Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yusuf

Yusuf (Nabi Yusuf) surah 12 ayat 100


وَ رَفَعَ اَبَوَیۡہِ عَلَی الۡعَرۡشِ وَ خَرُّوۡا لَہٗ سُجَّدًا ۚ وَ قَالَ یٰۤاَبَتِ ہٰذَا تَاۡوِیۡلُ رُءۡیَایَ مِنۡ قَبۡلُ ۫ قَدۡ جَعَلَہَا رَبِّیۡ حَقًّا ؕ وَ قَدۡ اَحۡسَنَ بِیۡۤ اِذۡ اَخۡرَجَنِیۡ مِنَ السِّجۡنِ وَ جَآءَ بِکُمۡ مِّنَ الۡبَدۡوِ مِنۡۢ بَعۡدِ اَنۡ نَّزَغَ الشَّیۡطٰنُ بَیۡنِیۡ وَ بَیۡنَ اِخۡوَتِیۡ ؕ اِنَّ رَبِّیۡ لَطِیۡفٌ لِّمَا یَشَآءُ ؕ اِنَّہٗ ہُوَ الۡعَلِیۡمُ الۡحَکِیۡمُ
Warafa’a abawaihi ‘alal ‘arsyi wakharruu lahu sujjadan waqaala yaa abati hadzaa ta’wiilu ru’yaaya min qablu qad ja’alahaa rabbii haqqan waqad ahsana bii idz akhrajanii minassijni wajaa-a bikum minal badwi min ba’di an nazaghasy-syaithaanu bainii wabaina ikhwatii inna rabbii lathiifun limaa yasyaa-u innahu huwal ‘aliimul hakiim(u);

Dan ia menaikkan kedua ibu-bapanya ke atas singgasana.
Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya sujud kepada Yusuf.
Dan berkata Yusuf:
“Wahai ayahku inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan.
Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku.
Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
―QS. 12:100
Topik ▪ Penciptaan ▪ Sifat iblis dan pembantunya ▪ Sifat iblis dan pembantunya
12:100, 12 100, 12-100, Yusuf 100, Yusuf 100, Yusuf 100
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yusuf (12) : 100. Oleh Kementrian Agama RI

Kemudian Yusuf mengangkat kedua orang tuanya dan mendudukkannya di atas singgasana kerajaannya sebagai penghormatan lebih daripada apa yang telah diperbuat kepada saudara-saudaranya.
Mereka merebahkan diri seraya sujud menghormat kepada Yusuf sebagaimana lazimnya orang-orang menghormati kepada raja dan orang-orang besarnya pada waktu itu.
Cara ini pernah juga berlaku pada diri Yakub.
Dia pernah sujud menghormat kepada saudaranya ketika bertemu setelah berpisah sekian lamanya.
Berkatalah Yusuf: "Wahai ayahku, inilah takbir mimpiku dahulu ketika saya masih keci1 yang telah saya sampaikan kepada ayah dengan ucapan:

Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku.
(Q.S.
Yusuf: 4)

Allah subhanahu wa ta'ala menjadikan mimpiku itu benar-benar terjadi bukan khayalan.
Sebelas bintang itulah saudara-saudaraku yang berjumlah sebelas orang sedang matahari dan bulan adalah ayah dan ibuku.
Dengan keluarga inilah Allah subhanahu wa ta'ala memelihara keturunan Nabi Ishak anak Nabi Ibrahim as.
untuk mengembangkan agama tauhid di muka bumi ini.
Selanjutnya Yusuf berkata kepada ayahnya: "Allah subhanahu wa ta'ala telah berbuat baik kepadaku.
Dia melepaskan aku dari penjara dan mengangkatku sebagai penguasa.
Dia yang memindahkan ayah dari dusun padang pasir berpenghidupan sederhana dan kasar ke negeri yang ramai, menikmati hidup yang bahagia, penyiaran agama yang benar, tolong-menolong di dalam memajukan ilmu pengetahuan dan perindustrian.
Ini semua terjadi setelah setan memutus hubungan silaturahmi antara aku dan saudara-saudaraku sehingga rusaklah perhubungan persaudaraan, dan timbullah rasa dengki dan jahat sangka antara kita.
Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala itu mengetahui segala sesuatu yang bagaimana pun halusnya, bersifat lemah lembut kepada hamba-hamba-Nya, menetapkan apa yang Dia kehendaki dengan kebijaksanaan.
Sesungguhnya Dia itu Maha Mengetahui apa yang menjadi maslahat bagi hamba-hamba-Nya.
Tiada suatu hal yang tersembunyi bagi-Nya mulai dari pangkal sampai ujungnya.
Maha Bijaksana di dalam segala hal, membalas orang-orang yang berbuat baik dengan kebaikan, dan kesudahan yang baik diberikan kepada orang-orang yang bertakwa."

Yusuf (12) ayat 100 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yusuf (12) ayat 100 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yusuf (12) ayat 100 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka pun berjalan, di dalam Mesir, hingga akhirnya tiba dan masuk ke dalam rumah Yusuf.
Yusuf berjalan di muka, mengawali ayah dan ibunya, lalu mendudukkan mereka di atas singgasananya.
Ya'qub dan keluarganya merasakan betapa besar karunia Allah kepada mereka yang diberikan melalui Yusuf.
Betapa Allah menyatukan kembali keluarga yang telah terpisah dan menempatkan mereka di tempat yang penuh penghormatan dan kemuliaan.
Mereka, Ya'qub dan keluarganya, pun memberi salam hormat kepada Yusuf dengan ucapan yang oleh masyarakat dahulu dikenal sebagai ucapan salam hormat untuk pemimpin dan penguasa.
Mereka memperlihatkan sikap tunduk dan hormat kepada Yusuf.
Hal itu mengingatkan kepada Yusuf apa yang dahulu dilihatnya dalam mimpi ketika ia masih kecil.
Yusuf pun berkata kepada ayahnya, "Ini adalah takbir mimpi yang dulu pernah aku ceritakan kepadamu, Ayah.
Saat itu, aku mimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan sujud kepadaku.
Kini Tuhan mewujudkan mimpi itu dalam kenyataan.
Allah sungguh telah memberikan kehormatan dan kebaikan kepadaku dengan membuktikan bahwa aku tidak bersalah dan mengeluarkanku dari dalam penjara.
Selain itu, Dia juga mengantarkan kalian, Ibu, Bapak, dan Saudara-saudaraku, dari tempat yang jauh ke tempat ini, sehingga kita pun akhirnya bertemu kembali setelah sebelumnya setan merusak hubungan di antara aku dan saudara- saudaraku dengan merayu mereka.
Itu semua, tidak mungkin dapat terjadi tanpa kehendak Allah.
Allah adalah pemilik siasat, mengatur dan menundukkan segalanya untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu, dan ketentuan-Nya mencakup segala tindakan dan takdir."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan ia menaikkan kedua ibu-bapaknya) yakni Yusuf mendudukkan kedua orang tuanya sejajar dengannya (ke atas singgasananya.) tempat duduknya (Dan mereka merebahkan diri) yakni kedua orang tuanya dan semua saudara-saudaranya (kepada Yusuf seraya bersujud) yang dimaksud adalah sujud dengan membungkukkan badan bukannya sujud dalam arti kata meletakkan kening, cara itu merupakan penghormatan yang berlaku pada zamannya.
(Dan berkata Yusuf, "Wahai ayahku! Inilah takwil mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan.
Dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku) terhadap diriku (ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara) Nabi Yusuf tidak menyinggung masalah sumur, hal ini sengaja ia lakukan demi menghormati saudara-saudaranya supaya mereka tidak malu (dan ketika membawa kalian dari dusun padang pasir) dari kampung padang pasir (setelah dirusak) dikacaukan (oleh setan hubungan antara aku dan saudara-saudaraku.
Sesungguhnya Rabbku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki.
Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui) tentang makhluk-Nya (lagi Maha Bijaksana.") di dalam pekerjaan-Nya.
Kemudian ayah Nabi Yusuf (Yakub) bermukim bersama Yusuf selama dua puluh empat tahun atau tujuh belas tahun.
Disebutkan bahwa masa perpisahan mereka delapan belas tahun lamanya atau empat puluh tahun atau delapan puluh tahun.
Kemudian Nabi Yakub menjelang ajalnya, sebelum itu ia berwasiat kepada Nabi Yusuf supaya ia dikebumikan di dekat ayahnya, yaitu Nabi Ishak.
Lalu Nabi Yusuf membawa jenazah ayahnya ke tempat yang diisyaratkannya dalam wasiat dan mengebumikannya di tempat tersebut.
Setelah itu Nabi Yusuf kembali ke Mesir dan ia tinggal di negeri itu sesudah Nabi Yakub meninggal dunia selama dua puluh tiga tahun.
Ketika urusannya telah sempurna kemudian ia mengetahui bahwa dirinya tidak akan abadi dalam keadaan demikian lalu hatinya menginginkan agar ia hijrah ke kerajaan yang abadi, yakni akhirat.
Untuk itu berkata seraya berdoa:

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Yusuf pun mendudukkan ayah ibunya di atas singgasana kekuasaannya di sampingnya, sebagai pemuliaan untuk keduanya, lalu ayah ibunya dan sebelas saudaranya memberikan penghormatan kepadanya dengan bersujud kepadanya sebagai bentuk penghormatan dan pemuliaan, bukan sujud peribadatan dan ketundukan.
Hal itu diperbolehkan dalam syariat mereka, tapi ini diharamkan dalam syariat kita; untuk menutup jalan kemusyrikan (mempersekutukan Allah), Yusuf berkata kepada ayahnya :
Sujud inilah tafsir mimpiku yang telah aku ceritakan kepadamu dahulu semasa kecilku, dan Rabbku telah menjadikannya sebagai kenyataan.
Sungguh Rabbku telah melimpahkan anugerah kepadaku, ketika Dia mengeluarkan aku dari penjara, dan membawa kalian dari Badiyah (pemukiman nomaden di padang pasir) kepadaku setelah setan merusak ikatan persaudaraan antara aku dengan saudara-saudaraku.
Sesungguhnya Rabbku Mahalembut perencanaan-Nya kepada apa yang dikehendaki-Nya.
Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui kemaslahatan para hamba-Nya lagi Maha Bijaksana dalam kata-kata dan perbuatan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan Yusuf menaikkan kedua ibu bapaknya ke atas singgasana.

Ibnu Abbas, Mujahid, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa yang dimaksud dengan al- arsy dalam ayat ini ialah singgasana.
Yakni Yusuf mendudukkan kedua orang tuanya ke atas singgasananya bersama-sama dengan dia.

Dan mereka (semuanya) merebahkan diri seraya bersujud kepada Yusuf.

Maksudnya, bersujud kepada Yusuf kedua orang tuanya dan semua saudaranya yang jumlahnya ada sebelas orang.

Dan berkata Yusuf, "Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu."

Yakni mimpi yang pernah ia ceritakan kepada ayahnya jauh sebelum itu, yang disebutkan di dalam firman-Nya:

sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang.
(Yusuf:4), hingga akhir ayat.

Hal ini masih diperbolehkan di dalam syariat mereka, bilamana memberikan salam penghormatan kepada orang besar, yakni boleh bersujud kepadanya.
Hal ini diperbolehkan sejak zaman Nabi Adam sampai kepada syariat Nabi Isa 'alaihis salam Kemudian dalam syariat Nabi Muhammad ﷺ hal ini diharamkan, dan hanya dikhususkan kepada Allah Tuhan sekalian alam.
Demikianlah ringkasan dari apa yang dikatakan oleh Qatadah dan lain-lainnya.

Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ketika Mu'az tiba di negeri Syam, ia menjumpai mereka masih bersujud kepada uskup-uskup mereka.
Ketika Mu'az bersujud kepada Rasulullah ﷺ, Rasulullah ﷺ bertanya, "Apakah yang engkau lakukan ini, hai Mu'az?"
Mu'az menjawab, "Sesungguhnya aku melihat penduduk negeri Syam bersujud kepada uskup-uskup mereka, maka engkau lebih berhak untuk disujudi, wahai Rasulullah." Maka Rasulullah ﷺ bersabda:

Seandainya aku memerintahkan kepada seseorang untuk ber­sujud kepada orang lain, tentu aku akan perintahkan kepada wanita untuk bersujud kepada suaminya, karena hak suaminya atas dirinya sangatlah besar.

Di dalam hadis lain disebutkan bahwa Salman bersua dengan Nabi ﷺ di salah satu jalan kota Madinah, saat itu Salman baru masuk Islam, maka ia bersujud kepada Nabi ﷺ (sebagai penghormatan kepadanya).
Nabi ﷺ bersabda membantah:

Hai Salman, janganlah kamu sujud kepadaku.
Bersujudlah kepada Tuhan Yang Hidup, Yang tak pernah mati.

Keterangan ini dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa bersujud dalam penghormatan kepada seorang pembesar diperbolehkan dalam syariat mereka.
Maka dari itu, mereka semuanya bersujud kepada Yusuf, dan saat itu juga Yusuf berkata:

Wahai ayahku, inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu, sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan.
Yakni inilah kenyataan dari mimpiku itu.

Penggunaan kata 'takwil dalam ayat ini ditujukan kepada pengertian kesimpulan dari suatu perkara atau kenyataannya, seperti pengertian yang terdapat di dalam firman Allah subhanahu wa ta'ala.dalam ayat yang lain:

Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya ' kebenaran) Al-Qur'an itu.
Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al-Qur'an.
(Al A'raf:53)

Artinya, pada hari kiamat nanti akan datang kepada mereka apa yang telah dijanjikan kepada mereka, yaitu balasan kebaikan dan balasan keburukan (mereka).

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan

Yakni menjadi kenyataan yang benar.
Lalu Yusuf menyebutkan nikmat-nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya:

Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kalian dari dusun padang pasir.
(Yusuf:100)

Yaitu dari daerah pedalaman.

Ibnu Juraij dan lain-lainnya mengatakan bahwa mereka adalah penduduk daerah pedalaman yang bermata pencaharian beternak.
Ibnu Juraij mengatakan, mereka tinggal di daerah pedalaman Palestina, bagian dari negeri Syam.
Menurut pendapat lainnya mereka tinggal di Aulaj, lereng pegunungan Hasma, mereka adalah or­ang-orang pedalaman, beternak kambing dan unta.

...setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku.
Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki.

Maksudnya, apabila Dia menghendaki sesuatu perkara, maka Dia menetapkan baginya semua penyebab kejadiannya dan memutuskannya serta memudahkan terlaksananya.

Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mengetahui.

akan kemaslahatan hamba-hamba-Nya.

...lagi Mahabijaksana.

dalam ucapan, perbuatan, ketetapan, takdir, dan semua yang dipilih dan yang dikehendaki-Nya.

Abu Usman An-Nahdi telah meriwayatkan dari Sulaiman, bahwa jarak masa antara mimpi Yusuf dan kenyataannya adalah empat puluh tahun.
Abdullah ibnu Syaddad mengatakan bahwa masa itulah batas maksimal kenyataan suatu mimpi.
Demikianlah menurut riwayat Ibnu Jarir.

Ibnu Jarir mengatakan pula, telah menceritakan kepada kami Umar ibnu Ali, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab As-Saqafi, telah menceritakan kepada kami Hisyam, dari Al-Hasan yang mengatakan, "Jarak masa antara perpisahan dengan Nabi Yusuf sampai Nabi Ya'qub bersua dengannya adalah delapan puluh tahun.
Selama itu kesedihan selalu melanda hati Ya'qub 'alaihis salam, dan air matanya selalu berlinangan mengalir ke pipinya tiada henti-hentinya.
Tiada seorang hamba pun di muka bumi ini yang lebih disukai oleh Allah selain Nabi Ya'qub."

Hasyim telah meriwayatkan dari Yunus, dari Al-Hasan, bahwa masa itu adalah delapan puluh tiga tahun.
Mubarak ibnu Fudalah mengata­kan dari Al-Hasan, bahwa Yusuf dilemparkan ke dasar sumur ketika berusia tujuh belas tahun, dan menghilang dari pandangan ayahnya selama delapan puluh tahun.
Sesudah itu ia hidup selama dua puluh tiga tahun.
Yusuf 'alaihis salam wafat dalam usia seratus dua puluh tahun.

Qatadah mengata­kan, masa perpisahan antara Ya'qub dan Yusuf adalah tiga puluh lima tahun.

Muhammad ibnu Ishaq mengatakan bahwa menghilangkan Yusuf dari ayahnya adalah selama delapan belas tahun.
Selanjutnya Ibnu Ishaq mengatakan, orang-orang ahli kitab menduga bahwa masa itu empat puluh tahun atau yang mendekatinya.
Ya'qub tinggal bersama Yusuf sesudah Ya'qub tiba di negeri Mesir adalah selama tujuh belas tahun, kemudian Allah mewafatkannya.

Abi Ishaq As-Subai'i mengatakan dari Abu Ubaidah, dari Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan bahwa kaum Bani Israil masuk ke negeri Mesir sebanyak tiga ratus enam puluh orang, ketika pergi meninggalkan Mesir, jumlah mereka mencapai enam ratus tujuh puluh ribu orang.

Abu Ishaq telah meriwayatkan dari Masruq, bahwa mereka masuk ke negeri Mesir dalam jumlah tiga ratus sembilan puluh orang yang terdiri atas kaum pria dan wanitanya.

Musa ibnu Ubaidah telah meriwayatkan dari Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi, dari Abdullah ibnu Syaddad, bahwa keluarga Ya'qub berkumpul dengan Yusuf di negeri Mesir, sedangkan jumlah mereka ada delapan puluh enam orang termasuk anak-anak kecil, orang dewasa, kaum pria dan wanitanya.
Ketika mereka pergi meninggalkan negeri Mesir, jumlah mereka mencapai enam ratus ribu orang lebih.

Kata Pilihan Dalam Surah Yusuf (12) Ayat 100

ARSY
عَرْش

Lafaz 'arsy adalah mashdar dari kata 'arasya, jamaknya adalah 'urusy dan a'raasy, artinya singgasana raja, tahta, inti perkara, payung, kerajaan dan sebagainya."

Lafaz 'arsy disebut sebanyak 22 kali di dalam Al Qur'an, yaitu dalam surah:
-Al A'raaf (7), ayat 54;
-At Taubah (9), ayat 129;
-Yunus (10), ayat 3;
-Yusuf (12), ayat 100;
-Ar Ra'd (13), ayat 2;
-Al Israa' (17), ayat 42;
-Tha Ha (20), ayat 5;
-Al Anbiyaa' (21), ayat 22;
-Al Mu'minuun (23), ayat 86, 116;
-Al Furqaan (25), ayat 59;
-An Naml (27), ayat 23, 26;
-As Sajadah (32), ayat 4;
-Az Zumar (39), ayat 75;
-Al Mu'min (40), ayat 7, 15;
-Az Zukhruf (43), ayat 82;
-Al Hadid (57), ayat 4;
-Al Haaqqah (69), ayat 17;
-At Takwir (81), ayat 20;
-Al Buruuj (85), ayat 15.

Lafaz 'arsy mengandung dua makna berdasarkan sandarannya pada lafaz lain:

1. Jika ia disandarkan kepada Allah, maka bermakna singgahsana Allah (arsy Allah), sebagaimana terdapat dalam kebanyakkan makna lafaz arsy di dalam Al Qur'an.

Al Fayruz berkata,
"Arsy Allah tidak dapat diketahui oleh manusia pada hakikatnya kecuali hanya sekadar nama dan ia tidak sebagaimana disangka kebanyakan orang. Oleh karena itu, lafaz dzu Al ursy bermakna isyarat pada kerajaan Nya dan kekuasaan Nya dan tidak bermakna tempat Allah bersernayam."

Asy Syawkani berkata,
"Terdapat 14 pendapat mengenai 'arsy Allah dan bagaimana Allah menetap dan bersemayam. Namun, pendapat yang paling benar adalah pendapat mazhab salaf yang meyakini Allah bersemayam di atas arsy tanpa diketahui hakikatnya dan jauh dari tafsiran yang tidak patut ke atasnya, sebagaimana pendapat Abu Al Hasan Al Asy'ari dan kinayah (perumpamaan) tentang kekuasaan dan kerajaan Nya. Sedangkan Allah menyatakan, "Wa kaana 'arsyuhuu ala almaa'" (Arsy Nya di atas air) maksudnya menyatakan 'arasy tetap wujud sejak ia diciptakan lagi tinggi di atas air'"

Az Zamakhsyari berkata,
"Ayat ini bermakna kerajaan Allah wujud sebelum diciptakan langit dan bumi dan ia menunjukkan air dan singgahsananya adalah makhluk'"

Diriwayatkan oleh At Tirmidzi dan Ibn Majah dari hadis Laqit bin Amir bin Al Muntafiq Al Uqayli, katanya, "Aku berkata,
"Wahai Rasulullah! Di mana Allah berada sebelum mencipta makhluknyai" Beliau menjawab, "Dia berada di 'amaa di mana di bawahnya tidak ada udara dan juga di atasnya kemudian setelah itu Dia menciptakan arasy. "

Qatadah berkata,
"Ayat ini adalah berita awal penciptaan Nya sebelum penciptaan langit dan bumi."

Anas bin Rabi' berkata,
"Ketika langit dan bumi diciptakan, Allah membagi air itu kepada dua bahagian. Bahagian pertama dijadikan di atas arsy Nya dan ia adalah laut yang terbentang."

2. Makna kedua adalah kerajaan makhluk atau singgasana raja, sebagaimana yang terdapat dalam surah Yusuf (12), ayat 100 dan Al Naml (27), ayat 23.

Ibn 'Abbas, As Suddi, Mujahid, Qatadah mengatakan makna al 'Arsy di sini adalah al sariir (singgahsana) atau tempat duduk yang mulia bagi para pembesar.

Ibn Zayd berkata,
"Ia bermakna majlisuh (majlis Yusuf)." Maksudnya, Nabi Yusuf mendudukkan ibu bapaknya di singgahsana atau kursi kebesaran di sebelahnya"

Al Qurtubi berkata,
"Al 'Arsy bermakna singgahsana raja yang megah dan ia adalah sifat bagi kedudukan dan kerajaan yang megah.

Ada juga yang berpendapat ia bermakna kerajaan, tetapi pendapat pertama lebih tepat."

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:383-385

Informasi Surah Yusuf (يوسف)
Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah.

Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf 'alaihis salam Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai mu'jizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab "Ad Dalail" bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama lslam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf 'alaihis salam ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Dari cerita Yusuf 'alaihis salam ini, Nabi Muhammad ﷺ mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.

Keimanan:

Kenabian Yusuf a.s. dan mu'jizat-mu'jizatnya
ketentuan yang berhubungan de­ngan keagamaan adalah hak Allah semata-mata
qadha Allah tak dapat dirobah
para rasul semuanya laki-laki.

Hukum:

Keharusan merahasiakan sesuatu untuk menghindari fitnah
barang dan anak te­muan wajib dipungut tidak boleh dibiarkan
boleh melakukah helah yang tidak merugikan orang lain untuk memperoleh sesuatu kemaslahatan.

Kisah:

Riwayat Nabi Yusuf a.s. bersaudara dengan orang tua mereka Ya'qub a.s.

Lain-lain:

Beberapa dari sifat dan tauladan yang mulia yang dapat diambil dari cerita Yusuf a.s
persamaan antara agama para nabi-nabi iala tauhid


Gambar Kutipan Surah Yusuf Ayat 100 *beta

Surah Yusuf Ayat 100



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yusuf

Surah Yusuf (bahasa Arab:يسوف, Yūsuf, "Nabi Yusuf") adalah surah ke-12 dalam Al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 111 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah.
Surah ini dinamakan surah Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf.
Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita gaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad sebagai mukjizat bagi dia, sedang dia sebelum diturunkan surah ini tidak mengetahuinya.
Dari cerita Yusuf ini, Nabi Muhammad mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap dia dalam menjalankan tugasnya.
Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad-Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui.

Nomor Surah12
Nama SurahYusuf
Arabيوسف
ArtiNabi Yusuf
Nama lainAhsan Al-Qashash (Sebaik-baik Kisah)
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu53
JuzJuz 12 (ayat 1-52),
juz 13 (ayat 53-111)
Jumlah ruku'0
Jumlah ayat111
Jumlah kata1795
Jumlah huruf7305
Surah sebelumnyaSurah Hud
Surah selanjutnyaSurah Ar-Ra’d
4.7
Rating Pembaca: 4.9 (9 votes)
Sending