Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Hakim bin Hazm

Kategori: Sahabat Nabi

Hakim bin Hizam (حكيم بن حزم ) adalah salah satu sahabat nabi Muhammad.

Biografi
Keluarga Hakim bin Hizam adalah anak dari Hizam bin Khuwailid bin Asad, jadi Hakim adalah keponakan Khadijah.
Hakim bin Hizam adalah anak pertama, jadi Hizam berkunyah Abu Hakim.
Ibunya, Fakhitah binti Zuhair bin Harits bin Asad, ibunya juga berkunyah Ummu Hakim.
Saudara Hakim adalah Khalid, Abdullah, Yahya, Huzaim, Hisyam, Sumayah, Amirah, Hasyimah, Khaulah.
Hakim menikahi sepupunya Zainab binti Awwam dan memiliki anak: Abdullah, Yahya, Hisyam, Khalid.
Sahabat Nabi yang Dermawan Keutamaan dari Hakim yang lain adalah sikap rendah hatinya, sehingga dia sangat dihormati oleh masyarakat.
Dia pun selalu bersedia membantu orang lain yang sedang tertimpa kesusahan.
Ayahnya bernama Hizam, yang adalah putra dari Khuwaylid.
Oleh karenanya, Hakim tak lain merupakan kemenakan Khadijah, istri Rasulullah, sebab Khadijah adalah putri Khuwaylid.
Kelahiran Hakim bermula ketika berlangsung sebuah acara festival di Mekkah.
Sang ibu yang tengah hamil tua, bersama beberapa wanita, lantas masuk ke dalam Kabah untuk berdoa, sebagaimana kebiasaan saat festival.
Akan tetapi, secara tiba-tiba, perut sang ibu mendadak sakit dan merasa hendak melahirkan.
Dia tidak kuat lagi untuk bergerak dan terpaksa dibaringkan di Kabah.
Sesudah dipersiapkan persalinannya, tak lama kemudian seorang bayi terlahir ke dunia kemudian diberi nama Hakim.
Kaya dari kecil Hakim dibesarkan di keluarga berada.
Dia pun benar-benar menikmati statusnya sebagai anak dari keluarga terpandang di Makah.
Meski demikian, orang tua Hakim tidak serta merta memanjakannya, bahkan dia diberi tanggungjawab untuk melaksanakan rifadah, yakni membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan, terutama pada musim haji.
Hakim pun benar-benar melaksanakan amanat itu dengan penuh keikhlasan bahkan tak jarang dia membantu para jamaah haji menggunakan uangnya sendiri.
Hakim pun bersahabat erat dengan Muhammad, jauh sebelum dia menjadi Rasul.
Kendati usianya lima tahun lebih tua dari Rasulullah, tetapi hal tersebut tidak menghalangi hubungan keduanya.
Mereka kerap berbincang serta menikmati kebersamaan sebagai sahabat.
Hubungan pertemanan antara Rasulullah dan Hakim menjadi kian dekat manakala Rasul menikah dengan bibinya, Khadijah binti Khuwaylid.
Patut dicatat, meski lama bersahabat dengan Rasul, tetapi Hakim tidak memeluk Islam hingga peristiwa penaklukan Makkah.
Itu berarti lebih dari 20 tahun setelah Islam didakwahkan secara terang-terangan oleh Muhammad.
Terhadap hal itu, Hakim sendiri merasa menyesal dengan apa yang sudah dilakukannya sebelum memeluk agama Islam.
Ketika pertama kali mengucap dua kalimah syahadat, dia benar-benar amat bersalah serta menyesali setiap detik dalam hidupnya sebagai seorang musyrik dan menolak kebenaran dari Allah dan Rasul-Nya.
Sehari setelah dia masuk Islam, seorang anaknya melihat Hakim tampak menangis.
Maka bertanyalah sang anak,
“Mengapa ayah menangis?”
Hakim menjawab sambil tersedu,
“Banyak hal yang membuatku menangis, anakku.
Yang terutama adalah begitu lamanya waktu bagi aku untuk memeluk Islam.
Padahal, dengan menerima ajaran Islam banyak kesempatan dapat diraih untuk melaksanakan kebaikan, tetapi itulah yang nyatanya telah aku lewatkan.
Hidupku tersia-sia ketika terjadi perang Badar dan perang Uhud.
Setelah Uhud, aku berkata pada diri sendiri, bahwa aku tidak akan lagi membantu kaum kafir Quraisy melawan Muhammad, dan aku tidak ingin meninggalkan Makkah.
Saat aku merasa ingin menerima Islam, aku segera berpaling dan melihat orang-orang di sekelilingku yang kebanyakan kaum kafir Quraisy, untuk kemudian bergabung kembali dengan mereka.
Oh andai aku tidak berlaku seperti itu.
Tidak ada yang dapat menghancurkan kita selain ketaatan buta kita terhadap nenak moyang.
Jadi, kenapa aku tidak menangis, anakku?”
Nabi Muhammad memang terkejut manakala seorang yang rendah hati dan berpengatahun seperti Hakim, tidak memeluk Islam.
Untuk waktu lama, Rasul sangat berharap bahwa Hakim serta orang-orang yang sepertinya, dapat terbuka mata hati serta menerima kebenaran Islam.
Malam sebelum penaklukan Makkah, Rasulullah berkata kepada para sahabat,
“Ada empat orang di Makkah yang aku ingin agar mereka bersedia memeluk agama Islam.”
Sahabat lantas bertanya,
“Siapa saja mereka itu ya Rasul?”
“Mereka antara lain Attab bin Usayd, Jubayr bin Mutim, Hakim bin Hazm dan Suhayl bin Amr,”
jawab Rasul.
“Dengan ridho Allah, mereka akan menjadi Muslim.”
Ketika pasukan Islam masuk kota Makkah dan membebaskan kota itu dari jahiliyah, Dia lantas berseru,
“Siapa saja yang bersedia mengakui tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka dia akan selamat..Siapa saja yang berlindung di Kabah serta meletakkan senjatanya, dia juga akan selamat.
Siapa saja yang masuk dan berlindung di rumah Abu Sufyan, dia selamat.
Dan siapa saja yang masuk dan berlindung di rumah Hakim ibn Hazm, dia selamat.”
Tak berapa lama, Hakim pun bersegera memeluk Islam dengan sepenuh hati.
Dia lantas bertekad untuk menebus segala dosa yang pernah dia perbuat semasa hari-hari jahiliyahnya serta apapun yang pernah dia lakukan untuk menentang Rasulullah.
Dia ingin menebusnya demi kemuliaan Islam.
Rajin berderma Pada masa itu, Hakim merupakan pemilik dari sebuah bangunan bersejarah di Makkah bernama Dar an-Nadwah.
Di tempat itu, biasanya para pemuka Quraysy berkumpul dan berdiskusi tentang banyak hal.
Mereka pun banyak membuat rencana jahat terhadap Nabi Muhammad di sana.
Hakim memutuskan untuk menjual bangunan itu, demi menghapus kenangan kelam masa lalu.
Dijualnya bangunan tersebut seharga 100 ribu dirham.
Seorang kemenakannya pun bertanya,
“Anda telah menjual bangunan berharga itu kepada orang Quraisy, paman?”
Dengan sabar Hakim menjawab,
“Kebanggaan dan kejayaan semu kini telah hilang dan berganti nilai takwa.
Aku hanya menjual sebuah bangunan namun hdengan harapan dapat menggantinya nanti di syurga.
Dan aku berjanji akan mendermakan seluruh hasil dari penjualan ini di jalan Allah.”
Bukan hanya itu saja.
Saat melaksanakan ibadah haji, dia menyembelih sekitar 100 ekor unta serta membagi-bagikan dagingnya kepada kaum fakir miskin di Makkah.
Demikian pula ketika di padang Arafat, bersamanya ada sebanyak 100 budak, dan setelah memberikan masing-masing segenggam perak, para budak itu pun dibebaskannya.
Hakim memang amat dermawan dan di saat yang sama dia selalu ingin mendapatkan lebih.
Seusai perang Hunain, dia meminta sejumlah pampasan perang kepada Rasul.
Dia kemudian meminta lebih dan Rasul kembali memberikannya.
Hakim belum lama memeluk Islam akan tetapi Rasul amat pemurah kepada mereka yang baru memeluk Islam agar mereka bersedia menerima Islam sepenuhnya.
Hakim pun mendapat pampasan perang dalam jumlah cukup banyak.
Maka Rasul pun berkata kepada Hakim,
“Wahai Hakim! Segala harta benda ini amatlah menarik.
Siapa saja yang memilikinya dan merasa puas dengannya akan diberkahi sebaliknya siapa yang merasa tidak puas, tidak akan diberkahi.
Dia akan seperti orang makan namun tidak pernah merasa kenyang.
Tangan di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.”
Petuah Rasul ini sangat membekas di hatinya.
Dia merasa tersentuh dan lantas berkata kepada Rasul,”Ya utusan Allah, aku tidak akan meminta kepada siapa pun selain kamu untuk apa pun.”
Sejarah mencatat, Hakim benar-benar menepati ucapannya.
Sahabat Rasul ini tidak pernah meminta apapun juga kepada orang lain hingga dia meninggal dunia.
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


Load More

furqan

Apa itu furqan? fur.qan pembeda antara yang hak dan yang batil; Alquran … •

Thalhah bin Ubaidillah

Siapa itu Thalhah bin Ubaidillah? Thalhah bin Ubaidillah adalah seorang sahabat nabi berasal dari Quraisy, nama lengkapnya adalah Thalhah bin Abdullah bin Usman bin Kaab bin Said. Thalhah juga termasuk enam konsultan Muhammad dan sepuluh orang yang dijanjikan masuk surga. Thalhah mengikuti Perang Uhud dan menderita luka parah yang luar bia … • Talha ibn ‘Ubaidullah, Talhah bin Ubaidillah

madrasah

Apa itu madrasah? mad.ra.sah sekolah atau perguruan … •

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Sahabat Nabi

Ketika mereka melihat azab (pada hari kiamat) sudah dekat,
muka orang-orang kafir itu menjadi muram.
Dan dikatakan (kepada mereka) inilah (azab) yang dahulunya kamu selalu meminta-mintanya.
QS. Al-Mulk [67]: 27

Kategori: Sahabat Nabi

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,
dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.
Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
QS. Al-Infitar [82]: 13-15

Kategori: Sahabat Nabi

Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga),
dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam).
QS. Yunus [10]: 25

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … sebagai … Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah… .. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Arti al-Kaafirun adalah … Arti dari lafal لَكُمْ دِينُكُمْ yaitu …

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat maka diganti oleh sahabat sebagai pemimpin ummat disebut … Jasa khalifah Umar bin Khatab yang sampai saat ini masih dipergunakan, yaitu …

Kamus

syuriah

Apa itu syuriah? syu.ri.ah legislatif … •

Jibril

Siapa itu Jibril? Dalam Islam, dikenal malaikat bernama “Jibril” yang merupakan ejaan bahasa Arab untuk “Gabriel”. Malaikat Jibril adalah satu dari tiga malaikat yang namanya disebut dalam Al Quran. Adalah malaikat yang bertugas menyampaikan wahyu. Nama Malaikat Jibril disebut dua kali dalam Al Quran yaitu pada surat Al Baqarah ayat 97-98 dan At Tahrim ayat 4. Di da … •

hidayah

Apa itu hidayah? hi.da.yah petunjuk atau bimbingan dari Tuhan; semoga Tuhan Yang Mahakuasa melimpahkan taufik dan hidayah Nya kepada kita … •

Zakat

Apa itu Zakat? za.kat jumlah harta tertentu yang wajib dikeluarkan oleh orang yang beragama Islam dan diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya menurut ketentuan yang telah ditetapkan oleh syarak; salah satu rukun Islam yang mengatur harta yang wajib dikeluarkan kepada mustahik Zakat dalam segi isti … •

Utbah bin Abu Lahab

Siapa itu Utbah bin Abu Lahab? Utbah bin Abu Lahab adalah sepupu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utbah juga mantan menantu Nabi, karena Utbah menikahi Ruqayyah. Utbah juga keponakan Abu Sufyan bin Harb, karena ibunya Ummu Jamil adalah saudara kandung Abu Sufyan bin Harb. Nama lengkap Utbah adalah Utbah bin Abu Lahab bin Abdul Muththalib. Ayah Ut … • Utba bin Abi Lahab, Utbah

Ilyasa `alaihis salam

Siapa itu Ilyasa `alaihis salam? Al-Yasa adalah seorang nabi yang tertera dalam kitab Al-Qur’an dan juga dianggap nabi oleh umat agama Yahudi dan Kristen. Ia diangkat menjadi nabi dan Rasul pada tahun 830 SM dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil dan orang-orang Amoria di daerah Panyas, Syam. Ia wafat di kota Palestina da … • Ilyasa, Ilyas