QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 67 [QS. 12:67]

وَ قَالَ یٰبَنِیَّ لَا تَدۡخُلُوۡا مِنۡۢ بَابٍ وَّاحِدٍ وَّ ادۡخُلُوۡا مِنۡ اَبۡوَابٍ مُّتَفَرِّقَۃٍ ؕ وَ مَاۤ اُغۡنِیۡ عَنۡکُمۡ مِّنَ اللّٰہِ مِنۡ شَیۡءٍ ؕ اِنِ الۡحُکۡمُ اِلَّا لِلّٰہِ ؕ عَلَیۡہِ تَوَکَّلۡتُ ۚ وَ عَلَیۡہِ فَلۡیَتَوَکَّلِ الۡمُتَوَکِّلُوۡنَ
Waqaala yaa banii-ya laa tadkhuluu min baabin waahidin waadkhuluu min abwaabin mutafarriqatin wamaa ughnii ‘ankum minallahi min syai-in inil hukmu ilaa lillahi ‘alaihi tawakkaltu wa’alaihi falyatawakkalil mutawakkiluun(a);

Dan Ya’qub berkata:
“Hai anak-anakku janganlah kamu (bersama-sama) masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lain, namun demikian aku tiada dapat melepaskan kamu barang sedikitpun dari pada (takdir) Allah.
Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah, kepada-Nya-lah aku bertawakkal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakkal berserah diri”.
―QS. 12:67
Topik ▪ Takdir ▪ Kebenaran dan hakikat takdir ▪ Kedahsyatan hari kiamat
12:67, 12 67, 12-67, Yusuf 67, Yusuf 67, Yusuf 67

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 67

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 67. Oleh Kementrian Agama RI

Nabi Yakub berkata: “Hai anak-anakku, nanti jika kamu sekalian sampai di muka istana raja di Mesir, janganlah masuk bersama-sama dari satu pintu gerbang, tetapi masuklah dari pintu-pintu gerbang yang lain, supaya terhindar dari penglihatan mata orang yang hasud atau mengalami hal-hal yang tidak diinginkan.”

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ.
mengakui adanya hasud itu sehingga beliau mengatakan: “Sesungguhnya hasud itu dapat memasukkan seorang ke dalam kubur dan seekor unta ke dalam periuk besar.” Dan beliau pernah pula mengajarkan sebuah doa supaya terhindar dari padanya.
Doanya demikian: “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan yang jahat, dan dari setiap mata yang hasud.”

Nabi Yakub menasihatkan pula, bahwa walaupun ada usaha demikian namun beliau tidak dapat mencegah tibanya kepastian dari Allah, sebab keputusan menetapkan sesuatu hanyalah berada di tangan-Nya.
Semua pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan kemampuan akan tetapi disertai keyakinan, bahwa ketentuan dari Allah pasti terjadi, dan tidak seorang pun yang dapat menghalang-halanginya.
Oleh karena itu kepada-Nyalah dia bertawakal dan kepada-Nyalah semua orang yang bertawakkal berserah diri.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Ya’qub merasa mantap dengan janji anak-anaknya.
Perasaan haru yang ada dalam hatinya mendorongnya untuk memberikan pesan kepada mereka agar mereka, dalam memasuki kota Mesir, melewati pintu yang berbeda-beda supaya tidak menjadi pusat perhatian orang lain ketika mereka masuk dan agar tidak diawasi.
Sebab hal itu bisa berakibat tidak baik bagi mereka.
“Sedangkan aku,” kata Ya’qub, “tidak mampu melindungi kalian dari bahaya.
Yang mampu menahan aniaya hanyalah Allah.
Dialah Yang Mahakuasa.
Aku bertawakkal kepada-Nya dan aku serahkan kepada-Nya perkaraku dan perkara kalian.
Hanya kepada-Nyalah seharusnya orang-orang beriman dan orang-orang yang menyerahkan segala perkaranya itu bertawakkal.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan Yakub berkata, “Hai anak-anakku! Janganlah kalian masuk) ke negeri Mesir (dari satu pintu gerbang, tetapi masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlainan) supaya kalian tidak menjadi sial karenanya (namun demikian aku tidak dapat menghindarkan) menolak (diri kalian) dengan melalui saranku ini (dari takdir Allah) huruf min di sini adalah zaidah (barang sedikit pun) yang telah ditakdirkan-Nya terhadap kalian, sesungguhnya hal tersebut hanyalah terdorong oleh rasa sayangku.

(Tiada lain) (keputusan hanyalah hak Allah) semata (dan hanya kepada-Nyalah aku bertawakal) artinya hanya kepada-Nyalah aku percaya (dan hanya kepada-Nyalah hendaknya orang-orang yang bertawakal berserah diri.”)

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ayah mereka berkata kepada mereka :
Hai anak-anakku, jika kalian memasuki negeri Mesir, janganlah kalian masuk dari satu pintu, tetapi masuklah dari pintu-pintu yang berbeda-beda, agar penyakit Ain (sihir mata) tidak menimpa kalian.
Meskipun aku berpesan demikian kepada kalian, aku tidak dapat menghalangi dari kalian sesuatu yang telah Allah tetapkan atas kalian.
Keputusan itu hanyalah hak Allah semata, pada Nya-lah aku bersandar dan menaruh kepercayaan, dan hanya kepada-Nya sajalah orang-orang yang beriman bersandar.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan tentang Nabi Ya’qub ‘alaihis salam, bahwa dia memerintahkan kepada anak-anaknya ketika melepas keberangkatan mereka bersama Bunyamin menuju negeri Mesir, bahwa janganlah mereka masuk dari satu pintu gerbang semuanya, tetapi hendaklah masuk dari berbagai pintu gerbang yang berlainan.

Menurut Ibnu Abbas, Muhammad ibnu Ka’b, Mujahid, Ad-Dahhak, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang, hal itu untuk menghindari ‘ain (kesialan).
Demikian itu karena mereka adalah orang-orang yang berpenampilan bagus dan mempunyai rupa yang tampan-tampan serta kelihatan berwibawa.
Maka Ya’qub ‘alaihis salam merasa khawatir bila mereka tertimpa ‘ain disebabkan pandangan mata orang-orang.
Karena sesungguhnya ‘ain itu adalah benar, ia dapat menurunkan pengendara kuda dari kudanya.

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibrahim An-Nakha’i sehubungan dengan firman-Nya:

…dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berlain-lainan.
Ya’qub merasa yakin bahwa Yusuf pasti akan menjumpai salah seorang dari saudara-saudaranya di antara pintu-pintu gerbang itu.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

…namun demikian, aku tiada dapat melepaskan kalian barang sedikit pun dari (takdir) Allah.

Yakni sesungguhnya tindakan hati-hati ini tidak dapat menolak takdir dan keputusan Allah, karena sesungguhnya apabila Allah menghendaki sesuatu, maka kehendak-Nya itu tidak dapat dicegah, tidak dapat pula ditolak.

#Catatan :
Nabi Ya’qub begitu menghawatirkan perjalanan anak-anaknya ke Mesir karena Benjamin, anak bungsunya ikut bersama mereka karena beliau mengingat apa yang telah terjadi pada Yusuf.
Kendati beliau adalah seorang yang bertawakkal kepada Allah dan bersabar dalam menghadapi ketetapan Allah, sebagai manusia biasa beliau tetap menyarankan agar anak-anak beliau selalu waspada.
Beliau menyuruh anak-anaknya untuk memasuki kota secara terpisah dari gerbang yang berbeda karena beliau khawatir jika anak-anaknya masuk ke kota berombongan, mereka akan ditangkap karena dikira sebagai rombongan yang akan membuat kekacauan.

diringkas dari http://www.tafheem.net/


Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yusuf (12) ayat 67 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yusuf (12) ayat 67 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yusuf (12) ayat 67 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 12:67
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yusuf.

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
4.4
Ratingmu: 4.8 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta