Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Hisyam bin Abdul-Malik

Kategori: Tokoh

Hisyam bin ‘Abdul-Malik (691 – 743; umur 51–52 tahun; bahasa Arab: هشام بن عبد الملك‎) adalah khalifah yang berkuasa sejak tahun 724 sampai 743. Dia berasal dari Bani Umayyah cabang Marwani.
Hisyam juga merupakan putra terakhir ‘Abdul Malik yang menjadi khalifah.
Di antara para khalifah Umayyah yang berkuasa dari Syria, Hisyam menjadi satu dari tiga khalifah yang memiliki masa kekuasaan terlama, dua yang lain adalah Mu’awiyah bin Abu Sufyan dan ‘Abdul Malik bin Marwan.
Mewarisi tampuk kepemimpinan dari salah satu negara terluas di dunia berikut segala permasalahan yang ada, Hisyam cukup berhasil mempertahankan kestabilan kekhalifahan.
Awal kehidupan Hisyam lahir pada tahun 691 di masa kekuasaan ayahnya, ‘Abdul Malik bin Marwan.
Kedua orangtuanya telah bercerai.
Saat ‘Abdul Malik bertempur melawan pasukan Mush’ab dan berhasil membunuhnya, berita kelahiran Hisyam sampai kepada ‘Abdul Malik, dan itu diyakini sebagai pertanda baik.
‘Abdul Malik memberinya nama Manshur, tetapi sang ibu, wanita dari Bani Makzhum, memberinya nama Hisyam yang merupakan nama ayahnya.
‘Abdul Malik tidak menentangnya dan putra mereka akhirnya dinamai Hisyam.
Sebelum menjabat sebagai khalifah, Hisyam tinggal di istana Damaskus tanpa memegang jabatan penting di pemerintahan.
Saat saudaranya seayah, Khalifah Sulaiman, menderita sakit parah, Raja’ bin Haiwah mengumumkan keputusan khalifah bahwa ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz akan menjadi khalifah setelahnya, kemudian diikuti Yazid bin ‘Abdul Malik.
Hisyam menentang keputusan tersebut, tetapi kemudian mematuhinya setelah Raja’ mengancam akan menggunakan kekerasan pada pihak yang menentang keputusan tersebut.
Saat berada di atas mimbar, ‘Umar meminta agar Hisyam yang pertama kali memberikan sumpah setia (bai’at) padanya.
Hisyam kemudian maju membai’at ‘Umar, diikuti hadirin yang lain.
Umar mangkat karena diracun dan tampuk kekhalifahan kembali ke tangan keturunan ‘Abdul Malik, kali ini kepada Yazid.
Saudara seayah Yazid dan Hisyam, Maslamah, diberhentikan dari jabatannya oleh Yazid sebagai gubernur Iraq lantaran lebih mendukung Hisyam sebagai putra mahkota daripada Al-Walid yang merupakan putra Khalifah Yazid.
Namun usia Al-Walid yang masih muda dipandang belum layak menjadikannya sebagai khalifah, sehingga akhirnya Yazid menetapkan Hisyam sebagai putra mahkota dan Al-Walid sebagai wakil putra mahkota.
Saat Yazid mangkat pada 724, Hisyam dinobatkan sebagai khalifah.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim