Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Asiyah binti Muzahim

Kategori: Tokoh

Asiyah (آسية‎), Asiya (آسيا‎), terkadang disebut Asiya binti Muzahim (آسِيَا ٱبْنَت مُزَاحِم‎), adalah sebutan bagi istri Fir’aun pada zaman Musa dan dipandang sebagai salah satu perempuan terbaik sepanjang masa dalam tradisi Islam.

Ayat

“Dan Allah membuat perumpaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir’aun, ketika dia berkata,
‘Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.'”
— QS. At-Tahrim (66): 11

Kisah

Al-Qur’an menyebutnya sebagai “istri Fir’aun”, sedangkan nama Asiyah berasal dari riwayat hadits.
Kisahnya dalam Al-Qur’an disebutkan pada Surah Al-Qashash (28): 7-13, berkenaan dengan kejadian bayi Musa yang dipungut dari sungai.

Ibu angkat Musa

Al-Qur’an tidak menyebutkan motif Fir’aun menindas Bani Israil.
Para ulama memberikan keterangan bahwa Fir’aun melakukan hal tersebut lantaran yakin bahwa akan ada Bani Israil yang akan menghancurkan kekuasaannya.
Sebagian menyebutkan bahwa keyakinan itu didapat lantaran Fir’aun bermimpi melihat api dari Baitul Maqdis (Palestina) datang dan menghancurkan rumah-rumah bangsa Qibti, tapi tidak dengan rumah Bani Israil.
Sebagian berpendapat bahwa hal ini berkaitan dengan penguasa Mesir terdahulu yang terkena tulah lantaran hendak menodai Sarah, istri Ibrahim.

Dari peristiwa tersebut kemudian diyakini bahwa akan ada keturunan Sarah yang akan menghancurkan kekuasaan Fir’aun.
Sebagian ulama menyebutkan bahwa bangsa Qibti mengeluh pada Fir’aun lantaran jumlah Bani Israil menjadi terlalu sedikit untuk mengerjakan pekerjaan keras karena kebijakan pembunuhan bayi laki-laki tersebut, sehingga dikhawatirkan bangsa Qibti yang nantinya akan mengurus berbagai pekerjaan kasar itu.
Fir’aun kemudian mengadakan kebijakan berselang-seling: satu tahun tidak dilangsungkan pembunuhan bayi dan tahun berikutnya dilakukan pembunuhan bayi.
Harun lahir pada saat kebijakan pembunuhan bayi tidak dijalankan.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa Allah mengilhamkan ibu Musa agar memasukkan putranya yang masih bayi ke peti, kemudian dihanyutkan ke sungai.
Ibu Musa kemudian memerintahkan kakak perempuan Musa untuk mengikuti dan mengawasinya adiknya dari kejauhan.
Musa kemudian dipungut oleh keluarga Fir’aun.

Asiyah kemudian mengatakan pada Fir’aun,
“Dia adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu.
Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat kepada kita atau kita ambil dia menjadi anak.”
Dalam Alkitab disebutkan bahwa nama ibu Musa adalah Yokhebed dan kakak perempuan Musa bernama Miryam.

Para ulama memberikan keterangan tambahan.
Disebutkan bahwa Fir’aun sebenarnya memerintahkan Musa dibunuh, tetapi Asiyah melindunginya, dan mengatakan bahwa bayi ini adalah penyejuk mata baginya.
Mereka kemudian sepakat mengangkat Musa sebagai anak.
Disebutkan bahwa pernikahan antara keduanya tidak menghasilkan anak.

Al-Qur’an menjelaskan bahwa bayi Musa menolak semua perempuan yang dijadikan ibu susunya.
Miryam kemudian datang dan mengusulkan agar Yokhebed menjadi ibu susunya.
Setelahnya, Musa disusukan kepada Yokhebed yang sebenarnya merupakan ibunya sendiri.

Kehidupan setelahnya

Al-Qur’an tidak menjelaskan kehidupan Asiyah setelahnya, tapi banyak riwayat menyebutkan bahwa dia kemudian disiksa lantaran beriman kepada ajaran Musa dan Harun.
Riwayat dari Abu Hurairah menyebutkan bahwa Asiyah disiksa dengan empat pasak: dua di kaki dan dua di tangan.
Apalagi para penyiksanya pergi, malaikat datang dan menaunginya.

Asiyah kemudian berdoa pada Allah agar dibangunkan sebuah rumah di surga.
Allah kemudian memperlihatkan rumahnya di surga.

Kedudukan

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Asiyah merupakan salah satu dari empat wanita terbaik sepanjang masa, tiga lainnya adalam Maryam ibunda Isa, Khadijah istri Muhammad, dan Fatimah putri Muhammad.
Ia dikisahkan dalam Al-Qur’an sebagai istri Firaun, yang berkuasa pada zaman Musa.
Ia diyakini diam-diam menerima Allah setelah menyaksikan mukjizat Musa di istana suaminya.
Tradisi menyatakan bahwa Asiyah menyembah Allah secara diam-diam dan memohon untuk menghilangkan kekhawatirannya terhadap suaminya.
Ia tewas saat disiksa oleh suaminya, yang mengetahui bahwa istrinya telah menyembah Allah dan menganggap tindakan istrinya melawan tiraninya.

Sebagian ulama berpandangan bahwa Asiyah adalah seorang nabiah atau nabi perempuan.
Ulama yang berpendapat bahwa ada perempuan yang menjadi nabiah adalah Ibnu Hazm, Al-Qurthubi, dan Abu al-Hasan al-Asy’ari.
Meski demikian, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak ada perempuan yang sampai pada jenjang kenabian atau kerasulan.

Padanan

Dalam Tanakh (kitab suci Yahudi) dan Alkitab (kitab suci Kristen), perempuan istana yang menjadi ibu angkat Musa adalah putri Fir’aun.
Sebagaimana dalam Al-Qur’an, nama ibu angkat Musa juga tidak disebutkan dalam Tanakh atau Alkitab.
Kitab Yobel dan Flavius Yosefus menyebutkan bahwa namanya adalah Thermouthis.

Vayikrah Rabbah dan Kitab Tawarikh menyebutnya Bat-Yah, Bityah, atau Bithiah, yang secara harfiah bermakna
“putri Yahweh”, julukan yang diberikan padanya setelah mengangkat Musa sebagai putranya, maka Yahweh mengangkatnya sebagai putri-Nya.
Dalam Kristen, dia juga dinamai Merris atau Merrhoe.

Sebagaimana dalam tradisi Muslim, ibu angkat Musa dalam sumber Yahudi dan Kristen juga beriman kepada Musa.
Disebutkan bahwa dia kemudian ikut hijrah bersama Musa.
Midras menyebutkan bahwa Bithiah termasuk satu dari delapan orang yang masuk surga dalam keadaan hidup.

Terkait perbedaan statusnya dengan fir’aun dalam kitab suci, diketahui bahwa keluarga fir’aun kerap menikah dengan kerabat dekatnya hingga pada taraf pernikahan sedarah, sehingga seorang perempuan yang merupakan istri fir’aun juga dapat merupakan putri dari fir’aun sebelumnya.




۞ Variasi nama: Istri Fir’aun, Asiyah, Asiya

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
▪ Nama-nama Firaun

Video

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan barang siapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu.
Hanya kepada Kami-lah mereka kembali,
lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
QS. Luqman [31]: 23

Wahai orang-orang yang beriman,
untuk apa kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan?
Allah sungguh sangat benci kalau kalian mengatakan sesuatu yang tidak kalian kerjakan.
QS. As-Saff [61]: 2-3

Dan banyak-banyaklah mengingat Allah supaya kamu memperoleh keberuntungan.
QS. Al-Anfal [8]: 45

Di antara tanda kekuasaanNya, diperlihatkan padamu kilat untuk (timbulkan) ketakutan & harapan, Dia turunkan hujan, lalu hidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya.
Sungguh yang demikian itu terdapat tanda bagi kaum yang mempergunakan akal
QS. Ar-Rum [30]: 24

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Kamus

Jin

Siapa itu Jin? Jin (bahasa arab: جن Janna) secara harfiah berarti sesuatu yang berkonotasi “tersembunyi” atau “tidak terlihat”. Bangsa Jin dahulu dikatakan dapat menduduki be...

Pertempuran Badar

Apa itu Pertempuran Badar? Pertempuran Badar (bahasa Arab: غزوة بدر, translit. gazwah badr‎), adalah pertempuran besar pertama antara umat Islam melawan musuh-musuhnya. Perang ini terjadi pad...

Al Baari’

Apa itu Al Baari’? Allah itu Al-Bari . Allah itu Al-Bari, yaitu artinya adalah Allah adalah Maha Mengadakan. Allah telah menciptakan alam semesta ini beserta isinya yang semula berasal dari ket...

Imam Qurtubi

Siapa itu Imam Qurtubi? Al-Qurthubi atau Qurtubi adalah seorang Imam, Ahli hadits, Alim, dan seorang mufassir (penafsir) Al-Qur’an yang terkenal. Nama lengkapnya adalah “Abu ‘Abdulla...

ratib

Apa itu ratib? ra.tib puji-pujian atau doa kepada Tuhan yang diucapkan berulang-ulang, seperti lailahaillallah, Allahu akbar; zikir … •