Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Bukit Tursina

Kategori: Nama Tempat

Demi buah tin dan zaitun.
Demi (Bukit) Thursina.
Dan, demi negeri yang aman ini.” (QS. At-Tin [95]: 1-3).
Tiga ayat di atas merupakan sumpah Allah Subhanahu Wa Ta`ala.
Kalimat atau kata-kata sumpah Allah juga terdapat pada beberapa surah dan ayat lain dalam Alquran.
Memahami ayat tersebut, ternyata tidaklah mudah.
Berbagai pertanyaan muncul mengenai sumpah Allah tersebut.
Apa keistimewaan buah tin dan buah zaitun, di mana sesungguhnya keberadaan Thursina, dan di mana negeri yang aman itu.
Sejumlah ahli tafsir pun berbeda pendapat dalam menafsirkan ketiga ayat di atas, misalnya Thursina.
Hampir semua ahli tafsir menyepakati bahwa Bukit Thursina adalah bukit saat Musa menerima wahyu dari Allah.
Namun, mereka berbeda pendapat dalam memutuskan letak Bukit Thursina tersebut.
Setidaknya, ada tiga versi tentang Bukit Thursina.

Versi Pertama
Sejumlah ahli tafsir meyakini bahwa Bukit Thursina sebagaimana disebutkan dalam surah Attin berada di wilayah Mesir yang lokasinya berada di Gunung Munajah, di sisi Gunung Musa.
Lokasi ini dikaitkan dengan keberadaan Semenanjung Sinai.
Pendapat ini didukung oleh Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilal al-Qur’an.
Menurut Quthb, Thursina atau Sinai itu adalah gunung tempat Musa dipanggil berdialog dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala.
Dalam versi ini pula, banyak pihak yang meyakini bahwa daerah Mesir adalah tempat yang disebutkan sebagai Thursina.
Sebab, di daerah ini, terdapat sebuah patung anak lembu.
Peristiwa ini dikaitkan dengan perbuatan Samiri, salah seorang pengikut Nabi Musa yang berkhianat.
Dalam surah Al-A’raf : 148, disebutkan bahwa: ”Kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas).
Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka?
Mereka menjadikannya (sebagai sembahan).
Mereka adalah orang-orang yang zalim.” Ketika kaum Bani Israil keluar dari tanah Mesir, mereka banyak membawa perhiasan masyarakat Mesir (berupa emas dan perak).
Para wanita Bani Israil telah meminjamnya dari mereka untuk dipakai sebagai hiasan.
Perhiasan tersebut dibawa ketika Allah memerintahkan mereka keluar dari Mesir.
Mereka kemudian melepaskan perhiasan tersebut karena diharamkan.
Setelah Musa pergi ke tempat perjumpaan dengan Rabb-nya, Samiri mengambil perhiasan itu dan menjadikannya sebagai patung anak lembu yang bisa mengeluarkan suara melenguh jika angin masuk ke dalamnya.
Mungkin, segenggam tanah yang dia ambil dari jejak utusan (Jibril) membuat patung anak lembu tersebut dapat melenguh.
Sementara itu, dalam Kitab Perjanjian Lama, disebutkan bahwa ”Ketika bangsa itu melihat Musa sangat lambat saat turun dari gunung, mereka lalu berkumpul mengelilingi Harun dan berkata, ‘Buatkanlah tuhan yang dapat berjalan di hadapan kami.
Sebab, Musa ini orang yang telah memimpin kami keluar dari Mesir.
Kami tidak tahu apa yang terjadi dengannya.’ Harun kemudian berkata kepada mereka, ‘Lepaskan dan serahkanlah kepadaku anting-anting emas yang ada pada istri, putra, dan putri kalian.’ Seluruh bangsa itu pun menanggalkan anting-anting emas dan menyerahkannya kepada Harun.
Harun menerima perhiasan-perhiasan itu.
Dia lalu melelehkan dan menuangkannya ke patung yang bergambar anak lembu.
Mereka kemudian berkata, ‘Hai Israil, inilah tuhan-tuhanmu yang telah mengeluarkan kalian dari negeri Mesir.” (Kitab Keluaran ayat 2-5).
Dalam kisah yang disebutkan pada Kitab Perjanjian Lama, tampak Harun telah berbuat salah.
Sebaliknya, Alquran justru membebaskan Harun dari perbuatan yang dituduhkan tersebut.
Karena itu, menurut sebagian ahli tafsir, Thursina terletak di Sinai.
Inilah versi pertama.
Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, pendapat pertama yang mengatakan Thursina berada di wilayah Mesir sangat lemah.
Sebab, perkataan itu hanya mengandung kekeliruan pemahaman yang diidentikkan dengan kata ‘Sinai’.
”Siapa yang bisa memastikan bahwa yang dimaksud Allah Subhanahu Wa Ta`ala dengan Thursina itu adalah Sinai, Mesir?
Sekiranya memang benar demikian, tentunya Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak mengatakan Siniin jika maksudnya Sinai.
Versi Kedua
Mengutip pendapat Muhammad bin Abdul Mun’im al-Himyari, dalam bukunya Al-Raudh al-Mi’thar fi Khabari al-Aqthar, Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Hadis, menyatakan bahwa Thursina adalah bukit yang terletak di barat daya negeri Syam.
Di sini, Allah Subhanahu Wa Ta`ala berbicara secara langsung dengan Nabi Musa `alaihis salam.
Sementara itu, dalam al-Qamus al-Islam, kata ‘Thursina’ adalah gunung yang tandus atau gersang.
Nama bukit ThurSina disebutkan dalam Alquran sebagaimana surah Attin ayat 1 dan surah Almu’minun ayat 20.
Ar-Razi dalam tafsirnya menyebutkan, banyak dalil yang menguatkan pendapat bahwa yang dimaksud Thuur Siniin adalah bukit di Baitul Maqdis.
Di antara pendapat yang disebutkan Ar-Razi adalah mufassir seperti Qatadah dan al-Kalibi yang menyatakan kata Thuur Siniin (Sinai) adalah bukit yang berpepohonan dan berbuah-buahan.
pakah ini adalah Sinai, Mesir?
”Kalau memang ya, tentu tak seorang pun yang membantahnya,” kata Sami.
Menurut Sami, justru yang dimaksud dalam ayat itu adalah Thur Sina, bukit di Baitul Maqdis dan Balad al-Amin adalah Makkah.
Berikut argumentasinya.
Allah berfirman, ”Dan, pohon kayu yang keluar dari Thursina (pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi makanan bagi orang-orang yang makan.” (QS. Al-Mu’minun : 20).
Ayat ini, kata Sami, mengikat dan menghimpun dengan kuat antara ‘Thursina’ dan hasil bumi serta tumbuh-tumbuhan penghasil minyak bagi orang yang makan.
Sementara itu, lanjutnya, di Sinai (Mesir) tidak ada pohon zaitun yang mampu menghasilkan buah, apalagi mengeluarkan minyak.
Menurut dia, ayat 20 surah Almu’minun dan ayat 1-3 surah Attin itu justru merujuk pada tanah suci di Palestina.
Di Palestina, jelas Sami, terdapat banyak pohon zaitun yang terus berproduksi di sepanjang tahun sehingga penduduk di sekitar Baitul Maqdis menamakannya dengan ”Bukit Zaitun” dan Allah Subhanahu Wa Ta`ala telah berseru kepada Musa di tempat yang diberkahi di sisi bukit.
”Maka, tatkala Musa sampai ke (tempat) api, diserulah Dia (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu.”
(QS. Al-Qashash : 30).
Hal yang sama juga diungkapkan Ustaz Shalahuddin Ibrahim Abu ‘Arafah, seorang ulama asal Palestina.
Menurutnya, Bukit Thursina adalah tempat yang diberkahi.
Dan, tempat yang diberkahi itu adalah Palestina sebagaimana surah Al-Isra ayat 1 yang menceritakan peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Keterangan ini makin diperkuat lagi dengan ayat 6 surah Annaziat dan ayat 21 surah Almaidah.
”Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Thuwa.” (QS. An-Nazi’at [79] : 6).
”Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu.” (QS. Al-Ma’idah : 21).
Lembah suci itu, jelas Sami, hanya ada dua, yaitu Makkah dan Palestina.
”Karena itu, kita tidak boleh memalingkan maknanya kepada yang lain tanpa bukti dan keterangan,” jelasnya.
Merujuk pada hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan fitnah Dajjal dan Isa bin Maryam bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala akan memberi wahyu kepada Isa bin Maryam sesudah dia membunuh Dajjal di gerbang Lod di Baitul Maqdis, ”Bawalah hamba-hamba-Ku berlindung ke bukit.” Para ulama menyepakati bahwa konteks hadis itu adalah Baitul Maqdis, bukan Sinai, Mesir.
Apalagi, terdapat peristiwa Nabi Musa AS menerima wahyu saat keluar dari Mesir akibat kejaran Firaun.
Karena itu, pendapat ini menegaskan bahwa yang dimaksud Thursina itu sudah berada di luar Mesir.
Seperti diketahui, Semenanjung Sinai merupakan wilayah yang sangat luas, yaitu mencapai 9.400 km persegi dengan panjang sekitar 130 km.
Dan, sisi pertamanya adalah Teluk Aqabah dengan panjang 100 km.
Di sisi keduanya adalah Teluk Suez dengan panjang 150 km.
Sedangkan, gunung tertinggi di semenanjung Sinai adalah Gunung Katrina (2.637 m).
Versi Ketiga
Selain kedua versi di atas, terdapat satu lagi tempat yang diduga sebagai Bukit Thursina.
Tempat itu adalah bukit sebelah selatan Nablus (Palestina) atau yang dinamakan Jurzayem.
Pendapat ini merujuk pada Bangsa Kan’an yang membangun Kota Nablus dan menamakannya Syukaim, yaitu nama yang diubah bangsa Ibrani pertama menjadi Syukhaim, tempat tersebarnya kaum Yahudi dari sekte Samiri.
Dan, mereka adalah sekte yang meyakini lima kitab dari Perjanjian Lama serta memercayai bahwa tempat suci Yahudi terletak Bukit Thur, yaitu sebelah selatan Nablus.
Dari ketiga versi tersebut, tampaknya ada dua pendapat yang sangat kuat, yaitu Sinai di Mesir dan Baitul Maqdis di Palestina.
Manakah Bukit Thursina yang sesungguhnya?
Wa Allahu A’lam.
Referensi: target=”_blank”
rel=”noopener”>Republika
۞ Variasi nama:
Bukit Thur, Bukit Thursina, Thuur Siniin, Sinai
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


Load More

Al Muhyii

Apa itu Al Muhyii? Allah itu Al-Muhyi ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Menghidupkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memberi kehidupan bagi seluruh makhluk-Nya. Segala kehidupan yang ada di alam semesta ini merupakan pemberian dari-Nya. Diakhirat nanti Allah Ta’ala akan memberikan kehidupan yang kekal bagi semua manusia. Sehingga apabila kita masuk syurga m … • Al-Muhyii, Al-Muhyi, Al Muhyi

Asy-Syahrastani

Siapa itu Asy-Syahrastani? Abu al-Fath Abdul Karim bin Abi Bakr Ahmad asy-Syahrastani , atau lebih dikenal sebagai Asy-Syahrastani adalah seorang ulama dibidang ilmu kalam, tafsir dan sejarah. Nisbat asy-Syahrastani kembali kepada Syahrastan yang merupakan bagian dari Khurasan, yang saat ini masuk kedalam wilayah negara Iran. … • asy-Syahrastany

Bulan Jumadil Awal

Apa itu Bulan Jumadil Awal? Jumadil Awal ini disebut juga Jumadil Ula. Bulan ini terdiri dari 30 hari. Arti dari bulan ini sendiri adalah mulainya kekeringan. Nama ini berasal dari kejadian sulit bertanam dan beternak pada awal penggunaan sistem kalender Hijriah. Nama – Nama Bulan Islam Selain penghitungan yang berbeda, nama – nama bulan di kalender Hijriah juga ber … • Jumadil Awal

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Nama Tempat

Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang yang membuat kerusakan.
QS. Yunus [10]: 81

۞ Variasi nama:
Bukit Thur, Bukit Thursina, Thuur Siniin, Sinai
Kategori: Nama Tempat

Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah,
dan apa saja bencana yang menimpamu,
maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.
QS. An-Nisa’ [4]: 79

۞ Variasi nama:
Bukit Thur, Bukit Thursina, Thuur Siniin, Sinai
Kategori: Nama Tempat

“Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini,
sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya
QS. Al-Kahf [18]: 103-104

۞ Variasi nama:
Bukit Thur, Bukit Thursina, Thuur Siniin, Sinai
Kategori: Nama Tempat


dan ketahuilah,
bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.
QS. At-Taubah [9]: 123

۞ Variasi nama:
Bukit Thur, Bukit Thursina, Thuur Siniin, Sinai

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #30

Yang diajarkan oleh Rasulullah adalah jika kita melihat kemungkaran untuk mencegahnya pertama kali dengan … بَلِّغُوا عَنِّى وَلَوْ آيَةً Arti dari hadist diatas adalah …Di bawah ini adalah cara untuk menjadikan semangat mengamalkan ilmu dalam kehidupan kecuali …كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًا Arti dari kalimat di atas adalah …Siapakah ilmuan muslim yang pertama menjadi penemu Al-Jabar?

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #19

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan … Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah … .Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu … … Surah yang menjelaskan bahwa ‘Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta’, yaitu … …

Kamus

jahil

Apa itu jahil? ja.hil bodoh; tidak tahu ; para ulama berkewajiban menuntun golongan jahil dan bebal; cak jail … •

Asbabun Nuzul

Apa itu Asbabun Nuzul? Sebab-sebab atau peristiwa yang menyebabkan ayat al-Quran diturunkan pada zaman Rasulullah ﷺ Mengetahui sebab ayat itu diturunkan adalah penting untuk menentukan sesuatu hukum. Waris-waris yang mempunyai bahagian tetap dalam ashabul menerima harta pusaka si mati. Mereka sumua ialah furudh empat golongan lelaki dan lapan golongan perempuan. … •

madrasah

Apa itu madrasah? mad.ra.sah sekolah atau perguruan … •

Al-Kafirun

Apa itu Al-Kafirun? Surah Al-Kafirun adalah surah ke-109 dalam Alquran. Surat ini terdiri atas 6 ayat dan termasuk surat Makkiyah. Nama Al Kaafiruun diambil dari kata yang muncul pada ayat pertama surat ini. Pokok isi surat ini adalah tidak diizinkannya kompromi dalam bentuk mencampuradukkan ajaran agama. Latar belakang. Pada masa penyeb … • Al-Kafirun, Al Kafirun

Isha

Apa itu Isha? Al-Isha Isha adalah memberikan kuasa kepada seseorang untuk melaksanakan sesuatu yang akan dilaksanakan sesudah yang memberikan kuasa meninggal dunia. Dengan kata lain Isha adalah washiat yang berkaitan dengan hal kekuasaan dan tanggung jawab bukan berkaitan dengan harta. Isha pada hakikatnya sama dengan wasiat, hanya saja tidak menyangkut dengan … • Al-Isha

Al Mu’iid

Apa itu Al Mu’iid? Allah itu Al-Mu’id ◀ Artinya adalah Allah itu adalah yang Maha Mengembalikan. Yaitu Allah adalah berkuasa untuk mengembalikan segala sesuatu atas kehendak-Nya. Misal ada seseorang yang awalnya miskin tapi karena Allah pertolongan Allah, dia menjadi orang yang kaya. Setelah Allah Ta’ala memisahkan antara orang-orang yang baik dan orang-orang … • Al-Mu’iid, Al-Mu’id