Hadits Gharib

Kategori: Istilah Hadis

Hadits gharib secara kebahasaan bermakna menyendiri, atau jauh dari kerabat-kerabatnya.

Secara istilah Ibnu Shalah mendefinisikan hadis gharib sebagai hadis yang menyendiri sebagian rawinya, disifati dengan asing, begitupun dengan hadits yang menyendiri di dalamnya sesuatu yang tidak di sebutkan di selainnya.
Entah itu pada matan atau sanad.

Mahmud Thahhan menyebutnya sebagai hadis yang diriwayatkan oleh seorang perawi, entah itu terjadi pada setiap tingkatan (thabaqat), atau di salah satu dari sekian tingkatan, meski hanya terjadi pada satu tingkatan saja.

Dalam bait manzhumah-nya, al-Baiquny menjelaskan makna hadis gharib dengan ungkapan :

و قل غريب ما روى راو فقط

Dan katakanlah : bahwa yang dimaksud dengan hadis gharib adalah hadis yang diriwayatkan oleh seorang saja.

Hadis gharib adalah bagian dari hadis ahad, yakni hadis yang diriwayatkan oleh segelintir perawi saja pada setiap tingkatannya.
Kebalikan dari ahad adalah hadis mutawatir, yakni hadis yang diriwayatkan oleh banyak perawi pada setiap tingkatannya melebihi 10 perawi.

Contoh hadits gharib

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari :

عن عمر ابن الخطاب: أن رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

Dari Umar bin Khattab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan”

Hadits ini gharib.
Namun, ke-gharib-annya hanya terletak pada sahabat saja, akan tetapi setelah itu terjadi penyebaran secara besar-besaran.



Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Ikuti RisalahMuslim