Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages
Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 40 [QS. 12:40]

مَا تَعۡبُدُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِہٖۤ اِلَّاۤ اَسۡمَآءً سَمَّیۡتُمُوۡہَاۤ اَنۡتُمۡ وَ اٰبَآؤُکُمۡ مَّاۤ اَنۡزَلَ اللّٰہُ بِہَا مِنۡ سُلۡطٰنٍ ؕ اِنِ الۡحُکۡمُ اِلَّا لِلّٰہِ ؕ اَمَرَ اَلَّا تَعۡبُدُوۡۤا اِلَّاۤ اِیَّاہُ ؕ ذٰلِکَ الدِّیۡنُ الۡقَیِّمُ وَ لٰکِنَّ اَکۡثَرَ النَّاسِ لَا یَعۡلَمُوۡنَ
Maa ta’buduuna min duunihi ilaa asmaa-an sammaitumuuhaa antum waaabaa’ukum maa anzalallahu bihaa min sulthaanin inil hukmu ilaa lillahi amara alaa ta’buduu ilaa ii-yaahu dzalikaddiinul qai-yimu walakinna aktsarannaasi laa ya’lamuun(a);
Apa yang kamu sembah selain Dia, hanyalah nama-nama yang kamu buat-buat baik oleh kamu sendiri maupun oleh nenek moyangmu.
Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang hal (nama-nama) itu.
Keputusan itu hanyalah milik Allah.
Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia.
Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
―QS. 12:40
Topik ▪ Sifat neraka
English Translation - Sahih International
You worship not besides Him except (mere) names you have named them, you and your fathers, for which Allah has sent down no authority.
Legislation is not but for Allah.
He has commanded that you worship not except Him.
That is the correct religion, but most of the people do not know.
―QS. 12:40

Alquran Arti Perkata (Indonesia & English)
مَا tidak

Not
تَعْبُدُونَ kamu menyembah

you worship
مِن dari

besides Him *[meaning includes next or prev. word]
دُونِهِۦٓ selain Dia

besides Him *[meaning includes next or prev. word]
إِلَّآ kecuali

but
أَسْمَآءً nama-nama

names
سَمَّيْتُمُوهَآ menamakannya/membuatnya

which you have named them,
أَنتُمْ kamu

you
وَءَابَآؤُكُم dan bapak-bapak/nenek moyangmu

and your forefathers,
مَّآ tidak

not
أَنزَلَ menurunkan

(has) sent down
ٱللَّهُ Allah

Allah
بِهَا dengannya (nama-nama)

for it
مِن dari

any
سُلْطَٰنٍ keterangan/kekuasaan

authority.
إِنِ sesungguhnya

Not
ٱلْحُكْمُ keputusan/hukum

(is) the command
إِلَّا kecuali/hanyalah

but
لِلَّهِ bagi/milik Allah

for Allah.
أَمَرَ Dia memerintahkan

He has commanded
أَلَّا agar jangan

that not
تَعْبُدُوٓا۟ kamu menyembah

you worship
إِلَّآ kecuali/selain

but
إِيَّاهُ kepada Dia

Him Alone.
ذَٰلِكَ demikian/itulah

That
ٱلدِّينُ agama

(is) the religion
ٱلْقَيِّمُ lurus

the right,
وَلَٰكِنَّ akan tetapi

but
أَكْثَرَ kebanyakan

most
ٱلنَّاسِ manusia

[the] men

 

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 40

Tafsir

Alquran

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Apa yang kalian sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah nama-nama yang kalian dan nenek moyang kalian katakan sebagai dongeng belaka, yang sama sekali tidak ada bukti kebenarannya dari Allah sebagai tuhan.
Aturan peribadatan dan apa yang patut dan tidak patut disembah hanyalah milik Allah.
Dia menyuruh agar kalian tidak tunduk kepada selain-Nya dan agar kalian hanya menyembah kepada-Nya.
Itulah agama yang lurus dan benar yang ditunjukkan oleh bukti-bukti nyata.
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengambil petunjuk dari bukti-bukti itu dan tidak mengetahui kebodohan dan kesesatan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(“Kamu berdua tidak menyembah yang selain-Nya) selain Allah

(melainkan hanya menyembah nama-nama yang dibuat-buat) yaitu kalian namakan mereka berhalaberhala

(oleh kalian dan nenek moyang kalian sendiri, Allah tidak menurunkan tentang nama-nama itu) untuk disembah

(suatu keterangan pun) hujah dan argumentasi.

(Tiada lain) tiadalah

(keputusan itu) kepastian itu

(hanya kepunyaan Allah) semata

(Dia telah memerintahkan agar kalian tidak menyembah selain Dia.
Itulah) yakni agama tauhid itulah

(agama yang lurus) agama yang mustaqim

(tetapi kebanyakan manusia) orang-orang kafir

(tidak mengetahui.”) apa yang bakal menimpa mereka, yaitu berupa azab, mereka benar-benar orang-orang yang menyekutukan-Nya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apa yang kalian sembah selain Allah, tidak lain hanyalah nama-nama yang tidak bermakna di baliknya.
Kalian dan leluhur kalian menjadikannya sebagai sesembahan karena kebodohan dan kesesatan kalian.
Allah tidak menurunkan satu bukti atau satu keterangan pun yang menyatakan kebenarannya, sesungguhnya hukum yang <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >hak itu hanyalah milik Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Allah memerintahkan agar kalian tidak tunduk selain kepada-Nya dan agar kalian menyembah hanya kepada-Nya semata.
Inilah agama yang lurus tidak ada yang menyimpang di dalamnya.
Akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui akan hal itu, sehingga tidak mengetahui hakikatnya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Maksudnya, tiada suatu hujah atau keterangan pun dari Allah yang memperkuatnya.
Selanjutnya Yusuf memberitahukan kepada mereka bahwa keputusan dan pengaturan serta kehendak dan kerajaan hanyalah milik Allah semuanya.
Dia pun telah memerintahkan kepada semua hamba-Nya, janganlah menyembah kecuali hanya kepada Dia.
Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala, berfirman:

Itulah agama yang lurus.

Yakni apa yang aku serukan kepada kalian —yaitu mengesakan Allah dan mengikhlaskan diri kepada-Nya dalam beramal— adalah agama yang lurus yang diperintahkan oleh Allah untuk dijalankan, dan Allah menurun­kan hujah serta bukti yang disukai dan diridai-Nya tentang agama ini.

…tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Karena itulah kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang musyrik, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, dalam ayat yang lain:

Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya.
(QS. Yusuf [12]: 103)

Ibnu Juraij mengatakan, sesungguhnya Yusuf membelokkan pembicaraannya kepada mereka dari ta’bir mimpi kepada seruan ini tiada lain karena ia mengetahui bahwa ta’bir mimpi itu mengandung bahaya bagi salah seorang dari keduanya.
Untuk itulah, maka Yusuf membelokkan pembicaraannya dengan hal lain agar mereka tidak menanyainya.
Dan ketika mereka kembali menanyainya tentang ta’bir mimpi, Yusuf kembali pula menasihati mereka.

Akan tetapi, pendapat ini masih perlu dipertim­bangkan kebenarannya, karena pada mulanya Yusuf telah berjanji akan menceritakan ta’bir mimpi keduanya.
Pertanyaan yang diajukan oleh keduanya kepada Yusufalaihis salam dengan penuh rasa hormat ini dijadikan oleh Yusufalaihis salam sebagai sarana (media) untuk menyeru keduanya memeluk ajaran tauhid.
Pada tabiat dan watak keduanya Yusufalaihis salam melihat benih kebaikan yang siap menerima kebaikan dan mau mendengarkan perkata­annya dengan rasa penuh taat.
Karena itulah setelah Yusufalaihis salam menyeru keduanya, ia menjelaskan ta’bir mimpi yang dialami keduanya tanpa mengulangi pertanyaan lagi.
Dalam ayat berikutnya dijelaskan jawaban Nabi Yusufalaihis salam kepada keduanya.

Kata Pilihan Dalam Surah Yusuf (12) Ayat 40
DIIN لدِّين

Lafaz diin adalah ism mufrad dan jamaknya adalah adyan.

Ibnu Faris berkata,
“Ia adalah jenis dan bentuk dari ketaatan dan kehinaan, dipinjam untuk menunjukkan makna syari’at.
Oleh karena itu, Al Kafawi memberikannya makna al qadaa’ (hukum dan syariat), balasan dan keadaan.”

Ad diin juga mengandung makna agama, nama semua perantara untuk menyembah Allah, mazhab, perjalanan, adat, situasi, paksaan, mengalahkan, Islam, beriktikad dengan hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota tubuh dan sebagainya.

Lafaz diin disebut 62 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
Al Faatihah (1), ayat 4;
Al Baqarah (2), ayat 132, 193, 256;
Ali Imran (3), ayat 19, 83;
An Nisaa (4), ayat 46;
Al A’raaf (7), ayat 29;
Al Anfaal (8), ayat 39, 72;
At Taubah (9), ayat 11, 29, 33 (dua kali), 36, 122;
Yunus (10), ayat 22, 105;
Yusuf (12), ayat 40, 76;
Al Hijr (15), ayat 35;
-Al Nahl (16), ayat 52;
Al Hajj (22), ayat 78;
An Nuur (24), ayat 2;
Asy Syu’araa (26), ayat 82;
Al Ankabut (29), ayat 65;
Ar Rum (30), ayat 30 (dua kali), 43;
Luqman (31), ayat 32;
Al Ahzab (33), ayat 5;
-Ash Shaffaat (37), ayat 20;
Shad (38), ayat 78;
Az Zumar (39), ayat 2, 3, 11;
Al Mu’min (40), ayat 14;
Asy Syuura (42), ayat 13 (dua kali), 21;
Al Fath (48), ayat 28 (dua kali);
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 6, 12;
Al Waaqi’ah (56), ayat 56;
Al Mumtahanah (60), ayat 8, 9;
Ash Shaff (61), ayat 9 (dua kali);
-Al Ma’aarij (70), ayat 26;
-Al Muddatstsir (74), ayat 46;
-Al Infihtaar (82), ayat 9, 15, 17, 18;
-Al Muthaffifiin (83), ayat 11;
At Tiin (95), ayat 7;
Al Bayyinah (98), ayat 5 (dua kali);
-Al Ma’un (107), ayat 1;
-An Nashr (110), ayat 2.
Lafaz diin secara bersendirian disebut sebanyak lima kali yaitu dalam surah:
-Al Kaafiruun (109), ayat 6;
Ali Imran (3), ayat 85;
An Nisaa (4), ayat 125;
Al Maa’idah (5), ayat 3;
Al An’aam (6), ayat 161.

Lafaz diinukum disebut sebanyak 11 kali yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 217;
Ali Imran (3), ayat 73;
An Nisaa (4), ayat 171;
Al Maa’idah (5), ayat 3 (dua kali), 57, 77;
At Taubah (9), ayat 12;
Al Mu’min (40), ayat 26;
Al Hujurat (49), ayat 16;
-Al Kaafiruun (109), ayat 6.
Lafaz diinihi disebut dua kali, yaitu dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 217;
Al Maa’idah (5), ayat 54.

Lafaz diinihim disebut sepuluh kali yaitu dalam surah:
Ali Imran (3), ayat 24;
An Nisaa (4), ayat 146;
Al An’aam (6), ayat 70, 137, 159;
Al A’raaf (7), ayat 51;
Al Anfaal (8), ayat 49;
An Nuur (24), ayat 25, 55, 32

Lafaz diini disebut satu kali yaitu dalam surah Yunus (10), ayat 104.
Lafaz ad diin di dalam Al Qur’an mengandung beberapa makna:

1. Ad diin bermakna hari penghisaban dan pembalasan (Al jaza’) seperti yang terdapat dalam surah:
Al Fatihah (1), ayat 4;
Al Hijr (15), ayat 35;
Asy Syu’araa (26), ayat 82;
-Ash Shaffaat (37), ayat 20;
Shad (38), ayat 78;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 6, 12;
Al Waaqi’ah (56), ayat 56;
-Al Ma’aarij (70), ayat 26;
-Al Muddatstsir (74), ayat 46;
-Al Infithaar (82), ayat 9, 15, 17, 18;
-Al Muthaffifiin (83), ayat 11.
Ibnu Qutaibah berkata,
Yaumad diin adalah yaumal qiyaamah (hari kiamat).
Ia dinamakan demikian karena hari itu adalah hari pembalasan dan penghisaban seperti ungkapan perumpamaan “kamaa tadiinu tudaanu” maksudnya sebagaimana engkau berbuat engkau akan dibalas dengannya”.

Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Ibnu Juraij, Qatadah dan diriwayatkan dari Nabi, ad diin bermakna pembalasan terhadap amalan-amalan dan penghisabannya.
Allah berfirman,

يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ ٱللَّهُ دِينَهُمُ ٱلْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ

Maksudnya, diinahum dalam ayat ini adalah hisaabahum (penghisaban mereka).

2. Ad din bermakna hukum dan syar’iat seperti yang terdapat dalam surah An Nuur (24), ayat 2. Lafaz ini dihubungkan dengan lafaz Allah atau diinullah.

Al Fairuz berkata, “Ia bermaksud hukum dan syari’at Allah.”

Mujahid berkata,
“Ia bermaksud melaksanakan hudud.”

Ibnu Katsir berkata,
“Ia bermaksud hukum dan syari’at Allah.”

3. Ad diin dalam surah Yusuf mengandung beberapa makna karena ia dihubungkan dengan lafaz al malik atau diin al malik yaitu:

Ibnu Abbas dan Ad Dahhak memberikannya maksud “Sultan Al Malik” (kekuasaan raja).

Qatadah, Muhammad bin Ka’ab Al Qurazi, Mannar, As Suddi memberikannya maksud keputusan dan hukum raja.

At Tabari berkata,
“Keseluruhan makna diatas saling berdekatan karena barang siapa yang mengambil sebahagian dari kekuasaan raja, maka ia melaksanakan apa yang diperintah dan ia ridha terhadap pelaksanaannya itu selagi tidak melaksanakan diluar dari apa yang diperintahkan.
Hal itu menjadi hukum keatasnya dan hukum atasnya adalah pelaksanaan dan keputusannya.

– Al Fairuz berkata,
Diin al malik bermakna politik dan kebijaksanaan raja.”

Ad diin bermakna agama-agama selain agama Islam seperti yang di sebutkan dalam surah:
Al Baqarah (2), ayat 193;
Al Anfaal (8), ayat 39;
At Taubah (9), ayat 33;
Al Fath (48), ayat 28;
Ash Shaff (61), ayat 9.
Ibnu Katsir menjelaskan ayat wa yakunad diinu lillaah atau wa yakunad diinu kullahuu lillaah bermakna, “Sehingga agama Allah menang dan tinggi dari semua agama.”

Ibnu Abbas berkata,
“Sehingga semuanya mentauhidkan Allah dengan ikhlas.”

Al Hasan, Qatadah dan Ibn Juraij berkata: “Sehingga semuanya mengatakan Laa Ilaha Illalllah”.

Muhammad bin Ishaq berkata,
“Sehingga mentauhidkan Allah dengan ikhlas, tiada di dalamnya kesyirikan dan mencabut segala macam tuhan-tuhan.” Seperti dalam hadits shahih dari Rasulullah dimana beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah menghimpunkan bagiku bumi dari timur dan barat dan raja dari umatku akan menyampaikan (menghimpunkan) apa yang diberikan kepadaku dari Nya.

4. Ad diin bermakna ketauhidan, syahadah, mazhab, jalan yang lurus dan semuanya terhimpun dalam agama Islam.
Sebagaimana yang terdapat dalam kebanyakan makna bagi lafaz ad din dan ia diungkapkan dengan lafaz:

a) Ad dinul qayyim, terdapat dalam surah Al Rum (30), ayat 30.
Dalam Tafsir Al Jalalain, ia bermakna agama yang lurus yaitu mentauhidkan Allah.

Asy Syawkani berpendapat, ia bermakna agama yang menyuruh mendirikan segala perintah karena Allah atau berpegang dengan fitrah.

b) Diinul <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >haq, terdapat dalam surah At Taubah (9), ayat 33, Al Fath (48), ayat 28 dan sebagainya.

Dalam Tafsir Al Maraghi ia bermaksud cahaya Allah yaitu agama Islam.

c) Diinul qayyimah, terdapat dalam surah Al Bayyinah (98), ayat 4.
Dalam Tafsir Al Azhar bermaksud menyembah Allah, ikhlas beribadah, cenderung berbuat baik, shalat dan zakat.
Itulah inti agama yang dibawa oleh para nabi.

Al Fairuz berkata, “Ia bermakna agama yang lurus yaitu agama Islam.

d) Ad diinul khaalish, terdapat dalam surah Az Zumar (39), ayat 3.
Qatadah berkata,
“Ia bermaksud syahadah yaitu tidak diterima sesuatu amalan sehingga yang beramal itu ikhlas dalam amalannya bagi Allah dan tidak menyekutukan Nya.”

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 226-229

Unsur Pokok Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusufalaihis salam.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mukjizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.

Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusufalaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusufalaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

▪ Kenabian Yusuf `alaihis salam dan mukjizat-mukjizatnya.
▪ Ketentuan yang berhubungan dengan keagamaan adalah <a aria-describedby="tt" href="https://risalahmuslim.id/kamus/haq" class="glossaryLink cmtt_Istilah Umum" data-cmtooltip="

haq
Sebelum menjalani hukuman mati, seorang sufi, Hussein bin Manshur al Hallaj, berjalan sambil dikawal aparat.<BR CLASS=""> Ketika melihat kerumunan orang, dia berkata lantang,“Haq, haq, haq, ana al-haq (kebenaran, kebenaran, kebenaran, akulah kebenaran).”Dia pun harus menjalani hukuman mati atas pernyataannya yang kontroversial itu.<BR CLASS="">Lantas, apa sebetulnya makna al-haq? Ensiklopedia Alquran: Kajian Kosakata Menulis menjelaskan bahwa kata yang terdiri atas huruf haa dan qaf itu maknanya berkisar padaㅤ(…)</BR></BR>

” >hak Allah semata-mata.
▪ Qadha Allah tak dapat dirubah.
▪ Para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

▪ Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah.
▪ Barang dan anak temuan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan.
▪ Boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

▪ Riwayat Nabi Yusuf `alaihis salam bersaudara dengan orang tua mereka Yaqub `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf `alaihis salam.
▪ Persamaan antara agama para nabi-nabi ialah tauhid.

Qari Internasional

QS. Yusuf (12) : 40 ⊸ Syekh Mishari Alafasy

QS. Yusuf (12) : 40 ⊸ Syekh Sa’ad Al-Ghamidi

QS. Yusuf (12) : 40 ⊸ Syekh Muhammad Ayyub

Murottal Alquran & Terjemahan Indonesia
QS. Yusuf (12) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan

Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan

Gambar Ayat

Surah Yusuf ayat 40 - Gambar 1 Surah Yusuf ayat 40 - Gambar 2
Statistik QS. 12:40
  • Rating RisalahMuslim
4.7

Ayat ini terdapat dalam surah Yusuf.

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, “Nabi Yusuf”) adalah surah ke-12 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
Sending
User Review
4 (1 vote)
Tags:
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!
Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

Video

×

Yusuf ayat 40


Sebelumnya


Selanjutnya


Panggil Video Lainnya

Hadits Lainnya

Podcast

Haditds & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan…..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. penghormatan Allah SWT cobaan