QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 91 [QS. 10:91]

آٰلۡـٰٔنَ وَ قَدۡ عَصَیۡتَ قَبۡلُ وَ کُنۡتَ مِنَ الۡمُفۡسِدِیۡنَ
Aalaana waqad ‘ashaita qablu wakunta minal mufsidiin(a);

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
―QS. 10:91
Topik ▪ Taubat ▪ Waktu diterimanya taubat ▪ Azab orang kafir
10:91, 10 91, 10-91, Yunus 91, Yunus 91, Yunus 91

Tafsir surah Yunus (10) ayat 91

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 91. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menceritakan sewaktu Firaun dalam keputus-asaan menyatakan imannya, dikatakan kepadanya bahwa tidaklah pantas dia mengatakan iman dan Islam pada saat demikian itu karena pernyataan itu hanyalah untuk menghindari kematian dan mencari keselamatan dari bencana dan sesudah dia diliputi keputus-asaan.
Padahal pada masa sebelumnya dia mengingkari Allah bahkan mengaku dirinya Tuhan dan karena itu dia berlaku sewenang-wenang terhadap sesama manusia serta berbuat aniaya di atas bumi.
Maka pernyataan iman dan Islam demikian itu tidaklah patut diterima karena tidak lahir dari ketulusan, tetapi lahir dari keputus-asaan.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tetapi Allah tidak berkenan dan menerima keimanan Fir’aun yang dinyatakan-Nya dalam keadaan terdesak ini.
Tobatnya yang dilakukan pada saat sekarat ini pun tidak diterima Allah, setelah sebelumnya ia hidup bergelimang kemaksiatan dan selalu membuat kerusakan di bumi.
Fir’aun pun mati dalam kekufuran dan keterhinaan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Apakah sekarang) baru kamu percaya (padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan) karena kesesatanmu dan penyesatan yang kamu lakukan dari jalan keimanan.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Apakah baru sekarang (hai Fira”aun) ketika kematian mendatangimu, engkau mengikrarkan diri untuk menyembah Allah, sedangkan sejak dulu engkau telah durhaka dari sebelum datangnya siksa Allah kepadamu.
Engkau termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan dan menghalangi orang-orang dari jalan Allah!! Maka taubatmu saat engkau sekarat dan menyaksikan kematian dan adzab mendatangimu itu tidaklah berguna.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Dengan kata lain.
apakah baru sekarang kamu mengatakannya, padahal sesungguhnya kamu telah durhaka terhadap Allah sebelum ini.

…dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.

Yakni di muka bumi karena telah menyesatkan manusia.

Dan Kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka, dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
(Al Qashash:41)

Kisah yang diceritakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
tentang Fir’aun ini merupakan salah satu dari berita gaib yang diajarkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
kepada Rasul-Nya.

Imam Ahmad mengatakan, telah menceritakan kepada kami Sulaiman ibnu Harb, telah menceritakan kepada kami Hammad ibnu Salamah.
dari Ali ibnu Zaid, dari Yusuf ibnu Mahran.
dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Ketika Fir’aun berkata, “Aku beriman, bahwa tidak ada Tuhan kecuali Tuhan yang diimani oleh Bani Israil, ” Jibril berkata kepadaku, “Sekiranya engkau melihatku ketika aku mengambil tanah liat dari laut, lalu aku jejalkan ke dalam mulut Fir’aun, karena khawatir bila ia akan mendapat rahmat (niscaya engkau akan melihat pemandangan yang mengerikan).”

Imam Turmuzi, Imam Ibnu Jarir, dan Imam Ibnu Abu Hatim telah meriwayatkannya di dalam kitab tafsirnya masing-masing melalui hadis Hammad ibnu Salamah dengan sanad yang sama.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan.

Abu Daud At-Tayalisi mengatakan, telah menceritakan kepada kami Syu’bah, dari Addi ibnu Sabit dan Ata ibnus Saib, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ telah ber­sabda: Jibril mengatakan kepadaku, “Sekiranya engkau melihatku ketika Fir’aun, karena takut akan mendapat rahmat (niscaya engkau akan melihat pemandangan yang mengerikan).”

Abu Isa At-Turmuzi telah meriwayatkannya pula bersama Ibnu Jarir yang bukan hanya satu jalur, dari Syu’bah dengan sanad yang sama, lalu disebutkan hadis yang semisal dengan hadis di atas.
Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini hasan, garib, juga sahih, dan dalam riwayat yang lain disebutkan pada Ibnu Jarir, dari Muhammad ibnul Musanna, dari Gundar.
dari Syu’bah, dari Ata, dari Addi, dari Sa’id, dari Ibnu Abbas, salah seorang di antara keduanya ada yang me-marfu’-kannya, seakan-akan salah seorang dari keduanya ada yang tidak me-marfu’-kannya.

Ibnu Abu Hatim mengatakan bahwa telah menceritakan kepada kami Abu Sa’id Al-Asyaj, telah menceritakan kepada kami Abu Khalid Al-Ahmar, dari Umar ibnu Abdullah ibnu Ya’la As-Saqafi, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa ketika Allah menenggelamkan Fir’aun, Fir’aun mengisyaratkan dengan jari telunjuknya seraya mengucapkan kalimat berikut dengan suara yang keras, yaitu kalimat yang disebutkan oleh firman-Nya: Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil.
(Yunus:90) Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, “Saat itu Malaikat Jibril merasa khawatir bila rahmat Allah mendahului murka-Nya.
Maka Jibril mengambil tanah liat dengan kedua sayapnya, lalu tanah liat itu dipukulkan ke wajah Fir’aun dan menyumbat semua rongga kepalanya.”

Hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Sufyan ibnu Waki’, dari Abu Khalid dengan sanad yang sama secara mauauf.

Telah diriwayatkan pula melalui hadis Abu Hurairah juga.
Untuk itu, Ibnu Jarir mengatakan bahwa:

telah menceritakan kepada kami Ibnu Humaid, telah menceritakan kepada kami Hakam, dari Anbasah (yaitu Ibnu Abu Sa’id), dari Kasir ibnu Zazan, dari Abu Hazim, dari Abu Hurairah r.a.
an, men atakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: Jibril berkata kepadaku, “Hai Muhammad, sekiranya engkau melihatku di saat aku menyumbat dan menjejalkan mulutnya dengan tanah liat, karena takut bila dia mendapat rahmat dari Allah, lalu Allah mengampuninya (niscaya engkau akan melihat hal yang mengerikan).” Maksudnya adalah Fir’aun.

Menurut Ibnu Mu’in, Kasir ibnu Zazan ini orangnya tidak ia kenal.
Abu Zar’ah dan Abu Hatim mengatakan bahwa dia adalah orang yang tidak dikenal.
Tetapi perawi lainnya dalam sanad hadis ini semuanya berpredikat siqah.
Hadis ini telah di-mursal-kan oleh sejumlah ulama Salaf, seperti Qatadah, Ibrahim At-Taimi, dan Maimun ibnu Mahran.
Telah dinukil pula dari Ad-Dahhak ibnu Qais, bahwa ia menceritakan hadis ini dalam khotbahnya kepada orang banyak.


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 91 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 91 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 91 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah10
Nama SurahYunus
Arabيونس
ArtiNabi Yunus
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu51
JuzJuz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat109
Jumlah kata1844
Jumlah huruf7593
Surah sebelumnyaSurah At-Taubah
Surah selanjutnyaSurah Hud
4.6
Ratingmu: 4.8 (20 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/10-91







Pembahasan ▪ bacaan surah yunus ayat 51 dan 91 ▪ kandungan surat yunus 91

Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta