Doa Istiftah [7]

وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ، حَنِيْفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ. إِنَّ صَلاَتِيْ، وَنُسُكِيْ، وَمَحْيَايَ، وَمَمَاتِيْ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، لاَ شَرِيْكَ لَهُ. وَبِذَالِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ الْمَلِكُ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ. أَنْتَ رَبِّيْ وَأَنَا عَبْدُكَ. ظَلَمْتُ نَفْسِيْ وَاعْتَرَفْتُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْلِيْ ذُنُوْبِيْ جَمِيْعًا، إِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ. وَاهْدِنِيْ لِأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ، لاَ يَهْدِيْ لِأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ. وَاصْرِفْ عَنِّيْ سَيِّئَهَا، لاَ يَصْرِفُ عَنِّيْ سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ. لَبَّيْكَ وَسَعْدَيْكَ، وَالْخَيْرُ كُلُّهُ بِيَدَيْكَ، وَالشَّرُّ لَيْسَ إِلَيْكَ. أَنَا بِكَ وَإِلَيْكَ. تَبَارَكْتَ وَتَعَالَيْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Wajjahtu wajhiya lilladzii fathoros-samaawaati wal ardhi, haniifan wa maa anaa minal musyrikiin. Inna sholaatii, wa nusukii, wa mahyaaya, wa mamaatii lillaahi robbil ‘aalamiin, laa syariika lah. Wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin. Allaahumma antal maliku laa ilaaha illaa anta. Anta robbii wa anaa ‘abduk. Zholamtu nafsii wa’taroftu bidzanbii. Faghfir lii dzunuubii jamii’an, innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta. Wahdinii li-ahsanil akhlaaqi, laa yahdii li-ahsanihaa illaa anta. Washrif ‘annii sayyi-ahaa, laa yashrif ‘annii sayyi-ahaa illaa anta. Labbaika wa sa’daika, walkhoiru kulluhu biyadaika, wasy-syarru laisa ilaik. Anaa bika wa ilaik. Tabaarokta wa ta’aalaita, astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Pencipta langit dan bumi, dengan memegang agama yang lurus dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku adalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagiNya. Demikianlah aku diperintah dan aku termasuk orang-orang muslim. Ya Allah, Engkau adalah Raja, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau Tuhanku dan aku adalah hambaMu. Aku menganiaya diriku, aku mengakui dosaku (yang telah kulakukan). Oleh karena itu ampunilah seluruh dosaku, sesungguhnya tidak akan ada yang mengampuni dosa-dosa, kecuali Engkau. Tunjukkan aku pada akhlak yang terbaik, tidak ada yang bisa menunjukkan kepadanya kecuali Engkau. Hindarkan aku dari akhlak yang buruk, tidak ada yang bisa menjauhkanku darinya kecuali Engkau. Aku penuhi panggilanMu, aku mohon pertolonganMu, seluruh kebaikan berada di kedua tanganMu, kejelekan tidak dinisbatkan kepadaMu. Aku hidup dengan pertolongan dan rahmatMu, dan kepadaMu (aku kembali). Maha Suci Engkau dan Maha Tinggi, aku minta ampun dan bertaubat kepadaMu.

HR. Muslim 1/534.

Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahu ’alaihi Wasallam dalam shalat fardhu dan shalat sunnah.

Sumber: Hisnul Muslim dan http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/macam-–-macam-doa-istiftah.html







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta