Search
Generic filters
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Langsung kunjungi https://risalahmuslim.id/2-255 atau cari dengan ketik nomer_surah:nomer_ayat. Contoh: 2:255

Yunus

Yunus (Nabi Yunus) surah 10 ayat 93


وَ لَقَدۡ بَوَّاۡنَا بَنِیۡۤ اِسۡرَآءِیۡلَ مُبَوَّاَ صِدۡقٍ وَّ رَزَقۡنٰہُمۡ مِّنَ الطَّیِّبٰتِ ۚ فَمَا اخۡتَلَفُوۡا حَتّٰی جَآءَہُمُ الۡعِلۡمُ ؕ اِنَّ رَبَّکَ یَقۡضِیۡ بَیۡنَہُمۡ یَوۡمَ الۡقِیٰمَۃِ فِیۡمَا کَانُوۡا فِیۡہِ یَخۡتَلِفُوۡنَ
Walaqad bau-wa’naa banii israa-iila mubau-waa shidqin warazaqnaahum minath-thai-yibaati famaaakhtalafuu hatta jaa-ahumul ‘ilmu inna rabbaka yaqdhii bainahum yaumal qiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun(a);

Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di ternpat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik.
Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat).
Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.
―QS. 10:93
Topik ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
10:93, 10 93, 10-93, Yunus 93, Yunus 93, Yunus 93
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 93. Oleh Kementrian Agama RI

Sesudah Allah mengakhiri kisah Firaun, maka pada ayat ini Allah menyebutkan riwayat Bani Israil, setibanya mereka pada tempat yang dijanjikan Tuhan.
Allah telah menempatkan mereka di negeri yang indah yaitu negeri Palestina.
Sebagaimana diterangkan pula dalam ayat yang lain firman Allah:

Dan kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu negeri-negeri bagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.
(Q.S.
Al-A'raf: 137)

Allah melimpahkan rezeki yang baik-baik lagi bermacam-macam, baik dalam peternakan, perkebunan, pertanian dan perikanan di daratan dan di lautan kepada Bani Israil.
Mereka hidup rukun dan damai penuh bahagia di negeri yang baru itu.
Tetapi kemudian timbul perselisihan yang besar di kalangan mereka sesudah mereka mempelajari kitab Taurat dan memperlihatkan hukum-hukumnya.
Sebenarnya tidak wajar mereka itu berselisih paham sebab Allah telah cukup jelas menerangkan kepada mereka hal-hal yang tadinya kabur bagi mereka.
Jika timbul perselisihan maka hal itu disebabkan faktor pribadi dan kepentingan golongan di antara mereka.
Firman Allah:

Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka.
(Q.S.
Ali Imran: 19)

Kedengkian dan kebencian terhadap golongan lain, ambisi pribadi, bermegah-megah dan kepentingan golongan serta faktor-faktor subyektif sangat mempengaruhi mereka dalam mempelajari Al-Kitab.
Mereka tidak segan memutarbalikkan pengertian ayat dari arti yang sebenarnya.
Firman Allah:

Yaitu orang-orang Yahudi mereka merubah perkataan dari tempat-tempatnya.
(Q.S.
An Nisa': 46)

Mereka (orang-orang Yahudi) akibat kekeliruan berpikir dan menurutkan hawa nafsu, mengutamakan kekafiran daripada keimanan, mendahulukan kejahatan daripada kebaikan.

Yunus (10) ayat 93 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yunus (10) ayat 93 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yunus (10) ayat 93 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan sungguh, setelah peristiwa itu, Kami beri kekuatan kepada Bani Israil.
Mereka pun kemudian hidup tenteram di tanah yang subur dan dapat melaksanakan ajaran agama serta terhindar dari penindasan yang mereka alami sebelumnya.
Mereka telah mendapatkan pelbagai rezeki dan karunia yang melimpah ruah.
Tetapi baru saja mereka merasakan kenikmatan hidup mulia setelah sebelumnya hidup dalam keterhinaan, mereka sudah dihinggapi perpecahan.
Maka terjadilah perselisihan antara mereka, meski sebenarnya sudah jelas bagi mereka mana yang benar dan mana yang salah.
Di hari kiamat nanti, Allah akan memutuskan apa yang telah mereka perselisihkan, dan Dia akan memberi balasan sesuai dengan perbuatan mereka.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan) memberikan tempat (Bani Israel di tempat kediaman yang bagus) tempat yang terhormat, yaitu negeri Syam dan negeri Mesir (dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik.
Maka mereka tidak berselisih) sekalipun sebagian di antara mereka beriman dan sebagian yang lain kafir (kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan, yang tersebut dalam Taurat.
Sesungguhnya Rabb kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu) dalam masalah agama, yaitu dengan menyelamatkan orang-orang beriman dan mengazab orang-orang kafir.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Dan sesungguhnya Kami telah tempatkan Bani Israil di tempat tinggal yang baik dan terpilih, yaitu negeri Syam dan Mesir.
Dan telah Kami beri mereka rizki yang halal dan baik dari dalam bumi yang penuh berkah.
Mereka tidak berselisih mengenai urusan agama kecuali setelah datang pengetahuan yang membawa pada persatuan dan kesatuan mereka.
Diantaranya adalah pengetahuan mengenai berita kenabian Muhammad صلی الله عليه وسلم yang terdapat didalam Taurat.
Sesungguhnya Rabbmu (wahai Rasul) akan memutuskan diantara mereka pada Hari Kiamat kelak tentang perselisihan mereka mengenai dirimu.
Maka orang-orang yang mendustakan akan dimasukkan ke dalam neraka, dan mereka yang beriman akan dimasukkan ke dalam surga.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta'ala.
menceritakan perihal nikmat-Nya yang telah Dia limpahkan kepada kaum Bani Israil, yaitu nikmat agama dan duniawi.
Firman Allah subhanahu wa ta'ala.
yang mengatakan:

...di tempat kediaman yang bagus

Menurut suatu pendapat, yang dimaksud ialah kota-kota di negeri Mesir dan negeri Syam yang terletak di sekitar Baitul Maqdis dan kawasan sekelilingnya.
Karena sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala.
setelah membinasakan Fir'aun dan bala tentaranya, maka kekuasaan negeri-negeri Mesir seluruhnya berada di tangan Nabi Musa, seperti yang disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
dalam firman-Nya:

Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu negeri-negeri bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.
Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka.
Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.
(Al A'raf:137)

Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaum-kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
(Asy Syu'ara:57-59)

Alangkah banyaknya taman dan mata air yang mereka tinggalkan.
(Ad Dukhaan:25), hingga beberapa ayat berikutnya

Akan tetapi, mereka bersama Musa 'alaihis salam terus berjalan mencari Baitul Muqaddas yang merupakan negeri Nabi Ibrahim Al-Khalil 'alaihis salam Mereka terus mengikuti Nabi Musa yang mencari Baitul Maqdis yang saat itu telah diduduki oleh suatu kaum dari bangsa 'Amaliqah.

Bani Israil surut mundur, tidak mau berperang melawan mereka.
Maka Allah menyesatkan kaum Bani Israil di Padang Tih selama empat puluh tahun.
Dalam masa itu Harun meninggal dunia, kemudian disusul oleh Nabi Musa 'alaihis salam

Setelah keduanya wafat, mereka berhasil keluar dari Padang Tih itu bersama Yusya' ibnu Nun.
dan Allah membukakan bagi mereka Baitul Muqaddas.
Sejak saat itu kekuasaan Baitul Muqaddas berada di tangan mereka sampai direbut oleh Bukhtansar selama beberapa masa, tetapi pada akhirnya dapat direbut kembali oleh Bani Israil.

Sesudah itu negeri Baitul Muqaddas direbut oleh raja-raja Yunani, dan mereka menguasainya dalam kurun waktu yang cukup lama.
Di masa itulah Allah subhanahu wa ta'ala.
mengutus Nabi Isa ibnu Maryam 'alaihis salam Maka orang-orang Yahudi —semoga Allah melaknat mereka— meminta bantuan kepada raja-raja Yunani itu untuk memusuhi Isa 'alaihis salam, saat itu orang-orang Yahudi berada di bawah kekuasaan mereka.

Orang-orang Yahudi melancarkan hasutannya terhadap Isa 'alaihis salam di hadapan raja-raja Yunani dan mengatakan kepada mereka bahwa Isa telah mengadakan pergerakan yang membuat rakyat kerajaan menjadi rusak.
Maka raja-raja Yunani mengirimkan orang-orangnya untuk menangkap Isa 'alaihis salam

Lalu Allah subhanahu wa ta'ala.
mengangkat Isa kepada-Nya dan menyerupakan salah seorang dari kaum Hawariyin dengannya di mata mereka atas kehendak dan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala.
Kemudian mereka menangkap orang yang serupa dengan Isa itu dan menyalibnya, mereka menduga bahwa dia adalah Isa.

mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa, tetapi (yang sebenarnya) Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.
Dan adalah Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
(An-Nisa:157-158)

Tiga ratus tahun kemudian sesudah Isa 'alaihis salam masuklah Konstantin, salah seorang raja Yunani, ke dalam agama Nasrani.
Dia adalah seorang filosof sebelum itu.
Menurut suatu pendapat, ia masuk ke dalam agama Nasrani karena taqiyyah (diplomasi): dan menurut pendapat yang lainnya lagi sebagai tipu muslihat untuk merusak agama dari dalam.

Maka para uskup dari kalangan mereka membuat undang-undang dan syariat-syariat dalam agama Nasrani untuknya yang mereka buat-buat dan ada-adakan sendiri.
Dan Raja Konstantin membuatkan untuk mereka gereja-gereja, biara-biara yang besar dan yang kecil, serta patung-patung dan tempat-tempat peribadatan Nasrani.
Di masa itu agama Nasrani mengalami kemajuan yang pesat, dan terkenal dengan adanya penggantian, perubahan, penyimpangan yang banyak, serta kedustaan sehingga bertentangan dengan agama Al-Masih yang asli.

Tiada seorang pun dari kalangan Bani Israil yang bertahan pada agama Al-Masih yang asli, kecuali sedikit orang dari kalangan para rahib yang memencilkan dirinya di padang sahara dan tempat-tempat yang jauh dari keramaian dengan rumah-rumah peribadatan mereka.

Agama Nasrani menguasai negeri Syam, sebagian dari Jazirah Arab, dan negeri-negeri Romawi.
Raja Konstantin membangun sebuah kota besar yang diberi nama Konstantinopel, lalu Qumamah, Bait Lahm, dan berbagai gereja di Baitul Maqdis dan kota-kota di Hauran.
seperti kota Basra dan lain-lainnya, bangunan-bangunan yang didirikannya itu cukup megah dan kuat.
Sejak saat itulah salib mulai disembah, dan mereka sembahyang dengan menghadap ke arah timur, lalu mereka menggambar semua gereja, menghalalkan daging babi, dan lain-lainnya yang mereka buat-buat dalam agama mereka, baik yang menyangkut masalah cabang maupun pokoknya.
Mereka juga membuat amanat yang kecil untuk sang raja, lalu mereka menamakannya dengan amanat yang besar dan membuat untuknya banyak undang-undang, keterangan mengenai hal ini cukup panjang.

Kekuasaan mereka masih tetap bercokol di negeri-negeri tersebut hingga negeri-negeri itu berhasil direbut dari tangan mereka oleh para sahabat Nabi Muhammad ﷺ Dan kota Baitul Maqdis berhasil ditaklukkan oleh Amirul Mu’minin Umar ibnul Khattab r.a.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Dan kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik.

Yakni rezeki yang halal lagi baik, bermanfaat serta dinilai baik untuk keperluan tubuh dan agama.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang Kepada mereka pengetahuan (yang tersebut di dalam Taurat).

Maksudnya, tidaklah mereka berselisih dalam sesuatu masalah melainkan setelah mereka mendapat pengetahuan.
Dengan kata lain.
sebenarnya mereka tidak usah berselisih pendapat karena Allah telah menjelaskan kepada mereka dan menghapuskan dari mereka semua kekeliruan.
Di dalam sebuah hadis disebutkan:

Bahwa orang-orang Yahudi berpecah belah menjadi tujuh puluh satu golongan, dan orang-orang Nasrani berpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan.
Dan umat ini kelak akan berpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan, salah satu golongan darinya masuk surga, sedangkan yang tujuh puluh dua golongan masuk ke dalam neraka.
Ditanyakan kepada Rasulullah, siapakah mereka wahai Rasulullah?
Rasulullah menjawab: Tuntunan yang dijalankan olehku dan sahabat-sahabatku.

Imam Hakim di dalam kitab Mustadrak-nya meriwayatkannya dengan lafaz yang sama, dan hadis ini terdapat pula di dalam kitab-kitab Sunnah dan kitab-kitab Musnad.
Karena itulah Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman:

Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka.

Yakni akan memutuskan peradilan di antara mereka.

...di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.

Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus 'alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur'an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa'at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir'aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur'an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.


Gambar Kutipan Surah Yunus Ayat 93 *beta

Surah Yunus Ayat 93



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yunus

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah10
Nama SurahYunus
Arabيونس
ArtiNabi Yunus
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu51
JuzJuz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat109
Jumlah kata1844
Jumlah huruf7593
Surah sebelumnyaSurah At-Taubah
Surah selanjutnyaSurah Hud
4.8
Rating Pembaca: 4.2 (8 votes)
Sending