QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 86 [QS. 12:86]

قَالَ اِنَّمَاۤ اَشۡکُوۡا بَثِّیۡ وَ حُزۡنِیۡۤ اِلَی اللّٰہِ وَ اَعۡلَمُ مِنَ اللّٰہِ مَا لَا تَعۡلَمُوۡنَ
Qaala innamaa asykuu bats-tsii wahuznii ilallahi wa-a’lamu minallahi maa laa ta’lamuun(a);

Ya’qub menjawab:
“Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya”.
―QS. 12:86
Topik ▪ Pembentukan langit dalam Al Qur’an
12:86, 12 86, 12-86, Yusuf 86, Yusuf 86, Yusuf 86

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 86

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 86. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan sambutan Nabi Yakub kepada anak-anaknya dengan berkata: “Wahai anak-anakku, janganlah kalian mencela dan mencercaku.
Saya tidak pernah mengadu kepadamu, begitu juga kepada manusia yang lain tentang kesedihan dan kesusahanku.
Saya mengadu dan menyampaikan keluhan atas musibah yang menimpaku hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala Kepada-Nya aku meminta perlindungan, berdoa dan memohon untuk menghilangkan kesusahan dan kesedihan itu.
Biarkanlah aku bermunajat dengan Tuhanku.
Saya mengetahui dari ilmu yang diberikan Allah kepadaku bahwa Yusuf itu masih hidup dan tetap memperoleh rezeki.
Ia adalah pilihan Allah subhanahu wa ta’ala dan Dia akan menyempurnakan nikmat-Nya kepada Yusuf dan kepada keluarga Yakub.
Kesemuanya itu kalian tidak mengetahuinya, bahkan telah mengira bahwa Yusuf itu telah mati.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Namun, ucapan mereka tidak berpengaruh sama sekali pada diri Ya’qub.
Ia kemudian menjawab, “Aku tidak mengadu kepada kalian.
Juga tidak meminta kalian untuk meringankan kesedihanku:
yang sulit, yang mudah, yang dapat aku rahasiakan, maupun yang tidak dapat aku rahasiakan.
Sebab, aku tahu benar kebaikan tindakan dan keluasan kasih sayang-Nya yang tidak kalian ketahui.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Yakub menjawab) terhadap anak-anaknya (“Sesungguhnya aku mengadukan kesedihanku) yaitu kesusahan yang besar yang tidak dapat ditahan lagi, sehingga orang yang bersangkutan tidak mampu lagi menahannya lalu mengadukannya kepada orang lain (dan kesusahanku hanya kepada Allah) bukan kepada yang lain-Nya, karena hanya Dialah yang dapat menyelesaikan pengaduanku ini (dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui.”) yaitu bahwasanya mimpi Yusuf itu adalah benar, dia masih tetap hidup.

Kemudian ia berkata:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ya’qub berkata, menjawab mereka :
Aku tidak menunjukkan duka dan kesedihanku kecuali kepada Allah semata, karena Dialah yang menghilangkan kemudharatan dan ujian.
Aku mengetahui rahmat Allah dan kelapangan dari-Nya apa yang tidak kalian ketahui.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Ya’qub menjawab, “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”

Ya’qub menjawab ucapan mereka dengan kalimat berikut:

Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.
Yakni hanya kepada Allah sajalah aku mengadukan kesusahanku dan penderitaan yang kualami ini.

…dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya.
Artinya, aku mengharap semua kebaikan dari Allah.

Dari Ibnu Abbas disebutkan sehubungan dengan makna firman-Nya: dan aku mengetahui dari Allah apa yang kalian tiada mengetahuinya.
(Q.S. Yusuf [12]: 86) Yakni mimpi yang dialami oleh Yusuf itu adalah benar, dan Allah pasti akan menampakkannya menjadi kenyataan.

Al-Aufi telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa aku mengetahui mimpi Yusuf itu benar, dan kelak aku akan bersujud menghormat kepadanya.

Ibnu AbuHatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Hasan ibnu Arafah, telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abdul Malik ibnu Abu Buhainah, dari Hafs ibnu Umar ibnu Abuz Zubair, dari Anas ibnu Malik r.a.
yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Nabi Ya’qub mempunyai seorang saudara angkat, di suatu hari saudara angkatnya bertanya kepadanya, “Apakah yang membuat matamu buta dan punggungmu bongkok?” Ya’qub menjawab, “Hal yang membutakan mataku adalah karena menangisi Yusuf, dan hal yang menyebabkan punggungku bongkok ialah kesedihan karena kehilangan Bunyamin.” Maka Jibril ‘alaihis salam datang kepadanya dan mengatakan, “Hai Ya’qub, sesungguhnya Allah menyampaikan salam kepadamu, dan berfirman kepadamu, ‘Tidakkah kamu malu mengadu kepada selain Aku’?” Ya’qub berkata, “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.”Jibril’alaihis salam berkata, “Allah mengetahui apa yang kamu adukan.”

Hadis ini berpredikat garib di dalamnya terdapat hal yang mungkar.


Kata Pilihan Dalam Surah Yusuf (12) Ayat 86

HUZN
حُزْن

Huzn atau hazan maknanya ialah kesedihan dan kegundahan, lawan dari kebahagiaan dan kegembiraan.

Lafaz al huzn di dalam Al Qur’an disebutkan dua kali yaitu dalam surah Yusuf (12), ayat 84 dan 86.

Sedangkan hazan diulang tiga kali yaitu dalam surah:
-At Taubah (9), ayat 92;
-Al­ Qashahs (28), ayat 8;
-Faathir (35), ayat 34.

‘Audat Allah Mani’ Al Qaisi menerangkan di dalam Al Qur’an penggunaan lafaz huzn berbeda dengan penggunaan lafaz hazan. Kedua lafaz ini mempunyai perbedaan makna. Lafaz huzn menunjukkan keadaan di mana perasaan sedih di dalam dada bergumpal tetapi orang yang mengalaminya tidak merintih dan menangis mengeluarkan air mata, dia berusaha menyembunyikan perasaan sedih yang dalam itu di hatinya. Boleh jadi orang yang melihatnya menyangka dia tidak bersedih, sedangkan kesedihannya menyayat hatinya. Ini disebabkan tanda­-tanda zahir kesedihan seperti rintihan dan air mata tidak nampak.

Kesedihan yang dialami oleh Nabi Ya’qub yang diceritakan dalam surah Yusuf ayat ke 84 dan 86, adalah bentuk kesedihan seperti ini. Nabi Ya’qub memendam kesedihannya di dalam hati. Beliau tidak menampakkan kesedihannya itu kepada ahli keluarga dengan menangis maupun merintih. Beliau hanya mengadu kesedihannya kepada Allah saja. Karena sikap beliau yang terlalu memendam kesedihan ini menyebabkan mata beliau buta dan menjadi putih.

Sedangkan lafaz hazan di dalam Al Qur’an menunjukkan kepada satu keadaan di mana emosi kesedihan seseorang bergejolak sehingga rintihan mulut dan keluar tetesan air mata.

Kesedihan yang disebutkan dalam surah At Taubah (9), ayat 92; surah Al Qashash (28), ayat 8; surah Faathir (35), ayat 34 adalah kesedihan yang demikian.

Dalam surah At Taubah diceritakan, antara kaum mukminin ada yang mau ikut berjuang fisabilillah, memenuhi perintah Rasulullah. Namun, mereka tidak mampu melakukannya karena mereka berada dalam keadaan lemah, sakit.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:202-203

Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yusuf (12) ayat 86 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yusuf (12) ayat 86 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yusuf (12) ayat 86 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 12:86
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yusuf.

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
4.5
Ratingmu: 4.3 (9 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta