QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 64 [QS. 12:64]

قَالَ ہَلۡ اٰمَنُکُمۡ عَلَیۡہِ اِلَّا کَمَاۤ اَمِنۡتُکُمۡ عَلٰۤی اَخِیۡہِ مِنۡ قَبۡلُ ؕ فَاللّٰہُ خَیۡرٌ حٰفِظًا ۪ وَّ ہُوَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِیۡنَ
Qaala hal aamanukum ‘alaihi ilaa kamaa amintukum ‘ala akhiihi min qablu fallahu khairun haafizhan wahuwa arhamurraahimiin(a);

Berkata Ya’qub:
“Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepadamu, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kamu dahulu?”.
Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyanyang diantara para penyanyang.
―QS. 12:64
Topik ▪ Sifat Rendah diri dan khusyuk
12:64, 12 64, 12-64, Yusuf 64, Yusuf 64, Yusuf 64

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 64

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Yakub terkejut mendengar permintaan mereka yang terakhir ini dan dengan seketika menjawab: “Apakah aku akan mempercayakan Bunyamin kepadamu sebagaimana aku telah mempercayakan Yusuf di masa yang lalu?”
Apakah kamu belum puas dengan mencelakakan Yusuf sehingga sekarang kamu ingin mencelakakan Bunyamin lagi?
Apakah aku akan percaya saja kepada janji-janji dan jaminanmu terhadap Bunyamin padahal kamu dahulu telah membuat janji dan jaminan serupa ketika kamu hendak membawa Yusuf bermain-main ke tempat penggembalaan di padang pasir?
Aku tidak percaya lagi kepada ucapan dan janjimu.
Aku akan menggantungkan harapanku kepada Allah agar Dia tetap memelihara Bunyamin karena Dialah sebaik-baik Penjaga dan Penyayang.
Kepada-Nyalah aku bertawakal dalam menghadapi segala persoalan.
Hanya Dialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, aku bermohon agar Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepadaku dengan melindungi Bunyamin dan menjaga keselamatannya dan tidak akan menimpakan cobaan kepadaku seperti cobaan kehilangan Yusuf anakku yang tercinta.
Sesungguhnya rahmat Allah Maha luas dan Karunia-Nya Maha Besar.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mendengar cerita dan permohonan anak-anaknya, hati Ya’qub tergugah oleh ingatan-ingatan masa lalu, kemudian berusaha mengaitkannya dengan apa yang sedang ia dengar.
Ya’qub berkata kepada mereka, “Jika aku terima permohonan kalian, sungguh ini merupakan sesuatu yang aneh.
Sebab, jika aku percayakan Benyamin kepada kalian, maka yang akan terjadi tidak akan berbeda dengan apa yang pernah terjadi ketika aku percayakan Yusuf kepada kalian.
Saat itu kalian kembali sambil berkata bahwa Yusuf dimangsa serigala.
Sesungguhnya hanya Allahlah tempat aku bergantung untuk melindungi anakku.
Dialah penjaga yang Mahakuat.
Allahlah tempat aku bergantung untuk melindungi anakku.
Dia Mahakuat.
Rahmat- Nya lebih luas dari rasa takutku akan kehilangan Benyamin setelah kehilangan Yusuf.”

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Berkata Yakub, “Bagaimana) tiada (aku akan mempercayakannya kepada kalian, kecuali seperti aku mempercayakan saudaranya kepada kalian) yang dimaksud adalah Nabi Yusuf (dahulu?) dan ternyata kalian telah mencelakakannya.

(Maka Allah adalah sebaik-baik penjaga) menurut qiraat yang lain lafal haafizhan dibaca hifzhan dengan kedudukan menjadi tamyiz, perihalnya sama dengan perkataan mereka/orang-orang Arab lillaahi darruhu faarisan (dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.”) maka aku memohon semoga Dia menganugerahkan pemeliharaan-Nya terhadap Nabi Yusuf.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Ayah mereka berkata kepada mereka :
Bagaimana mungkin aku akan mempercayakan Bunyamin kepada kalian, sedangkan aku dahulu telah mempercayakan saudaranya Yusuf, kepada kalian, dan kalian berjanji akan menjaganya tapi kalian tidak menepati hal itu??
Aku tidak akan percaya dengan janji kalian dan penjagaan kalian, tetapi aku hanya percaya dengan penjagaan Allah, sebagai sebaik-baik Penjaga dan sebaik-baik Penyayang.
Aku berharap agar Dia merahmatiku, lalu menjaganya dan mengembalikannya kepadaku.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepada kalian, kecuali seperti aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kalian dahulu.

Yakni tiadalah kalian akan memperlakukannya kecuali seperti apa yang telah kalian lakukan kepada saudaranya (Yusuf) sebelumnya.
Kalian menjauhkannya dariku dan menghalang-halangi antara aku dan dia.

Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga.

Sebagian ulama membacanya hifzan.

…dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.

Yakni Dia Maha Penyayang di antara para penyayang kepadaku, dan Dia pasti akan merahmatiku karena usiaku yang telah lanjut, kelemahanku, dan kerinduanku kepada anakku (Yusuf), aku pun selalu berharap kepada Allah, semoga Dia mengembalikan Yusuf kepadaku dan menghimpunkan kekuatanku berkat bersatu dengannya.
Sesungguhnya Dia Maha Penyayang di antara para penyayang.


Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yusuf (12) ayat 64 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yusuf (12) ayat 64 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yusuf (12) ayat 64 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 12:64
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yusuf.

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
4.7
Ratingmu: 4.5 (15 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta