Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Hadits Dha’if

Kategori: Istilah Umum

Hadis lemah atau Hadits Dha’if (حديث ضعيف‎) adalah kategori hadis yang tertolak dan tidak dapat dinyatakan kebenarannya berasal dari perkataan atau perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Definisi

Definisi Hadits dhaif menurut Imam Al-Baiquni adalah:
“Setiap hadis yang tingkatannya berada dibawah hadits hasan (tidak memenuhi syarat sebagai hadis shahih maupun hasan) maka disebut hadits dho’if dan hadis (seperti) ini banyak sekali ragamnya.”
— Manzhumah al-Baiquniyah

Sebab kelemahan

Suatu hadits dikategorikan lemah disebabkan oleh:

  • Terputusnya rantai periwayatan (sanad)
  • Adanya kelemahan/cacat pada seorang atau beberapa orang penyampai riwayat (perawi) hadis tersebut.
Macamnya

Terdapat berbagai tingkatan derajat hadis lemah, mulai dari yang lemahnya ringan hingga yang parah bahkan palsu.
Ibnu Hibban telah membagi hadits dhaif menjadi 49 (empat puluh sembilan) jenis.
Di antara macam-macam tingkatan hadis yang dikategorikan lemah, seperti:

  • Mursal: Hadis yang disebutkan oleh Tabi’in langsung dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tanpa menyebutkan siapa shahabat yang melihat atau mendengar langsung dari Rasul.
    Digolongkan sebagai hadis lemah karena dimungkinkan adanya Tabi’in lain yang masuk dalam jalur riwayatnya (namun tidak disebutkan).
    Jika dapat dipastikan perawi (periwayat) yang tidak disebutkan tersebut adalah seorang shahabat maka tidak tergolong sebagai hadis lemah.
  • Mu’dhol: Hadis yang dalam sanadnya ada dua orang rawi atau lebih yang tidak dicantumkan secara berurut.
  • Munqathi (terputus): Semua hadis yang sanadnya tidak bersambung tanpa melihat letak dan keadaan putusnya sanad.
    Setiap hadis Mu’dhal adalah Munqathi, namun tidak sebaliknya.
  • Mudallas: Seseorang yang meriwayatkan dari rawi fulan sementara hadis tersebut tidak didengarnya langsung dari rawi fulan tersebut, namun ia tutupi hal ini sehingga terkesan seolah ia mendengarnya langsung dari rawi fulan.
    Hadis mudallas ada dua macam, yaitu Tadlis Isnad (menyembunyikan sanad) dan tadlis Syuyukh (menyembunyikan personal).
  • Mu’an’an: Hadis yang dalam sanadnya menggunakan lafal fulan ‘an fulan (riwayat seseorang dari seseorang).
  • Mudhtharib (guncang): Hadis yang diriwayatkan melalui banyak jalur dan sama-sama kuat, masing-masingnya dengan lafal yang berlainan/bertentangan (serta tidak bisa diambil jalan tengah).
  • Syadz (ganjil): Hadis yang menyelisihi riwayat dari orang-orang yang tsiqah (tepercaya).
    Atau didefinisikan sebagai hadis yang hanya diriwayatkan melalui satu jalur namun perawinya tersebut kurang tepercaya jika ia bersendiri dalam meriwayatkan hadis.
  • Munkar: Hadis yang diriwayatkan oleh perawi kategori lemah yang menyelisihi periwayatan rawi-rawi yang tsiqah.
  • Matruk: Hadis yang di dalam sanadnya ada perawi yang tertuduh berdusta.
  • Maudhu'(Hadis palsu): Hadis yang dipalsukan atas nama Nabi, di dalam rawinya ada rawi yang diketahui sering melakukan kedustaan dan pemalsuan.
  • Bathil: Sejenis Hadis palsu yang (jelas-jelas) menyelisihi prinsip-prinsip syariah.
  • Mudraj: Perkataan yang diucapkan oleh selain Nabi yang ditulis bergandengan dengan Hadits Nabi.
    Sehingga dapat dikira sebagai bagian dari hadis.
    Umumnya berasal dari perawi hadisnya, baik itu sahabat ataupun yang dibawahnya, diucapkan untuk menafsirkan, menjelaskan atau melengkapi maksud kata tertentu dalam lafal hadis.
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Orang-orang yang beriman & beramal sholeh,
kebahagiaanlah untuk mereka & tempat kembali (surga) yang baik.
QS. Ar-Ra’d [13]: 29

Hai orang-orang yang beriman,
makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu & bersyukurlah kepada Allah,
jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
QS. Al-Baqarah [2]: 172

Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu.
Hanya kepada Kami-lah mereka kembali,
lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
QS. Luqman [31]: 23

Berinfaqlah kepada orang fakir karena berjuang di jalan Allah sehingga tidak sempat mencari nafkah.
Atau karena mereka terluka di medan perang yang membuat tidak bisa bekerja.
QS. Al-Baqarah [2]: 273

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Kamus

Maliki

Apa itu Maliki? Ma.li.ki mazhab ilmu fikih yang dipelopori oleh Imam Malik bin Anas dengan sumber hukum Alquran, sunah Rasul, ijmak, kias (qiyas), dan Istislah … •

Gua Hira’

Di mana itu Gua Hira’? Gua Hira adalah tempat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu dari Allah yang pertama kalinya melalui malaikat Jibril. Gua tersebut sebagai tempat Nabi M...

kaifiah

Apa itu kaifiah? kai.fi.ah mengenai cara bersuci, baik berwudu, mandi besar, maupun ibadah wajib dan ibadah sunah … •

Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di

Siapa itu Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di? As-Sa’di atau As-Si’di (1889–1956 M) adalah seorang Ulama Ahlussunnah, Ahli bahasa Arab, Ahli Fiqih dan Ahli Tafsir, Syaikh yang terkenal...

Muhkam

Apa itu Muhkam? Muhkam adalah lafal yang petunjuknya untuk pengertian yang jelas sesuai dengan susunan lafal itu dan tidak mungkin menerima sesuatu yang lain, baik ta’wil dan takhsis. Terkadang ...

Al Khaafidh

Apa itu Al Khaafidh? Allah itu Al-Khafidh . Allah itu Al-Khafidh, maksudnya adalah Allah Maha Merendahkan siapapun yang dikehendaki-Nya sesuai dengan kebijaksanaan-Nya. Misalnya, Allah bisa merendah...