Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Muslim: 4521 – Keutamaan Abu Dzar radhiallahu ‘anhu

و حَدَّثَنِي إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَرْعَرَةَ السَّامِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَتَقَارَبَا فِي سِيَاقِ الْحَدِيثِ وَاللَّفْظُ لِابْنِ حَاتِمٍ قَالَا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ حَدَّثَنَا الْمُثَنَّى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ أَبِ

Dan telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Muhammad bin ‘Ar’arah As Sami dan Muhammad bin Hatim lafazh keduanya tidak jauh berbeda, dan lafazh ini milik Ibnu Hatim keduanya berkata:
Telah menceritakan kepada kami ‘Abdur Rahman bin Mahdi:
Telah menceritakan kepada kami Al Mutsanna bin Sa’id dari Abu Jamrah dari Ibnu Abbas dia berkata:
“Ketika Abu Dzar mendengar berita bahwasanya ada seorang nabi yang diutus di Makkah, maka ia berkata kepada Unais:
‘Hai Unais pergilah ke Makkah! Setelah itu, beritahukanlah kepadaku tentang laki-laki yang menyatakan bahwa ia adalah seorang rasul Tuhan yang mendapat wahyu dari langit.
Dengarkanlah apa yang diucapkannya lalu sampaikan hal itu kepadaku!” Kemudian Unais berangkat hingga ia tiba di Makkah dan mendengarkan apa yang diucapkan oleh Rasulullah ﷺ.

Setelah itu, Unais kembali kepada Abu Dzar seraya berkata:
‘Menurut pengamatanku, nabi utusan Tuhan tersebut mengajarkan budi pekerti yang luhur dan menyampaikan firman-Nya yang tidak sama dengan syair.’ Abu Dzar berkata:
‘Sepertinya aku belum puas dengan apa yang kamu katakan hai Unais dan aku ingin mengetahui informasinya Iebih banyak.

OIeh karena itu, sebaiknya aku berangkat sendiri ke sana.’ Lalu Abu Dzar menyiapkan berbagai perbekalan dan membawa kantung berisi air minum.

Setelah itu ia pun pergi berangkat menuju Makkah.
Setibanya di Makkah, ia langsung pergi ke Masjidil Haram untuk menemui Rasulullah.

Namun karena ia belum mengenalnya dan enggan untuk bertanya, maka ia pun mengalami kesulitan untuk bertemu dengan beliau.
Setelah malam tiba, Ia tidur berbaring di dekat Ka’bah.

Sementara Ali melihatnya dan ia tahu bahwa orang yang berbaring itu adaIah orang asing.
Maka Ali menemani orang tersebut tanpa ada yang bertanya di antara keduanya sampai pagi.

Kemudian Abu Dzar membawa kantung air dan perbekalannya ke masjid.
Seharian lamanya ia berada di tempat itu, namun ia tidak melihat Nabi Muhammad ﷺ sampai sore.

Lalu ia kembali ke tempat peristirahatannya.
Tak lama kemudian Ali melewati tempat itu seraya berkata:
‘Mengapa orang ini belum pulang juga? ‘ Akhirnya Ali mengajaknya untuk tinggal bersamanya tanpa ada yang bertanya tentang sesuatu di antara mereka berdua.

Pada hari yang ketiga, Abu Dzar melakukan hal yang sama seperti hari sebelumnya.
Lalu Ali mengajaknya lagi untuk tinggal bersamanya.

Ali bertanya kepada Abu Dzar:
‘Mengapa engkau datang ke kota Makkah ini? ‘ Abu Dzar menjawab:
‘Jika engkau berjanji untuk membimbing saya, maka saya akan mengerjakannya.’ Lalu Abu Dzar pun menuturkan maksudnya itu kepada Ali.

Mendengar penuturannya itu, maka Ali berkata:
‘Sebenarnya Muhammad itu memang benar dan ia adalah utusan Allah.
Sebaiknya, besok pagi engkau ikut saya.

Karena jika saya mencemaskan sesuatu padamu, maka saya akan bangkit, seolah-olah saya menuangkan air.
Oleh karena itu, ikutilah kemana saya pergi! ‘ Abu Dzar pergi mengikuti kepergian Ali, hingga keduanya masuk ke dalam rumah Nabi Muhammad ﷺ.

Kemudian Abu Dzar mendengarkan penjelasan Rasulullah ﷺ, hingga ia langsung masuk Islam seketika itu juga.
Nabi Muhammad ﷺ berkata kepada Abu Dzar:
‘Pulanglah kamu ke kaummu dan sampaikanlah ajaran Islam kepada mereka hingga kamu mendapatkan kemenangan agama Islam.
Abu Dzar berkata:
‘Demi Allah yang menguasai diriku, sungguh akan aku sampaikan Islam kepada mereka dengan sejelas mungkin.’ Kemudian Abu Dzar keluar dari rumah Rasulullah ﷺ pergi menuju Masjid Haram.

Sesampainya di sana ia berseru dengan sekuat tenaganya mengucapkan:
‘Aku bersaksi bahwasanya tiada sesembahan yang hak selain Allah semata dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad itu adalah utusan Allah.’ Mendengar seruan itu, maka para penduduk kota Makkah terkejut dan saling berdatangan ke tempat sumber suara tersebut.

Setelah mengetahui bahwa yang mengumandangkan suara itu adalah orang asing dan bukan penduduk Makkah, maka mereka pun langsung memukulinya hingga ia terjatuh.
Tak lama kemudian Abbas bin Abdul Muththalib datang melindunginya seraya berkata:
‘Celaka kalian ini! Tidak tahukah kalian bahwa orang yang kalian pukuli itu adalah dari suku Ghifar? Dan tidak sadarkah kalian bahwa jalur perdagangan kalian ke negeri Syam pasti akan melalui wilayah suku Ghifar? ‘ Lalu Abbas pun langsung menyelamatkan Abu Dzar dari amukan orang-orang Quraisyy.
Keesokan harinya Abu Dzar tetap melakukan perbuatan seperti itu, hingga orang-orang Quraisyy Makkah berdatangan untuk memukulinya.
Kemudian Abbas pun datang untuk melindungi dan menyelamatkannya dari amukan mereka.

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

More Videos

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik,
dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu,
bagi siapa yang dikehendaki-Nya.
Siapa yang mempersekutukan Allah,
maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.
QS. An-Nisa’ [4]: 48

Dan (ingatlah) Ibrahim,
ketika ia berkata kepada kaumnya:
“Sembahlah olehmu Allah & bertakwalah kepada-Nya.
Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu,
jika kamu mengetahui.”
QS. Al-‘Ankabut [29]: 16

Orang yang kembali (mengambil riba),
maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka,
mereka kekal di dalamnya.
QS. Al-Baqarah [2]: 275

Allah tidak akan mengubah nasib suatu bangsa dari susah menjadi bahagia,
atau dari kuat menjadi lemah,
sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan keadaan yang akan mereka jalani.
QS. Ar-Ra’d [13]: 11

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang ...

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallah...

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhamm...

Kamus

basir

Apa itu basir? ba.sir terang dan tajam pengamatannya ; Albasir, Yang Mahatahu; ark jelas terlihat; terang; cahaya pelita itu kurang basir … •

fraksi

Apa itu fraksi? frak.si bagian kecil; pecahan; kelompok dalam badan legislatif yang terdiri atas beberapa anggota yang sepaham dan sependirian; fraksi Reformasi dan beberapa fraksi lain mengajukan ...

Sukun

Apa itu Sukun? Sukun adalah harakat yang berbentuk bulat layaknya huruf ha yang ditulis di atas suatu huruf Arab. Harakat sukun melambangkan fonem konsonan atau huruf mati dari suatu huruf, misalkan...

Al-Fil

Apa itu Al-Fil? Surah Al-Fil adalah surah ke-105 dalam Alquran dan terdiri atas 5 ayat. Surah ini tergolong pada surah Makkiyah. Nama Al Fiil sendiri berarti Gajah yang diambil dari ayat pertama dari ...

Muhammad

Apa itu Muhammad? Surah Muhammad adalah surah ke-47 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah yang terdiri atas 38 ayat. Nama Muhammad sebagai nama surah ini diambil dari perkataan Muhammad ...

Ibnu Wahb

Siapa itu Ibnu Wahb? Abdullah bin Wahb adalah ulama terkemuka. Murid dari ulama-ulama besar seperti Sufyan al-Tsauri , Sufyan bin ‘Uyainah , al-Laits bin Sa’d , Malik bin Anas dan lain sebaga...

Instagram