Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Ahmad al-Khurasany

Kategori: Perawi Hadis

Imam Nasa`i dengan nama lengkapnya Ahmad bin Syu’aib Al Khurasany, terkenal dengan nama An Nasa`i karena dinisbahkan dengan kota Nasa’i salah satu kota di Khurasan.
Ia dilahirkan pada tahun 215 Hijriah demikian menurut Adz Dzahabi dan meninggal dunia pada hari Senin tanggal 13 Shafar 303 Hijriah di Palestina lalu dikuburkan di Baitul Maqdis.
Dia menerima Hadits dari Sa’id, Ishaq bin Rawahih dan ulama-ulama lainnya selain itu dari kalangan tokoh ulama ahli hadits yang berada di Khurasanb, Hijaz, Irak, Mesir, Syam, dan Jazirah Arab.
Ia termasuk di antara ulama yang ahli di bidang ini dan karena ketinggian sanad hadtsnya.
Ia lebih kuat hafalannya menurut para ulama ahli hadits dari Imam Muslim dan kitab Sunan An Nasa`i lebih sedikit hadits dhaifnya (lemah) setelah Hadits Sahih Bukhari dan Sahih Muslim.
Ia pernah menetap di Mesir Para guru dia yang nama harumnya tercatat oleh pena sejarah antara lain; Qutaibah bin Sa`id, Ishaq bin Ibrahim, Ishaq bin Rahawaih, al-Harits bin Miskin, Ali bin Kasyram, Imam Abu Dawud (penyusun Sunan Abi Dawud), serta Imam Abu Isa al-Tirmidzi (penyusun al-Jami`/Sunan al-Tirmidzi).
Sementara murid-murid yang setia mendengarkan fatwa-fatwa dan ceramah-ceramah dia, antara lain; Abu al-Qasim al-Thabarani (pengarang tiga buku kitab Mu`jam), Abu Ja`far al-Thahawi, al-Hasan bin al-Khadir al-Suyuti, Muhammad bin Muawiyah bin al-Ahmar al-Andalusi, Abu Nashr al-Dalaby, dan Abu Bakr bin Ahmad al-Sunni.
Nama yang disebut terakhir, disamping sebagai murid juga tercatat sebagai
“penyambung lidah”
Imam al-Nasa`i dalam meriwayatkan kitab Sunan al-Nasa`i.
Sudah mafhum dikalangan peminat kajian hadis dan ilmu hadis, para imam hadis merupakan sosok yang memiliki ketekunan dan keuletan yang patut diteladani.
Dalam masa ketekunannya inilah, para imam hadis kerap kali menghasilkan karya tulis yang tak terhingga nilainya.
Tidak ketinggalan pula Imam al-Nasa`i.
Karangan-karangan dia yang sampai kepada kita dan telah diabadikan oleh pena sejarah antara lain; al-Sunan al-Kubra, al-Sunan al-Sughra (kitab ini merupakan bentuk perampingan dari kitab al-Sunan al-Kubra), al-Khashais, Fadhail al-Shahabah, dan al-Manasik.
Menurut sebuah keterangan yang diberikan oleh Imam Ibn al-Atsir al-Jazairi dalam kitabnya Jami al-Ushul, kitab ini disusun berdasarkan pandangan-pandangan fiqh mazhab Syafi`i.
Untuk pertama kali, sebelum disebut dengan Sunan al-Nasa`i, kitab ini dikenal dengan al-Sunan al-Kubra.
Setelah tuntas menulis kitab ini, dia kemudian menghadiahkan kitab ini kepada Amir Ramlah (Wali kota Ramlah) sebagai tanda penghormatan.
Amir kemudian bertanya kepada al-Nasa`i,
“Apakah kitab ini seluruhnya berisi hadis shahih?”
Dia menjawab dengan kejujuran,
“Ada yang shahih, hasan, dan adapula yang hampir serupa dengannya”.
Kemudian Amir berkata kembali,
“Kalau demikian halnya, maka pisahkanlah hadis yang shahih-shahih saja”.
Atas permintaan Amir ini, dia kemudian menyeleksi dengan ketat semua hadis yang telah tertuang dalam kitab al-Sunan al-Kubra.
Dan akhirnya dia berhasil melakukan perampingan terhadap al-Sunan al-Kubra, sehingga menjadi al-Sunan al-Sughra.
Dari segi penamaan saja, sudah bisa dinilai bahwa kitab yang kedua merupakan bentuk perampingan dari kitab yang pertama.
Imam al-Nasa`i sangat teliti dalam menyeleksi hadis-hadis yang termuat dalam kitab pertama.
Oleh karenanya, banyak ulama berkomentar
“Kedudukan kitab al-Sunan al-Sughra dibawah derajat Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim.
Di dua kitab terakhir, sedikit sekali hadis dhaif yang terdapat di dalamnya”.
Nah, karena hadis-hadis yang termuat di dalam kitab kedua (al-Sunan al-Sughra) merupakan hadis-hadis pilihan yang telah diseleksi dengan super ketat, maka kitab ini juga dinamakan al-Mujtaba.
Pengertian al-Mujtaba bersinonim dengan al-Maukhtar (yang terpilih), karena memang kitab ini berisi hadis-hadis pilihan, hadis-hadis hasil seleksi dari kitab al-Sunan al-Kubra.
Disamping al-Mujtaba, dalam salah satu riwayat, kitab ini juga dinamakan dengan al-Mujtana.
Pada masanya, kitab ini terkenal dengan sebutan al-Mujtaba, sehingga nama al-Sunan al-Sughra seperti tenggelam ditelan keharuman nama al-Mujtaba.
Dari al-Mujtaba inilah kemudian kitab ini kondang dengan sebutan Sunan al-Nasa`i, sebagaimana kita kenal sekarang.
Dan tampaknya untuk selanjutnya, kitab ini tidak akan mengalami perubahan nama seperti yang terjadi sebelumnya.

Kritik Ibnu al-Jauzy
Kita perlu menilai jawaban Imam al-Nasa`i terhadap pertanyaan Amir Ramlah secara kritis, dimana dia mengatakan dengan sejujurnya bahwa hadis-hadis yang tertuang dalam kitabnya tidak semuanya shahih, tetapi adapula yang hasan, dan ada pula yang menyerupainya.
Ia tidak mengatakan bahwa didalamnya terdapat hadis dhaif (lemah) atau maudhu (palsu).
Ini artinya dia tidak pernah memasukkan sebuah hadispun yang dinilai sebagai hadis dhaif atau maudhu`, minimal menurut pandangan dia. Apabila setelah hadis-hadis yang ada di dalam kitab pertama diseleksi dengan teliti, sesuai permintaan Amir Ramlah supaya dia hanya menuliskan hadis yang berkualitas shahih semata.
Dari sini bisa diambil kesimpulan, apabila hadis hasan saja tidak dimasukkan kedalam kitabnya, hadis yang berkualitas dhaif dan maudhu` tentu lebih tidak berhak untuk disandingkan dengan hadis-hadis shahih. Namun, Ibn al-Jauzy pengarang kitab al Maudhuat (hadis-hadis palsu), mengatakan bahwa hadis-hadis yang ada di dalam kitab al-Sunan al-Sughra tidak semuanya berkualitas shahih, namun ada yang maudhu` (palsu).
Ibn al-Jauzy menemukan sepuluh hadis maudhu` di dalamnya, sehingga memunculkan kritik tajam terhadap kredibilitas al-Sunan al-Sughra.
Seperti yang telah disinggung dimuka, hadis itu semua shahih menurut Imam al-Nasa`i.
Adapun orang belakangan menilai hadis tersebut ada yang maudhu`, itu merupakan pandangan subyektivitas penilai.
Dan masing-masing orang mempunyai kaidah-kaidah mandiri dalam menilai kualitas sebuah hadis.
Demikian pula kaidah yang ditawarkan Imam al-Nasa`i dalam menilai keshahihan sebuah hadis, tampaknya berbeda dengan kaidah yang diterapkan oleh Ibn al-Jauzy.
Sehingga dari sini akan memunculkan pandangan yang berbeda, dan itu sesuatu yang wajar terjadi.
Sudut pandang yang berbeda akan menimbulkan kesimpulan yang berbeda pula. Kritikan pedas Ibn al-Jauzy terhadap keautentikan karya monumental Imam al-Nasa`i ini, tampaknya mendapatkan bantahan yang cukup keras pula dari pakar hadis abad ke-9, yakni Imam Jalal al-Din al-Suyuti, dalam Sunan al-Nasa`i, memang terdapat hadis yang shahih, hasan, dan dhaif.
Hanya saja jumlahnya relatif sedikit.
Imam al-Suyuti tidak sampai menghasilkan kesimpulan bahwa ada hadis maudhu` yang termuat dalam Sunan al-Nasa`i, sebagaimana kesimpulan yang dimunculkan oleh Imam Ibn al-Jauzy.
Adapun pendapat ulama yang mengatakan bahwah hadis yang ada di dalam kitab Sunan al-Nasa`i semuanya berkualitas shahih, ini merupakan pandangan yang menurut Muhammad Abu Syahbah_tidak didukung oleh penelitian mendalam dan jeli.
Kecuali maksud pernyataan itu bahwa mayoritas (sebagian besar) isi kitab Sunan al-Nasa`i berkualitas shahih.
Tutup Usia
Setahun menjelang kemangkatannya, dia pindah dari Mesir ke Damsyik.
Dan tampaknya tidak ada konsensus ulama tentang tempat meninggal dia.
Al-Daruqutni mengatakan, dia di Makkah dan dikebumikan di antara Shafa dan Marwah.
Pendapat yang senada dikemukakan oleh Abdullah bin Mandah dari Hamzah al-`Uqbi al-Mishri. Sementara ulama yang lain, seperti Imam al-Dzahabi, menolak pendapat tersebut.
Ia mengatakan, Imam al-Nasa`i meninggal di Ramlah, suatu daerah di Palestina.
Pendapat ini didukung oleh Ibn Yunus, Abu Ja`far al-Thahawi (murid al-Nasa`i) dan Abu Bakar al-Naqatah.
Menurut pandangan terakhir ini, Imam al-Nasa`i meninggal pada tahun 303 H/915M dan dikebumikan di Bait al-Maqdis, Palestina.
Inna lillah wa Inna Ilai Rajiun.
Semoga jerih payahnya dalam mengemban wasiat Rasullullah guna menyebarluaskan hadis mendapatkan balasan yang setimpal di sisi Allah.
۞ Variasi nama:
Imam an Nasa’i, Imam Nasa`i, Imam Nasa'i, Imam Nasai, HR. Nasa'i, Nasai, an-nasa'i, Nasa'i, Nasa’i, Sunan An-Nasa-i, Sunan An-Nasai
Biodata Imam Nasa'i أحمد بن شعيب بن علي بن سنان النسائي
Nama Imam Nasa'i أحمد بن شعيب بن علي بن سنان النسائي
Level 3rd Century AH [12 Generation]
Tempat / Thn Lahir (Nisa', Khurasan, Iran). Tahun 214 AH / 829 Masehi
Tempat Menetap Khurasaan, Iraq, Hijaz, Mesir, Syria
Tempat / Thn Wafat (Mekah/Ramalah), Tahun 303 Hijriyah / 915 Masehi
Penyebab kematian Mati syahid
Kegemaran Hadith, Fiqh, Seerah
Guru Ishaq bin Rahwaya,
Hisham bin 'Ammar bin Nasayr,
Muhammad bin al-Ndr bin Msawr,
Swyd bin Nsr bin Swyd,
'Isa bin Hammad bin Muslim,
Zaghba,
Ahmed bin 'Ubda bin Musa,
Ahmed bin 'Amr bin al-Sarh,
Ahmed bin Manay',
Ishaq bin Shahyn al-Wasti,
Bashr bin Mua'dh al-Qdy,
Bashr bin Hilal al-Swaf,
al-Hasan bin al-Sbah al-Bzar,
Hameed bin Musa'da bin al-Mubarak,
Ziyad bin Ayoub - Dulwiyya,
Ziyad bin Yahya al-Hasani,
Sawar bin 'Abdullah bin Sawar,
'Abbas bin 'Abdul 'Azeem al-'Anbari,
'Abdah bin 'Abdullah al-Saffar,
'Ali bin Sa'id bin Msrwq,
Amar bin Khalid bin Yazid,
'Imran bin Musa,
'Amr bin Zararah bin Waqid,
'Amr bin 'Uthman bin Sa'id bin Kahtir,
'Amr bin 'Ali bin Bahr al-Bahli,
Kathir bin 'Ubaid bin Nmyr,
Muhammad bin Aban bin Wzyr,
Muhammad bin Aadm bin Sulaiman,
Muhammad bin Bashar Bindar,
Muhammad bin Znbwr,
Muhammad bin Sulaiman bin Habib,
Muhammad bin 'Abdullah bin 'Ammar,
Muhammad bin 'Abdullah bin al-Muburak,
Muhammad bin 'Abdul 'Aziz bin Abi Razma,
Ibn Abi al-Shuwarab,
Muhammad bin 'Ubaid bin Muhammad,
Muhammad bin Musa al-Harshi,
Muhammad bin Hashim bin Sa'id,
Mjahd bin Musa,
Mahmud bin Ghaylan,
Nasr bin 'Ali bin Nasr bin 'Ali (young),
Harun bin 'Abdullah al-Hamal,
Hanad bin al-Sari bin Mus'ab,
Wahb bin Bayan,
Yahya bin Musa Khat,
Y'aqub bin Ibrahim bin Kathir,
Yusuf bin Hmad,
Yusuf bin Wadah al-Hashimi,
Dan lainnya ...
Murid Abu Bakr ibn al-Haddad,
Attabarni,
Ibn Hibban
Orang tua Shuaib ibn 'Ali ibn Sinan
Pasangan 4 wives
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


More Videos

An-Nur

Apa itu An-Nur? Surah An-Nur adalah surah ke-24 dari Alquran. Surah ini terdiri atas 64 ayat, dan termasuk golongan surah Madaniyah. Dinamai An-Nur yang berarti Cahaya yang diambil dari kata An-Nur yang terdapat pada ayat ke 35. Dalam ayat ini, Allah ﷻ menjelaskan tentang Nur Ilahi, yakni Alquran yang mengandung petunjuk-petunjuk. Petunjuk-petunjuk Alla … • An-Nuur, An-Nur, An Nur

Ats-Tsiqatul Jalil

Apa itu Ats-Tsiqatul Jalil? Ats-Tsiqatul Jalil adalah istilah untuk seorang yang mulia dan dapat dipercaya. … • Tsiqatul Jalil, Tsiqatul, Jalil

maulana

Apa itu maulana? mau.la.na gelar kehormatan untuk Tuhan ; gelar kehormatan untuk para nabi ; gelar kehormatan bagi ulama besar atau sufi; tuan kita; pakaian anak raja maulana … •

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Perawi Hadis

Sebelum masa kalian, wahai Mukmin, ketentuan Allah telah berlalu dan berlaku pada bangsa yang dustakan kebenaran.
Lalu Allah menyiksa mereka karena dosa yang mereka perbuat.
Maka renungkan bagaimana nasib orang yang dustakan kebenaran itu.
QS. Ali ‘Imran [3]: 137

۞ Variasi nama:
Imam an Nasa’i, Imam Nasa`i, Imam Nasa'i, Imam Nasai, HR. Nasa'i, Nasai, an-nasa'i, Nasa'i, Nasa’i, Sunan An-Nasa-i, Sunan An-Nasai
Kategori: Perawi Hadis

(Perhatikanlah bagaimana kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian yang lain) dalam hal rezeki & derajat (Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi) lebih agung (kedudukannya & lebih besar keutamaannya) daripada kehidupan dunia.
QS. Al-Isra’ [17]: 21

۞ Variasi nama:
Imam an Nasa’i, Imam Nasa`i, Imam Nasa'i, Imam Nasai, HR. Nasa'i, Nasai, an-nasa'i, Nasa'i, Nasa’i, Sunan An-Nasa-i, Sunan An-Nasai
Kategori: Perawi Hadis

Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah,
lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri.
Mereka itulah orang-orang yang fasik.
QS. Al-Hasyr [59]: 19

۞ Variasi nama:
Imam an Nasa’i, Imam Nasa`i, Imam Nasa'i, Imam Nasai, HR. Nasa'i, Nasai, an-nasa'i, Nasa'i, Nasa’i, Sunan An-Nasa-i, Sunan An-Nasai
Kategori: Perawi Hadis

Ingatlah,
sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan,
tetapi mereka tidak sadar.
QS. Al-Baqarah [2]: 12

۞ Variasi nama:
Imam an Nasa’i, Imam Nasa`i, Imam Nasa'i, Imam Nasai, HR. Nasa'i, Nasai, an-nasa'i, Nasa'i, Nasa’i, Sunan An-Nasa-i, Sunan An-Nasai

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #11

Masyarakat Arab sebelum Islam memiliki kebiasaan buruk, juga memiliki kebiasaan baik. Di bawah ini yang tidak termasuk kebiasaan baik masyarakat Arab sebelum Islam adalah … Berikut ini yang bukan merupakan substansi dakwah Rasulullah di Mekkah adalah … Dalam QS. Al-Muddassir ayat 1-7 adalah menjadi dasar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk melakukan dakwah di Mekkah secara … Dari proses dakwah secara diam-diam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah, maka terdapat beberapa sahabat yang masuk Islam pertama kali. Mereka dikenal dengan sebutan … Cara yang pertama kali ditempuh oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika melakukan dakwah di Mekkah secara terang- terangan adalah …

Kamus

Dzihar

Apa itu Dzihar? Berikut beberapa batasan tentang Bab Dzihar Pertama, makna dzihar secara bahasa merupakan turunan dari kata ad-Dzahru yang artinya punggung. Karena hubungan badan ibarat menunggang. S...

Genealogi

Apa itu Genealogi? Genealogi atau nasab adalah kajian tentang keluarga dan penelusuran jalur keturunan serta sejarahnya. Ahli genealogi menggunakan berita dari mulut ke mulut, catatan sejarah, anali...

Haji Wada’

Apa itu Haji Wada’? Haji Wada’ atau Haji Perpisahan merupakan haji terakhir bagi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, nabi umat Islam, yang dilaksanakan pada tahun 10 Hijriyah . Kaum...

alim

Apa itu alim? berilmu ; ia seorang alim yang sangat disegani di kampung ini; saleh; kelihatannya ia sangat alim dan tidak pernah meninggalkan salat pegawai urusan agama di Banten atau Madura ̷...

Babus Salam

Di mana itu Babus Salam? Barerti pintu selamat. Nama salah satu pintu di Masjidil Haram di Mekah. Orang Quraisy telah menjadikan pintu itu untuk memilih seorang hakim bagi menyelesaikan perbalahan mel...

Ismail `alaihis salam

Siapa itu Ismail `alaihis salam? Isma’il adalah seorang nabi dalam kepercayaan agama Islam. Isma’il adalah putera dari Ibrahim dan Hajar, kakak tiri dari Ishaq. Ia diangkat menjadi nabi ...