QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 95 [QS. 12:95]

قَالُوۡا تَاللّٰہِ اِنَّکَ لَفِیۡ ضَلٰلِکَ الۡقَدِیۡمِ
Qaaluuu tallahi innaka lafii dhalalikal qadiim(i);

Keluarganya berkata:
“Demi Allah, sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu”.
―QS. 12:95
Topik ▪ Asal terciptanya manusia
12:95, 12 95, 12-95, Yusuf 95, Yusuf 95, Yusuf 95

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 95

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 95. Oleh Kementrian Agama RI

Para hadirin yang mendengar ucapan Yakub itu, tidak seorang pun di antara mereka yang membenarkannya, bahkan mereka mengeluarkan kata-kata yang pedas dan tajam yang tidak pantas ditujukan kepada seorang yang telah tua.
Mereka berkata: “Demi Allah, sesungguhnya kamu masih saja dalam kekeliruanmu seperti dulu-dulu juga, yang menyangka bahwa Yusuf masih hidup di dalam waktu singkat akan bertemu dan merasa senang melihatnya.
Kami berpendapat bahwa pikiran semacam itu adalah pikiran yang kacau dan sesat.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Keluarganya malah membalas dengan keras dan tetap yakin bahwa Ya’qub belum sadar dan terbuai dalam khayalan.
Akibatnya terjadilah apa yang terjadi, karena begitu cintanya kepada Yusuf, begitu seringnya ia menyebut namanya karena ingin berjumpa.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Keluarganya berkata) kepadanya (Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu) kesalahanmu (yang dahulu) disebabkan kecintaanmu yang berlebihan terhadap Yusuf, dan harapanmu yang selalu tak padam untuk bersua kembali dengannya sekali pun sudah lama masanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Orang-orang yang hadir di sisinya berkata :
Demi Allah, engkau masih saja tetap dalam kesalahanmu yang dahulu karena kecintaan kepada Yusuf, dan engkau tidak bisa melupakannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ibnu Abbas, Mujahid, Ata, Qatadah, dan Sa’id ibnu Jubair mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah lemah akal.
Mujahid dan Al-Hasan mengatakan pula bahwa makna yang dimaksud ialah pikun.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.
menyitir ucapan mereka:

Sesungguhnya kamu masih dalam kekeliruanmu yang dahulu.

Ibnu Abbas mengatakan, makna yang dimaksud ialah sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu.
Qatadah mengatakan bahwa cintamu kepada Yusuf masih tetap melekat, tidak pernah engkau lupakan.
Mereka mengatakan kalimat yang kurang ajar terhadap ayah mereka, padahal kata-kata itu tidak pantas mereka katakan kepada ayah mereka, terlebih lagi ayah mereka adalah seorang Nabi Allah.
Hal yang sama telah dikatakan oleh As-Saddi dan lain-lainnya.


Kata Pilihan Dalam Surah Yusuf (12) Ayat 95

QADIIM
قَدِيم

Ia adalah mubaalaghah ism fa’il mufrad dari kata kerja qadima dan jamaknya qudamaa’atau qudaamaa, mengandung makna, yang kuno atau dahulu kala, salah satu nama dari nama-nama Allah yang bermaksud yang wujud di mana kewujudannya tiada permulaan, lawan dari hadits (yang baru atau sekarang) dan yang abadi.

Al Kafawiberkata,
Al qadiim adalah ungkapan kepada masa yang tidak wujud sebelumnya sama sekali. Kadangkala ia dikatakan ke atas tahun yang sudah berlalu. Ia juga bisa dikatakan kepada yang ada yang kewujudannya bukan dari yang lain dan juga ke atas kewujudan yang kewujudannya tidak didahului dengan ketiadaan, yaitu:
(1). Al qadiim bil Dzat (maksudnya Allah);
(2). Al qadiim bil zamaan dan lawannya adalah Al muhdith bil zamaan.

Lafaz Qadiim disebut tiga kali dalam Al Qur’an, yaitu pada surah:
-Yusuf (12), ayat 95;
-Yaa Siin (36), ayat 39;
-Al Ahqaf (46), ayat 11.

Di dalam surah Yusuf, Al Qadiim bermakna kesalahan yang terdahulu.

Al Khazin, An Nasafi dan Al Baidawi berkata,
“Sesungguhnya engkau (Ya’qub) benar-benar jauh dari kebenaran yang terdahulu karena terlampau cintakan Yusuf, banyak menyebut namanya, ingin berjumpa dengannya dan tidak pernah melupakannya.

Al Fayruz Abadi berkata: “Sesungguhnya engkau berada pada kesilapan yang dahulu dalam menyebut Yusuf.”

Dalam Tafsir Al Azhar ia bermakna kekeliruan yang lama.

Dalam surah Yaa Siin, lafaz ini dikaitkan dengan al ‘urjuun (tandan) dan al qamar (bulan) atau al ‘urjuunil qadiim(tandan yang condong apabila kering).

Al Khalil berkata,
“Asal tandan adalah kuning dan lebar seperti bulan sabit apabila condong.” Hal ini menandakan awal bulan yang lain, di mana awal bulan ia kelihatan begitu kecil seperti bulan sabit, kemudian berangsur-angsur menjadi besar, sampai menjadi bulan purnama, kemudian ia berangsur-angsur bertambah kecil seperti bulan sabit kembali, seperti tandan yang kering dan mengecut apabila condong. Maknanya tandan itu menjadi kecil kembali disebabkan kering dan mengecut dan ini sama seperti bulan yang bermula dengan bentuk bulan sabit dan berakhir dengan bentuk bulan sabit kembali.

Lafaz Al Qadiim dalam surah Al Ahqaf dikaitkan dengan ifk (pembohongan).

Al Qurtubi berkata,
“Maknanya sama dengan asaathiirul awwaliin (dongengan terdahulu) maksudnya “ketika orang kafir tidak mendapat petunjuk dengan Al Qur’an dan mereka tidak pula mengakui siapa yang membawanya maka mereka memusuhinya dan menyandarkannya. Ia adalah satu pembohongan yang lama.”

Dalam Al Asas fi At Tafsir ia bermaksud penipuan yang dahulu yang dinukilkan dari nenek moyang. Tuduhan pembohongan di sini tidak dilemparkan kepada Rasulullah, tetapi ditujukan kepada kandungan Al Qur’an.

Kesimpulannya, lafaz qadiim di dalam alQuran bermakna yang dahulu atau terdahulu, lama dan tidak berkaitan dengan salah satu nama dari nama-nama Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:449

Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yusuf (12) ayat 95 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yusuf (12) ayat 95 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yusuf (12) ayat 95 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah12
Nama SurahYusuf
Arabيوسف
ArtiNabi Yusuf
Nama lainAhsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu53
JuzJuz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1795
Jumlah huruf7305
Surah sebelumnyaSurah Hud
Surah selanjutnyaSurah Ar-Ra’d
4.8
Ratingmu: 4.4 (28 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/12-95









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta