QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 43 [QS. 12:43]

وَ قَالَ الۡمَلِکُ اِنِّیۡۤ اَرٰی سَبۡعَ بَقَرٰتٍ سِمَانٍ یَّاۡکُلُہُنَّ سَبۡعٌ عِجَافٌ وَّ سَبۡعَ سُنۡۢبُلٰتٍ خُضۡرٍ وَّ اُخَرَ یٰبِسٰتٍ ؕ یٰۤاَیُّہَا الۡمَلَاُ اَفۡتُوۡنِیۡ فِیۡ رُءۡیَایَ اِنۡ کُنۡتُمۡ لِلرُّءۡیَا تَعۡبُرُوۡنَ
Waqaalal maliku innii ara sab’a baqaraatin simaanin ya’kuluhunna sab’un ‘ijaafun wasab’a sunbulaatin khudhrin wa-ukhara yaabisaatin yaa ai-yuhaal malaa aftuunii fii ru’yaaya in kuntum li-rru’yaa ta’buruun(a);

Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya):
“Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh bulir (gandum) yang hijau dan tujuh bulir lainnya yang kering”.
Hai orang-orang yang terkemuka:
“Terangkanlah kepadaku tentang ta’bir mimpiku itu jika kamu dapat mena’birkan mimpi”.
―QS. 12:43
Topik ▪ Allah memiliki Sifat Masyi’ah (berkehendak)
12:43, 12 43, 12-43, Yusuf 43, Yusuf 43, Yusuf 43

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 43

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 43. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini diterangkan bahwa raja pada suatu ketika bermimpi yang sangat ajaib sekali dan sangat menggelisahkan hatinya.
Belum pernah raja bermimpi seperti itu selama hidupnya.
Maka dikumpulkannya semua orang cerdik pandainya, juru-juru tenung dan pembesar-pembesar kerajaannya.
Lalu dia berkata: “Aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi yang gemuk-gemuk dimakan tujuh ekor sapi yang kurus, aku melihat tujuh bulir gandum yang subur dan tujuh bulir pula yang kering.
Cobalah kamu ceritakan takbir mimpiku itu kalau di antara kamu ada yang mempunyai ilmu takbir mimpi.”

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Raja berkata:
Aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus dan lemah.
Aku juga melihat tujuh bulir gandum yang hijau dan tujuh bulir lainnya kering.
Wahai para pakar dan cerdik pandai, terangkanlah mimpiku ini jika kalian tahu ta’bir mimpi.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Raja berkata) raja negeri Mesir, yaitu Ar-Rayyan bin Walid (“Sesungguhnya aku bermimpi melihat) fi’il mudhari’ di sini bermakna fi’il madhi (tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh) ditelan oleh (tujuh ekor) sapi (sapi betina yang kurus-kurus) lafal `ijaaf adalah bentuk jamak dari kata tunggal `ajfau, artinya sapi betina yang kurus (dan tujuh bulir gandum yang hijau dan yang lainnya) yakni tujuh bulir pula (kering) telah melingkar pada tujuh bulir yang hijau itu dan menutupinya.

(Hai orang-orang yang terkemuka, terangkanlah kepadaku tentang takbir mimpiku itu) jelaskanlah kepadaku makna mimpiku itu (jika kalian dapat menakbirkan mimpi.”) ceritakanlah maknanya kepadaku sekarang juga.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Raja berkata :
Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus dan lemah.
Dan aku melihat tujuh butir gandum yang hijau dan tujuh lainnya kering.
Wahai orang-orang terkemuka dari para pembesar kerajaan, terangkanlah kepadaku tentang mimpiku ini.
Jika kalian bisa menakwilkan mimpi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Mimpi yang dialami oleh Raja Mesir ini merupakan takdir Allah yang menjadi penyebab bagi keluarnya Nabi Yusuf dari penjara dalam keadaan terhormat dan disegani.
Demikian itu karena ketika si raja mengalami mimpi itu, maka ia merasa kaget serta heran menyaksikannya, dan hatinya terdorong untuk mengetahui ta’birnya.
Untuk itu ia mengumpulkan semua tukang ramal, para normal, dan para pembesar kerajaannya.
Kemudian ia menceritakan mimpi yang dialaminya dan meminta ta’birnya dari mereka, tetapi mereka tidak mengetahui ta’birnya dan beralasan kepada raja dengan mengatakan bahwa mimpi itu adalah:

…mimpi-mimpi yang kosong.


Kata Pilihan Dalam Surah Yusuf (12) Ayat 43

YAABISAAT
يَابِسَٰت

Kata kerja yabisa-yaybasu artinya kering. Apabila dikatakan yabisa syai’, artinya benda itu sudah kering dan hilang basahnya. Untuk menyebut benda yang kering, digunakan lafaz yaabisun dan bentuk jamaknya adalah yaabisaatun. Begitu juga dengan lafaz yabasun artinya juga kering

Di dalam Al Qur’an, lafaz yabasun hanya disebut sekali saja yaitu dalam surah Tha Ha (20), ayat 77. Ayat ini menceritakan tentang salah satu mukjizat Nabi Musa yaitu laut terbelah dua setelah dipukul dengan tongkatnya dan kemudian menjadi jalan yang kering (thariiqan fil bahri yabasan) yang dapat dilalui oleh orang yang beriman untuk melarikan diri dari dikejar oleh Fir’aun dan tentaranya.

Imam Ibn Katsir menerangkan, setelah laut itu terbelah, Allah mengutus angin ke arah tanah lautan yang sudah terbelah sehingga akhirnya tanah itu menjadi kering seperti permukaan bumi.

Lafaz yaabisun juga diulang sekali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al An’aam (6), ayat 59. Ayat itu menerangkan tentang keluasan ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu. Disebutkan, Allah mengetahui apa yang ada di darat dan di laut; dan tidak gugur sehelai daun melainkan Allah mengetahuinya, dan tidak gugur sebutir biji dalam kegelapan bumi dan tidak gugur yang basah dan yang kering (wa laa yaabisin), melainkan semuanya tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz) yang terang dan nyata.

Ibn Abbas mengatakan, basah dan yang kering dalam ayat itu adalah segala sesuatu di dunia ini yang jatuh dalam keadaan basah mahupun kering.

Sedangkan lafaz yaabisaat diulang dua kali dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Yusuf (12), ayat 43 dan 46. Kedua-dua ayat ini berada dalam rangkaian ayat yang menceritakan tentang kemampuan Nabi Yusuf menafsirkan mimpi. Pada suatu hari, raja Mesir bermimpi dan kemudian menceritakan mimpinya, “Sesungguhnya saya mimpi melihat tujuh ekor sapi yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus, dan saya melihat tujuh tangkai (biji-bijian) yang hijau dan tujuh tangkai lagi yang kering.

Kemudian raja meminta para penafsir mimpi mentfsirkan mimpinya, namun tidak ada seorang pun yang mampu melakukannya melainkan Nabi Yusuf. Beliau menerangkan, “Hendaklah kamu menanam gandum tujuh tahun berturut-turut, kemudian apa yang kamu tuai, biarkanlah dia pada tangkaitangkainya; kecuali sedikit dari bahagian itu yang kamu ambil untuk makan. Kemudian akan datang setelah tempoh itu, tujuh tahun kemarau yang besar, yang menghabiskan makanan yang kamu sediakan; kecuali sedikit dari apa yang kamu simpan (untuk dijadikan benih). Kemudian akan datang pula sesudah itu tahun yang padanya orang ramai beroleh rahmat hujan, dan mereka dapat memerah (hasil anggur, zaitun dan sebagainya).

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:648-649

Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yusuf (12) ayat 43 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yusuf (12) ayat 43 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yusuf (12) ayat 43 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah12
Nama SurahYusuf
Arabيوسف
ArtiNabi Yusuf
Nama lainAhsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu53
JuzJuz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1795
Jumlah huruf7305
Surah sebelumnyaSurah Hud
Surah selanjutnyaSurah Ar-Ra’d
4.4
Ratingmu: 4.8 (8 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/12-43









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta