Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Yusuf (Nabi Yusuf) – surah 12 ayat 110 [QS. 12:110]

حَتّٰۤی اِذَا اسۡتَیۡـَٔسَ الرُّسُلُ وَ ظَنُّوۡۤا اَنَّہُمۡ قَدۡ کُذِبُوۡا جَآءَہُمۡ نَصۡرُنَا ۙ فَنُجِّیَ مَنۡ نَّشَآءُ ؕ وَلَا یُرَدُّ بَاۡسُنَا عَنِ الۡقَوۡمِ الۡمُجۡرِمِیۡنَ
Hatta idzaaastai-asarrusulu wazhannuu annahum qad kudzibuu jaa-ahum nashrunaa fanujjiya man nasyaa-u walaa yuraddu ba’sunaa ‘anil qaumil mujrimiin(a);
Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan kaumnya) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka (para rasul) itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang yang Kami kehendaki.
Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berdosa.
―QS. Yusuf [12]: 110

Daftar isi

(They continued) until, when the messengers despaired and were certain that they had been denied, there came to them Our victory, and whoever We willed was saved.
And Our punishment cannot be repelled from the people who are criminals.
― Chapter 12. Surah Yusuf [verse 110]

حَتَّىٰٓ sehingga

Until
إِذَا apabila

when
ٱسْتَيْـَٔسَ putus asa/tidak mempunyai harapan

gave up hope
ٱلرُّسُلُ para rasul

the Messengers,
وَظَنُّوٓا۟ dan mereka meyakini

and thought
أَنَّهُمْ bahwasanya mereka

that they
قَدْ sungguh

certainly
كُذِبُوا۟ telah didustakan

were denied,
جَآءَهُمْ datang kepada mereka

then came to them
نَصْرُنَا pertolongan kami

Our help,
فَنُجِّىَ maka/lalu diselamatkan

and was saved
مَن orang

whom
نَّشَآءُ Kami kehendaki

We willed.
وَلَا dan tidak

And not
يُرَدُّ ditolak

(can) be repelled
بَأْسُنَا siksa Kami

Our punishment
عَنِ dari

from
ٱلْقَوْمِ kaum

the people
ٱلْمُجْرِمِينَ orang-orang yang berdosa

(who are) criminals.

Tafsir

Alquran

Surah Yusuf
12:110

Tafsir QS. Yusuf (12) : 110. Oleh Kementrian Agama RI


Ayat ini menjelaskan sunatullah yang telah berlaku pada umat-umat terdahulu.
Allah ﷻ mengutus para rasul-Nya dengan bukti yang nyata dan diperkuat dengan mukjizat.

Setelah rasulrasul itu ditentang, didustakan, dan dimusuhi oleh kaumnya sehingga merasakan tekanan yang amat berat, timbullah perasaan seakan-akan mereka berputus asa karena tidak ada harapan lagi kaumnya akan beriman dan kemenangan yang ditunggu-tunggu belum juga datang, pada saat itulah pertolongan Allah ﷻ datang.
Sedangkan orang-orang yang mendustakan para nabi ditimpa azab dengan tiba-tiba, seperti banjir besar yang menenggelamkan kaum Nabi Nuh, angin ribut yang membinasakan kaum Â’d (kaum Nabi Hud), siksaan yang menimpa kaum samud, dan bencana yang melanda negeri kaum Nabi Nabi Luth, sebagaimana tercantum dalam firman Allah ﷻ:

اَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَاُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوْحٍ وَّعَادٍ وَّثَمُوْدَ وَقَوْمِ اِبْرٰهِيْمَ وَاَصْحٰبِ مَدْيَنَ وَالْمُؤْتَفِكٰتِ اَتَتْهُمْ رُسُلُهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلٰكِنْ كَانُوْٓا اَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُوْنَ

Apakah tidak sampai kepada mereka berita (tentang) orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, Ad, Samud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?
Telah datang kepada mereka rasulrasul dengan membawa bukti-bukti yang nyata;
Allah tidak menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.
(at-Taubah [9]: 70)


Orang-orang Quraisy yang tidak mau insaf dan kembali ke jalan yang benar, sekalipun telah ditunjukkan bukti-bukti yang nyata, akan ditimpakan Allah azab yang pedih.
Sedangkan Nabi Muhammad diberi pertolongan berupa berbagai kemenangan yang telah diperolehnya seperti Perang Badar dan pada perang-perang berikutnya.

Allah ﷻ menyelamatkan para rasul beserta kaumnya yang beriman kepada-Nya, sedang orang-orang yang ingkar kepada Allah ﷻ dan mendustakan rasulrasul-Nya dan agama yang dibawanya akan diazab, tidak seorang pun dari mereka yang dapat menolak dan mengelak dari azab Allah itu.

Tafsir QS. Yusuf (12) : 110. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Wahai Muhammad, jangan mengira bahwa pertolongan Kami akan datang terlambat! Sebaliknya, pertolongan Kami dekat sekali dan pasti.
Sebelummu, Kami telah mengutus sejumlah rasul.


Saat itu, kebijaksanaan Kami menentukan bahwa pertolongan Kami tidak segera datang kepada mereka.
Pendustaan pengikut-pengikut mereka pun menjadi lebih panjang.


Kemudian, ketika jiwa mereka mulai goncang dan mulai merasakan putus asa, datanglah pertolongan Kami.
Kemudian Kami berikan nikmat keselamatan kepada orang-orang yang pantas dikehendaki untuk selamat.


Mereka adalah orang-orang yang beriman.
Sedangkan orang-orang yang menunjukkan sikap membangkang dan tetap bersikap syirik, mereka Kami timpakan bencana.


Tidak ada satu orang pun yang dapat mencegah siksa dan murka Kami terhadap orang-orang yang melakukan kejahatan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Janganlah engkau (wahai Rasul) meminta disegerakan kemenangan atas orang-orang yang mendustakanmu, karena para rasul sebelummu juga tidak mendapatkan kemenangan dengan segera karena suatu hikmah yang Kami ketahui.
Hingga apabila para rasul telah putus asa dari keimanan kaum mereka, dan para rasul yang diutus kepada mereka telah meyakini bahwa kaum mereka telah mendustakan mereka berkenaan dengan ajaran dari Allah yang disampaikan kepada mereka, maka datanglah pertolongan Kami kepada para rasul Kami saat beban sangat berat.


Lalu Kami selamatkan orang-orang yang Kami kehendaki, yaitu para rasul berserta pengikutnya, dan azab Kami tidak dapat ditolak dari orang-orang yang berdosa dan lancing terhadap Allah.
Ini berisikan hiburan bagi Nabi.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Sehingga) firman-Nya,
"Kami tidak mengutus sebelum kalian melainkan seorang laki-laki…"
Artinya:
Maka Allah menangguhkan pertolongan-Nya terhadap mereka hingga


(bila merasa putus asa) putus harapan


(para rasul itu dan mereka telah menyakini) para rasul itu merasa yakin


(bahwasanya mereka benar-benar telah didustakan) sungguh-sungguh didustakan sehingga mereka tidak dapat diharapkan lagi untuk beriman, makna ini dibaca kudzdzibuu.
Bila dibaca kudzibuu tanpa memakai tasydid, artinya umat-umat tersebut merasa yakin bahwa para rasul telah mengingkari ancaman yang telah mereka berikan kepadanya, yaitu mendapat pertolongan dari Allah


(maka datanglah pertolongan Kami kepada mereka lalu Kami selamatkan) dibaca dengan memakai dua huruf nun yang pertama dibaca takhfif sedang yang kedua dibaca tasydid, atau dibaca nujjiya menjadi fi`il madhi


(orang-orang yang Kami kehendaki.
Dan tidak dapat ditolak siksa Kami) azab Kami


(daripada orang-orang yang berdosa.) yakni orang-orang musyrik.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Allah subhanahu wa ta’ala, menyebutkan bahwa pertolongan-Nya diturunkan atas rasulrasul-Nya semuanya di saat mereka dalam kesempitan dan menunggu pertolongan dari Allah dalam waktu-waktu yang sangat genting.
Ayat ini semakna dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala, dalam ayat lainnya, yaitu:

dan diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya,
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?"
(QS. Al-Baqarah [2]: 214), hingga akhir ayat.

Sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…mereka telah didustakan.

Ada dua qiraat mengenainya, salah satu membacanya dengan memakai tasydid sehingga menjadi قَدْ كُذِّبُوا, qira’at inilah yang dibacakan oleh Siti Aisyah r.a.
Imam Bukhari mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Sa’d, dari Saleh, dari Ibnu Syihab yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Urwah ibnuz Zubair, dari Aisyah, bahwa ia pernah bertanya kepada Aisyah tentang firman Allah subhanahu wa ta’ala :

…Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka)., hingga akhir ayat.
Kuzibu ataukah kuzzibu! Maka Siti Aisyah menjawab,
"Kuzzibu."
Urwah berkata,
"Berarti para rasul merasa yakin bahwa kaum mereka telah mendustakan mereka?
Lalu bagaimanakah kedudukan Siti Aisyah menjawab,
"Memang, demi umurku, para rasul itu telah yakin akan hal tersebut."
Urwah berkata kepada Aisyah menyitir firman Allah subhanahu wa ta’ala, yang mengatakan:

…dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan,
Siti Aisyah berkata,
"Na’uzu Billah, jauh dari kemungkinan rasulrasul mempunyai dugaan seperti itu kepada Tuhannya."
Urwah berkata,
"Lalu apakah yang dimaksud oleh ayat ini?"
Siti Aisyah menjawab bahwa mereka adalah para pengikut rasulrasul yang beriman kepada Tuhan mereka dan membenarkan rasulrasul.
Maka ketika bencana terus-menerus menimpa mereka dan pertolongan dari Allah dirasakan lambat oleh mereka:

>Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi.
Tentang keimanan orang-orang yang mendustakan mereka dari kalangan kaumnya, dan para rasul menduga bahwa para pengikutnya telah mendustakan mereka, maka datanglah pertolongan Allah saat itu juga.

Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Az-Zuhri yang mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Urwah, ia berkata kepada Siti Aisyah,
"Barangkali ayat ini dibaca kuzibu tanpa memakai tasydid."
Siti Aisyah menjawab,
"Ma ‘azallah, jauh dari kemungkinan."
Demikianlah menurut Imam Bukhari.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa telah menceritakan kepadaku Ibnu Abu Mulaikah, bahwa Ibnu Abbas membaca ayat ini dengan bacaan berikut:

…dan merasa yakin bahwa mereka telah didustakan.Yakni dengan bacaan takhfif, tanpa tasydid.
Ibnu Abu Mulaikah (yakni Abdullah) melanjutkan kisahnya,
"Lalu Ibnu Abbas berkata kepadanya bahwa para rasul itu adalah manusia."
Kemudian Ibnu Abbas membacakan firman-Nya:
sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya,
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?"
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
(QS. Al-Baqarah [2]: 214)

Ibnu Juraij mengatakan, Ibnu Abu Mulaikah berkata kepadanya bahwa Urwah telah bercerita kepadanya, dari Siti Aisyah, bahwa Siti Aisyah menentang bacaan takhfif itu, tidak mau menerimanya, dan berkata,
"Tidak sekali-kali Allah menjanjikan kepada Nabi Muhammad sesuatu hal kecuali Nabi Muhammad merasa yakin bahwa hal itu pasti terjadi, hingga beliau wafat.
Akan tetapi bencana terus-menerus menimpa para rasul sehingga mereka menduga bahwa orang-orang yang bersama mereka dari kalangan orang-orang yang beriman telah mendustakan mereka."

Ibnu Abu Mulaikah mengatakan dalam hadis Urwah, bahwa Siti Aisyah membacanya kuzzibu dengan tasydid berasal dari masdar takzib.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Yunus ibnu Abdul A’la secara qiraat, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, telah menceritakan kepadaku Sulaiman ibnu Bilal, dari Yahya ibnu Sa’id yang mengatakan bahwa seseorang datang kepada Al-Qasim ibnu Muhammad, lalu berkata,
"Sesungguhnya Muhammad ibnu Ka’b Al-Qurazi membaca ayat ini dengan bacaan berikut:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.
Maka Al-Qasim berkata,
"Katakanlah kepadanya dariku bahwa aku telah mendengar Siti Aisyah —istri Nabi ﷺ— membacanya dengan bacaan berikut:

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.’
Yakni kuzzibu, dan Siti Aisyah mengatakan bahwa para rasul didustakan oleh pengikut-pengikutnya."
Sanad asar ini sahih juga.

Bacaan yang kedua ialah bacaan takhfif tanpa tasydid.
Para ulama berbeda pendapat mengenai tafsirnya.


Ibnu Abbas telah mengatakan seperti yang telah disebutkan di atas.
Dan dari Ibnu Mas’ud — menurut riwayat Sufyan As-Sauri, dari Al-A’masy, dari Abud Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.
dengan bacaan takhfif tanpa tasydid.
Abdullah mengatakan bahwa inilah bacaan yang makruh.


Demikianlah dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud, berbeda dengan apa yang diriwayatkan oleh perawi lainnya yang bersumber dari keduanya.
Yang dari Ibnu Abbas diriwayatkan oleh Al-A’masy, dari Muslim, dari Ibnu Abbas, disebutkan sehubungan dengan firman-Nya:


Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.
Bahwa setelah para rasul tidak mempunyai harapan lagi kaumnya akan menaati mereka, dan kaumnya menduga bahwa para rasul telah berdusta kepada mereka, maka saat itu datanglah pertolongan Allah.
lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki.

Hal yang sama telah diriwayatkan dari Sa’id ibnu Jubair, Imran ibnul Haris As-Sulami, Abdur Rahman ibnu Mu’awiyah, Ali ibnu AbuTalhah, dan Al-Aufi, dari Ibnu Abbas dengan Ibnu Jarir mengatakan, telah menceritakan kepadaku Al-Musanna, telah menceritakan kepada kami Arim Abun Nu’ man, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami Syu’aib, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Abu Hamzah Al-Jazari yang mengatakan bahwa seorang pemuda dari kabilah Quraisy bertanya kepada Sa’id ibnu Jubair,
"Jelaskanlah kepadaku, hai Abu Abdullah, bagaimana bacaan ayat ini, karena sesungguhnya apabila bacaanku sampai kepadanya, aku berharap tidak membacanya,"
yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan.
Sa’id ibnu Jubair menjawab,
"Ya, setelah para rasul tidak mempunyai harapan lagi bahwa kaumnya membenarkan mereka, dan rasul yang diutus kepada mereka (kaumnya) menduga bahwa para rasul (terdahulu) telah didustakan."
Maka Ad-Dahhak ibnu Muzahim berkata bahwa ia belum pernah melihat seorang lelaki seperti hari ini yang mengakui dirinya berilmu, pastilah dia akan terpesona."Seandainya aku berangkat ke negeri Yaman untuk keperluan seperti ini, maka itu masih ringan."

Kemudian Ibnu Jarir meriwayatkan pula dari jalur lain yang menyebutkan bahwa Muslim ibnu Yasar bertanya kepada Sa’id ibnu Jubair tentang hal itu, lalu Sa’id ibnu Jubair menjawab dengan jawaban tersebut.
Lalu Muslim ibnu Yasar bangkit dan memeluk Sa’id ibnu Jubair dan berkata,
"Semoga Allah memberikan pertolongan kepadamu sebagaimana engkau telah memberikan pertolongan kepadaku."
Hal yang sama telah diriwayatkan oleh beberapa jalur, dari Sa’id ibnu Jubair, bahwa Sa’id ibnu Jubair menafsirkannya dengan pengertian tersebut.
Penafsiran yang sama telah dikemukakan pula oleh Mujahid ibnu Jabr dan lain-lainnya dari kalangan ulama Salaf yang bukan hanya seorang, sehingga disebutkan bahwa Mujahid membacanya dengan bacaan kazabu dengan huruf zal yang di-fathah-kan.
Hal ini diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, hanya sebagian ulama yang menafsirkannya dengan qiraat ini mengembalikan damir yang ada dalam firman-Nya,
"Annahum,"
kepada para pengikut rasulrasul dari kalangan kaum mukmin.
Di antara ulama lainnya ada yang mengembalikan damir ini kepada orang-orang kafir dari kalangan umat mereka.
Yakni orang-orang kafir itu menduga bahwa para rasul telah berdusta terhadap janji yang mereka katakan, yaitu pertolongan Allah akan datang.

Adapun pendapat Ibnu Mas’ud, maka diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang mengatakan bahwa telah, menceritakan kepada kami Al-Qasim, telah menceritakan kepada kami Al-Husain, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Fudail, dari Muhammasy ibnu Ziyad Ad-Dabbi, dari Tamim ibnu Hazm yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Abdullah ibnu Mas’ud mengatakan sehubungan dengan ayat ini, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala :

Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi.
Yaitu tentang keimanan kaumnya kepada mereka, dan kaum mereka —ketika pertolongan Allah datang terlambat— menduga bahwa para rasul itu dusta.
Yakni dengan bacaan takhfif.

Kedua riwayat yang masing-masing dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas ditolak oleh Siti Aisyah.
Penolakannya itu dikemukakannya di hadapan orang-orang yang menafsirkannya dengan tafsiran tersebut.
Pendapat Siti Aisyah ini dibela oleh Ibnu Jarir, dan ia meluruskan pendapat yang terkenal dari jumhur ulama serta menolak mentah-mentah pendapat lainnya, ia tidak mau menerimanya dan tidak merestuinya.

Unsur Pokok Surah Yusuf (يوسف)

Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusufalaihis salam.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mukjizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.

Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab "Ad Dalail" bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusufalaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusufalaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

▪ Kenabian Yusuf `alaihis salam dan mukjizat-mukjizatnya.
▪ Ketentuan yang berhubungan dengan keagamaan adalah hak Allah semata-mata.
▪ Qadha Allah tak dapat dirubah.
▪ Para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

▪ Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah.
▪ Barang dan anak temuan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan.
▪ Boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

▪ Riwayat Nabi Yusuf `alaihis salam bersaudara dengan orang tua mereka Yaqub `alaihis salam.

Lain-lain:

▪ Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf `alaihis salam.
▪ Persamaan antara agama para nabi-nabi ialah tauhid.

Audio

QS. Yusuf (12) : 1-111 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 111 + Terjemahan Indonesia



QS. Yusuf (12) : 1-111 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 111

Gambar Kutipan Ayat

Surah Yusuf ayat 110 - Gambar 1 Surah Yusuf ayat 110 - Gambar 2
Statistik QS. 12:110
  • Rating RisalahMuslim
4.5

Ayat ini terdapat dalam surah Yusuf.

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, “Nabi Yusuf”) adalah surah ke-12 dalam Alquran.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah 12
Nama Surah Yusuf
Arab يوسف
Arti Nabi Yusuf
Nama lain Ahsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 53
Juz Juz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku’ 0
Jumlah ayat 111
Jumlah kata 1795
Jumlah huruf 7305
Surah sebelumnya Surah Hud
Surah selanjutnya Surah Ar-Ra’d
Sending
User Review
4.3 (29 suara)
Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
Tags:

12:110, 12 110, 12-110, Surah Yusuf 110, Tafsir surat Yusuf 110, Quran Yusuf 110, Surah Yusuf ayat 110

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Kandungan Surah Yusuf

۞ QS. 12:2 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 12:5 • Sifat iblis dan pembantunya

۞ QS. 12:6 Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 12:18 • Minta tolong kepada Allah

۞ QS. 12:19 • Keluasan ilmu Allah • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 12:21 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala • Kekuatan umat Islam di dunia

۞ QS. 12:23 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 12:34 Ar Rabb (Tuhan) • Al Sami’ (Maha Pendengar) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 12:37 Tauhid Uluhiyyah • Keluasan ilmu Allah • Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 12:38 Tauhid UluhiyyahIslam agama para nabi • Syirik adalah dosa terbesar • Dosa terbesar •

۞ QS. 12:39 Tauhid UluhiyyahAl Qahhar (Maha Pemaksa) • Al Wahid (Maha Esa)

۞ QS. 12:40 Tauhid UluhiyyahAl Hakam (Maha memberi keputusan) • Islam agama para nabi • Syirik adalah dosa terbesar •

۞ QS. 12:42 Ar Rabb (Tuhan) • Sifat iblis dan pembantunya • Usaha syetan untuk membuat manusia lupa dalam berdoa

۞ QS. 12:50 Ar Rabb (Tuhan)

۞ QS. 12:52 Hidayah (petunjuk) dari Allah

۞ QS. 12:53 • Kasih sayang Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 12:56 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Kekuatan umat Islam di dunia • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 12:57 • Pahala iman • Kebaikan yang ada di alam akhirat • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 12:64 • Kasih sayang Allah yang luas

۞ QS. 12:66 Al Wakil (Maha Penolong)

۞ QS. 12:67 Al Hakam (Maha memberi keputusan) • Kebenaran dan hakikat takdir • Melihat sebab akibat

۞ QS. 12:68 • Kebenaran dan hakikat takdir

۞ QS. 12:76 • Keluasan ilmu Allah • Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 12:77 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 12:81 • Allah memiliki kunci alam ghaib

۞ QS. 12:83 • Berbaik sangka terhadap Allah • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui)

۞ QS. 12:86 • Keluasan ilmu Allah

۞ QS. 12:87 • Melihat sebab akibat

۞ QS. 12:90 • Balasan dan pahala dari Allah

۞ QS. 12:92 • Ampunan Allah dan rahmatNya

۞ QS. 12:98 • Ampunan Allah yang luas • Ar Rabb (Tuhan) • Al Rahim (Maha Penyayang) • Al Ghafur (Maha Pengampun) •

۞ QS. 12:99 Sifat Masyi’ah (berkehendak)

۞ QS. 12:100 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) • Al Lathif (Maha Halus)

۞ QS. 12:101 Dalil-dalil adanya Allah Ta’alaAr Rabb (Tuhan) • Al Wali (Maha Pelindung) • Islam agama para nabi •

۞ QS. 12:102 • Allah memiliki kunci alam ghaib

۞ QS. 12:103 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 12:104 Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

۞ QS. 12:105 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 12:106 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafirRiyaa’ dalam berbuat baik

۞ QS. 12:107 • Hari kiamat datang tiba-tiba • Ancaman bagi orang kafir dan pelaku maksiat

۞ QS. 12:108 Tauhid Uluhiyyah • Mensucikan Allah dari segala sekutu

۞ QS. 12:109 • Kebaikan yang ada di alam akhirat

۞ QS. 12:110 Sifat Masyi’ah (berkehendak) • Azab orang kafir

۞ QS. 12:111 • Pengakuan antara satu kitab dengan lainnya • Hikmah penurunan kitab-kitab samawi

Ayat Pilihan

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar & judi.
Katakanlah:
“Pada keduanya terdapat dosa yang besar & beberapa manfaat bagi manusia,
tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”
QS. Al-Baqarah [2]: 219

Kemudian Aku bersumpah,
dan Aku tekankan sumpah-Ku itu,
bahwa kelak kalian akan ditanya tentang segala karunia yang kalian nikmati secara bermegah-megahan.
QS. At-Takasur [102]: 8

Seseorang tidak akan dapat mengetahui banyaknya nikmat besar yang Allah sediakan & simpan untuk mereka,
yang dapat menyedapkan pandangan mereka,
sebagai balasan atas ketaatan & perbuatan yang mereka lakukan.
QS. As-Sajdah [32]: 17

Tak ada yang dapat beri syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia tahu apa yang di hadapan mereka & apa yang di belakang mereka, dan mereka tak tahu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit & bumi
QS. Al-Baqarah [2]: 255

Hadits Shahih

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Hadits adalah Mubayyin untuk Alquran. Arti dari Mubayyin adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Arti mubayyin itu menjelaskan, mencerahkan, menerangkan, menjernihkan.

Alquran adalah keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Penjelasan tersebut terdapat dalam surah ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
u06c1u0670u0630u064eu0627 u0628u064eu06ccu064eu0627u0646u064c u0644u0651u0650u0644u0646u0651u064eu0627u0633u0650 u0648u064e u06c1u064fu062fu064bu06cc u0648u0651u064e u0645u064eu0648u06e1u0639u0650u0638u064eu06c3u064c u0644u0651u0650u0644u06e1u0645u064fu062au0651u064eu0642u0650u06ccu06e1u0646u064e

Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
--QS. 3:138

Hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan secara lahiriah, manusia dengan sesama manusia dan orang-orang dengan lingkungannya disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Amaliah, yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah Subhanahu Wa Ta`ala, antara sesama manusia, serta manusia dengan lingkungannya. Ilmu yang mempelajarinya disebut ilmu fiqih.

+

Array

Hukum yang berkaitan dengan perilaku moral manusia dalam kehidupan disebut hukum ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
Hukum Khuluqiyah ini adalah hukum yang berkenaan dengan akhlak juga budi pekerti manusia. Hukum ini mencakup semua sifat-sifat terpuji yang wajib ada dalam diri manusia sebagai hamba Allah Subhanahu Wa Ta`ala terkait hakikat dirinya sebagai makhluk sosial.

Adapun cakupan hukuk khuluqiyah ini seperti moral, adab dan sopan santun, budi pekerti dan perilaku-perilaku yang jauh dari unsur tercela lainnya.

Hukum Khuluqiyah ini adalah salah satu jenis hukum dalam Alquran, adapun jenis hukum lainnya adalah Itiqodiyah dan Amaliyah.

Sumber hukum tertinggi dalam Islam adalah ..

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #7
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #7 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #7 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi tidak lama lagi akan melahirkan bayinya, perilaku bu Nindi termasuk meyakini … Allah Subhanahu Wa Ta`ala.Allah Subhanahu Wa Ta`ala tidak akan merubah nasib suatu kaum , sebelum kaum itu sendiri yang merubahnya, arti ayat tersebut terdapat dalam Alquran surah ar-Rad ayat … Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah …

Pendidikan Agama Islam #9

Arti hadits maudhu’ adalah … Pengertian ijtihad menurut istilah adalah … Orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan infefensi hukum-hukum syariat dari sumber-sumber yang terpercaya disebut dengan … Berdasarkan bahasa, ijma artinya adalah … Era ketidaktahuan juga disebut zaman …

Kamus

Khadir

Siapa itu Khadir? Al-Khidr (Arab:الخضر, Khadr, Khadr) adalah nama yang diberikan kepada seorang nabi misterius dalam Surah Al-Kahf ayat 65-82. Selain kisah tentang Nabi Khadir yang mengajarkan te...

tanah dati

Apa itu tanah dati? tanah milik kelompok kekerabatan di daerah yang penduduknya beragama Islam (dalam adat Ambon); (2) tanah yang dimiliki dan dikuasai oleh klen atau subklen … •

Bani Israil

Siapa itu Bani Israil? Bani Israil (bahasa Ibrani: בני ישראל Bnei Yisra’el, bahasa Arab: بني إسرائيل ‎, Banī Israīl) atau Bani Israel adalah sebutan untuk umat yang Allah i...