QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 39 [QS. 12:39]

یٰصَاحِبَیِ السِّجۡنِ ءَاَرۡبَابٌ مُّتَفَرِّقُوۡنَ خَیۡرٌ اَمِ اللّٰہُ الۡوَاحِدُ الۡقَہَّارُ
Yaa shaahibayissijni aarbaabun mutafarriquuna khairun amillahul waahidul qahhaar(u);

Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?
―QS. 12:39
Topik ▪ Azab orang kafir
12:39, 12 39, 12-39, Yusuf 39, Yusuf 39, Yusuf 39

Tafsir surah Yusuf (12) ayat 39

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 39. Oleh Kementrian Agama RI

Yusuf meneruskan lagi dakwahnya dengan menyeru kedua pemuda itu menjadi kawannya dalam penjara itu: “Wahai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik, tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa Yang Perkasa?”
Seruan ini adalah yang ikhlas dari seorang kawan yang setia dan jujur kepada kawan-kawannya.
Pertanyaan dalam seruan ini adalah merupakan suatu penegasan, bahwa berhentilah menyembah tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu dan sembahlah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
Tuhan-tuhanmu yang bermacam-macam itu tidak akan dapat menolong dari siksaan di akhirat.
Hanya Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa saja yang dapat memberikan pertolongan di kala susah dan membantu di kala sempit.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai kedua teman sepenjaraku, apakah tuhan-tuhan yang banyak, yang masing-masing dipatuhi oleh manusia, lebih baik daripada Allah Yang Esa dan tidak terkalahkan?

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(“Hai kedua temanku) yang satu tempat tinggal (dalam penjara! Manakah yang baik tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa?”) pilihlah! Istifham atau kata tanya di sini mengandung pengertian taqrir atau menetapkan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Yusuf berkata kepada kedua pemuda yang di penjara bersamanya :
Manakah yang lebih baik, menyembah tuhan-tuhan buatan yang bermacam-macam ataukah menyembah AllahYang Maha Esa lagi Mahaperkasa??

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Yusuf berbicara kepada kedua pemuda —temannya dalam penjara itu— seraya mengajaknya menyembah Allah semata, tidak mempersekutukan-Nya, dan meninggalkan semua berhala yang disembah oleh kaum keduanya.
Untuk itu Yusuf ‘alaihis salam berkata:

…manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa?

Yakni Tuhan yang segala sesuatu tampak hina bila dibandingkan dengan keagungan, kebesaran, dan kekuasaan-Nya.
Kemudian Yusuf menjelaskan bahwa berhala-berhala yang disembah oleh mereka —yang mereka namakan sebagai tuhan-tuhan mereka— hal itu tiada lain merupakan buatan mereka sendiri, lalu mereka memberinya nama-nama oleh mereka sendiri.
Selanjutnya generasi baru mereka menerima ajaran itu dari para pendahulunya tanpa ada sandaran dari sisi Allah sama sekali.
Karena itulah disebutkan oleh firman-Nya:

Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu.
(Q.S. Yusuf [12]: 40)


Kata Pilihan Dalam Surah Yusuf (12) Ayat 39

ARBAAB
أَرْبَاب

Lafaz ini adalah jamak dari kata rabb yang mengandung makna tuan, raja, pemilik setiap sesuatu. Ar rabb bermakna nama dari nama Allah, tidak dikatakan kepada yang lain kecuali dengan idafah (disandarkan pada kalimat lain). Pada masa jahiliah, orang Arab menamakan raja dengan menggunakan lafaz rabb.

Lafaz arbaab disebut sebanyak empat kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 64, 80;
-At Taubah (9), ayat 31;
-Yusuf (12), ayat 39.

Al Qasiml berkata,
”Ayat dalam surah Yusuf ini mengisyaratkan mengenai keadaan masyarakat Mesir yang menyembah banyak tuhan. Sebagaimana Mesir hebat dalam bidang keilmuan dan kekuasaan, begitu juga dalam penyembahan tuhan-tuhan, masyarakatnya juga mencapai kemuncak dalam kesesatan, yang mana mereka menyembah matahari, bulan, bintang, individu-individu di kalangan manusia dan hewan sehingga kepada serangga-serangga yang ada di bumi.”

Asy Syawkani berkata,
“Maksud ayat 64 surah Ali Imran dan At Taubah adalah celaan bagi orang yang meyakini ketuhanan Al­ Masih dan ‘Uzayr serta isyarat mereka adalah dari jenis manusia seperti mereka sendiri, dan kehinaan bagi orang yang mengikuti rijal (pemuka) agama sehingga menghalalkan apa yang mereka halalkan dan mengharamkan apa yang mereka haramkan. Sekiranya mereka berbuat dernikian, berarti orang yang mengikutinya mengambilnya sebagai tuhan.”

At Tabari berkata,
“Ia bermaksud ketaatan pengikut kepada pembesar-pembesar mereka, mengikuti segala yang disuruh dari berbuat kejahatan dan meninggalkan ketaatan kepada Allah seperti dalam surah At Taubah ayat 31. Sebagaimana pendapat Ibn Juraij maksud tuhan itu ialah ketaatan manusia kepada tuan dan pembesar mereka, walau bukan dari aspek ibadah. Pendapat ‘Ikrimah menyatakan, sesetengah mereka bersujud kepada setengah yang lain.

Kesimpulannya, lafaz arbaab mengandung dua makna.

Pertama, bermakna tuhan-tuhan.

Kedua, bermakna pendidik selain Allah sebagaimana pada surah At Taubah, ayat 31.

Walau bagaimanapun, maksud umum bagi lafaz ini adalah tuhan -tuhan yang disembah dari benda, hewan dan manusia.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:62

Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf ‘alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu’jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab “Ad Dalail” bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf ‘alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu’jizat-mu’jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya’qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yusuf (12) ayat 39 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yusuf (12) ayat 39 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yusuf (12) ayat 39 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yusuf - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 111 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 12:39
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yusuf.

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
4.6
Ratingmu: 4.4 (28 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim