H.R. Bukhari: 4779 – Tentang Walimah Pernikahan

Siapa saja yang diundang dalam walimah pernikahan?

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 4779

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ:

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ. وَمَنْ تَرَكَ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu: Bahwa ia berkata:

Seburuk-buruknya jamuan adalah jamuan walimah yang diundang sebatas orang-orang kaya, sementara orang-orang miskin tidak diundang. Barang siapa yang tidak memenuhi undangan maka ia telah bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ.

 

Pesan hadits yang disampaikan:

1. Tidak diperkenankan bagi seseorang yang mengadakan walimah pernikahan untuk mengundang orang-orang yang kaya saja. Hendaknya dalam walimah juga mengundang orang-orang yang kurang mampu.

2. Hukum memenuhi undangan adalah wajib, kecuali jika ada uzur yang menghalanginya untuk hadir.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim