Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Muslim: 4558 – Keutamaan Ja’far bin Abu Thalib dan Asma binti Umais

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَرَّادٍ الْأَشْعَرِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ الْهَمْدَانِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ حَدَّثَنِي بُرَيْدٌ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ بَلَغَنَا مَخْرَجُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Barrad Al Asy’ari dan Muhammad bin Al Allaa Al Hamdani keduanya berkata:
Telah menceritakan kepada kami Abu Usamah Telah menceritakan kepadaku Buraid dari Abu Burdah dari Abu Musa dia berkata:
“Ketika kami sedang berada di Yaman, kami mendapat informasi tentang tujuan hijrah yang diperintahkan oleh Rasulullah ﷺ, lalu kami pun turut pergi untuk berhijrah ke wilayah tersebut (Habasyah).
Pada saat itu kami terdiri dari diri saya sendiri dan dua orang saudara laki-laki saya.

Saya adalah orang yang paling kecil, sementara saudara saya yang satu bernama Abu Burdah dan yang lainnya bernama Abu Ruhm.”
Abu Musa berkata:
‘Mereka terdiri dari beberapa orang atau Iima puluh tiga orang atau lima puluh dua orang dari kaum kami.
Abu Musa berkata:
‘Kami berlayar hingga terbawa oleh perahu kami ke Raja Najasyi di Habasyah.
Kemudian kami bergabung dengan Ja’far bin Abu Thalib beserta rombongannya di sisi Raja Najasyi.

Ja’far berkata:
‘Sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah mengutus kami kemari.
Selain itu, beliau juga menyuruh kami untuk menetap sini.

OIeh karena itu, menetaplah kalian bersama kami.’ Abu Musa berkata:
‘Lalu kami tinggal bersama Ja’far hingga kami semua datang.
Abu Musa berkata:
‘Kami semua bertemu dengan Rasulullah ﷺ ketika beliau telah memenangkan perang Khaibar.
Beliau memberikan jatah rampasan perang kepada kami.

Beliau tidak memberikan jatah rampasan perang sedikitpun kepada orang yang tidak ikut dalam penaklukan Khaibar, kecuali kepada orang yang ikut berperang bersama beliau dan kepada orang yang ikut dalam rombongan kami bersama Ja’far dan kawan-kawannya.’ Abu Musa berkata:
‘Ada sebagian orang yang mengatakan kepada kami yang bergabung dalam pelayaran hijrah ke Habasyah:
‘Kami mengungguli kalian dalam masalah hijrah.
Abu Musa berkata:
‘Asma’ binti Umais, yang termasuk dalam rombongan pelayaran kami, pernah berkunjung ke rumah Hafshah, istri Rasulullah ﷺ.
Asma’ pernah turut hijrah ke Raja Najasyi.
‘ Pada suatu ketika Umar bin Khaththab masuk ke rumah Hafshah, kebetulan Asma’ sedang berada di situ.
Ketika Umar melihat Asma’ ada di dalam rumah, maka ia pun bertanya:
‘Siapa ini hai Hafshah? ‘ Hafshah menjawab:
‘Dia adalah Asma’ binti Umais! ‘ Umar bertanya lagi:
‘Apakah ia pernah ikut hijrah ke Habasyah dengan berlayar? ‘ Asma’ binti Umais menjawab:
‘Ya, saya turut hijrah ke Habasyah.
Umar melanjutkan ucapannya:
‘Kalau begitu, kami lebih berhak terhadap Rasulullah daripada kalian.’ Asma’ menjadi marah dan berkata:
‘Kamu berdusta hai Umar! Demi Allah, kalian memang menyertai hijrah Rasulullah ﷺ.

Tapi beliau memberi makan orang yang lapar di antara kalian dan memberi nasihat orang yang tidak mengerti di antara kalian, sedangkan kami berhijrah ke suatu negeri yang amat jauh di Habasyah yang penuh dengan tantangan karena Allah dan Rasul-Nya.
Demi Allah, saya tidak akan makan dan minum sebelum saya laporkan ucapanmu itu kepada Rasulullah ﷺ.

Karena kami merasa dihina dan dicemaskan.
Oleh karena itu, akan saya adukan persoalan ini kepada Rasulullah ﷺ.

Demi Allah.
saya tidak berdusta dan tidak mengada-ada.
Abu Musa berkata:
‘Ketika Rasulullah ﷺ datang ke rumah Hafshah, maka Asma’ pun langsung menghadap beliau dan mengadukan persoalan yang mengganjal hatinya:
‘Ya Rasulullah, Umar bin Khaththab tadi mengutarakan begini dan begitu.’ Mendengar pengaduan Asma binti Umais itu, Rasulullah ﷺ berkata:
‘Ketahuilah oleh mu hai Asma, Umar bukanlah orang yang lebih berhak daripada kalian terhadapku.

Umar dan para sahabatnya hanya mendapat ganjaran pahala sekali hijrah.
Sebaliknya kalian yang tergabung dalam hijrah dengan mengendarai perahu itu mendapat dua kali pahala hijrah.
‘ Asma’ binti Umais berkata:
‘Setelah itu, saya melihat Abu Musa dan para sahabat yang tergabung dalam hijrah ke Habasyah dengan mengendarai perahu datang berbondong-bondong untuk bertanya kepada saya tentang hadits ini.
Di dunia ini tidak ada yang Iebih menyenangkan dan membesarkan jiwa mereka dan apa yang disabdakan Rasulullah kepada mereka.’ Abu Burdah berkata:
‘Asma’ berkata:
‘Sungguh saya lihat Abu Musa dan ia meminta saya mengulangi lagi hadits itu.”

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

More Videos

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

[1] Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
[2] sampai kamu masuk ke dalam kubur.
[3] Janganlah begitu,
kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
[4] & janganlah begitu,
kelak kamu akan mengetahui.
QS. At-Takasur [102]: 1-2

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.
Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.
QS. Al-Anfal [8]: 25

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ...

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang ̷...

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallah...

Kamus

Fardu ain

Apa itu Fardu ain? Fardu ain adalah status hukum dari sebuah aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan oleh seluruh individu yang telah memenuhi syaratnya. Dalam Islam, meninggalkan aktivitas yang hu...

mashdar

Apa itu mashdar? Mashdar adalah isim manshub yang datang pada urutan ke tiga dalam tashrif fi’il, yakni jika fi’il ditashrif dua kali, maka setelahnya akan didapati mashdar. Mashdar berada...

Abu Sufyan

Siapa itu Abu Sufyan? Shakhr bin Harb adalah salah seorang pemimpin utama Bani Quraisy di Mekkah yang sangat menentang Muhammad, akan tetapi di kemudian hari memeluk agama Islam. Keturunan Abu Sufyan...

Al Muhshii

Apa itu Al Muhshii? Allah itu Al-Muhsi ◀ Artinya adalah Allah itu Yang Maha Menghitung segala sesuatu. Perhitungan Allah itu sangat teliti dan cermat, sehingga tidak perlu diragukan lagi keakuratan...

Muhammad bin Wasi’

Siapa itu Muhammad bin Wasi’? Di antara tokoh ulama dan murabbi terbaik pada masa tabiin adalah Muhammad bin Wasi’. Nama lengkap beliau Muhammad bin Wasi’ bin Jabir bin Akhnas, imam ...

Abdul Qadir al-Jailani

Siapa itu Abdul Qadir al-Jailani? Abdul Qadir Jaelani atau Abd al-Qadir al-Gilani adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme. Ia a...

Instagram