Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 53 [QS. 12:53]

وَ مَاۤ اُبَرِّیُٔ نَفۡسِیۡ ۚ اِنَّ النَّفۡسَ لَاَمَّارَۃٌۢ بِالسُّوۡٓءِ اِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّیۡ ؕ اِنَّ رَبِّیۡ غَفُوۡرٌ رَّحِیۡمٌ
Wamaa ubarri-u nafsii innannafsa ammaaratun bissuu-i ilaa maa rahima rabbii inna rabbii ghafuurun rahiimun;
Dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.
―QS. Yusuf [12]: 53

Daftar isi

And I do not acquit myself.
Indeed, the soul is a persistent enjoiner of evil, except those upon which my Lord has mercy.
Indeed, my Lord is Forgiving and Merciful."
― Chapter 12. Surah Yusuf [verse 53]

وَمَآ dan tidak

"And not
أُبَرِّئُ aku membebaskan

I absolve
نَفْسِىٓ diriku/nafsuku

myself.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
ٱلنَّفْسَ nafsu

the soul
لَأَمَّارَةٌۢ selalu menyuruh

(is) a certain enjoiner
بِٱلسُّوٓءِ dengan/pada kejahatan

of evil,
إِلَّا kecuali

unless
مَا apa

[that]
رَحِمَ memberi rahmat

bestows Mercy
رَبِّىٓ Tuhanku

my Lord.
إِنَّ sesungguhnya

Indeed,
رَبِّى Tuhanku

my Lord
غَفُورٌ Maha Pengampun

(is) Oft-Forgiving,
رَّحِيمٌ Maha Penyayang

Most Merciful."

Tafsir

Alquran

Surah Yusuf
12:53

Tafsir QS. Yusuf (12) : 53. Oleh Kementrian Agama RI


Dalam ayat ini dijelaskan bahwa Yusuf sebagai manusia mengakui bahwa setiap nafsu cenderung dan mudah disuruh untuk berbuat jahat kecuali jika diberi rahmat dan mendapat perlindungan dari Allah.
Yusuf selamat dari godaan istri al-Aziz karena limpahan rahmat Allah dan perlindungan-Nya, meskipun sebagai manusia Yusuf juga tertarik pada istri al-Aziz sebagaimana perempuan itu tertarik kepadanya seperti diterangkan pada ayat 24:

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهٖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ اَنْ رَّاٰى بُرْهَانَ رَبِّهٖ

Dan sungguh, perempuan itu telah berkehendak kepadanya (Yusuf).

Dan Yusuf pun berkehendak kepadanya, sekiranya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.
(Yusuf [12]: 24)


Tetapi ada pendapat lain yang menyatakan bahwa ayat 53 ini menerang-kan pengakuan istri al-Aziz dengan terharu dan rasa penyesalan yang mendalam bahwa dia tidak dapat membersihkan dirinya dari kesalahan dan ketelanjuran.

Dia juga mengakui bahwa memang dia yang hampir meng-khianati suaminya dengan merayu Yusuf ketika suaminya tidak di rumah.
Untuk menjaga nama baik diri, suami, dan keluarganya, dia menganjurkan supaya Yusuf dipenjarakan, atau ditimpakan kepadanya siksaan yang pedih.

Istri al-Aziz telah melakukan kesalahan ganda, yaitu berdusta dan menuduh orang yang jujur dan bersih serta menjebloskannya ke penjara.


Pada akhir ayat ini dijelaskan bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.

Tafsir QS. Yusuf (12) : 53. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku tidak mengklaim bahwa diriku suci dan terhindar dari kesalahan.
Sebab, secara naluri, jiwa manusia selalu condong kepada kesenangan dan menganggap indah keburukan dan kejahatan, kecuali jiwa yang dijaga oleh Allah dan dihindarkan dari kejelekan.


Sesungguhnya aku adalah orang yang sangat mengharapkan rahmat dan pengampunan Allah.
Dia sangat luas ampunan-Nya atas dosa-dosa orang yang bertobat.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Istri pembesar itu berkata,
"Dan aku tidak menganggap diriku bersih dan tidak membebaskannya (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu banyak menyuruh pelakunya kepada perbuatan maksiat karena mencari kelezatannya, kecuali siapa yang diberi perlindungan oleh Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi dosa-dosa siapa saja di antara para hamba-Nya yang bertaubat, lagi Maha Penyayang kepada mereka."

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



("Dan aku tidak membebaskan diriku) dari kesalahan-kesalahan


(karena sesungguhnya nafsu itu) yaitu hawa nafsu


(selalu menyuruh) banyak menyuruh


(kepada kejahatan kecuali orang) lafal maa di sini bermakna man, yaitu orang atau diri


(yang diberi rahmat oleh Rabbku) sehingga terpeliharalah ia dari kesalahan-kesalahan.


(Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.").

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Istri Al-Aziz mengatakan,
"Aku tidak membebaskan diriku dari kesalahan, sebab hawa nafsu diriku selalu membisikkan godaan dan angan-angan kepadaku.
Karena itulah aku menggodanya."

…karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku.

kecuali orang yang dipelihara oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dari kesalahan.

Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Pendapat inilah yang terkenal, yang lebih sesuai, dan lebih serasi dengan konteks kisah dan makna-makna kalimat.


Pendapat ini diriwayatkan oleh Al-Mawardi di dalam kitab tafsirnya, dan pendapatnya ini didukung oleh Imam Abul Abbas ibnu Taimiyyah yang menulisnya secara tersendiri di dalam suatu pembahasan secara detail.
Menurut pendapat lainnya, kalimat dalam ayat ini termasuk perkataan Nabi Yusufalaihis salam Yusufalaihis salam berkata:

Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya.

Yakni tidak berbuat yang tidak senonoh terhadap istrinya.

…di belakangnya.

Dengan kata lain, sesungguhnya aku menyuruh si utusan raja kembali tiada lain agar raja mengetahui kebersihan diriku dari apa yang dituduhkan kepadaku dan agar Al-Aziz (suami si wanita yang menggodanya) mengetahui.

…bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya.

Yakni dengan melakukan perbuatan itu kepada istrinya.

di belakangnya, dan bahwasanya Allah tidak meridai tipu daya orang-orang yang berkhianat.
(QS. Yusuf [12]: 52)

Hanya pendapat ini yang diketengahkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib, telah menceritakan kepada kami Waki’, dari Israil, dari Sammak, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa setelah raja mengumpulkan semua wanita, lalu ia mengajukan pertanyaan kepada mereka,
"Apakah kalian menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya kepada keinginan mereka?"
Mahasempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan pun darinya.
Berkata istri Al-Aziz,
"Sekarang jelaslah kebenaran itu."
(QS. Yusuf [12]: 51), hingga akhir ayat.
Maka Yusuf berkata:
Yang demikian itu agar dia (Al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak berkhianat kepadanya di belakangnya.
(QS. Yusuf [12]: 52)
Lalu Malaikat Jibril berkata kepada Yusuf,
"Apakah memang engkau tidak pernah merasakan keinginan itu di suatu hari pun?"
Yusuf menjawab:
Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan).
(QS. Yusuf [12]: 53), hingga akhir ayat.

Hal yang sama telah dikatakan oleh Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Ikrimah, Ibnu Abu Huzail, Ad-Dahhak, Al-Hasan, Qatadah, dan As-Saddi.

Pendapat yang pertama adalah yang paling kuat dan paling jelas, karena konteks pembicaraan berkenaan dengan perkataan istri Al-Aziz di hadapan raja, dan Yusuf saat itu tidak ada, ia baru dipanggil oleh raja setelah itu.

Kata Pilihan Dalam Surah Yusuf (12) Ayat 53

AMMAARAH
أَمَّارَة

Ammaarah adalah bentuk mubalaghah (superlatif) yang berasal dari kata kerja amarah artinya meminta daripadanya untuk melakukan sesuatu.
Kata kerja al amr maknanya kata kerja yang meminta untuk melakukan sesuatu.

Menurut istilah mazhab Asy Syafi’iyyah, amar adalah bentuk bahasa yang meminta melakukan sesuatu secara mutlak dari mukhatab (yang diseru).
Ammarah atau ammar menurut Kamus Al Munjid berarti al katsir al amr (banyak menyeru atau memerintahkan) dan yang mengajak kepada kejahatan.
Lafaz ini disebut sekali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Yusuf (12), ayat 53.
Dalam Tafsir Al Jalalain dijelaskan, ammsarah bermakna yang banyak menyeru atau mengajak.

An Nasafi menerangkan, ”Ayat ini bermaksud mengadakan perhubungan atau mengajak kepada kejahatan dan membawa kepada syahwat dan hawa nafsu.

Sedangkan dalam Tanwir Al Miqbas diterangkan ia bermakna mengajak kepada hasad.

At Tabari berkata,
"Sesungguhnya jiwa manusia mengajak mereka kepada perkara yang diingini walaupun keinginan itu tidak diridai Allah, dan apabila jiwa itu mengajak kepada hawa nafsu, syahwat dan cenderung kepadanya, ia dinamakan al-ammarah bi al-su"

Kesimpulannya, lafaz ammaarah bermakna yang banyak mengajak.

Lafaz ini dihubungkan dengan an nafs dan as su’ (perkara yang jelek atau jahat), maksudnya jiwa yang banyak mengajak kepada perkaraperkara yang jelik atau jahat.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal:48-49

Unsur Pokok Surah Yusuf (يوسف)

Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusufalaihis salam.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mukjizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.

Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab "Ad Dalail" bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusufalaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusufalaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

▪ Kenabian Yusuf `alaihis salam dan mukjizat-mukjizatnya.
▪ Ketentuan yang berhubungan dengan keagamaan adalah hak Allah semata-mata.
▪ Qadha Allah tak dapat dirubah.
▪ Para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

▪ Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah.
▪ Barang dan anak temuan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan.
▪ Boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

▪ Riwayat Nabi Yusuf `alaihis salam bersaudara dengan orang tua mereka Yaqub `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf `alaihis salam.
▪ Persamaan antara agama para nabi-nabi ialah tauhid.

Audio

QS. Yusuf (12) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia

QS. Yusuf (12) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Yusuf ayat 53 - Gambar 1 Surah Yusuf ayat 53 - Gambar 2
Statistik QS. 12:53
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Yusuf.

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, “Nabi Yusuf”) adalah surah ke-12 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
Sending
User Review
4.2 (28 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

12:53, 12 53, 12-53, Surah Yusuf 53, Tafsir surat Yusuf 53, Quran Yusuf 53, Surah Yusuf ayat 53

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Yusuf

۞ QS. 12:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 12:5 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 12:6 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 12:18 • Minta tolong kepada Allah

۞ QS. 12:19 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 12:21 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 12:23 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 12:34 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 12:37 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 12:38 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa terbesar •

۞ QS. 12:39 Tauhid UluhiyyahAl Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 12:40 Tauhid UluhiyyahAl Hakam (Maha memberi keputusan) • Islam agama para nabi • Syirik adalah dosa terbesar •

۞ QS. 12:42 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa

۞ QS. 12:50 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 12:52 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 12:53 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 12:56 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kekuatan umat Islam di dunia • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 12:57 • Pahala iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 12:64 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 12:66 Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 12:67 Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Kebenaran dan hakikat takdir • Melihat sebab akibat

۞ QS. 12:68 • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 12:76 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 12:77 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 12:81 • Allah memiliki kunci alam ghaib

۞ QS. 12:83 • Berbaik sangka terhadap Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 12:86 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 12:87 • Melihat sebab akibat

۞ QS. 12:90 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 12:92 • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 12:98 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 12:99 Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 12:100 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 12:101 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 12:102 • Allah memiliki kunci alam ghaib

۞ QS. 12:103 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 12:104 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 12:105 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 12:106 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 12:107 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 12:108 Tauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 12:109 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 12:110 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Azab orang kafir

۞ QS. 12:111 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

Ayat Pilihan

Mahasuci Allah yang telah menciptakan segala sesuatu secara berpasangan–jantan & betina–baik dalam dunia tumbuh-tumbuhan,
diri mereka sendiri & hal-hal yang tidak diketahui oleh manusia.
QS. Ya Sin [36]: 36

Hai orang-orang yang beriman,
makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu & bersyukurlah kepada Allah,
jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.
QS. Al-Baqarah [2]: 172

مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ

Yang menguasai di Hari Pembalasan.

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah,
dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
QS. Al-Fatihah [1]: 4-5

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari & bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya),
dan telah menundukkan bagimu malam & siang.
QS. Ibrahim [14]: 33

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama?

Benar! Kurang tepat!

Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
'Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.'
--QS. At Taubah [9] : 122

Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa 'Alaihissalam?

Benar! Kurang tepat!

+

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu?

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina Ali bin Abi Thalib.
1. Cerdas.
2. inginan yang kuat.
3. Sabar.
4. Bekal
5. Petunjuk guru.
6. Waktu yang lama.

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam?

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #28
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #28 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #28 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Kuis Agama Islam #31

Umat Islam yang mengajarkan ilmunya dengan ikhlas akan memperoleh pahala amal jariyah. Amal jariyah artinya …Ilmu yang bermanfaat adalah …Menyampaikan ajaran Alquran dan sunnah Nabi Muhammad kepada orang lain yang belum mengetahui disebut dengan …Berikut ulama yang berasal dari Indonesia adalah …Sesuatu yang dipercaya dan diyakini kebenaranya oleh hati nurani manusia dinamakan …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah … Alquran adalah panduan dan pedoman manusia bagi mereka yang beriman. Ini dikonfirmasikan oleh Allah dalam surah … Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … Dalam Surah Al-Baqarah ayat 2, Allah berfirman bahwa Alquran adalah pedoman untuk orang …

Kamus

Al Baaqii

Apa itu Al Baaqii? Allah itu Al-Baqiy . Maknanya adalah Dzat Yang Maha Kekal, Dia hidup selama-lamanya dan tidak akan pernah mati. Kekuasaan Allah juga kekal dan tidak akan pernah berakhir. Segala s...

muzaki

Apa itu muzaki? mu.za.ki orang yang (wajib) membayar zakat; infak dan sedekah dari para muzaki diharapkan oleh fakir miskin … •

Takdir Muallaq

Apa itu Takdir Muallaq? Takdir dibagi menjadi dua jenis yaitu takdir mu’allaq dan takdir mubram. Takdir mu’allaq secara bahasa artinya sesuatu yang digantungkan. Jadi takdir mu’allaq adalah kete...