Dzikir Pagi [17]

Dibaca 1x

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allaahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqobbalan.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal dan amal yang diterima.

HR. Ibnu As-Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah, no. 54 dan Ibnu Majah 925. Isnadnya hasan menurut Abdul Qadir dan Syu’aib Al-Arna’uth dalam tahqiq Zad Al-Ma’ad 2/375.

Keterangan:
Dari Ummu Salamah radliallahu ‘anha, beliau mengatakan: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah salam shalat subuh, beliau membaca: (dzikir di atas). (HR. Ahmad 6/322, Ibnu Majah 925, dan dishahihkan al-Albani).

Waktu subuh merupakan permulaan hari bagi seorang muslim. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali pagi hari beliau dengan memohon kepada Tuhannya tiga hal: ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amal yang diterima.

Mengapa tiga hal ini? Karena tigal hal ini merupakan kunci kebutuhan hidup manusia.

• Ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang bermanfaat adalah semua ilmu yang menjadi panduan seseorang untuk melaksanakan amal wajib atau anjuran, baik terkait dengan aqidah, ibadah, maupun muamalah. Demikian penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 1/141. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengawali doa di atas dengan meminta ilmu yang bermanfaat, karena dengan bekal ilmu, seseorang bisa membedakan antara yang halal dan yang haram. Dengan ilmu orang bisa membedakan mana amal shaleh dan mana amal yang kelihatannya shaleh.
• Rizki yang halal. Dengan rizki yang halal, manusia bisa menjalani kehidupan dunianya dengan baik. Karena manusia hidup butuh nutrisi. Agar nutrisi ini tidak menjadi bahan pertanyaan di hari kiamat, nutrisinya harus berupa makanan yang halal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta rizki yang halal sebelum amal yang diterima. Karena syarat doa seseorang bisa diterima adalah rizkinya halal.
Amal yang diterima. Syarat amal diterima ada tiga:

• Pelakunya mukmin. Karena amal orang kafir tidak diterima.
• Dilakukan dengan ikhlas. Amal yang dilakukan untuk tendensi dunia atau pujian orang lain tidak akan diterima.
• Sesuai petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanpa ini, amal seseorang tidak akan dinilai.

Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/168763686557031

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran

QS. An Nuur (Cahaya) – surah 24 ayat 27 [QS. 24:27]

27. Ayat-ayat berikut ini berbicara tentang etika berkunjung. Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah tinggal yang bukan rumah tinggal-mu sebelum meminta izin kepada orang yang b … 24:27, 24 27, 24-27, Surah An Nuur 27, Tafsir surat AnNuur 27, Quran An Nur 27, An-Nur 27, Surah An Nur ayat 27

QS. Maryam (Maria) – surah 19 ayat 18 [QS. 19:18]

18. Maryam terkejut dan takut melihat Jibril datang ke tempatnya menyendiri. Dia berkata, “Sungguh, aku berlindung kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Pemelihara terhadapmu, jika engkau orang yang ber … 19:18, 19 18, 19-18, Surah Maryam 18, Tafsir surat Maryam 18, Quran Maryam 18, Surah Maryam ayat 18

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #19

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang … pasir rembulan savanna mahsyar ilalang Benar! Kurang tepat! Salah satu hikmah

Pendidikan Agama Islam #18

Berikut ini yang bukan kandungan surah Ad-Dhuha adalah….. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah SWT melindungi Allah SWT membenci

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah turun sesudah surah … An Nasr Al lahab Ad Duha Ali Imron Al Asr Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah

Instagram