HR. Bukhari: 4746 – Tentang Hukum Melamar Wanita Yang Sudah Dilamar

Melamar wanita yang sudah dilamar orang lain?

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 4746

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ. وَلاَ يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ.

 

Dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

Nabi ﷺ telah melarang sebagian kalian untuk berjual beli atas jual beli sebagian yang lain.
Dan janganlah seseorang melamar (seorang wanita) atas lamaran saudaranya hingga pelamar pertama meninggalkannya atau memberi izin kepadanya.

 

Pesan hadits yang disampaikan:

Tidak diperbolehkan untuk melamar wanita yang sudah dipinang oleh laki-laki lain dalam Islam. Hingga ikatan mereka lepas – misalnya dengan keputusan mereka untuk membatalkan pernikahan mereka, atau dengan izin laki-laki yang melamar wanita itu lebih dulu.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               




Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta