Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Al-Mustadrak ala ash-Shahihain

Kategori: Nama Kitab

Al-Mustadrak ala ash-Shahihain (المستدرك على الصحيحين) adalah kitab koleksi hadits yang disusun oleh Hakim al-Naisaburi (w. 405 H) setebal lima jilid.
Al-Hakim menyusun kitab ini pada tahun 393 H (1002 M) ketika dia berumur 72 tahun.
Kitab ini memuat 9045 hadits.
Dia menyatakan bahwa seluruh hadits didalamnya adalah shahih menurut syarat (metode yang dipakai) Imam Bukhari dan atau Imam Muslim.
Namun kitab ini mendapatkan sambutan yang beragam dari para ulama.

Kritik

Kitab Al-Mustadrak karya Al-Hakim ini telah menimbulkan kontroversi, ketika Al-Hakim mengaku telah mengkoreksi Al-Bukhari dan Muslim dalam hampir 9000 hadits yang seharusnya dimasukkan keduanya dalam kitab Shahih mereka, karena hadits-hadits tersebut dianggap oleh Al-Hakim telah sesuai dengan syarat (kriteria) keduanya atau salah satunya, atau memiliki sanad yang shahih tetapi tidak memenuhi kriteria salah satu dari keduanya.

Kritik terhadap kitab Al-Mustadrak ini disebabkan karena Al-Hakim terlalu mudah dalam menilai “shahih terhadap hadits-hadits yang tidak shahih.

Adz-Dzahabi berkata,
“Dalam kitab Al Mustadrak terdapat banyak hadits yang sesuai kriteria Al-Bukhari dan Muslim atau salah satunya.
Jumlahnya sekitar separuh dari isi kitab.
Seperempatnya memiliki sanad yang shahih, sedangkan sisanya (seperempat lagi) merupakan hadits-hadits munkar yang lemah dan tidak shahih, yang sebagiannya maudhu’ (palsu).
”Ini merupakan hal yang mengherankan, karena Al Hakim termasuk salah seorang ahli hadits yang brilian di bidangnya.

Ada yang berkata,
“Hal itu disebabkan bahwa dia menulisnya pada akhir masa hidupnya, yang saat itu dia sudah agak pelupa.”
Bahkan meskipun Adz-Dzahabi membuat ringkasan dari kitab Al-Mustadrak tersebut dia menyayangkan dan berkata:
“Akan lebih baik seandainya Al-Hakim tidak pernah menyusunnya.””

Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata,
Al-Hakim bersikap menggampangkan karena dia mengkonsep kitab tersebut untuk diralat kemudian, tetapi dia meninggal sebelum sempat meralat dan membetulkannya.”

Banyak periwayat hadits yang berkata,
“Sesungguhnya sikap Al Hakim yang menyendiri dari para Imam hadits dalam men-shahih-kan suatu hadits perlu dikaji, sehingga dapat diketahui mana yang shahih, hasan, dan dha’if.”

Menurut Abdurrahman Al-Mu’allimi seorang muhaddits dari Yaman juga Prof. Dr. ‘Ali Ash-Shayyah, sikap bermudah-mudahan (tasahul) Imam Al-Hakim ini Hanya pada kitab Al-Mustadrak-nya saja.
Adapun di kitabnya yang lain seperti Al-Madkhal ila Ash-Shahih, Su`alat As-Sijziy, Ma’rifah ‘Ulum Al-Hadits, dll, dia tidaklah seperti itu.
Hal ini semakin menguatkan alasan yang dikuatkan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqalani bahwa Kitab Al-Mustadrak yang disusun oleh Imam Al-Hakim tersebut ditulis di akhir umurnya ketika kekuatan hafalannya sudah berkurang, oleh sebab itu pernyataan-pernyataannya di dalam Al-Mustadrak seringkali bertentangan dengan pernyataannya di kitab-kitabnya yang lain.

Ringkasan

Talkhis al-Mustadrak’ merupakan ringkasan dan koreksi dari Al-Mustadrak yang ditulis oleh Imam Adz-Dzahabi.
Di dalam kitab ini dia memberikan komentarnya pada 1182 hadits.

Adz-Dzahabi berkata di dalam kitab Tarikh Al-Islam mengenai biografi Al-Hakim ketika menyinggung kitab Al-Mustadrak:
“Sebagian darinya adalah hadits palsu.
Sayapun maju untuk mengenalinya ketika aku mempersiapkan ringkasan untuk Al-Mustadrak dan menujukan hal (hadits-hadits palsu) tersebut.”

Dia juga berkata tentang Al-Mustadrak:
“Ini adalah buku yang memiliki manfaat.
Saya telah membuat ringkasannya yang membutuhkan usaha dan koreksi yang cukup besar.”


۞ Variasi nama: kitab Mustadrak, al-Mustadrak, Mustadrak

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Jadilah engkau pemaaf & suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf,
serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.
QS. Al-A’raf [7]: 199

“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri,
janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
QS. Az-Zumar [39]: 53

Siapa memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (nafkahkan harta di jalan Allah), maka Allah akan lipatgandakan pembayaran kepadanya dengan banyak.
Dan Allah menyempitkan & melapangkan (rezeki) & kepada-Nya lah kamu dikembalikan
QS. Al-Baqarah [2]: 245

Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat?

Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.
QS. At-Taubah [9]: 38

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus

Surga Al-Maqomul Amin

Apa itu Surga Al-Maqomul Amin? Surga Al-Maqomul Amin, diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala dari emas. Kandidat penghuninya, yakni orang-orang yang keimanannya sudah mencapai level muttaqin, yakni...

Jinayat

Apa itu Jinayat? ji.na.yah perkara yang berhubungan dengan perusakan anggota badan atau jiwa orang lain; tindakan kriminal; kejahatan. Jinayat adalah sebuah kajian ilmu hukum Islam yang berbicara ten...

Ad Dhaar

Apa itu Ad Dhaar? Allah itu Adh-Dhar . Artinya adalah Allah itu Maha Pemberi Bahaya/Dzat Yang Maha Memberi Mudhorat, Dia bisa memberikan bahaya kepada orang-orang yang kafir dan durhaka kepada-Nya de...

zakat fitrah

Apa itu zakat fitrah? zakat yang wajib diberikan oleh setiap orang Islam setahun sekali (pada Idulfitri) berupa makanan pokok sehari-hari (beras, jagung, dan sebagainya) … •

Abdullah bin Jahsy

Siapa itu Abdullah bin Jahsy? Abdullah bin Jahsy bin Ri’ab bin Ya‘mur al-Asadi (bahasa Arab: عبد الله بن جحش بن رئاب بن يعمر الأسدي, lahir kr. 40 sebelum hijrah – w...

Bintu Labun

Apa itu Bintu Labun? Istilah yang digunakan bagi anak unta betina yang berumur setahun lebih. Ia dijadikan zakat bagi jumlah unta 25 hingga 35 ekor…. >>