QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 74 [QS. 10:74]

ثُمَّ بَعَثۡنَا مِنۡۢ بَعۡدِہٖ رُسُلًا اِلٰی قَوۡمِہِمۡ فَجَآءُوۡہُمۡ بِالۡبَیِّنٰتِ فَمَا کَانُوۡا لِیُؤۡمِنُوۡا بِمَا کَذَّبُوۡا بِہٖ مِنۡ قَبۡلُ ؕ کَذٰلِکَ نَطۡبَعُ عَلٰی قُلُوۡبِ الۡمُعۡتَدِیۡنَ
Tsumma ba’atsnaa min ba’dihi rusulaa ila qaumihim fajaa-uuhum bil bai-yinaati famaa kaanuu liyu’minuu bimaa kadz-dzabuu bihi min qablu kadzalika nathba’u ‘ala quluubil mu’tadiin(a);

Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya.
Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas.
―QS. 10:74
Topik ▪ Takdir ▪ Allah menggerakkan hati manusia ▪ Dakwah nabi Nuh as.
10:74, 10 74, 10-74, Yunus 74, Yunus 74, Yunus 74

Tafsir surah Yunus (10) ayat 74

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 74. Oleh Kementrian Agama RI

Dalam ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menerangkan tentang pengutusan Rasul-rasul sesudah peristiwa taufan Nabi Nuh a.s.
itu.
Nabi-nabi yang diutus itu antara lain Nabi Hud, Saleh, Ibrahim, Lut dan Syuaib a.s.
Mereka diutus kepada kaum mereka masing-masing.
Nabi Lut kepada kaum `Ad, Nabi Saleh kepada kaum Samud dan Syu’aib diutus kepada kaumnya penduduk Madyan, juga diutus kepada kaum Mu’tarikah, tetangganya.
Kedua kaum ini sebenarnya satu rumpun, mereka mempunyai bahasa yang sama dan tanah air yang sama.
Tiap-tiap nabi itu datang kepada kaumnya dengan membawa bukti-bukti kebenaran kerasulannya dan memberikan petunjuk kepada kaum itu.
Mereka memberikan penjelasan-penjelasan mengenai ketuhanan menurut kemampuan dan tingkatan perkembangan pikiran dan pengamatan kaum itu.
Tiap Nabi itu menggariskan pedoman-pedoman hidup bagi kaumnya sesuai pula dengan masa, suasana dan keadaan lingkungan mereka.
Kebanyakan kaum Nabi-nabi itu tidak beriman, bahkan mereka mendustakannya sebagaimana kaum Nuh sebelum mereka dalam usaha menentang Nabi-nabi itu.
Kebiasaan taklid buta kepada pemuka-pemuka itu selalu diikuti oleh generasi berikutnya.
Maka oleh karena itu seperti halnya hati nenek moyang mereka, hati mereka terkunci mati, maka hati nurani generasi berikutnya pun ikut terkunci.
Hal demikian itu adalah akibat dari tindakan mereka yang melampaui batas.

Kaum musyrikin Arab yang menentang Nabi Muhammad ﷺ.
mengalami kegelapan hati nurani seperti halnya umat-umat yang lampau.
Hati mereka tertutup untuk menerima kebenaran.
Mereka mendustakan Rasul dan berbuat durhaka yang melampaui batas.
Sunah Allah tetap berlaku bagi mereka yang menantang dan mengingkari agama.
Jika kaum musyrikin Arab itu tetap ingkar, mereka akan ditimpa azab Tuhan seperti halnya umat yang lampau itu.

Firman Allah:

Sebagai sunah Allah yang berlaku atas orang-orang yang terdahulu sebelum(mu).
Dan kamu sekali-kali tiada akan mendapati perubahan pada sunah Allah.

(Q.S.
Al-Ahzab: 62)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Kemudian setelah Nuh, Kami pun mengutus rasul-rasul lainnya.
Mereka mengajak untuk mengesakan Allah (tauhid) dan menyampaikan janji dan ancaman dengan dukungan mukjizat-mukjizat yang membuktikan kebenaran risalah yang mereka sampaikan.
Tetapi kaum-kaum mereka mendustakan ajakan para rasul, sebagaimana perlakuan kaum Nuh kepada Nabinya.
Begitulah keadaan orang-orang yang ingkar, mereka tidak mau tunduk dan patuh.
Sebab, pengingkaran dan pendustaan telah mereka lakukan sebelum terlebih dulu mempertimbangkan dan mengambil pelajaran dari apa yang mereka dapatkan melalui para rasul.
Karena itulah, orang-orang yang selalu menolak dan memusuhi kebenaran, Allah kunci hati mereka dalam kebatilan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kemudian sesudahnya Kami utus) yakni sesudah Nabi Nuh (beberapa rasul kepada kaum mereka) seperti Nabi Ibrahim, Nabi Hud dan Nabi Saleh (maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata), yakni mukjizat-mukjizat (tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah biasa mendustakannya) sebelum rasul-rasul diutus kepada mereka.

(Demikianlah Kami mengunci mati) menutup rapat-rapat (hati orang-orang yang melampaui batas) sehingga hati mereka tidak mau menerima iman, seperti Kami mengunci mati hati mereka yang melampaui batas.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Sesudah Nuh, Kami utus para Rasul kepada kaum mereka masing-masing (seperti Nabi Hud, Shalih, Ibrahim, Luth, Syuaib dan selain mereka).
Setiap Rasul itu mendatangi kaumnya dengan membawa mukjizat yang menunjukkan risalah kenabiannya dan kebenaran apa yang dibawanya.
Akan tetapi, mereka tidak mempercayai dan mengingkarinya sebagaimana yang diperbuat oleh umat Nabi Nuh dan umat-umat terdahulu.
Hati mereka dikunci, sebagaimana dikuncinya hati hati umat-umat terdahulu sehingga mereka tidak beriman.
Juga hati umat-umat sesudahnya yang menyerupai mereka, yaitu mereka yang melampaui batasan-batasan Allah dan menyelisihi seruan Rasul-rasul mereka untuk menaati-Nya, sebagai hukuman atas dosa yang mereka perbuat.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman: Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata.
(Yunus:74) Maksudnya: Sesudah Nuh, datanglah para rasul dengan membawa hujah-hujah, dalil-dalil, dan keterangan-keterangan yang membenarkan apa yang disampaikan oleh para rasul itu kepada mereka.

…tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya.

Yakni umat-umat itu tidaklah mau beriman kepada apa yang disampaikan kepada mereka oleh rasul-rasul-Nya, karena mereka sudah terbiasa men­dustakan para rasul sejak para rasul diutus kepada mereka pada pertama kalinya.
Hal ini semakna dengan apa yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka (Al An’am:110), hingga akhir ayat.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas.

Sebagaimana Allah mengunci mati hati mereka sehingga mereka tidak beriman karena kedustaan mereka itu.
demikian pula Allah mengunci mati hati orang-orang yang serupa dengan mereka sesudah mereka tiada.
Hati orang-orang yang serupa dengan mereka terkunci mati, yang karenanya mereka tidak mau beriman sehingga mereka menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri siksaan yang sangat pedih.

Makna yang dimaksud ialah Allah telah membinasakan umat-umat yang mendustakan rasul-rasul-Nya dan menyelamatkan orang-orang yang beriman kepada para rasul.
Yang demikian itu terjadi pada masa sesudah Nabi Nuh ‘alaihis salam, karena sesungguhnya manusia itu sebelum Nuh ‘alaihis salam dari mulai masa Nabi Adam ‘alaihis salam berada dalam agama Islam hingga manusia memulai penyembahan kepada berhala-berhala.
Lalu Allah subhanahu wa ta’ala.
mengutus Nabi Nuh ‘alaihis salam kepada mereka.
Karena itulah di hari kiamat kelak orang-orang mukmin akan berkata kepada Nabi Nuh ‘alaihis salam, “Engkau adalah rasul Allah yang pertama untuk penduduk bumi.”

Ibnu Abbas mengatakan bahwa jarak masa antara Nabi Adam dan Nabi Nuh adalah sepuluh generasi, semuanya memeluk agama Islam.

Allah subhanahu wa ta’ala.
telah berfirman:

Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan.
(Al Israa’:17)

Di dalam ayat ini terkandung makna peringatan yang besar bagi orang-orang musyrik Arab yang mendustakan penghulu para rasul dan penutup para nabi dan para rasul, yaitu Nabi Muhammad ﷺ Dengan kata lain, apabila orang-orang yang mendustakan rasul-rasul Allah subhanahu wa ta’ala.
telah tertimpa azab dan pembalasan seperti yang telah disebutkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
dalam Kitab-Nya itu.
maka apakah yang diduga oleh orang-orang musyrik Arab sehingga mereka berani melakukan hal yang lebih berat daripada para pendusta rasul di masa silam?


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 74 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 74 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 74 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah10
Nama SurahYunus
Arabيونس
ArtiNabi Yunus
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu51
JuzJuz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat109
Jumlah kata1844
Jumlah huruf7593
Surah sebelumnyaSurah At-Taubah
Surah selanjutnyaSurah Hud
4.7
Ratingmu: 4.7 (27 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/10-74









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta