HR. Bukhari: 2329 – Tentang Hewan Yang Digadaikan

Memanfaatkan sesuatu yang digadaikan?

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 2329

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

الرَّهْنُ يُرْكَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا، وَلَبَنُ الدَّرِّ يُشْرَبُ بِنَفَقَتِهِ إِذَا كَانَ مَرْهُونًا، وَعَلَى الَّذِي يَرْكَبُ وَيَشْرَبُ النَّفَقَةُ.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

(Hewan tunggangan) boleh ditunggangi dengan nafkah baginya jika ia digadaikan, susu hewan perah juga boleh diminum dengan nafkah baginya bila digadaikan, dan bagi orang yang mengendarai dan meminum (susunya) kewajiban memberi nafkah.

 

Pesan hadits yang disampaikan:

Penggadai atau orang yang digadai diperbolehkan memanfaatkan hewan yang digadaikan, jika ia memenuhi kebutuhan hewan tersebut. Maka penggadai diperbolehkan menunggangi hewan tersebut, dan meminum susunya.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta