QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 87 [QS. 12:87]

یٰبَنِیَّ اذۡہَبُوۡا فَتَحَسَّسُوۡا مِنۡ یُّوۡسُفَ وَ اَخِیۡہِ وَ لَا تَایۡـَٔسُوۡا مِنۡ رَّوۡحِ اللّٰہِ ؕ اِنَّہٗ لَا یَایۡـَٔسُ مِنۡ رَّوۡحِ اللّٰہِ اِلَّا الۡقَوۡمُ الۡکٰفِرُوۡنَ
Yaa banii-yaadzhabuu fatahassasuu min yuusufa wa-akhiihi walaa tayasuu min rauhillahi innahu laa yai-asu min rauhillahi ilaal qaumul kaafiruun(a);

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”.
―QS. 12:87
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
12:87, 12 87, 12-87, Yusuf 87, Yusuf 87, Yusuf 87

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 87

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 87. Oleh Kementrian Agama RI

Berkata Yakub: “Wahai anak-anakku, saya tahu bahkan yakin mimpi Yusuf itu benar dan saya akan sujud kepadanya menghormatinya.
Kalau kalian berpendapat lain ketahuilah bahwa satu waktu Allah subhanahu wa ta’ala akan memperlihatkan kebenaran pendapatku itu.
Untuk ini kembalilah kalian ke Mesir menyelidiki sampai mendapat berita yang pasti tentang Yusuf dan adiknya Bunyamin.
Jangan kalian berputus asa, karena yang demikian itu dilarang oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagaimana firman-Nya:

Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
(Q.S. Az-Zumar [39]: 53)

Selanjutnya Yakub berkata: “Carilah Yusuf dan saudaramu sampai ketemu.
Tidak ada putus asa dalam kamus hidup, dan tidak berarti hidup dengan berputus asa dari rahmat Allah kecuali orang-orang kafir dan orang-orang yang telah sesat sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.
(Q.S. Al-Hijr [15]: 56)

Adapun orang-orang mukmin, mereka tidak akan berputus asa karena musibah yang menimpanya, tidak akan goyah imannya karena bahaya yang melandanya.
Mereka bersabar dan tabah menghadapi segala kesulitan yang dialaminya.
Ia dengan rela penuh ikhlas menerima qada dan qadar dari Allah subhanahu wa ta’ala dengan keyakinan bahwa suatu saat nanti Allah akan menghilangkan semuanya itu sebagaimana firman-Nya:

Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman.
(Q.S. Al-Hajj [22]: 38)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yakin dan percaya kepada Allah memang dapat membangkitkan harapan.
Maka dari itu, kesedihan yang dialami Ya’qub tidak mampu membuatnya putus asa bahwa kedua anaknya yang hilang pasti akan kembali ke pangkuannya.
Nalurinya mengatakan bahwa kedua anaknya itu masih hidup, dan bahwa pertemuannya dengan mereka sudah semakin dekat.
Ya’qub kemudian meminta anak-anaknya pergi ke Mesir mencari kedua anaknya yang hilang itu dengan mengatakan, “Anak-anakku, pergilah kalian ke Mesir dan bergabunglah dengan kakakmu lalu carilah Yusuf dan saudaranya, Benyamin.
Tanyakan kepada orang-orang tentang mereka secara lemah lembut tanpa harus dirasakan orang.
Jangan berputus asa terhadap sifat kasih sayang Allah yang pasti akan mengembalikan mereka kepada kita.
Sebab, sesungguhnya yang berputus asa terhadap kasih sayang Allah hanyalah orang-orang yang ingkar dan kafir.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(“Hai anak-anakku! Pergilah kalian, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudara sekandungnya) artinya carilah berita tentang keduanya (dan jangan kalian berputus asa) putus harapan (dari rahmat Allah) dari rahmat-Nya (Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.”) Lalu mereka berangkat menuju ke negeri Mesir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ya’qub berkata :
Hai anak-anakku, kembalilah ke Mesir, dan carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya, serta janganlah kalian putus harapan dari rahmat Allah.
Sesungguhnya yang putus harapan dari rahmat Allah hanyalah orang-orang yang ingkar terhadap kekuasaan Allah lagi kafir kepada-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan perihal Nabi Ya’qub, bahwa Ya’qub me­merintahkan kepada anak-anaknya untuk pergi ke negeri itu untuk mencari berita tentang Yusuf dan saudaranya Bunyamin.

Lafaz tahassus digunakan untuk mencari berita kebaikan, sedangkan tajassus digunakan untuk mencari berita keburukan.
Ya’qub memberi semangat kepada mereka, bahwa janganlah mereka berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala.
Dengan kata lain, janganlah kalian putus harapan dari rahmat Allah dalam menghadapi tantangan dan meraih cita-cita yang dituju.
Karena sesungguhnya tiada yang berputus harapan dari rahmat Allah kecuali hanyalah orang-orang kafir.


Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yusuf (12) ayat 87 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yusuf (12) ayat 87 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yusuf (12) ayat 87 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 12:87
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yusuf.

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
4.6
Ratingmu: 4.4 (10 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim