Doa Berlindung/Menyelamatkan Diri Dari Dajjal [1]

“Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat dari permulaan surat Al-Kahfi, maka terpelihara dari (gangguan) Dajjal.” [1]

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَى عَبْدِهِ الْكِتَابَ وَلَمْ يَجْعَل لَّهُۥ عِوَجَا ۜ ﴿١﴾ قَيِّمًا لِّيُنذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِّن لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا ﴿٢﴾ مَّاكِثِينَ فِيهِ أَبَدًا ﴿٣﴾ وَيُنذِرَ الَّذِينَ قَالُوا اتَّخَذَ اللَّهُ وَلَدًا ﴿٤﴾ مَّا لَهُم بِهِۦ مِنْ عِلْمٍ وَلَا لِءَابَآئِهِمْ ۚ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ ۚ إِن يَقُولُونَ إِلَّا كَذِبًا ﴿٥﴾ فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلَىٓ ءَاثَارِهِمْ إِن لَّمْ يُؤْمِنُوا بِهَاذَا الْحَدِيثِ أَسَفًا ﴿٦﴾ إِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْأَرْضِ زِينَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ أَيُّهُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ﴿٧﴾ وَإِنَّا لَجَاعِلُونَ مَا عَلَيْهَا صَعِيدًا جُرُزًا ﴿٨﴾ أَمْ حَسِبْتَ أَنَّ أَصْحَابَ الْكَهْفِ وَالرَّقِيمِ كَانُوا مِنْ ءَايَاتِنَا عَجَبًا ﴿٩﴾ إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا ﴿١٠﴾

(1) Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Quran) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya.
(2) Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.
(3) Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
(4) Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak.”
(5) Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
(6) Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Quran).
(7) Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
(8) Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.
(9) Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
(10) (Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).”
(Al-Kahfi [18]: 1-10).

[1] HR. Muslim 1/555. Dan dalam riwayat lain, “dari akhir surat Al-Kahfi”, Muslim 1/556.

Sumber: Hisnul Muslim.

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran

QS. Ibrahim (Nabi Ibrahim) – surah 14 ayat 22 [QS. 14:22]

Dan setan berkata ketika perkara hisab telah diselesaikan dan Allah telah memasukkan penghuni surga dan penghuni neraka ke tempat masingmasing, “Sesungguhnya Allah Yang Maha Menepati janji telah menja … 14:22, 14 22, 14-22, Surah Ibrahim 22, Tafsir surat Ibrahim 22, Quran Ibrahim 22, Surah Ibrahim ayat 22

QS. Al Kahfi (Penghuni-penghuni Gua) – surah 18 ayat 84 [QS. 18:84]

84. Sungguh, Kami telah memberi kedudukan yang tinggi dan kekuasaan yang besar kepadanya di bumi, dan Kami telah memberikan pula jalan kepadanya untuk meraih segala sesuatu yang dia perlukan guna mewu … 18:84, 18 84, 18-84, Surah Al Kahfi 84, Tafsir surat AlKahfi 84, Quran Al-Kahf 84, Surah Al Kahfi ayat 84

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #14

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Mujahadah An-Nafs Fastabiqul khoirot Muhahadah fi sabilillah Mujahadah

Pendidikan Agama Islam #1

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang .. Maha Pemurah Maha Pemaaf

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … hadits terpercaya hadits palsu (dikarang-karang) hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad Maudhu hadits sahabat nabi hadits

Instagram