Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

assabiqunal awwalun

Kategori: Nama Golongan

Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam. Contohnya, Abu bakar ash shiddiq, utsman bin affan, ali bin abi thalib dan khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Assabiqunal Awwalun adalah kalimat yang terdiri dari kata as-Sabiqun yang berarti orang yang mendahului dan al-Awwalun yang berarti orang yang pertama.
Sehingga arti Assabiqunal Awwalun adalah orang-orang yang pertama masuk islam mendahului yang lainnya atau orang-orang yang terdahulu masuk agama Islam.

Assabiqunal awwalun artinya pemeluk Islam pertama ( السَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ, al-sabiqun al-awwalun‎) adalah orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk/memeluk Islam.
Mereka dari golongan kaum Muhajirin dan Anshar, mereka semua sewaktu masuk Islam berada di kota Mekkah, sekitar tahun 610 Masehi pada abad ke-7.

Pada masa penyebaran Islam awal, para sahabat nabi di mana jumlahnya sangat sedikit dan golongan as-sabiqun al-awwalun yang rata-ratanya adalah orang miskin dan lemah.

Etimologi
Akar kalimat as-sabiqun dalam bahasa Arab berakar dari huruf S-B-Q (س-ب-ق Sin-Ba-Qaf), sabaqa (سبق) sebuah kata kerja yang artinya “mendahulukan”, “pergi sebelum”, “lebih dahulu”, “melampaui”, juga berarti “sudah” atau “sebelum”; “aksi pendahulu”, “bergerak sebelumnya” dan sebagainya, contoh:

“… dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang…”
(QS. An-Nazi’at, 79:4)

yang artinya melewati atau melampaui.
Sabaqa: berpacu (kata kerja).
Sabiq: bertindak.
Kemudian kalimat al-awwalun terdiri dari huruf A-W-L (ء-و-ل Hamzah-Wau-Lam), awwal (أول) sebuah kata yang artinya “pertama” atau “awal”, kemudian kata ini diserap kedalam bahasa Indonesia, yang memiliki makna yang sama pula.

Kerasulan Nabi Muhammad

Awal kerasulan
Nabi Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan, pertempuran dan penyembahan berhala.

Ia sering menyendiri ke Gua Hira’, sebuah gua bukit dekat Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur karena bertentangan sikap dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut.
Di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.

Pada suatu malam, ketika Nabi Muhammad sedang bertafakur di Gua Hira’, Malaikat Jibril mendatanginya.
Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya.

Ia diminta membaca.
Ia menjawab,
“Saya tidak bisa membaca”.

Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Nabi Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama.
Akhirnya, Jibril berkata:

“ Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca).
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(QS. Al-Alaq 96: 1-5)

Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad.
Ketika itu ia berusia 40 tahun.

Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun.
Wahyu tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan Muhammad, dan dikumpulkan dalam kitab bernama al-mushaf yang juga dinamakan al-Quran (bacaan).


Pendakwahan

Sirriyyah (rahasia)
Selama tiga tahun pertama, Nabi Muhammad hanya menyebarkan agama terbatas kepada teman-teman dekat dan kerabatnya, pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu ishaq dan Al-Waqidi.
Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya, tetapi tidak semua orang terdekatnya mau menerima dakwah ini.
Sebagai contoh Abu Thalib yang tidak meyakini ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.
Begitu pula dengan salah satu pamannya yang bernama Abu Lahab, bahkan menjadi penentang keras dakwah Muhammad.

Nabi Muhammad menjadi nabi dan berdakwah pada kisaran tahun 610 – 614 Masehi.
Setelah adanya wahyu, surat Al-Muddatstsir: 1-7, yang artinya:

“ Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah”.
(QS. Al-Mudatsir 74: 1-7)


Dengan turunnya surat Al-Muddatsir ini, mulailah Rasulullah berdakwah.
Mula-mula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga, sahabat, pengasuh dan budaknya.
Orang pertama yang menyambut dakwahnya adalah Khadijah, istrinya.
Dialah yang pertama kali masuk Islam.
Menyusul setelah itu adalah Ali bin Abi Thalib, saudara sepupunya yang kala itu baru berumur 10 tahun, sehingga Ali menjadi lelaki pertama yang masuk Islam.

Kemudian Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak.
Baru kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya, dan Ummu Aiman, pengasuh Nabi Muhammad sejak ibunya masih hidup.
Setelah mereka, lalu masuk yang lainnya.
Abu Bakar sendiri kemudian berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya, seperti, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah.
Dari dakwah yang masih rahasia ini, belasan orang telah masuk Islam.
Sedangkan menurut sejarah Islam, putri Abu Bakar yaitu Aisyah adalah orang ke 21 atau 22 yang masuk Islam.

Terbuka
Dakwah secara sirriyyah ini dilakukan selama kurang lebih 3 tahun dan setelah orang Islam berjumlah 40 orang, maka turunlah ayat

“ …dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”
(QS. Asy-Syu’ara, 26:214)

“ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)”.
(QS. Al-Hijr ayat 15:94-95)

Nabi Muhammad mulai terbuka menjalankan dakwah secara terang-terangan.
Mula-mula ia mengundang kerabat karibnya bangsa Quraisy dalam sebuah jamuan.
Pada kesempatan itu ia menyampaikan ajarannya.

Namun ternyata hanya sedikit yang menerimanya.
Sebagian menolak dengan halus, sebagian menolak dengan kasar, salah satunya adalah Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil.
Mereka sangat membenci ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

Sebelum kelahiran Nabi Muhammad, orang-orang Arab Quraisy adalah para penyembah berhala.
Mereka suka membunuh anak laki-Iaki dan menanam hidup-hidup anak perempuan.
Mereka mudah membunuh sebagian yang lain hanya karena hal-hal yang sepele.
Oleh karena itu ketika Muhammad mengajak mereka untuk menyembah Allah yang Esa, meninggalkan kepercayaan mereka, mereka marah besar.
Mereka yang semula cinta kepadanya berubah menjadi kebencian dan kemarahan.
Sedangkan mereka yang semula membenarkan Muhammad, telah berubah menjadi orang-orang yang mendustakannya.

Madrasah Pertama
Nabi Muhammad mulai merasa perlu mencari sebuah tempat bagi para pemeluk Islam dapat berkumpul bersama.
Di tempat itu akan diajarkan kepada mereka tentang prinsip-prinsip Islam, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, menerangkan makna dan kandungannya, menjelaskan hukum-hukumnya dan mengajak mereka untuk melaksanakan dan mempraktikkannya.
Pada akhirnya Muhammad memilih sebuah rumah di bukit Shafa milik Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam.
Semua kegiatan itu dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan siapa pun dari kalangan orang-orang kafir.

Rumah Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam ini merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam, tempat ilmu pengetahuan dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh sang guru pertama, yaitu Nabi Muhammad.
Ia sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan disana.
۞ Variasi nama:
as-Sabiqun al-Awwalun, as-Sabiqunal Awwalun, as sabiqul al awwalun, sabiqunal awwalun
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


Load More

Ar Raqiib

Apa itu Ar Raqiib? Allah itu Ar-Raqib ◀ Allah itu Yang Maha Mengawasi siapa saja tanpa terkecuali. Pengawasan Allah terhadap makhluk-Nya sangat teliti, cermat dan setiap saat. Sehingga tidak ada satupun yang luput dari pengawasan Allah. Artinya segala sesuatu yang telah Allah berikan kepada kita akan selalu diawasi tentang bagaimana menggunakannya. Karena Dia … • Ar-Raqiib, Ar-Raqib, Al Raqib

Yahya bin Sa’id

Siapa itu Yahya bin Sa’id? Nama sebenarnya adalah Yahya bin Sa’id bin Farrukh Al Qaththan At Tamimi Al Ahwal dengan kunyah Abu Sa’id Al Bashri rahimahullah. Beliau dilahirkan pada awal tahun 120 H yang berstatus bekas budak Bani Tamim menurut sebagian ulama. Sejak usia remaja Yahya sangat menyukai ilmu-ilmu syar’i dan hadis. Wajar jika perhatian terfokus sepenuhnya kepada i … • Yahya bin Sa’id bin Farroukh al-Qatan, Yahya bin Sa’id

Mullabasyi

Apa itu Mullabasyi? Mullabasyi adalah lembaga yang berwenang menunjuk pejabat tinggi agama dalam Islam Syi’ah. Lembaga ini didirikan pada periode akhir dinasti Shafawiyyah, namun secara perlahan menghilang pada abad ke-19. Istilah Mullabasyi sendiri berasal dari bahasa Arab-Persia, mullah dan bahasa Turki, basy , sehingga memiliki arti “pemimpin ulam … •

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Nama Golongan

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia,
ialah Baitullah di Mekah yang diberkahi & menjadi petunjuk bagi semua manusia.
QS. Ali ‘Imran [3]: 96

۞ Variasi nama:
as-Sabiqun al-Awwalun, as-Sabiqunal Awwalun, as sabiqul al awwalun, sabiqunal awwalun
Kategori: Nama Golongan

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya & menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).
QS. An-Nazi’at [79]: 40-41

۞ Variasi nama:
as-Sabiqun al-Awwalun, as-Sabiqunal Awwalun, as sabiqul al awwalun, sabiqunal awwalun
Kategori: Nama Golongan

Tuhan pemilik kerajaan,
Kau beri kerajaan kepada orang yang Kau kehendaki & Kau cabut kerajaan dari orang yang Kau hendaki.
QS. Ali ‘Imran [3]: 26

۞ Variasi nama:
as-Sabiqun al-Awwalun, as-Sabiqunal Awwalun, as sabiqul al awwalun, sabiqunal awwalun
Kategori: Nama Golongan

Hendaklah mereka menahan pandangan, dan kemaluannya,
jangan nampakkan perhiasannya,
kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.
hendaklah menutupkan kain kudung kedadanya,
dan jangan nampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka
QS. An-Nur [24]: 31

۞ Variasi nama:
as-Sabiqun al-Awwalun, as-Sabiqunal Awwalun, as sabiqul al awwalun, sabiqunal awwalun

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? … Sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa yang berselawat kepadaku sekali, maka Allah akan berselawat kepadanya … kali.”

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus

rida

Apa itu rida? ri.da rela; suka; senang hati; rida lah patik menjadi istri beliau; perkenan; rahmat; negeri yang aman dan makmur serta mendapat rida Tuhan Yang Maha Esa … • ridho, keridaan, keridhoan

Muhammad bin al-Hanafiyah

Siapa itu Muhammad bin al-Hanafiyah? Muhammad bin al-Hanafiyah , atau nama aslinya Muhammad bin Ali bin Abi Thalib, adalah salah seorang anak dari Ali bin Abi Thalib. Ibunya adalah Khaulah bin Ja’far dari Bani Hanifah, yang dinikahi Ali setelah wafatnya Fatimah az-Zahra putri Nabi Muhammad. Ia lahir sekitar tahun 636 di Madinah, yaitu pada masa pemerintahan Utsman bi … •

hidayah

Apa itu hidayah? hi.da.yah petunjuk atau bimbingan dari Tuhan; semoga Tuhan Yang Mahakuasa melimpahkan taufik dan hidayah Nya kepada kita … •

Transaksi istina’

Apa itu Transaksi istina’? Transaksi istina’ adalah transaksi yang menyebabkan penerima transaksi bertanggung jawab untuk membuatkan benda dengan kriteria tertentu. Sehingga adanya proses memproduksi atau membuat barang adalah syarat mutlak dalam transaksi ini. Oleh karena itu, tidak ada transaksi istina’ kecuali untuk barang-barang yang harus dibuat atau diproduksi oleh man … • istina, istina’

Al Baari’

Apa itu Al Baari’? Allah itu Al-Bari ◀ Allah itu Al-Bari, yaitu artinya adalah Allah adalah Maha Mengadakan. Allah telah menciptakan alam semesta ini beserta isinya yang semula berasal dari ketiadaan lalu diciptakannya alam semesta ini menjadi ada. &128161; Sehingga kita semua tahu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Al-Bari, yakni yang Maha Mengadakan. Sem … • Al-Baari’, Al-Baari, Al-Bari

Al-Wala wa Al-Bara

Apa itu Al-Wala wa Al-Bara? Al-Wala’ wal-Bara’ merupakan kaidah prinsip di dalam akidah Islam tentang loyalitas terhadap muslimin dan pelepasan diri dari orang kafir. Definisi Al-Wala’ artinya loyalitas dan kecintaan. Wala’ adalah kata mashdar dari fi’il “waliya” yang artinya dekat. Yang dimaksud dengan wala’ di sini adalah dekat kepada kaum muslimi … • Al-Wala, Al-Bara