hilah

Kategori: Istilah Umum

DEFINISI AL HILAH
Secara bahasa, kata al hilah الحيلة) ), sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar di dalam Fat-hul Bari, mempunyai arti, segala cara yang mengantarkan kepada tujuan dengan cara yang tersembunyi (lembut) .
Adapun secara istilah, al hilah adalah, melakukan suatu amalan yang zhahirnya boleh untuk membatalkan hukum syar’i serta memalingkannya kepada hukum yang lainnya.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,”Sesungguhnya kata umum al hilah, bila diarahkan menurut pemahaman ulama fiqih mengandung arti tipu daya atau cara yang dipakai untuk menghalalkan hal-hal yang haram, sebagaimana tipu dayanya orang-orang Yahudi.”


Ibnu Qudamah berkata,
”Yaitu dengan menampakkan transaksi yang mubah, sebagai tipu daya dalam melakukan hal yang diharamkan atau jalan yang mengantarkan kepada sesuatu yang telah Allah haramkan…”.


Sehingga, dapat dikatakan, trik atau tipu daya yang diharamkan adalah, tipu daya dalam perkara-perkara yang haram, dengan menggunakan cara tidak langsung atau terselubung.

JENIS AL HILAH SECARA UMUM

Menurut Ibnul Qayyim, terdapat dua jenis al hilah.

Pertama :
Jenis yang mengantarkan kepada amalan yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan apa yang dilarangNya, menghentikan dari sesuatu yang haram, memenangkan yang haq dari kezhaliman yang menghalang, membebaskan orang yang dizhalimi dari penindasan orang-orang yang zhalim.
Jenis ini termasuk baik, dan pelaku atau penyeru (yang mengajaknya) akan mendapatkan pahala.

Kedua:
Yang bertujuan untuk menggugurkan kewajiban, menghalalkan perkara yang haram, membolak-balikkan keadaan dari orang yang teraniaya menjadi pelaku aniaya dan orang yang zhalim seakan menjadi orang yang terzhalimi, merubah kebenaran menjadi kebatilan dan kebatilan menjadi kebenaran.
Jenis hilah seperti ini, para salaf telah bersepakat tentang kenistaannya…).

Imam asy Syatibi memberikan catatan kepada jenis hilah yang tercela (yaitu jenis yang kedua) di atas, bahwa yang dimaksudkan dengan al hilah, (yang seperti itu) adalah, sesuatu yang akan menghancurkan sumber syari’i yang sebenarnya, serta meniadakan maslahat syar’i yang terdapat di dalamnya.
sesuatu yang akan menghancurkan sumber asli yang syar’i serta meniadakan maslahat yang syar’i.

MACAM-MACAM HILAH YANG TERLARANG

Menurut Ibnu Qayyim, hilah yang terlarang, atau semisalnya (yang terlarang, Pen), semua kaum Muslimin, seorang pun tidak ada yang meragukan, bahwa hal ini termasuk bagian dari dosa-dosa besar, dan merupakan perbuatan paling jelek dari perkara-perkara yang diharamkan.


Perbuatan seperti ini termasuk dalam kategori mempermainkan agama Allah dan memperolok ayat-ayatNya.
Dari sisi perbuatannya saja adalah haram, karena adanya kedustaan dan tipu daya di dalamnya.
Ditinjau dari maksud dan tujuannya pun, hilah juga haram, karena untuk meniadakan kebenaran dan ingin menghidupkan melanggengkan kebatilan.

Ibnu Qayyim rahimahullah membagi hilah (tipu daya terlarang) di atas menjadi 3 macam.

Pertama:
Hilah haram ditujukan kepada sesuatu yang haram pula.
Semisal, melakukan rekayasa untuk menghalalkan amalan yang mengandung unsur riba.
Misalnya, seperti dalam masalah mud ‘ajwa, yaitu seseorang yang menjual jenis barang yang masuk dalam masalah riba` dengan sejenisnya, dengan disertakan (disyaratkan) bersama keduanya atau salah satunya sesuatu yang lain jenisnya.

Kedua:
Cara atau perbuatan asalnya boleh, akan tetapi dipergunakan untuk sesuatu yang haram.
Seperti melakukan safar yang digunakan untuk merampok, membunuh orang, dan lain-lain.

Ketiga:
Cara yang dipakai pada asalnya tidak dipergunakan untuk sesuatu yang haram, bahkan dimaksudkan untuk sesuatu yang disyari’atkan, seperti menikah, melakukan jual-beli, memberikan hadiah, dan sebagainya; namun kemudian dipakai sebagai tangga untuk menuju sesuatu yang diharamkan.

HILAH MERUPAKAN AKHLAK DAN KEBIASAAN YAHUDI

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan dalam beberapa ayat, yang menerangkan akhlak orang-orang Yahudi dalam masalah tipu daya ini.
Mereka berusaha merubah hukum-hukum yang telah diajarkan oleh para nabi mereka.
Semisal laknat dan kemurkaan Allah Ta’ala tatkala orang-orang Yahudi dilarang berburu pada hari Sabtu.


Pada hari tersebut banyak didapatkan ikan, yang tidak didapatkan pada hari lainnya.
Kemudian, untuk melakukan rekayas, mereka pun menempatkan perangkap (jaring) pada hari sebelumnya dan mengambil hasilnya pada hari Ahad.
Perbuatan ini merupakan tipu daya mereka, yaitu dengan mengabaikan perintah Rabb.
Sebagaimana Allah telah menjelaskan dalam firmanNya:

“Hai orang-orang yang telah diberi al Kitab, berimanlah kamu kepada apa yang telah Kami turunkan (al Qur`an) yang membenarkan kitab yang ada pada kamu sebelum Kami merobah muka(mu), lalu Kami putarkan ke belakang atau Kami kutuk mereka, sebagaimana Kami telah mengutuk orang-orang (yang berbuat maksiat) pada hari Sabtu.
Dan ketetapan Allah pasti berlaku”.
[an Nisaa`/4:47].

“Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka.
Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik
[al A’raf/7:163].



Read more https://almanhaj.or.id/2890-al-hilah-melakukan-rekayasa-terhadap-hukum-allah.html


۞ Variasi nama: Helah, al hilah

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran

QS. Fushshilat (Yang dijelaskan) – surah 41 ayat 31 [QS. 41:31]

31. Demikianlah para malaikat menenangkan orang-orang beriman dan membuat mereka lebih merasa nyaman. Para malaikat itu berkata, “Kami, atas perintah Allah, menjadi pelindung-pelindungmu dan akan sela … 41:31, 41 31, 41-31, Surah Fushshilat 31, Tafsir surat Fushshilat 31, Quran Fushilat 31, Fusilat 31, Fussilat 31, Surah Fusilat ayat 31

QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 5 [QS. 36:5]

5. Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan oleh Allah Yang Mahaperkasa, yakni mampu mengalahkan siapa pun dan melaksanakan apa pun yang Dia kehendaki; Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya, utamanya ke … 36:5, 36 5, 36-5, Surah Yaa Siin 5, Tafsir surat YaaSiin 5, Quran Yasin 5, Surah Yasin ayat 5

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … al-Fatihah an-Nas ar-Rahman al-‘Alaq al-Kautsar Benar! Kurang tepat! Surah yang tidak

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan Maha

Pendidikan Agama Islam #22

Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … mubram muannas muallaq muallaf mabrur Benar! Kurang tepat! Salah satu contoh takdir

Instagram