Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Ahmad bin Hanbal

Kategori: Perawi Hadis

Ahmad bin Hanbal (أحمد بن حنبل‎, lahir 20 Rabiul awal 164 H (27 November 780) – wafat 12 Rabiul Awal 241 H (4 Agustus 855)) adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam.
Ia lahir di Marw (saat ini bernama Mary di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran) di kota Baghdad, Irak.
Kunyahnya Abu Abdillah, lengkapnya:
Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi/ Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dikenal juga sebagai Imam Hambali.


Biografi
Awal mula Menuntut Ilmu Ilmu yang pertama kali dikuasai adalah Al Qur’an hingga ia hafal pada usia 15 tahun, ia juga mahir baca-tulis dengan sempurna hingga dikenal sebagai orang yang terindah tulisannya.
Lalu, ia mulai konsentrasi belajar ilmu hadits di awal umur 15 tahun itu pula.

Ia telah mempelajari Hadits sejak kecil dan untuk mempelajari Hadits ini, ia pernah pindah atau merantau ke Syam (Syiria), Hijaz, Yaman dan negara-negara lainnya sehingga ia akhirnya menjadi tokoh ulama yang bertakwa, saleh, dan zuhud.

Abu Zur’ah mengatakan bahwa kitabnya yang sebanyak 12 buah sudah dihafalnya di luar kepala.
Ia menghafal sampai sejuta hadits.

Imam Syafi’i mengatakan tentang diri Imam Ahmad, “Setelah saya keluar dari Baghdad, tidak ada orang yang saya tinggalkan di sana yang lebih terpuji, lebih shaleh dan yang lebih berilmu daripada Ahmad bin Hambal”.

Abdur Rozzaq Bin Hammam yang juga salah seorang guru dia pernah berkata,
“Saya tidak pernah melihat orang se-faqih dan se-wara’ Ahmad Bin Hanbal”.


Keadaan fisik
Muhammad bin ‘Abbas An-Nahwi bercerita,
Saya pernah melihat Imam Ahmad bin Hambal, ternyata Badan dia tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu pendek, wajahnya tampan, di jenggotnya masih ada yang hitam.
Ia senang berpakaian tebal, berwarna putih dan bersorban serta memakai kain.
Yang lain mengatakan,
“Kulitnya berwarna coklat (sawo matang)”


Keluarga
Dia menikah pada umur 40 tahun dan mendapatkan keberkahan yang melimpah.
Ia memiliki anak-anak yang shalih dari istri-istinya, yang mewarisi ilmunya, seperti Abdullah dan Shalih.
Bahkan keduanya sangat banyak meriwayatkan ilmu dari bapaknya.



Kecerdasan
Putranya yang bernama Shalih mengatakan,
ayahku pernah bercerita,
“Husyaim meninggal dunia saat saya berusia dua puluh tahun, kala itu saya telah hafal apa yang kudengar darinya”.

Abdullah, putranya yang lain mengatakan,
Ayahku pernah menyuruhku,
“Ambillah kitab mushannaf Waki’ mana saja yang kamu kehendaki, lalu tanyakanlah yang kamu mau tentang matan nanti kuberitahu sanadnya, atau sebaliknya, kamu tanya tentang sanadnya nanti kuberitahu matannya”.

Abu Zur’ah pernah ditanya,
“Wahai Abu Zur’ah, siapakah yang lebih kuat hafalannya? Anda atau Imam Ahmad bin Hambal?”
Dia menjawab,
“Ahmad”.

Ia masih ditanya,
“Bagaimana Anda tahu?”
dia menjawab,
“Saya mendapati di bagian depan kitabnya tidak tercantum nama-nama perawi, karena dia hafal nama-nama perawi tersebut, sedangkan saya tidak mampu melakukannya”.

Abu Zur’ah mengatakan,
“Imam Ahmad bin Hambal hafal satu juta hadits”.


Pujian Ulama
Abu Ja’far berkata,
“Ahmad bin Hambal manusia yang sangat pemalu, sangat mulia dan sangat baik pergaulannya serta adabnya, banyak berfikir, tidak terdengar darinya kecuali mudzakarah hadits dan menyebut orang-orang shalih dengan penuh hormat dan tenang serta dengan ungkapan yang indah.
Bila berjumpa dengan manusia, maka ia sangat ceria dan menghadapkan wajahnya kepadanya.
Ia sangat rendah hati terhadap guru-gurunya serta menghormatinya.”

Imam Asy-Syafi’i berkata,
“Ahmad bin Hambal imam dalam delapan hal, Imam dalam hadits, Imam dalam Fiqih, Imam dalam bahasa, Imam dalam Al Qur’an, Imam dalam kefaqiran, Imam dalam kezuhudan, Imam dalam wara’ dan Imam dalam Sunnah”.


Ibrahim Al Harbi berkata,
“Saya melihat Abu Abdillah Ahmad bin Hambal seolah Allah gabungkan padanya ilmu orang-orang terdahulu dan orang-orang belakangan dari berbagai disiplin ilmu”.

Abdullah bin al-Maimuni berkata,
“Tidak ada yang lebih mulia yang pernah dilihat oleh mataku, selain Imam Ahmad bin Hambal.
Tidak ada seorangpun dari ahli hadits yang paling mengagungkan larangan-larangan Allah dan Sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam jika benar menurutnya, dan tidak ada seseorangpun yang lebih kuat dalam mengikutinya selain dari Ahmad.”


Abu Bakar as-Sijistani berkata,
“Aku pernah bertemu dengan 200 guru-guru ilmu, tidak ada satupun yang menyerupai Imam Ahmad bin Hambal.
Dia betul-betul menyelami ilmu, dan jika disebutkan suatu ilmu, dia ahlinya.”

Abdul Wahhab Al-Warraq berkata,
“Abu Abdullah adalah pemimpin kami, dia adalah orang yang matang dalam ilmu.
Jika aku berada dihadapan Allah kelak, dan aku ditanya,
“Siapa orang yang kamu ikuti?”
aku akan katakan,
“Aku mengikuti Ahmad bin Hambal.”
Sungguh Imam Ahmad bin Hambal telah teruji keilmuannya selama 10 tahun tentang Islam.”


Kezuhudannya
Dia memakai peci yang dijahit sendiri.
Dan kadang dia keluar ke tempat kerja membawa kampak untuk bekerja dengan tangannya.
Kadang juga dia pergi ke warung membeli seikat kayu bakar dan barang lainnya lalu membawa dengan tangannya sendiri.

Al Maimuni pernah berujar,
“Rumah Abu Abdillah Ahmad bin Hambal sempit dan kecil”.



Wara’ dan menjaga harga diri
Abu Isma’il At-Tirmidzi mengatakan,
“Datang seorang lelaki membawa uang sebanyak sepuluh ribu (dirham) untuk dia, tetapi dia menolaknya”.

Ada juga yang mengatakan,
“Ada seseorang memberikan lima ratus dinar kepada Imam Ahmad namun dia tidak mau menerimanya”.
Juga pernah ada yang memberi tiga ribu dinar, tetapi dia juga tidak mau menerimanya.


Tawadhu’ dengan kebaikannya
Yahya bin Ma’in berkata,
“Saya tidak pernah melihat orang yang seperti Imam Ahmad bin Hambal, saya berteman dengannya selama lima puluh tahun dan tidak pernah menjumpai dia membanggakan sedikitpun kebaikan yang ada padanya kepada kami”.

Dia (Imam Ahmad) mengatakan,
“Saya ingin bersembunyi di lembah Makkah hingga saya tidak dikenal, saya diuji dengan popularitas”.

Al Marrudzi berkata,
“Saya belum pernah melihat orang fakir di suatu majlis yang lebih mulia kecuali di majlis Imam Ahmad, dia perhatian terhadap orang fakir dan agak kurang perhatiannya terhadap ahli dunia (orang kaya), dia bijak dan tidak tergesa-gesa terhadap orang fakir.
Ia sangat rendah hati, begitu tinggi ketenangannya dan sangat memuka kharismanya”.


Dia pernah bermuka masam karena ada seseorang yang memujinya dengan mengatakan,
“Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan atas jasamu kepada Islam?”
dia mengatakan,
“Jangan begitu tetapi katakanlah,
semoga Allah membalas kebaikan terhadap Islam atas jasanya kepadaku, siapa saya dan apa (jasa) saya?!”

Sabar dalam menuntut ilmu
Tatkala dia pulang dari tempat Abdurrazzaq yang berada di Yaman, ada seseorang yang melihatnya di Makkah dalam keadaan sangat letih dan capai.
Lalu ia mengajak bicara, maka Imam Ahmad mengatakan, “Ini lebih ringan dibandingkan faidah yang saya dapatkan dari Abdurrazzaq”.

Hati-hati dalam berfatwa
Zakariya bin Yahya pernah bertanya kepada dia,
“Berapa hadits yang harus dikuasai oleh seseorang hingga bisa menjadi mufti? Apakah cukup seratus ribu hadits? Dia menjawab, “Tidak cukup”.

Hingga akhirnya ia berkata,
“Apakah cukup lima ratus ribu hadits?”
dia menjawab.
“Saya harap demikian”.

Kelurusan aqidahnya sebagai standar kebenaran Ahmad bin Ibrahim Ad-Dauruqi mengatakan,
“Siapa saja yang kamu ketahui mencela Imam Ahmad maka ragukanlah agamanya”.

Sufyan bin Waki’ juga berkata,
“Ahmad di sisi kami adalah cobaan, barangsiapa mencela dia maka dia adalah orang fasik”.

Masa Fitnah
Pemahaman Jahmiyyah belum berani terang-terangan pada masa khilafah Al Mahdi, Ar-Rasyid dan Al Amin, bahkan Ar-Rasyid pernah mengancam akan membunuh Bisyr bin Ghiyats Al Marisi yang mengatakan bahwa Al Qur’an adalah makhluq.
Namun dia terus bersembunyi pada masa khilafah Ar-Rasyid, baru setelah dia wafat, dia menampakkan kebid’ahannya dan menyeru manusia kepada kesesatan ini.

Pada masa Khalifah Al Ma’mun, orang-orang Jahmiyyah berhasil menjadikan paham Jahmiyyah sebagai ajaran resmi negara, di antara ajarannya adalah menyatakan bahwa Al Qur’an makhluk.
Lalu penguasa pun memaksa seluruh rakyatnya untuk mengatakan bahwa Al Qur’an makhluk, terutama para ulamanya.

Barangsiapa mau menuruti dan tunduk kepada ajaran ini, maka dia selamat dari siksaan dan penderitaan.
Bagi yang menolak dan bersikukuh dengan mengatakan bahwa Al Qur’an Kalamullah bukan makhluk maka dia akan mencicipi cambukan dan pukulan serta kurungan penjara.

Karena beratnya siksaan dan parahnya penderitaan banyak ulama yang tidak kuat menahannya yang akhirnya mengucapkan apa yang dituntut oleh penguasa zhalim meski cuma dalam lisan saja.
Banyak yang membisiki Imam Ahmad bin Hambal untuk menyembunyikan keyakinannya agar selamat dari segala siksaan dan penderitaan, tetapi dia menjawab,

“Bagaimana kalian menyikapi hadits “Sesungguhnya orang-orang sebelum Khabbab, yaitu sabda Nabi Muhammad ada yang digergaji kepalanya namun tidak membuatnya berpaling dari agamanya”. (HR. Bukhari 12/281).
lalu dia menegaskan,
“Saya tidak peduli dengan kurungan penjara, penjara dan rumahku sama saja”.

Ketegaran dan ketabahan dia dalam menghadapi cobaan yang menderanya digambarkan oleh Ishaq bin Ibrahim, “Saya belum pernah melihat seorang yang masuk ke penguasa lebih tegar dari Imam Ahmad bin Hambal, kami saat itu di mata penguasa hanya seperti lalat”.

Di saat menghadapi terpaan fitnah yang sangat dahsyat dan deraan siksaan yang luar biasa, dia masih berpikir jernih dan tidak emosi, tetap mengambil pelajaran meski datang dari orang yang lebih rendah ilmunya.

Ia mengatakan,
“Semenjak terjadinya fitnah saya belum pernah mendengar suatu kalimat yang lebih mengesankan dari kalimat yang diucapkan oleh seorang Arab Badui kepadaku,
“Wahai Ahmad, jika anda terbunuh karena kebenaran maka anda mati syahid, dan jika anda selamat maka anda hidup mulia”.
Maka hatiku bertambah kuat”.



Ahli hadits sekaligus juga Ahli Fiqih
Ibnu ‘Aqil berkata,
“Saya pernah mendengar hal yang sangat aneh dari orang-orang bodoh yang mengatakan,
“Ahmad bukan ahli fiqih, tetapi hanya ahli hadits saja.
Ini adalah puncaknya kebodohan, karena Imam Ahmad memiliki pendapat-pendapat yang didasarkan pada hadits yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia, bahkan dia lebih unggul dari seniornya”.


Bahkan Imam Adz-Dzahabi berkata,
“Demi Allah, dia dalam fiqih sampai derajat Laits, Malik dan Asy-Syafi’i serta Abu Yusuf.
Dalam zuhud dan wara’ dia menyamai Fudhail dan Ibrahim bin Adham, dalam hafalan dia setara dengan Syu’bah, Yahya Al Qaththan dan Ibnul Madini.
Tetapi orang bodoh tidak mengetahui kadar dirinya, bagaimana mungkin dia mengetahui kadar orang lain!!
۞ Variasi nama:
Imam Hambali, Ahmad, Imam Ahmad, Musnad Ahmad, Riwayat Ahmad, HR. Ahmad, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Ahmad ibnu Hambal
Biodata Ahmad bin Hanbal أحمد بن حنبل
Nama Ahmad bin Hanbal أحمد بن حنبل
Level 3rd Century AH [Generasi ke-10] [Hanbali]
Tempat / Thn Lahir (Basra). Tahun 164 AH / 780 Masehi
Tempat Menetap Baghdad, Syria, Hijaz
Tempat / Thn Wafat (Baghdad), Tahun 241 Hijriyah / 855 Masehi
Penyebab kematian Natural
Kegemaran Fiqh, Hadith, Narrator[Grade:Thiqah Thiqah] [ ع - ثقة حافظ ], Tafsir/Quran, Aqeedah
Guru Bashr bin al-Mufadl bin Lahaq,
Isma'il bin Ibrahim - Ibn 'Aliya,
Sufyan bin 'Uyaynah,
Jarir bin 'Abdul Hameed al-Razi,
Yahya bin Sa'id bin Farroukh al-Qatan,
Sulaiman bin Da'ud bin al-Jarud,
'Abdullah bin Numayr,
'Abdur-Razzaq,
'Ali bin 'Ayyash,
Imam Shafi'ee,
Muhammad bin Ja'far Ghandar,
Ma'tmar bin Sulaiman-al-Taufayl,
Dan lainnya ...
Murid al-Bukhari,
Imam Muslim,
Abu Da'ud,
الباقون مع البخاري أيضا بواسطة,
al-'Aswad bin 'Amir Shadhan,
'Abdur Rahman bin Mahdi,
Imam Shafi'ee,
Hisham bin 'Abdul Malik al-Tayalasi,
'Abdur-Razzaq,
Waki' bin al-Jarrah,
Yahya bin Aadm bin Sulaiman,
Yazid bin Harun,
(His Shaikh),
Qutayba bin Sa'id bin Jamil,
Da'ud bin 'Amr bin Zuhayr,
Khlf bin Hisham bin Th'lb,
(older than him),
Ahmed bin Abi al-Hawari,
Yahya bin Ma'in,
'Ali bin al-Madini,
al-Husain bin Mnswr bin Ja'far,
Ziyad bin Ayoub - Dulwiyya,
'Abdur Rahman bin Ibrahim,
'Ubaidullah bin Sa'id,
Muhammad bin Rafa'i,
Muhammad bin Yahya bin Abi Samina,
(From peers),
'Abdullah bin Ahmed bin Hanbal,
تلامذته أبو بكر الأثرم,
حرب الكرماني,
بقي بن مخلد,
حنبل بن إسحاق,
شاهين بن السميدع,
Muhammad bin Ziyad al-Yshkry
Orang tua Muhammad Ibn Hanbal / Saffiyah bint Maimoonah bint 'Abdul Malik
Pasangan Umm Abi 'Abbash,
Raihanah,
Husn(Slave)
Anak Abdullah bin Ahmed bin Hanbal,
Salah
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


More Videos

Al Waduud

Apa itu Al Waduud? Allah itu Al-Wadud ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Mengasihi. Allah akan senantiasa mengasihi hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Kasih sayang Allah sungguh sangatlah besar kepada hamba-hamba-Nya. Meskipun kita telah melakukan kesalahan besar, Allah pasti akan selalu memaafkan kita. Itulah salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada … • Al-Waduud, Al-Wadud

Amar makruf nahi mungkar

Apa itu Amar makruf nahi mungkar? Amar makruf nahi mungkar adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab yang berisi perintah menegakkan yang benar dan melarang yang salah. Dalam ilmu fikih klasik, perintah ini dianggap wajib bagi kaum Muslim. “Amar makruf nahi mungkar” telah dilembagakan di beberapa negara, con … • Amar makruf, nahi mungkar

Dzihar

Apa itu Dzihar? Berikut beberapa batasan tentang Bab Dzihar Pertama, makna dzihar secara bahasa merupakan turunan dari kata ad-Dzahru yang artinya punggung. Karena hubungan badan ibarat menunggang. Sementara menunggang umumnya di atas punggung. Kedua, makna dzihar menurut istilah syariat adalah seorang suami menyamakan istrinya dengan mahramnya, t … • zihar

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Perawi Hadis

Bila aku sakit,
Dialah yang menyembuhkan aku dengan mempermudah pengobatan sambil berserah diri kepada-Nya.
Dialah yang mewafatkan aku jika ajal telah tiba, kemudian hidupkan aku kembali untuk memperoleh perhitungan & balasan
QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 80-81

۞ Variasi nama:
Imam Hambali, Ahmad, Imam Ahmad, Musnad Ahmad, Riwayat Ahmad, HR. Ahmad, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Ahmad ibnu Hambal
Kategori: Perawi Hadis

Siksaan yang keras & kehancuran akan dirasakan oleh orang yang terbiasa mencela orang lain dengan ucapan atau isyarat,
atau selalu menceritakan aib orang lain.
QS. Al-Humazah [104]: 1

۞ Variasi nama:
Imam Hambali, Ahmad, Imam Ahmad, Musnad Ahmad, Riwayat Ahmad, HR. Ahmad, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Ahmad ibnu Hambal
Kategori: Perawi Hadis

Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya,
dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.
QS. Ali ‘Imran [3]: 102

۞ Variasi nama:
Imam Hambali, Ahmad, Imam Ahmad, Musnad Ahmad, Riwayat Ahmad, HR. Ahmad, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Ahmad ibnu Hambal
Kategori: Perawi Hadis

Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan,
dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka.
Mereka masuk ke dalamnya pada hari pembalasan.
QS. Al-Infitar [82]: 13-15

۞ Variasi nama:
Imam Hambali, Ahmad, Imam Ahmad, Musnad Ahmad, Riwayat Ahmad, HR. Ahmad, Imam Ahmad bin Hambal, Imam Ahmad ibnu Hambal

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Kamus

Shahihain

Apa itu Shahihain? Shahihain merupakan Istilah Islam yang digunakan untuk menyebut kedua kitab Shahih milik Imam Bukhari dan Imam Muslim. Yang lebih dahulu menyusun kitab shahih adalah Imam Al-Bukhari...

Injil

Apa itu Injil? In.jil kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa; salah satu bagian dari kitab suci agama Kristen; Perjanjian Baru … •

Kota santri

Apa itu Kota santri? Kota santri adalah istilah yang diberikan kepada kota-kota yang memiliki banyak pondok pesantren. Di Indonesia ada beberapa kota yang sering disebut sebagai kota santri, salah sa...

Ibnu Jarir ath-Thabari

Siapa itu Ibnu Jarir ath-Thabari? Ath-Thabari adalah seorang sejarawan dan pemikir muslim dari Persia, lahir di daerah Amol atau Amuli, Thabaristan . Nama lengkapnya adalah Abu Ja’far Muhammad ...

Tarbiyah

Apa itu Tarbiyah? Tarbiyah berasal dari bahasa Arab yang berarti pendidikan, sedangkan orang yang mendidik dinamakan Murobi. Etimologi Secara umum, tarbiyah dapat dikembalikan kepada 3 kata kerja ya...

nafar awal

Apa itu nafar awal? na.far awal keberangkatan jamaah haji dari Mina ke Mekah pada tanggal 12 Zulhijah … •