Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Doa Setelah Shalat Istikharah [1]

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ، اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَاذَا اْلأَمْرَ خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ، وَمَعَاشِيْ، وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاقْدُرْهُ لِيْ، وَيَسِّرْهُ لِيْ، ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَاذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ، وَمَعَاشِيْ، وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ، فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ، وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ، وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ، ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Allaahumma innii asta-khiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudrotika, wa as-aluka min fadh-likal ‘azhiim, fa-innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyuub. Allaahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amro khoirun lii fii diinii, wa ma’aasyii, wa ‘aaqibati amrii, faqdurhu lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi, wa in kunta ta’lamu anna haadzal amro syarrun lii fii diinii, wa ma’aasyii, wa ‘aaqibati amrii, fash-rif-hu ‘annii, wash-rifnii ‘anhu, waqdur liyal khoiro haitsu kaana, tsumma ardhinii bih.

Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu, dan aku mohon anugerah-Mu Yang Maha Agung. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau mengetahui sedang aku tidak mengetahui, dan Engkau Maha Mengetahui hal yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini baik untuk agama, kehidupan dan akhir urusanku, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkan ia untukku, kemudian berkahilah ia untukku. Tapi jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini buruk untuk agama, kehidupan dan akhir urusanku, maka jauhkan ia dariku, dan jauhkan aku darinya. Takdirkanlah yang terbaik untukku di mana pun itu, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.

HR. Al-Bukhari 7/162.

Tata Cara Shalat Istikharah

Istikharah dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu, bukan sebatas lintasan batin. Kemudian dia pasrahkan kepada Allah.
• Bersuci, baik wudhu atau tayammum.
• Melaksanakan shalat dua rakaat. Shalat sunnah dua rakaat ini bebas, tidak harus shalat khusus. Bisa juga berupa shalat rawatib, shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, dll, yang penting dua rakaat.
• Tidak ada bacaan surat khusus ketika shalat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal.
• Berdoa setelah salam dan dianjurkan mengangkat tangan. Caranya: membaca doa di atas (atau doa di halaman selanjutnya). Selesai doa dia langsung menyebutkan keinginannya dengan bahasa bebas. Misalnya: bekerja di perusahaan A, atau menikah dengan B, atau berangkat ke kota C, dst.
• Banyak orang beranggapan bahwa jawaban istikharah akan Allah sampaikan dalam mimpi. Ini adalah anggapan yang yang sama sekali tidak berdalil, karena tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi.
• Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda.
• Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya”, maksudnya adalah ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku.

Hadits:
Jabir bin Abdillah Radhiallahu’anhu berkata, “Adalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda, ‘Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah: (doa di atas).’”

Tidak menyesal orang yang beristikharah kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani p
ersoalannya. Allah Ta’ala berfirman, “… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran [3]: 159).

Sumber: Hisnul Muslim dan https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html

Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video

Video Pembahasan


Load More

Al-‘Ankabut

Apa itu Al-‘Ankabut? Surah Al-‘Ankabut adalah surah ke-29 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah. Dinamai Al-‘Ankabut berhubung terdapatnya kata Al- ‘Ankabut yang berarti Laba-Laba pada ayat 41 surah ini, di mana Allah mengumpamakan para penyembah berhala-berhala itu dengan laba-laba yang percaya kepada ke … • Al-‘Ankabut, Al-‘Ankabut, Al-‘Ankabut, Al-Ankabut, Al Ankabut, Al Ankaabut

Dzul Jalaali Wal Ikraam

Apa itu Dzul Jalaali Wal Ikraam? Allah itu Dzul Jalali wal Ikhram ◀ Artinya adalah Allah itu yang memiliki segala kebesaran dan kemuliaan. Kebesaran Allah dan kemuliaan-Nya sungguh besar dan tidak terbatas serta tak ada yang mampu melebihi-Nya. Apabila seseorang bisa mnegendalikan hawa nafsunya, maka Allah akan memberikan kerajaan di dalam hatinya sehingga dia bisa memimpin … • Dzul-Jalaali-Wal-Ikraam, Dzul Jalali Wal Ikram

An-Nazi’at

Apa itu An-Nazi’at? Surah An-Nazi’at adalah surah ke-79 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 46 ayat. Dinamakan An Naazi’aat yang berarti Malaikat-malaikat yang mencabut berasal dari kata An Naazi’aat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai pula as Saahirah yang diambil dari ayat 14, dinamai juga Ath Thaammah diambil d … • An-Nazi’at, An-Naziat, An Naziat, An Naazi’at

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran,
dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
QS. Al-Hijr [15]: 9

Allah tundukkan angin untuk menggiring awan sebagai tanda berita gembira datangnya hujan yang merupakan rahmat untuk manusia. Sungguh Kami turunkan dari langit air yang suci & menyucikan, serta hilangkan najis & kotoran
QS. Al-Furqan [25]: 48

(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman & beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya.
QS. At-Talaq [65]: 11

Janganlah harta & anak yang dimiliki orang-orang munafik yang kalian lihat, membuat kalian tertarik & terpesona. Sungguh yang diberikan mereka itu, Allah hendak timpakan kesulitan,
karena mereka menyimpannya demi duniawi tanpa mau menginfakkannya
QS. At-Taubah [9]: 55

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #25

Surah Al-Insyirah terdiri dari … ayat.Surah Al-Insyirah diawali dengan lafal … أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti …وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ Ayat diatas terdapat dalam Alquran surah Al-Insyirah ayat …Surah Al-Insyirah turun sesudah surah …

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … Dalam memutuskan suatu perkara, Dinda sangat adil karena Dinda meneladani sifat Allah … Salah satu cara mengagungkan tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu Wa Ta`ala yaitu … dengan … Tata cara membaca Alquran dimulai dengan … Dalam surah Alquran, At-Tin artinya …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Kamus

Al-Buruj

Apa itu Al-Buruj? Surat Al-Buruj adalah surat ke 85 dalam Al Qur’an. Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 22 ayat. Dinamakan Al Buruuj yang berarti Gugusan bintang diambil dari perkataan Al Buruuj yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Nomor Surah Nama Surah

Al Jamii’

Apa itu Al Jamii’? Allah itu Al-Jami’ ◀ Artinya Yang Maha Mengumpulkan/Menghimpun, yaitu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang terbesar atau terserak.⠀ Allah Maha Mengumpulkan apa yang dikehendaki-Nya dan dimana pun Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak. Penghimpunan ini ada berbagai macam bentuknya, di antaranya adala … • Al-Jamii’, Al-Jami’, Al Jami’

agama samawi

Apa itu agama samawi? agama yang bersumberkan wahyu Tuhan, seperti agama Islam dan Kristen … • samawi

yehudza

Siapa itu yehudza? Yahudi adalah bangsa sekaligus agama. Yehudza sebagai anak kedua Ishak menjadikan keturunan Ishak dikenal sebagai bangsa Yahudi. Dan dalam agama Yahudi di awal berkembangnya dikenal bahwa Yehudza adalah anak Tuhan. Bani Israel sebagai keturunan Ya’kub juga banyak yang menganut ajaran Yahudi. Orang Yahudi belum tentu bani Israel. Sementara bani Isr … •

penebar

Apa itu penebar? pe.ne.bar orang yang menebar; alat untuk menebar; ki penyiar; seorang juru dakwah adalah seorang penebar agama Islam … •

Perjanjian Hudaibiyah

Apa itu Perjanjian Hudaibiyah? Perjanjian Hudaibiyyah adalah sebuah perjanjian yang diadakan di wilayah Hudaibiyah Mekkah pada Maret, 628 M . Hudaibiyah terletak 22 KM arah Barat dari Mekkah menuju Jeddah, sekarang terdapat Masjid Ar-Ridhwân. Nama lain Hudaibiyah adalah Asy-Syumaisi yang diambil dari nama Asy-Syumaisi yang menggali sumur di Hudai … • Hudaibiyah