Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 65 [QS. 12:65]

وَ لَمَّا فَتَحُوۡا مَتَاعَہُمۡ وَجَدُوۡا بِضَاعَتَہُمۡ رُدَّتۡ اِلَیۡہِمۡ ؕ قَالُوۡا یٰۤاَبَانَا مَا نَبۡغِیۡ ؕ ہٰذِہٖ بِضَاعَتُنَا رُدَّتۡ اِلَیۡنَا ۚ وَ نَمِیۡرُ اَہۡلَنَا وَ نَحۡفَظُ اَخَانَا وَ نَزۡدَادُ کَیۡلَ بَعِیۡرٍ ؕ ذٰلِکَ کَیۡلٌ یَّسِیۡرٌ
Walammaa fatahuu mataa’ahum wajaduu bidhaa’atahum ruddat ilaihim qaaluuu yaa abaanaa maa nabghii hadzihi bidhaa’atunaa ruddat ilainaa wanamiiru ahlanaa wanahfazhu akhaanaa wanazdaadu kaila ba’iirin dzalika kailun yasiirun;

Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang (penukaran) mereka, dikembalikan kepada mereka.
Mereka berkata:
“Wahai ayah kami apa lagi yang kita inginkan.
Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita, dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami, dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta.
Itu adalah sukatan yang mudah (bagi raja Mesir)”.
―QS. 12:65
Topik ▪ Sifat Rendah diri dan khusyuk
12:65, 12 65, 12-65, Yusuf 65, Yusuf 65, Yusuf 65

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 65

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 65. Oleh Kementrian Agama RI

Setelah saudara-saudara Yusuf membuka karung bahan makanan yang mereka bawa dari Mesir itu, ternyata barang-barang mereka sendiri ada pula di dalamnya.
Mereka berkata pada ayah mereka: “Wahai ayah kami inilah barang-barang kita yang kami bawa ke Mesir dikembalikan kepada kita.
Ini adalah bukti yang nyata betapa baiknya hati penguasa Mesir itu kepada kita dan betapa pemurahnya sehingga dia tidak mau mengambil barang-barang kita sebagai tukaran makanan yang diberikan kepada kita.
Dia telah menolong kita dengan ikhlas tanpa mengharapkan balasan.
Memang amat besar pertolongannya kepada kita dan amat besar pula utang budi kita terhadapnya.
Oleh sebab itu kita harus membalas jasanya dan budi baiknya itu sekurang-kurangnya dengan memenuhi janji kami dengan dia yaitu akan membawa adik kami Bunyamin ke Mesir.
Sekarang kita dapat memanfaatkan barang-barang kita itu untuk kepentingan kita di sini di samping kita juga mempunyai makanan untuk mencukupi keperluan kita.
Dan kalau kami kembali ke Mesir membawa Bunyamin tentulah kita akan mendapat bahan makanan lebih banyak paling tidak akan bertambah satu pikulan karena kami sudah berjumlah sebelas orang.
Bagi Penguasa Mesir satu pikulan bahan makanan itu tidaklah akan memberatkan karena gudang-gudangnya penuh dengan bahan makanan.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Saudara-saudara Yusuf tidak tahu bahwa Yusuf meletakkan harta mereka dalam tas-tas mereka.
Maka, ketika mereka membukanya, mereka mendapatkan harta tersebut, lantas mereka tahu betapa mulia yang diperbuat oleh Yusuf terhadap mereka.
Hal itu oleh mereka dijadikan alasan untuk lebih menenangkan hati ayahnya serta meyakinkannya untuk mengabulkan permintaan raja Mesir.
Mereka memaksa ayahnya untuk mengabulkan permintaan itu.
Mereka juga mengatakan bahwa antara saudara mereka dengan mereka sendiri diikat dengan hubungan yang kuat yaitu saudara satu ayah.
Mereka berkata, “Wahai ayah kami, adakah yang ayah inginkan itu lebih baik dari apa yang sudah dan akan terjadi?
Lihatlah, ini harta kami dikembalikan tanpa ada sedikit pun yang diambil.
Oleh karena itu, izinkanlah kami pergi bersama Benyamin untuk mendapatkan bingkisan bagi keluarga kita.
Kami akan menjaganya.
Dan bingkisan itu akan bertambah jika dibawa oleh unta milik saudara kami, karena sesungguhnya sang raja telah menetapkan untuk memberi setiap orang bahan makanan seberat beban unta.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Tatkala mereka membuka barang-barangnya, mereka menemukan kembali barang-barang penukaran mereka dikembalikan kepada mereka.
Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Apalagi yang kita inginkan) huruf maa di sini merupakan kata tanya, artinya apalagi yang kita cari lebih dari penghormatan yang telah diberikan oleh sang raja?
Menurut qiraat lafal nabghii dibaca tabghii sebagai khithab atau pembicaraan yang ditujukan kepada Nabi Yakub.
Karena mereka menceritakan kepadanya tentang penghormatan sang raja terhadap mereka.
(Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami) artinya kami dapat membawa perbekalan makanan buat mereka (dan kami akan menjaga saudara kami dan kami akan mendapat tambahan sukatan seberat beban seekor unta) untuk saudara kami Bunyamin.
(Itulah sukatan yang mudah.”) bagi raja Mesir, karena ia orangnya sangat dermawan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Tatkala mereka membuka wadah-wadah mereka, mereka mendapati penukar barang-barang mereka yang telah mereka serahkan kepadanya telah dikembalikan kepada mereka.
Mereka berkata :
Wahai ayah kami, apa yang kita inginkan lebih dari ini??
Inilah harga barang-barang kita yang dikembalikan oleh al-Aziz (pembesar) kepada kita.
Maka, hendaklah engkau merasa tentram terhadap saudara kami, dan biarkanlah dia pergi bersama kami; agar kami dapat mendatangkan makanan yang memadai bagi keluarga kami, dan kami akan memelihara saudara kami, serta kami akan mendapat tambahan seberat beban seekor unta untuknya.
Karena al-Aziz menakar untuk tiap-tiap orang seberat beban seekor unta, dan itu adalah sukatan yang mudah baginya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
menceritakan bahwa ketika saudara-saudara Yusuf membuka karung-karung mereka, ternyata mereka menjumpai barang-barangnya dikembalikan kepada mereka.
Yusuflah yang memerintahkan kepada pelayan-pelayannya agar memasukkan kembali barang-barang mereka ke dalam karungnya masing-masing.
Setelah mereka mendapati barang-barang mereka ada di dalam karungnya:

Mereka berkata, “Wahai ayah kami, apa lagi yang kita inginkan.
Ini barang-barang kita dikembalikan kepada kita.”

Menurut Qatadah, artinya adalah ‘tiada yang kita inginkan selain ini, sesungguhnya barang-barang kita dikembalikan kepada kita, padahal sukatan kita telah disempurnakan bagi kita’.

…dan kami akan dapat memberi makan keluarga kami.

Yakni jika engkau melepaskan saudara kami pergi bersama-sama kami, niscaya kami dapat memberikan jatah makanan kepada keluarga kami.

…dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kami akan mendapat tambahan sukatan (gandum) seberat beban seekor unta.

Demikian itu karena Yusuf memberikan kepada setiap orang seberat beban seekor unta.
Mujahid mengatakan bahwa makanan itu seberat beban seekor keledai, dengan alasan bahwa menurut sebagian dialek terkadang keledai disebut dengan sebutan ba’ir (unta).

Itu adalah sukatan yang mudah (bagi Raja Mesir).

Ayat ini merupakan kesempurnaan bagi kalam sebelumnya dan berfungsi memperindahnya.
Dengan kata lain, sesungguhnya sukatan itu amatlah mudah bila dibandingkan dengan imbalannya, yaitu jasa membawa saudara mereka.


Kata Pilihan Dalam Surah Yusuf (12) Ayat 65

BIDHAA’AH
بِضَٰعَة

Lafaz bidhaa’ah berbentuk mufrad, jamaknya adalah badhaa’i, maknanya sesuatu yang diniagakan.

Asy Syawkani mengatakan, al-bidha’ah adalah harta benda yang diniagakan berasal dari sesuatu yang dipotong, diambil dari harta karena ia adalah sebahagian dari harta untuk diniagakan dengannya.

Disebut lima kali dalam surah Yusuf (12), ayat 19, 62, 65, 65 dan 88.

Terdapat beberapa makna bidhaa’ah dalam kelima ayat ini berdasarkan kandungan dan isi ayat yaitu :

1. Bidhaa’ah bermaksud Nabi Yusuf sebagaimana terdapat dalam ayat 19.
Firman Allah :

وَأَسَرُّوهُ بِضَٰعَةًۚ

Nabi Yusuf dikatakan bidhaa’ah dalam ayat ini karena ketika ia dijumpai oleh kafilah di dalam sumur, ia termasuk barang dagangan yang akan diniagakan oleh mereka.
Allah beerfirma dalam ayat 88,

وَجِئْنَا بِبِضَٰعَةٍ مُّزْجَىٰةٍ

Kata bidhaa’ah dihubungkan dengan lafaz muzjah. yang bermaksud yang sedikit, jelek atau buruk.

Mujahid dan Hasan berpendapat bidha’ah muzjah adalah harga makanan yang murah.

Salah satu riwayat Ibn Abbas, Qatadah dan As Suddi mengatakan bidha’ah muzjah adalah dirham-dirham yang sedikit yang tidak dapat membeli keperluan kecuali sedikit.

Abu Salih berpendapat, bidha’ah muzjah adalah biji tanaman dan pohon.

Ibn Abbas juga berkata ia adalah sandal-sandal, kulit dan bekalan­ bekalan musafir.

Kesimpulannya, bidha’ah muzjaah mencakup semua makna yang disebut di atas.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:102-103

Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Yusuf (12) ayat 65 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Yusuf (12) ayat 65 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Yusuf (12) ayat 65 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 111 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah12
Nama SurahYusuf
Arabيوسف
ArtiNabi Yusuf
Nama lainAhsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu53
JuzJuz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1795
Jumlah huruf7305
Surah sebelumnyaSurah Hud
Surah selanjutnyaSurah Ar-Ra’d
4.8
Ratingmu: 4.6 (16 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/12-65









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta