Search
Exact matches only
Cari di judul
Cari di Arti & Tafsir
Search in comments
Search in excerpt
Filter by Custom Post Type
Filter berdasar surah
Pilih atau Semua
Abasa
Ad Dukhaan
Adh Dhuhaaa
Adz Dzaariyaat
Al 'Alaq
Al 'Ashr
Al A'laa
Al A'raaf
Al Aadiyaat
Al Ahqaaf
Al Ahzab
Al An 'aam
Al Anbiyaa
Al Anfaal
Al Ankabut
Al Balad
Al Baqarah
Al Bayyinah
Al Buruuj
Al Fajr
Al Falaq
Al Fath
Al Fatihah
Al Fiil
Al Furqaan
Al Ghaasyiyah
Al Haaqqah
Al Hadid
Al Hajj
Al Hasyr
Al Hijr
Al Hujurat
Al Humazah
Al Ikhlas
Al Infithar
Al Insaan
Al Insyiqaaq
Al Israa
Al Jaatsiyah
Al Jinn
Al Jumu'ah
Al Kaafiruun
Al Kahfi
Al Kautsar
Al Lahab
Al Lail
Al Ma'aarij
Al Maa'idah
Al Maa'un
Al Mu'min
Al Mu'minuun
Al Muddatstsir
Al Mujaadilah
Al Mulk
Al Mumtahanah
Al Munafiquun
Al Mursalat
Al Muthaffifin
Al Muzzammil
Al Qaari'ah
Al Qadr
Al Qalam
Al Qamar
Al Qashash
Al Qiyaamah
Al Waaqi'ah
Al Zalzalah
Alam Nasyrah
Ali Imran
An Naazi'at
An Nabaa
An Nahl
An Najm
An Naml
An Nas
An Nashr
An Nisaa'
An Nuur
Ar Ra'd
Ar Rahmaan
Ar Rum
As Sajdah
Ash Shaff
Ash Shaffaat
Asy Shyuura
Asy Syams
Asy Syu'araa
At Taghaabun
At Tahrim
At Takaatsur
At Takwir
At Taubah
At Tin
Ath Thaariq
Ath Thalaaq
Ath Thuur
Az Zukhruf
Az Zumar
Faathir
Fushshilat
Hud
Ibrahim
Luqman
Maryam
Muhammad
Nuh
Qaaf
Quraisy
Saba
Shaad
Thaa Haa
Yaa Siin
Yunus
Yusuf

💡 Ketik [nomer surah]-[nomer ayat], contoh: 2-255 atau albaqarah 255 atau ke www.risalahmuslim.id/2-255

Yunus

Yunus (Nabi Yunus) surah 10 ayat 88


وَ قَالَ مُوۡسٰی رَبَّنَاۤ اِنَّکَ اٰتَیۡتَ فِرۡعَوۡنَ وَ مَلَاَہٗ زِیۡنَۃً وَّ اَمۡوَالًا فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا ۙ رَبَّنَا لِیُضِلُّوۡا عَنۡ سَبِیۡلِکَ ۚ رَبَّنَا اطۡمِسۡ عَلٰۤی اَمۡوَالِہِمۡ وَ اشۡدُدۡ عَلٰی قُلُوۡبِہِمۡ فَلَا یُؤۡمِنُوۡا حَتّٰی یَرَوُا الۡعَذَابَ الۡاَلِیۡمَ
Waqaala muusa rabbanaa innaka aataita fir’auna wamal-ahu ziinatan wa-amwaaalan fiil hayaatiddunyaa rabbanaa liyudhilluu ‘an sabiilika rabbanaaathmis ‘ala amwaalihim waasydud ‘ala quluubihim falaa yu’minuu hatta yarawuul ‘adzaabal aliim(a);

Musa berkata:
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami — akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau.
Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih”.
―QS. 10:88
Topik ▪ Kelemahan manusia
10:88, 10 88, 10-88, Yunus 88, Yunus 88, Yunus 88
Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 88. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah menjelaskan bahwa setelah Nabi Musa memperhatikan pembangkangan dan perbuatan sewenang-wenang Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya serta melihat pula kecemasan dan ketakutan kaum Bani Israil, maka Musa mengatakan kepada Allah subhanahu wa ta'ala tentang nikmat yang melimpah ruah yang diberikan Allah kepada Firaun dan pembesar-pembesar kaumnya seperti barang perhiasan emas, permata, pakaian kebesaran yang mewah, kendaraan yang megah-megah serta kekayaan lainnya, namun segala nikmat yang diberikan Allah itu justru menjadikan mereka sesat dari jalan Allah.
Bahkan mereka bertambah sombong dan berbuat aniaya di atas bumi kemudian Nabi Musa memohon kepada Allah agar Allah menghancurkan kekayaan Firaun itu dan membiarkan mereka dalam kesesatan sehingga mereka tidak beriman.
Barulah mereka beriman sewaktu mereka melihat azab yang pedih, tetapi iman mereka tidak diterima lagi, dan tidak ada manfaatnya bagi mereka.

Nabi Musa mendoakan kehancuran Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya itu sesudah mengemukakan kepada Allah alasan yang mendorongnya sebagai berikut:

Pertama:
Kufur terhadap nikmat Allah subhanahu wa ta'ala Suatu kenyataan bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya memiliki kekuasaan dan kekuatan yang besar.
Di samping itu ilmu pengetahuan dan teknologi mencapai puncaknya di zaman Firaun di Mesir.
Barang-barang peninggalan dari Firaun ini baik yang terdapat di museum Mesir atau pun di Eropa menunjukkan ketinggian peradaban dan kebudayaan mereka.
Demikian pula sisa-sisa benda purbakala dan bangunan-bangunan kuno yang terdapat di Mesir.
Dalam pemerintahan, Firaun memegang kekuasaan mutlak bahkan kepada rakyatnya dia mengaku dirinya sebagai Tuhan.

Kedua:
Menolak kebenaran.
Kenyataan menunjukkan bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya telah jauh meninggalkan nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama.
Hak asasi manusia tidak dihargainya.
Mereka hidup dalam kemewahan di atas derita rakyat.
Musa a.s.
telah berdaya upaya membawa Firaun dan pembesar-pembesarnya ke jalan Allah dengan menunjukkan bukti-bukti kerasulannya.
Dia berikan ajaran tentang kebenaran dan keadilan, serta nasihat dan peringatan siksa Allah dan malapetaka sebagai akibat yang timbul dari perbuatan-perbuatannya.
Akan tetapi seruan Musa itu tidaklah mendapat sambutan yang baik bahkan mendapat tantangan serta permusuhan.
Dengan demikian kemungkinan untuk menyeru Firaun dan kaumnya ke jalan Allah telah tertutup serta keimanan mereka tidak dapat diharapkan lagi.

Membiarkan Firaun dan pembesar-pembesarnya dengan kekuasaan, kejayaan dan kekuatannya yang besar sedangkan dasar hidup mereka jauh lebih rendah dari nilai-nilai moral kemanusiaan dan agama ketuhanan yang benar, maka hal demikian itu sangat membahayakan perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia.
Mereka dengan kekuatan dan kekuasaannya itu berbuat maksiat dan kerusakan di muka bumi, mengancam kesejahteraan umat manusia.
Oleh karena itu Nabi Musa memanjatkan doa kepada Allah untuk kebahagiaan umat manusia, kiranya Allah melumpuhkan kekuatan Firaun itu dengan membiarkan mereka dalam kesesatan, sebab kesesatan mereka itu segera akan mengakibatkan kehancuran mereka sendiri.
Nabi Harun sebagai pembantu utama Nabi Musa mengaminkan doa Nabi Musa itu.

Yunus (10) ayat 88 - dibacakan oleh Shaykh Mishari Alafasy Yunus (10) ayat 88 - dibacakan oleh Syaikh Sa'ad Al-Ghamidi Yunus (10) ayat 88 - dibacakan oleh Syaikh Muhammad Ayyub

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Tatkala Musa mendapati orang-orang kafir itu semakin keras kepala dalam menghadapi seruannya, ia memanjatkan doa kepada Allah, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah memberi Fir'aun dan orang-orang dekatnya perhiasan dan kemewahan dunia berupa harta, keturunan dan kekuasaan.
Tetapi dengan adanya nikmat-nikmat itu, mereka semakin terpuruk dalam kesesatan dan menyesatkan orang lain.
Maka musnahkanlah harta kekayaan mereka dan biarkanlah mereka dalam kegelapan hati sehingga tidak dapat menerima petunjuk untuk beriman sampai suatu saat nanti mereka akan lihat sendiri azab menyakitkan yang menyambut mereka.
Semua ini agar orang-orang dapat menjadikannya sebagai bahan renungan dan pelajaran."

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Musa berkata, "Ya Rabb kami! Sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia.
Ya Rabb kami) Engkau telah memberikan mereka hal-hal tersebut (yang akhirnya mereka menyesatkan) pada kesudahannya mereka menyesatkan manusia (dari jalan Engkau) agama Engkau.
(Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka) lenyapkanlah harta benda mereka (dan kunci matilah hati mereka) artinya tutuplah rapat-rapat hati mereka (maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih) yang menyakitkan.
Nabi Musa berdoa mengutuk Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, sedangkan Nabi Harun mengamini doanya.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Musa berkata :
Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau telah memberikan kepada Fir”aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehiduoan dunia, tetapi mereka tetap tidak mau bersyukur kepada-Mu.
Bahkan mereka menggunakan harta itu untuk menyesatkan orang-orang dari jalan-Mu.
Ya Rabb kami, binasakanlah harta benda mereka sehingga mereka tidak bisa menggunakannya, dan kunci matilah hati mereka sehingga mereka tidak akan beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Ayat ini menceritakan doa yang dipanjatkan oleh Nabi Musa 'alaihis salam kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
untuk kebinasaan Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, setelah mereka menolak perkara yang hak dan terus-menerus berada dalam kesesatan dan kekufuran mereka seraya menentang dan ingkar, karena perbuatan aniaya, kecongkakan, kesombongan, dan keangkara-murkaan mereka.
Nabi Musa 'alaihis salam berkata dalam doanya:

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan.

berupa perhiasan duniawi dan kesenangan-kesenangannya.

...dan harta kekayaan.

Yakni harta kekayaan yang banyak lagi berlimpah.

...dalam kehidupan dunia, ya Tuhan kami, akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau.

Kalau menurut bacaan, liyadillu artinya Engkau telah memberi mereka hal tersebut, padahal Engkau mengetahui bahwa mereka tidak akan beriman kepada apa yang Engkau utuskan melaluiku kepada mereka, sebagai istidraj dari Engkau buat mereka.
Pengertian ini sama dengan yang ada pada firman-Nya:

untuk Kami cobai mereka dengannya.
(Thaahaa:131)

Sedangkan ulama lainnya ada yang membacanya {لِيُضِلُّوا} dengan ya yang di-dammah-kan, artinya 'akibat dari apa yang Engkau berikan kepada mereka itu, maka mereka menyesatkan orang-orang yang Engkau kehendaki kesesatannya dari kalangan makhluk-Mu".
Agar orang yang Engkau sesatkan itu menduga bahwa sesungguhnya Engkau memberi hal tersebut kepada mereka hanyalah karena kecintaan-Mu kepada mereka dan perhatian-Mu kepada mereka.

Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka.

Menurut Ibnu Abbas dan Mujahid, maknanya ialah 'binasakanlah harta benda mereka'.

Menurut Ad-Dahhak, Abul Aliyah, dan Ar-Rabi' ibnu Anas, makna yang dimaksud ialah 'Allah menyerapah harta benda mereka menjadi batu-batuan dalam keadaan terukir, persis seperti bentuknya yang semula'.

Menurut Qatadah, telah sampai kepada kami suatu riwayat yang mengatakan bahwa tanam-tanaman mereka berubah menjadi batu.

Muhammad ibnu Ka'b Al-Qurazi mengatakan bahwa Allah menjadikan tebu-tebu mereka menjadi batu.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ismail ibnu Abul Haris telah menceritakan kepada kami Yahya ibnu Abu Bukair, dari Abu Ma'syar, telah menceritakan kepadaku Muhammad ibnu Qais, bahwa Muhammad ibnu Ka'b membaca surat Yunus di hada­pan Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz, hingga sampai pada firman-Nya: Musa berkata.”Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir’aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia.
(Yunus:88) sampai dengan firman-Nya: Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka.
(Yunus:88), hingga akhir ayat.
Maka Khalifah Umar ibnu Abdul Aziz bertanya, "Hai Abu Hamzah, apakah yang dimaksud dengan istilah At- Tams?
Muhammad ibnu Ka'b yang nama panggilannya Abu Hamzah menjawab, "Semua harta benda mereka berubah menjadi batu." Maka Umar ibnu Abdul Aziz berkata kepada seorang pelayannya, "Datangkanlah kepadaku satu karung makanan." Maka si pelayan mengambil sebuah karung yang berisi biji kacang hums yang ketika dibuka telah berubah menjadi batu.

Firman Allah subhanahu wa ta'ala.:

...dan kunci matilah hati mereka.

Menurut Ibnu Abbas, makna yang dimaksud ialah kunci matilah hati mereka.

...maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih.

Doa yang dipanjatkan oieh Nabi Musa 'alaihis salam ini merupakan ungkapan kemarahannya demi membela Allah dan agama-Nya terhadap Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, karena menurut pandangannya mereka telah jelas tidak ada manfaatnya dan tiada kebaikan barang sedikit pun dalam diri mereka.
Perihalnya sama dengan doa Nabi Nuh 'alaihis salam yang disitir oleh firman-Nya:

"Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat maksiat lagi sangat kafir.” (Nuh:26-27)

Karena itulah Allah subhanahu wa ta'ala.
memperkenankan doa Musa 'alaihis salam terhadap mereka, sedangkan saudaranya (Harun) mengamininya.
Allah subhanahu wa ta'ala.
berfirman:

Sesungguhnya telah diperkenankan doa kamu berdua.
(Yunus:89)

Kata Pilihan Dalam Surah Yunus (10) Ayat 88

AMWAAL
أَمْوَٰل

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah mal yang berarti apa yang dimiliki dari segala barangan. Menurut Arab Badwi mencakup hewan ternak seperti unta dan kambing.

Dalam Kamus Al Mu'jam Al Wasit dijelaskan, ia bermakna setiap apa yang dimiliki individu atau kumpulan berupa harta benda, perniagaan, uang, atau harta benda yang tidak bergerak seperti perabot rumah, tanah, rumah dan sebagainya.

Lafaz mal digunakan bagi mudzakkar dan mu'annats sehingga dapat dikatakan huwal mal dan hiyaal mal ia (L) harta dan ia (P) harta. Dikatakan rajul maal artinya dzuu maal (lelaki yang banyak harta).

Lafaz ini disebut 61 kali di dalam Al Qur'an yaitu dalam surah:
-Al Baqarah (2), ayat 155, 188, 188, 261, 262, 265, 274, 279;
-Ali Imran (3), ayat 10, 116, 186;
-An Nisaa (4), ayat 2, 2, 2, 5, 6, 6, 10, 24, 29, 34, 38, 95, 95, 161;
-Al Anfaal (8), ayat 28, 36, 72;
-At Taubah (9), ayat 20, 24, 34, 41, 44, 55, 69, 81, 85, 88, 103, 111;
-Yunus (10), ayat 88;
-Hud (11), ayat 87;
-Al Israa (17), ayat 6, 64;
-Ar Rum (30), ayat 39;
-Al Ahzab (33), ayat 27;
-Saba (34), ayat 35, 37;
-Muhammad (47), ayat 36;
-Al Fath (48), ayat 11;
-Al Hujurat (49), ayat 15;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 19;
-Al Hadid (57), ayat 20;
-Al Mujaadalah (58), ayat 17;
-Al Hasyr (59), ayat 8;
-Ash Shaff (61), ayat 11;
-Al Munaafiquun (63), ayat 9;
-At ­Taghaabun (64), ayat 15;
-Al Ma'aarij (70), ayat 24
-Nuh (71), ayat 12.

Az Zamakhsyari berpendapat, amwaal mencakup harta yang bisa dikeluarkan zakatnya atau dikeluarkan darinya sedekah.

Dalam Kamus Al Mu'jam Al Wasit menyebutkan, maksud amwaal ialah apa yang engkau miliki dari segala sesuatu.

Dalam Kamus Dewan dijelaskan, harta ialah barang-barang berharga seperti rumah, tanah, barang-barang kemas dan sebagainya yang dimiliki oleh seseorang, syarikat atau pertubuhan dan harta benda bermaksud barang-barang kepunyaan atau berbagai barang yang berharga sebagai kekayaan.

Ibn Al Atsir berkata,
"Al-mal pada asalnya adalah apa yang dimiliki berupa harta, perak kemudian disandarkan ke atas setiap sesuatu yang diperoleh dan dimiliki dari harta benda. Menurut orang Arab, lafaz mal lebih banyak disandarkan ke atas unta karena ia adalah harta yang paling banyak mereka miliki."

Kesimpulannya, amwaal bermaksud harta benda yang dimiliki oleh seseorang dari emas, perak dan sebagainya.

Sumber : Kamus Al Qur'an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:50

Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai "surat Yunus" karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus 'alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur'an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa'at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir'aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur'an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.


Gambar Kutipan Surah Yunus Ayat 88 *beta

Surah Yunus Ayat 88



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Yunus

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.9
Rating Pembaca: 4.5 (27 votes)
Sending








Anda perlu login mengelola Bookmark.

📖 Lihat Semua Bookmark-ku