Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Dzihar

Kategori: Istilah Umum

Berikut beberapa batasan tentang Bab Dzihar

Pertama, makna dzihar secara bahasa merupakan turunan dari kata ad-Dzahru [arab: الظهر ] yang artinya punggung.
Karena hubungan badan ibarat menunggang.
Sementara menunggang umumnya di atas punggung.

Kedua, makna dzihar menurut istilah syariat adalah seorang suami menyamakan istrinya dengan mahramnya, terkait hal yang berhubungan dengan hubungan badan.

Ketiga, dzihar merupakan bentuk talak yang paling berat di zaman jahiliyah.
Kemudian Allah mengeluarkannya dari bab talak (bukan termasuk talak), menjadi bab kaffarah (kesalahan yang wajib dibayar kaffarahnya).

Keempat, hukum dzihar secara taklifi adalah haram, tidak boleh dilakukan.
Sedangkan hukum secara wadh’i dinilai sah dan ada konsekuesnsinya, jika syarat sahnya terpenuhi.

Kelima, dzihar dinilai sah jika dilakukan suami kepada istrinya.
Karena itu, tidak berlaku dzihar dari seorang tuan kepada budak perempuannya.

Keenam, dzihar bernilai sah meskipun dari suami yang tidak mampu hubungan badan, berdasarkan keumuman ayat.

Ketujuh, tidak sah dzihar yang dilakukan orang gila, orang ngelindur, orang yang tidak sadar, atau orang ideot, berdasarkan sepakat ulama.

Kedelapan, orang melakukan zihar pada keadaan sangat marah, sehingga dia kehilangan kendali dirinya dan tidak mampu lagi menahan ucapan mulutnya, sekalipun akalnya masih sehat, statusnya tidak sah, sebagaimana dzihar yang dilontarkan orang mabuk.

Kesembilan, syarat sah zihar adalah baligh.
Karena secara hukum asal, tidak ada beban syariat bagi anak yang belum baligh, dan tidak ada dalil yang menunjukkan kewajiban bayar kaffarah zihar untuk anak belum baligh.

Kesepuluh, Tidak sah dzihar dari orang yang terpaksa, atau tidak sengaja.
Berdasarkan dalil-dalil yang kuat dan umumnya terbebas dari sanggahan yang bisa diterima.
Sementara alasan ulama yang mengatakan keabsahan dzihar orang yang dipaksa adalah alasan yang lemah.

Kesebelas, dzihar orang yang guyon tidak sah, karena zihar semacam ini meskipun secara lahiriyah dia ridha, namun secara batin dia tidak ridha.
Sementara hukum asal, tidak ada masalah dengan nikahnya dan bara’ah dzimmah (tidak ada beban).

Keduabelas, sah zihar meskipun dijatuhkan untuk istri yang sudah tidak mungkin lagi diajak berhubungan badan, berdasarkan keumuman ayat.

Ketigabelas, suami yang mengatakan kepada istrinya:
“Kamu bagiku seperti punggung ibuku”, maka dia dianggap telah melakukan zihar, meskipun dia niatkan ucapan itu untuk talak.

Keempatbelas, suami yang mengatakan kepada istrinya:
“Kamu seperti punggung ibuku”
– dengan membuang huruf shilah (tanpa kata: ‘alayya: bagiku) – tidak dihitung sebagai dzihar, kecuali dengan niat.

Kelimabelas, menyerupakan istri dengan punggung mahramnya karena hubungan kerabat bernilai dzihar, demikian pula menyerupakan istri dengan mahram selain kerabat, seperti ibu susu atau yang lainnya.
Karena syariat tidak membedakan hal-hal yang sama

Keenambelas, suami yang menyerupakan istrinya dengan wanita mahram muaqqat atau wanita yang bukan mahramnya atau suami menyerupakan istri dengan punggung laki-laki, ada 2 keadaan:

Jika dia niatkan untuk dzihar atau tanpa niat apapun maka wajib membayar kaffarah sumpah

Jika dia niatkan untuk cerai maka jatuh cerai.

Ketujuhbelas, Apabila suami menyerupakan salah satu anggota badan istrinya dengan punggung ibunya atau dengan salah satu anggota badan ibunya (misal: tanganmu seperti punggung ibuku atau tanganmu seperti tangan ibuku) maka tidak dihukumi dzihar.
Namun jika suami menyerupakan salah satu anggota badan istri yang statusnya sama dengan menyerupakan hubungan intim dengan istri sama dengan hubungan intim dengan ibunya, seperti kemaluan maka dihukumi dzihar.

Keterangan: dari beberapa kaidah di atas, bentuk menyerupakan yang berstatus zihar ada dua, yaitu:

Menyerupakan punggung istri dengan punggung mahram suami

Menyerupakan anggota badan istri yang menjadi inti hubungan intim, misalnya kemaluan.

Menyerupakan istri dengan salah satu anggota badan ibu selain punggung, termasuk menyerupakan istrinya dengan anggota badan dalam tubuh ibunya (misal jantung ibunya), atau menyerupakan istri dengan punggung binatang, maka tidak termasuk dzihar.
Dan jika dia niatkan dzihar atau mengharamkan istrinya maka wajib membayar kafarah sumpah.

Jika suami menyerupakan istrinya dengan ibunya, tanpa ada lafal dzihar, seperti, suami mengatakan kepada istrinya: ‘Kamu seperti ibuku’ atau ‘kamu ibuku’, maka tidak termasuk dzihar, jika dia niatkan istrinya seperti ibunya atau maksud suami, istrinya mulia seperti ibunya.
Demikian pula ketika tidak disertai niat apapun.
Namun jika maksud suami adalah mengharamkan istrinya maka suami wajib membayar kafarah sumpah selama tidak ada maksud untuk talak.

Jika suami mengatakan kepada istrinya, ‘Kamu seperti ibuku’ sementara dia niatkan untuk dzihar maka statusnya dzihar.
Jika tidak disertai niat apapun, tidak diniatkan untuk talak atau dzihar maka tidak dihukumi dzihar.

***

Oleh Dr. Khalid Al-Musyaiqih
Diterjemahkan oleh Ustadz Ammi Nur Baits



۞ Variasi nama: zihar

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Katakanlah:
“Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
QS. Az-Zumar [39]: 9

Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu.
Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.
QS. Al-Ahzab [33]: 51

Allah berfirman:
“Di bumi itu kamu hidup & di bumi itu kamu mati,
dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.
QS. Al-A’raf [7]: 25

Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu & petunjuk serta rahmat & kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.
QS. An-Nahl [16]: 89

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus

Nusyuz

Apa itu Nusyuz? Nusyuz secara bahasa berarti tempat yang tinggi (menonjol). Sedangkan secara istilah nusyuz berarti istri durhaka kepada suami dalam perkara ketaatan pada suami yang Allah wajibkan, da...

Hadits Gharib

Apa itu Hadits Gharib? Hadits gharib secara kebahasaan bermakna menyendiri, atau jauh dari kerabat-kerabatnya. Secara istilah Ibnu Shalah mendefinisikan hadis gharib sebagai hadis yang menyendiri seba...

Kota santri

Apa itu Kota santri? Kota santri adalah istilah yang diberikan kepada kota-kota yang memiliki banyak pondok pesantren.
Di Indonesia ada beberapa kota yang sering disebut sebagai kota santri, salah sa...

Al Barru

Apa itu Al Barru? Allah itu Al-Barr . Artinya adalah Allah itu Yang Maha Dermawan, Dialah sumber segala kebaikan dan kedermawanan. Sebagai pencipta, Allah senantiasa memberikan nikmat dan anugerah ke...

mukmin

Apa itu mukmin? muk.min orang yang beriman (percaya) kepada Allah; seorang mukmin yang taat akan selalu menjalankan perintah agama Mu’min (مؤمن) adalah istilah Islam-Arab, sering dirujuk d...

maulana

Apa itu maulana? mau.la.na (1) gelar kehormatan untuk Tuhan (sebagai pelindung penolong); gelar kehormatan untuk para nabi (sebagai pembimbing umat); (2) gelar kehormatan bagi ulama besar atau sufi;...