Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 8 [QS. 12:8]

اِذۡ قَالُوۡا لَیُوۡسُفُ وَ اَخُوۡہُ اَحَبُّ اِلٰۤی اَبِیۡنَا مِنَّا وَ نَحۡنُ عُصۡبَۃٌ ؕ اِنَّ اَبَانَا لَفِیۡ ضَلٰلٍ مُّبِیۡنِۣ ۚ
Idz qaaluuu layuusufu wa-akhuuhu ahabbu ila abiinaa minnaa wanahnu ‘ushbatun inna abaanaa lafii dhalalin mubiinin;

(Yaitu) ketika mereka berkata:
“Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita dari pada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat).
Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.
―QS. 12:8
Topik ▪ Usia dan rezeki sesuai dengan takdir
12:8, 12 8, 12-8, Yusuf 8, Yusuf 8, Yusuf 8

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 8

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 8. Oleh Kementrian Agama RI

Berkatalah saudara Yusuf antara sesama mereka: “Sesungguhnya ayah kita lebih banyak menyayangi Yusuf dan saudaranya Bunyamin dan lebih banyak menumpahkan perhatiannya kepada keduanya, padahal kitalah yang lebih berhak untuk disayangi dan diperhatikan karena kita ini sudah menjadi orang dewasa yang kuat dan dapat membelanya dan memenuhi segala kebutuhannya.
Sikap ayah kita itu adalah sikap yang bertentangan dengan keadilan dan persamaan hak antara anak-anak.
Kenapa ayah lebih mengutamakan dua orang anak yang lemah dan tak berdaya itu daripada kita yang kuat dan lebih sanggup berkhidmat dan berbakti kepadanya?”

Sepintas lalu tampak dengan jelas kebenaran ucapan saudara-saudaranya Yusuf itu, seakan-akan Nabi Yakub as.
telah membuat kekeliruan dengan tindakannya itu padahal dia seorang Nabi yang selalu dibimbing Allah dalam segala sikap dan tindakannya.
Menurut riwayat memang Yakub menumpahkan perhatian yang besar sekali terhadap Yusuf, karena dia melihat bahwa ada firasat dan tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dia mempunyai keistimewaan tentang sifat dan pembawaannya.
Keistimewaan ini tak terdapat pada saudara-saudaranya yang lain.
Maka dia amat menggantungkan harapan kepadanya apalagi setelah ia mendengar Yusuf menceritakan mimpinya itu.
Jadi kalau ia lebih cinta kepadanya dan lebih banyak memperhatikannya, maka hal itu adalah wajar apalagi Yusuf dan Bunyamin masih kecil-kecil lebih banyak membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tuanya dibanding saudara-saudaranya yang sudah besar.
Hanya sifat iri dan dengki sajalah yang mendorong saudara-saudaranya untuk melakukan tindakan permusuhan terhadapnya, bukanlah karena ayah mereka sudah menyimpang dari jalan keadilan.
Bagi seorang manusia apalagi bagi Yakub yang sudah tua itu tidak ada salahnya kalau hatinya cenderung kepada salah satu anaknya, cinta kasihnya lebih banyak tertumpah kepada anak-anaknya yang masih kecil, karena cinta dan kasih sayangnya itu tidaklah berada dalam kekuasaan manusia.
Allah berfirman:

Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu) walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian.
(Q.S.
An Nisa’: 129)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Yaitu, ketika saudara-saudara Yusuf berkata kepada sesama mereka, “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita adalah satu kelompok yang kuat dan lebih bermanfaat bagi ayah daripada mereka berdua.
Dengan lebih menganakemaskan Yusuf dan saudara kandungnya daripada kita, sesungguhnya ayah kita telah keliru dan jauh dari kebenaran.
Padahal kebenaran itu amat jelas.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

Ingatlah (ketika mereka berkata) yaitu sebagian saudara-saudara Nabi Yusuf kepada sebagian yang lain (“Sesungguhnya Yusuf) lafal Yusuf berkedudukan menjadi mubtada (dan saudaranya) yang sekandung yaitu Bunyamin (lebih dicintai) menjadi khabar dari lafal Yusuf tadi (oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita ini adalah satu golongan) kelompok yang kuat.
(Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kesesatan) kekeliruan (yang nyata) kekeliruan yang jelas dikarenakan ia lebih menyayangi Yusuf dan saudara sekandungnya daripada kita.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ketika saudara-saudara Yusuf yang sebapak berkata satu sama lain :
Sesungguhnya Yusuf dan saudara kamdungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita dan lebih diutamakan, padahal kita lebih banyak.
Sesungguhnya ayah kita benar-benar berbuat kesalahan yang nyata dengan mengutamakan mereka daripada kita tanpa alasan yang jelas.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

(Yaitu) ketika mereka berkata, “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri.”

Mereka bersumpah menurut dugaan mereka, “Demi Allah, sesungguhnya Yusuf dan saudaranya, yakni Bunyamin saudara seibu dan sebapanya:

…lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah suatu golongan (yang kuat).”

Yakni suatu golongan, maka mengapa ayah kita lebih menyukai keduanya daripada kita yang jumlahnya banyak?

Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.

Mereka bermaksud bahwa ayah mereka keliru karena lebih memperhatikan keduanya daripada diri mereka, dan kecintaannya kepada keduanya jauh lebih besar daripada kepada mereka.

Perlu diketahui bahwa tidak ada suatu dalil pun yang menunjukkan kenabian saudara-saudara Yusuf.
Makna lahiriah konteks ayat ini menunjukkan tidak adanya kenabian pada mereka.
Tetapi sebagian ulama menduga bahwa mereka diberi wahyu sesudah peristiwa tersebut.
Hanya pendapat ini masih perlu dipertimbangkan kebenarannya, dan orang yang menduga seperti itu dituntut mengemukakan dalil yang memperkuat pendapatnya.
Ternyata mereka yang mengatakan demikian tidak menyebutkan suatu dalil pun kecuali hanya firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Katakanlah (hai orang-orang mukmin), “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak cucunya.” (Al Baqarah:136)

Dalil ini memang mengandung pengertian ke sana, karena puak-puak Bani Israil dikenal dengan sebutan ‘asbat’, yang kalau menurut bangsa Arab disebut ‘kabilah’ dan menurut orang ‘Ajam disebut ‘bangsa’, disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
bahwa Dia menurunkan wahyu kepada para nabi dari kalangan asbat Bani Israil.
Dalam kaitan ini Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan mereka secara global, karena jumlah mereka cukup banyak.
Akan tetapi, masing-masing sibt (pauk) itu adalah keturunan dari saudara-saudara Yusuf, hanya tidak ada suatu dalil pun yang menunjukkan bahwa telah diberikan wahyu kepada saudara-saudara Yusuf itu.


Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Yusuf (12) ayat 8 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Yusuf (12) ayat 8 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Yusuf (12) ayat 8 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 111 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah12
Nama SurahYusuf
Arabيوسف
ArtiNabi Yusuf
Nama lainAhsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu53
JuzJuz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1795
Jumlah huruf7305
Surah sebelumnyaSurah Hud
Surah selanjutnyaSurah Ar-Ra’d
4.5
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/12-8









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta