Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Bersikap Husnudzan Kepada Allah Menjelang Kematian

Yang dimaksud husnudzan kepada Allah adalah sikap seorang hamba yang merasa yakin bahwa dia akan diampuni Allah Dzat yang Maha Kasih Sayang di detik-detik kematiannya. Sehingga dia lebih mengedepankan sikap berharap akan kemurahan dan rahmat Allah.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan pesan berikut, tiga hari sebelum beliau meninggal: Janganlah kalian mati, kecuali dalam keadaan berhusnudzan kepada Allah ‘azza wa jalla. [1]

Ibnu Mas’ud menuturkan: Demi Allah, dimana tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, tidaklah seseorang berusaha berbaik sangka kepada Allah, kecuali Allah akan memberikan apa yang dia harapkan. Karena semua kebaikan ada di tangan-Nya.

Terkait dengan peribadatan kepada Allah, seorang hamba dituntut dua hal:

• Mengedepankan rasa takut terhadap ancaman dan hukuman Allah. Dengan perasaan ini, seorang hamba tidak akan mudah melakukan maksiat.
• Mengedepankan rasa harap terhadap rahmat dan kasih sayang Allah. Dengan perasaan ini, seorang hamba akan banyak memohon kepada Allah.

Fudhail bin Iyadh mengatakan: Rasa takut itu lebih utama dari pada rasa harap, jika seorang hamba itu masih sehat. Tapi jika mendekati kematian maka rasa harap itu lebih afdhal dari pada rasa takut.

[1] HR. Ahmad, Muslim, Ibn Hibban, dst.

Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/236137766486289





▪ Husnudzon menjelang kematian

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim