudul “Muhammad Sang Nabi – Penelusuran Sejarah Nabi Muhammad Secara Detail,” karya Omar Hashem, dikatakan bahwasanya nama Ibrahim berasal dari dua suku kata, yaitu ib/ab (إب) dan rahim (راهيم).
Jika disatukan maka nama itu memiliki arti “ayah yang penyayang.”

Genealogi
Ibrahim merupakan putra Azar bin Nahur bin Sarugh bin Ra’u bin Faligh bin Abir bin Shaleh bin Arfakhsad bin Sam bin Nuh.
Al-Hafidz ibnu Asakir meriwayatkan bahwasanya ibu kandung nabi Ibrahim bernama Amilah.
Sementara menurut al-Kalbiy, ibu kandung nabi Ibrahim bernama Buna binti Karbina bin Kartsi, yang berasal dari Bani Arfakhsyad.

Azar memiliki tiga putra: Ibrahim, Haran, dan Nahor.
Ibrahim dilahirkan di sebuah wilayah bernama Faddam Aram, yang terletak di kerajaan Babilonia.
Ibnu Asakir meriwayatkan dalam kitab at-Tarikh dari Ishaq bin Basyar al-Kahiliy bahwasanya nabi Ibrahim dijuluki sebagai “Abu adh-Dhaifan.” Ibrahim memiliki dua putra yang termasuk golongan nabi, yakni nabi Ismail dan nabi Ishaq, sementara nabi Ya’qub merupakan cucu Ibrahim.
Haran juga memiliki seorang putra yang termasuk golongan nabi, yakni nabi Lut.

Para istri Ibrahim
Ketika istri Ibrahim hendak ditawan raja Mesir untuk dijadikan selir, Allah memberi perlindungan kepada istri Ibrahim sehingga raja Mesir tidak dapat menjadikan istri Ibrahim sebagai selir.
Setelah menyadari bahwa Allah telah menghadirkan berbagai azab yang menimpa diri raja Mesir berkenaan dengan Istri Ibrahim yang merupakan istri Ibrahim, ia mengembalikan sang istri kepada Ibrahim; kemudian raja Mesir menghadiahkan budak untuk istri Ibrahim sebagai penebusan dosa.
Adapun budak yang dihadiahkan ini adalah seorang permaisuri kerajaan Mesir.

Para istri Ibrahim dan anak-anak yang dilahirkan oleh mereka adalah sebagai berikut:

Istri Ibrahim: Ishaq dan Ya’qub
Budak dari Istri Ibrahim: Ismail



Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


We cannot display this gallery
Ikuti RisalahMuslim
               



Ikuti RisalahMuslim