Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yusuf

Yusuf (Nabi Yusuf) surah 12 ayat 110


حَتّٰۤی اِذَا اسۡتَیۡـَٔسَ الرُّسُلُ وَ ظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ قَدۡ کُذِبُوۡا جَآءَہُمۡ نَصۡرُنَا ۙ فَنُجِّیَ مَنۡ نَّشَآءُ ؕ وَلَا یُرَدُّ بَاۡسُنَا عَنِ الۡقَوۡمِ الۡمُجۡرِمِیۡنَ
Hatta idzaaastai-asarrusulu wazhannuu annahum qad kudzibuu jaa-ahum nashrunaa fanujjiya man nasyaa-u walaa yuraddu ba’sunaa ‘anil qaumil mujrimiin(a);

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki.
Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.
―QS. 12:110
Topik ▪ Sifat neraka
12:110, 12 110, 12-110, Yusuf 110, Yusuf 110, Yusuf 110
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 110. Oleh Kementrian Agama RI

Pada ayat ini Allah subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa di kala rasul-rasul yang diutus itu seakan-akan berputus asa tidak mempunyai harapan lagi tentang kemungkinan kaumnya beriman karena Rasul-rasul itu didustakan oleh kaumnya, ditentang sehebat-hebatnya risalah yang dibawanya, datanglah pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala kepada Rasul-rasul itu.
Demikianlah sunnatullah yang telah berlaku pada umat-umat terdahulu.
Allah subhanahu wa ta'ala mengutus Rasul-rasul-Nya dengan bukti-bukti yang nyata dan diperkuat dengan mukjizat.
Setelah Rasul-rasul itu ditentang oleh kaumnya, didustakan dan dimusuhinya dan mereka merasakan tekanan yang amat berat, timbullah suatu perasaan seakan-akan mereka berputus asa karena tidak ada harapan lagi kaumnya akan beriman dan kemenangan yang ditunggu-tunggu belum juga datang, maka pada saat itulah pertolongan Allah subhanahu wa ta'ala datang, dan kepada orang-orang yang mendustakan mereka ditimpakan azab dengan tiba-tiba seperti halnya topan yang menenggelamkan kaum Nabi Nuh, angin ribut yang membinasakan 'Ad kaum Nabi Hud, siksaan yang menimpa Samud dan bencana yang melanda negeri dan kaum Nabi Lut sebagaimana tercantum dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala:

Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka (yaitu) kaum Nuh, Ad, Samud, kaum Nabi Ibrahim, penduduk Madyan dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?
Telah datang kepada mereka Rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata.
Maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.

(Q.S.
At Taubah: 70)

Orang-orang Quraisy yang tidak mau insaf dan kembali ke jalan yang benar sekalipun telah ditunjukkan bukti-bukti yang nyata, maka pada saatnya nanti Allah akan menimpakan azab yang pedih kepada mereka.
Sedang Muhammad diberi pertolongan seperti kemenangan-kemenangan yang telah diperolehnya sejak peperangan Badar dan seterusnya pada peperangan-peperangan berikutnya.
Allah subhanahu wa ta'ala menyelamatkan Rasul-rasul-Nya beserta kaumnya yang beriman kepada-Nya, sedang orang-orang yang ingkar kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan mendustakan Rasul-rasul-Nya dan agama yang dibawanya akan diazab, dan tidak seorang pun dari mereka yang dapat menolak dan mengelak dari azab Allah itu.

Yusuf (12) ayat 110 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yusuf (12) ayat 110 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yusuf (12) ayat 110 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Wahai Muhammad, jangan mengira bahwa pertolongan Kami akan datang terlambat! Sebaliknya, pertolongan Kami dekat sekali dan pasti.
Sebelummu, Kami telah mengutus sejumlah rasul.
Saat itu, kebijaksanaan Kami menentukan bahwa pertolongan Kami tidak segera datang kepada mereka.
Pendustaan pengikut-pengikut mereka pun menjadi lebih panjang.
Kemudian, ketika jiwa mereka mulai goncang dan mulai merasakan putus asa, datanglah pertolongan Kami.
Kemudian Kami berikan nikmat keselamatan kepada orang-orang yang pantas dikehendaki untuk selamat.
Mereka adalah orang-orang yang beriman.
Sedangkan orang-orang yang menunjukkan sikap membangkang dan tetap bersikap syirik, mereka Kami timpakan bencana.
Tidak ada satu orang pun yang dapat mencegah siksa dan murka Kami terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Sehingga) lafal hattaa menunjukkan makna batas atau limit waktu daripada pengertian yang terkandung di dalam firman-Nya, "Kami tidak mengutus sebelum kalian melainkan seorang laki-laki..." Artinya:
Maka Allah menangguhkan pertolongan-Nya terhadap mereka hingga (bila merasa putus asa) putus harapan (para rasul itu dan mereka telah menyakini) para rasul itu merasa yakin (bahwasanya mereka benar-benar telah didustakan) sungguh-sungguh didustakan sehingga mereka tidak dapat diharapkan lagi untuk beriman, makna ini dibaca kudzdzibuu.
Bila dibaca kudzibuu tanpa memakai tasydid, artinya umat-umat tersebut merasa yakin bahwa para rasul telah mengingkari ancaman yang telah mereka berikan kepadanya, yaitu mendapat pertolongan dari Allah (maka datanglah pertolongan Kami kepada mereka lalu Kami selamatkan) dibaca dengan memakai dua huruf nun yang pertama dibaca takhfif sedang yang kedua dibaca tasydid, atau dibaca nujjiya menjadi fi`il madhi (orang-orang yang Kami kehendaki.
Dan tidak dapat ditolak siksa Kami) azab Kami (daripada orang-orang yang berdosa.) yakni orang-orang musyrik.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Janganlah engkau (wahai Rasul) meminta disegerakan kemenangan atas orang-orang yang mendustakanmu, karena para Rasul sebelummu juga tidak mendapatkan kemenangan dengan segera karena suatu hikmah yang Kami ketahui.
Hingga apabila para Rasul telah putus asa dari keimanan kaum mereka, dan para Rasul yang diutus kepada mereka telah meyakini bahwa kaum mereka telah mendustakan mereka berkenaan dengan ajaran dari Allah yang disampaikan kepada mereka, maka datanglah pertolongan Kami kepada para Rasul Kami saat beban sangat berat.
Lalu Kami selamatkan orang-orang yang Kami kehendaki, yaitu para Rasul berserta pengikutnya, dan adzab Kami tidak dapat ditolak dari orang-orang yang berdosa dan lancing terhadap Allah.
Ini berisikan hiburan bagi Nabi.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menyebutkan bahwa pertolongan-Nya diturunkan atas rasul-rasul-Nya semuanya di saat mereka dalam kesempitan dan menunggu pertolongan dari Allah dalam waktu-waktu yang sangat genting.
Ayat ini semakna dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam ayat lainnya, yaitu:

dan diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?” (Al Baqarah:214), hingga akhir ayat.

Sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...mereka telah didustakan.

Ada dua qiraat mengenainya, salah satu membacanya dengan memakai tasydid sehingga menjadi قَدْ كُذِّبُوا, qira’at inilah yang dibacakan oleh Siti Aisyah r.a.

Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa'd, dari Saleh, dari Ibnu Syihab yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Urwah ibnuz Zubair, dari Aisyah, bahwa ia pernah bertanya kepada Aisyah tentang firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka)., hingga akhir ayat.
Kuzibu ataukah kuzzibu! Maka Siti Aisyah menjawab, "Kuzzibu." Urwah berkata, "Berarti para rasul merasa yakin bahwa kaum mereka telah mendustakan mereka?
Lalu bagaimanakah kedudukan lafaz zan (dugaan)?"
Siti Aisyah menjawab, "Memang, demi umurku, para rasul itu telah yakin akan hal tersebut." Urwah berkata kepada Aisyah menyitir firman Allah subhanahu wa ta'ala.
yang mengatakan:

...dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan,
Siti Aisyah berkata, "Na'uzu Billah, jauh dari kemungkinan rasul-rasul mempunyai dugaan seperti itu kepada Tuhannya." Urwah berkata, "Lalu apakah yang dimaksud oleh ayat ini?"
Siti Aisyah menjawab bahwa mereka adalah para pengikut rasul-rasul yang beriman kepada Tuhan mereka dan membenarkan rasul-rasul.
Maka ketika bencana terus-menerus menimpa mereka dan pertolongan dari Allah dirasakan lambat oleh mereka:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi.
Tentang keimanan orang-orang yang mendustakan mereka dari kalangan kaumnya, dan para rasul menduga bahwa para pengikutnya telah mendustakan mereka, maka datanglah pertolongan Allah saat itu juga.

Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Az-Zuhri yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Urwah, ia berkata kepada Siti Aisyah, "Barangkali ayat ini dibaca kuzibu tanpa memakai tasydid." Siti Aisyah menjawab, "Ma 'azallah, jauh dari kemungkinan." Demikianlah menurut Imam Bukhari.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah, bahwa Ibnu Abbas membaca ayat ini dengan bacaan berikut:

...dan merasa yakin bahwa mereka telah didustakan.Yakni dengan bacaan takhfif, tanpa tasydid.
Ibnu Abu Mulaikah (yakni Abdullah) melanjutkan kisahnya, "Lalu Ibnu Abbas berkata kepadanya bahwa para rasul itu adalah manusia." Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman-Nya: sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, "Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
(Al Baqarah:214)

Ibnu Juraij mengatakan, Ibnu Abu Mulaikah berkata kepadanya bahwa Urwah telah bercerita kepadanya, dari Siti Aisyah, bahwa Siti Aisyah menentang bacaan takhfif itu, tidak mau menerimanya, dan berkata, "Tidak sekali-kali Allah menjanjikan kepada Nabi Muhammad sesuatu hal kecuali Nabi Muhammad merasa yakin bahwa hal itu pasti terjadi, hingga beliau wafat.
Akan tetapi bencana terus-menerus menimpa para rasul sehingga mereka menduga bahwa orang-orang yang bersama mereka dari kalangan orang-orang yang beriman telah mendustakan mereka."

Ibnu Abu Mulaikah mengatakan dalam hadis Urwah, bahwa Siti Aisyah membacanya kuzzibu dengan tasydid berasal dari masdar takzib.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A'la secara qiraat, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Bilal, dari Yahya ibnu Sa'id yang mengatakan bahwa seseorang datang kepada Al-Qasim ibnu Muhammad, lalu berkata, "Sesungguhnya Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi membaca ayat ini dengan bacaan berikut:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.
Maka Al-Qasim berkata, "Katakanlah kepadanya dariku bahwa aku telah mendengar Siti Aisyah —istri Nabi ﷺ— membacanya dengan bacaan berikut:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.'
Yakni kuzzibu, dan Siti Aisyah mengatakan bahwa para rasul didustakan oleh pengikut-pengikutnya." Sanad asar ini sahih juga.

Bacaan yang kedua ialah bacaan takhfif tanpa tasydid.
Para ulama berbeda pendapat mengenai tafsirnya.

Ibnu Abbas telah mengatakan seperti yang telah disebutkan di atas.
Dan dari Ibnu Mas'ud — menurut riwayat Sufyan As-Sauri, dari Al-A'masy, dari Abud Duha, dari Masruq, dari Abdullah— disebutkan bahwa ia (Abdullah ibnu Mas'ud) membacanya dengan bacaan berikut:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.
dengan bacaan takhfif tanpa tasydid.
Abdullah mengatakan bahwa inilah bacaan yang makruh.

Demikianlah dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas'ud, berbeda dengan apa yang diriwayatkan oleh perawi lainnya yang bersumber dari keduanya.
Yang dari Ibnu Abbas diriwayatkan oleh Al-A'masy, dari Muslim, dari Ibnu Abbas, disebutkan sehubungan dengan firman-Nya:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.
Bahwa setelah para rasul tidak mempunyai harapan lagi kaumnya akan menaati mereka, dan kaumnya menduga bahwa para rasul telah berdusta kepada mereka, maka saat itu datanglah pertolongan Allah.
lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Sa'id ibnu Jubair, Imran ibnul Haris As-Sulami, Abdur Rahman ibnu Mu'awiyah, Ali ibnu AbuTalhah, dan Al-Aufi, dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang semisal.

Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Arim Abun Nu' man, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Syu'aib, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Abu Hamzah Al-Jazari yang mengatakan bahwa seorang pemuda dari kabilah Quraisy bertanya kepada Sa'id ibnu Jubair, "Jelaskanlah kepadaku, hai Abu Abdullah, bagaimana bacaan ayat ini, karena sesungguhnya apabila bacaanku sampai kepadanya, aku berharap tidak membacanya," yaitu firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.
Sa'id ibnu Jubair menjawab, "Ya, setelah para rasul tidak mempunyai harapan lagi bahwa kaumnya membenarkan mereka, dan rasul yang diutus kepada mereka (kaumnya) menduga bahwa para rasul (terdahulu) telah didustakan." Maka Ad-Dahhak ibnu Muzahim berkata bahwa ia belum pernah melihat seorang lelaki seperti hari ini yang mengakui dirinya berilmu, pastilah dia akan terpesona.”Seandainya aku berangkat ke negeri Yaman untuk keperluan seperti ini, maka itu masih ringan."

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan pula dari jalur lain yang menyebutkan bahwa Muslim ibnu Yasar bertanya kepada Sa'id ibnu Jubair tentang hal itu, lalu Sa'id ibnu Jubair menjawab dengan jawaban tersebut.
Lalu Muslim ibnu Yasar bangkit dan memeluk Sa'id ibnu Jubair dan berkata, "Semoga Allah memberikan pertolongan kepadamu sebagaimana engkau telah memberikan pertolongan kepadaku." Hal yang sama telah diriwayatkan oleh beberapa jalur, dari Sa'id ibnu Jubair, bahwa Sa'id ibnu Jubair menafsirkannya dengan pengertian tersebut.
Penafsiran yang sama telah dikemukakan pula oleh Mujahid ibnu Jabr dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf yang bukan hanya seorang, sehingga disebutkan bahwa Mujahid membacanya dengan bacaan kazabu dengan huruf zal yang di-fathah-kan.
Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, hanya sebagian ulama yang menafsirkannya dengan qiraat ini mengembalikan damir yang ada dalam firman-Nya, "Annahum," kepada para pengikut rasul-rasul dari kalangan kaum mukmin.
Di antara ulama lainnya ada yang mengembalikan damir ini kepada orang-orang kafir dari kalangan umat mereka.
Yakni orang-orang kafir itu menduga bahwa para rasul telah berdusta terhadap janji yang mereka katakan, yaitu pertolongan Allah akan datang.

Adapun pendapat Ibnu Mas'ud, maka diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang mengatakan bahwa telah, menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, dari Muhammasy ibnu Ziyad Ad-Dabbi, dari Tamim ibnu Hazm yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Mas'ud mengatakan sehubungan dengan ayat ini, yaitu firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi.
Yaitu tentang keimanan kaumnya kepada mereka, dan kaum mereka —ketika pertolongan Allah datang terlambat— menduga bahwa para rasul itu dusta.
Yakni dengan bacaan takhfif.

Kedua riwayat yang masing-masing dari Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas ditolak oleh Siti Aisyah.
Penolakannya itu dikemukakannya di hadapan orang-orang yang menafsirkannya dengan tafsiran tersebut.
Pendapat Siti Aisyah ini dibela oleh Ibnu Jarir, dan ia meluruskan pendapat yang terkenal dari jumhur ulama serta menolak mentah-mentah pendapat lainnya, ia tidak mau menerimanya dan tidak merestuinya.

Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf 'alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu'jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab "Ad Dalail" bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf 'alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf 'alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu'jizat-mu'jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya'qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid


Gambar Kutipan Surah Yusuf Ayat 110 *beta

Surah Yusuf Ayat 110



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yusuf

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku' 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
4.5
Rating Pembaca: 4.3 (29 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku