Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yusuf

Yusuf (Nabi Yusuf) surah 12 ayat 92


قَالَ لَا تَثۡرِیۡبَ عَلَیۡکُمُ الۡیَوۡمَ ؕ یَغۡفِرُ اللّٰہُ لَکُمۡ ۫ وَ ہُوَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِیۡنَ
Qaala laa tatsriiba ‘alaikumul yauma yaghfirullahu lakum wahuwa arhamurraahimiin(a);

Dia (Yusuf) berkata:
“Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kamu, mudah-mudahan Allah mengampuni (kamu), dan Dia adalah Maha Penyayang diantara para penyayang”.
―QS. 12:92
Topik ▪ Segala sesuatu milik Allah
12:92, 12 92, 12-92, Yusuf 92, Yusuf 92, Yusuf 92
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 92. Oleh Kementrian Agama RI

Yusuf seorang nabi, manusia pilihan mempunyai budi pekerti yang mulia, kesopanan yang tinggi, setelah mendengar pengakuan kesalahan dari saudara-saudaranya secara terus-terang dengan tandas dan gamblang ia mengatakan: "Tidak ada celaan, cercaan dan kekerasan dari diri saya sekarang ini, tetapi saya memaafkan segala kesalahan kalian yang telah diperbuat kepada saya dan kepada adikku Bunyamin.
Saya doakan semoga Allah subhanahu wa ta'ala mengampuni dosa kalian yang tidak ringan itu asal kalian dengan segala keikhlasan dan kerendahan hati mau bertobat kepada-Nya dengan menyesali perbuatan burukmu itu dan tidak akan melakukan dan mengulangi lagi serta berbuat baik karena Dia adalah Maha Penyayang."
Budi pekerti yang mulia dan kesopanan yang tinggi yang telah dilakukan oleh Nabi Yusuf as.
itu pernah juga dilakukan dan dicontohkan oleh Nabi Besar Muhammad ﷺ., yaitu pada ketika beliau dan bala tentaranya menaklukkan kota Mekah.
Setelah Nabi Muhammad ﷺ.
bertawaf dan kemudian salat sunat dua rakaat, beliau dengan mengambil tempat di samping Kakbah menghadap para tawanan perang lalu berkata yang artinya:

"Apakah perkiraanmu yang akan saya perbuat terhadap kalian." Para tawanan menjawab: "Kami hanya menyangka yang baik saja, saudara yang mulia dan anak saudara yang mulia." Nabi ﷺ.
berkata: "Saya akan mengatakan sebagaimana yang telah dikatakan oleh rekanmu Yusuf: "Tidak ada celaan, cercaan dan kekerasan sekarang ini." Maka keluarlah para tawanan itu (meninggalkan tempat) seakan-akan mereka dibangkitkan dari kubur.
(H.R.
Bukhari dari Abu Hurairah)

Yusuf (12) ayat 92 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yusuf (12) ayat 92 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yusuf (12) ayat 92 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yusuf, sang nabi, menjawab, "Tidak apa-apa.
Hari ini kalian tidak terhina.
Kalian aku maafkan karena alasan menghormati keturunan dan hak saudara.
Aku akan memohon kepada Allah agar memaafkan dan mengampuni kalian.
Sesungguhnya Dia adalah pemilik kasih sayang yang amat luas."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yusuf berkata, "Tidak ada cercaan) tidak ada celaan (terhadap kalian pada hari ini) kata hari ini secara khusus disebutkan, sebab celaan pasti terjadi di dalamnya akan tetapi pengertiannya menunjukkan, bahwa selainnya lebih utama lagi untuk tidak mendapatkan cercaan (mudah-mudahan Allah mengampuni kalian, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.") Lalu Nabi Yusuf menanyakan kepada mereka tentang keadaan ayahnya, mereka menjawab bahwa matanya telah rabun dan tidak dapat melihat dengan jelas lagi.
Kemudian Nabi Yusuf berkata kepada mereka,

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Yusuf berkata kepada mereka :
Tidak ada cercaan terhadap kalian pada hari ini.
Semoga Allah mengampuni kalian, dan Dia Maha Penyayang di antara penyayang kepada siapa yang bertaubat dari dosanya dan kembali melakukan ketaatan pada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dia (Yusuf) berkata, "Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian."

Yusuf mengatakan, "Tiada kecaman atas diri kalian dan tiada celaan terhadap kalian pada hari ini, dan aku tidak akan mengungkit-ungkit lagi dosa kalian terhadap diriku sesudah hari ini." Kemudian Yusuf mendoakan mereka agar diampuni.
Untuk itu ia berdoa:

...mudah-mudahan Allah mengampuni (kalian), dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.

As-Saddi mengatakan bahwa mereka meminta maaf kepada Yusuf.
Maka Yusuf berkata: Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian.
(Yusuf:92) Yakni aku tidak akan menyebutkan dosa kalian lagi.

Ibnu Ishaq dan As-Sauri mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:

Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian.
Artinya, tiada celaan atas kalian hari ini di hadapanku atas apa yang telah kalian kerjakan di masa lalu.

...mudah-mudahan Allah mengampuni kalian.
Yaitu semoga Allah mengampuni apa yang telah kalian kerjakan.
dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.
(Yusuf:92)

Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf 'alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu'jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab "Ad Dalail" bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf 'alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf 'alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu'jizat-mu'jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya'qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid


Gambar Kutipan Surah Yusuf Ayat 92 *beta

Surah Yusuf Ayat 92



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yusuf

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
4.5
Rating Pembaca: 4.9 (15 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku