Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 64 [QS. 10:64]

لَہُمُ الۡبُشۡرٰی فِی الۡحَیٰوۃِ الدُّنۡیَا وَ فِی الۡاٰخِرَۃِ ؕ لَا تَبۡدِیۡلَ لِکَلِمٰتِ اللّٰہِ ؕ ذٰلِکَ ہُوَ الۡفَوۡزُ الۡعَظِیۡمُ
Lahumul busyra fiil hayaatiddunyaa wafii-aakhirati laa tabdiila likalimaatillahi dzalika huwal fauzul ‘azhiim(u);

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat.
Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah.
Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.
―QS. 10:64
Topik ▪ Iman ▪ Keutamaan Iman ▪ Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir
10:64, 10 64, 10-64, Yunus 64, Yunus 64, Yunus 64

Tafsir surah Yunus (10) ayat 64

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 64. Oleh Kementrian Agama RI

Allah subhanahu wa ta’ala menjelaskan bahwa mereka mendapat kabar gembira yang mereka dapati di dalam kehidupan mereka di dunia dan kehidupan mereka di akhirat.
Kabar gembira yang mereka dapati ini ialah kabar gembira yang telah dijanjikan Allah melalui Rasul-Nya.
Kabar gembira yang mereka dapati di dunia, seperti kemenangan yang mereka peroleh di dalam menegakkan kalimat Allah, kesuksesan hidup karena menempuh jalan yang benar, harapan yang diperoleh sebagai khalifah di dunia selama mereka tetap berpegang kepada hukum Allah dan membela kebenaran agama Allah akan mendapat husnul khatimah.
Adapun kabar gembira yang akan mereka dapati di akhirat yaitu selamat dari kubur, dari sentuhan api neraka dan kekalnya mereka di dalam surga Aden.
(Perhatikan tafsir surah Al-Anfal: 10)

Kemudian Allah subhanahu wa ta’ala menegaskan bahwa tidak ada perubahan dari janji-janji Allah.
Maksudnya bahwa kabar gembira yang telah dijanjikan Allah di dalam kitab-Nya dan ditetapkan oleh sabda Rasul-Nya baik janji Allah yang mereka dapati di dunia dan yang akan mereka dapati di akhirat itu, tidak akan ada perubahannya lagi karena hal itu adalah hasil dari iman yang benar yang mereka pegangi dan buah dari takwa yang mereka lakukan.

Di akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan bahwa segala apa yang mereka dapati adalah kemenangan yang gilang-gemilang yang tak ada tandingannya di dunia, yaitu kebahagiaan hidup di surga dan terlepas dari siksa neraka.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Di dunia ini, para wali Allah akan mendapatkan kabar gembira berupa janji kemenangan dan kemuliaan dari Allah di dunia, dan terlaksananya janji itu di akhirat.
Allah tidak akan mengkhianati janji-Nya.
Sesuatu yang dijanjikan di dunia, kemudian mereka peroleh di akhirat ini adalah suatu keberuntungan yang besar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan dunia) makna ayat ini ditafsirkan oleh hadis sahih yang diketengahkan oleh Imam Hakim, bahwa berita gembira ini berupa mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang wali Allah, atau mimpi yang baik itu diperlihatkan kepadanya (dan dalam kehidupan di akhirat) mereka mendapatkan surga dan pahala.
(Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah) janji-janji Allah tidak akan diingkari.
(Yang demikian itu) hal yang telah disebutkan itu (adalah kemenangan yang besar).

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Mereka (para wali Allah) mendapat kabar gembira dari Allah di dalam kehidupan dunia dengan sesuatu yang menggembirakan, di antaranya adalah mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang Mukmin atau ditampakkan padanya, dan diakhirat dengan mendapat surga.
Allah tidak akan mengingkari janji-Nya dan tidak pula akan mengubahnya.
Itulah suatu keberuntungan yang besar, karena mencakup keselamatan dari setiap mara bahaya dan dimudahkan segala keringanan dan permohonannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala.:

Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah.

Maksudnya, janji ini tidak akan diubah, tidak akan diingkari, dan tidak akan diganti, bahkan ditetapkan, dikukuhkan, dan pasti akan terjadi.

Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar.


Kata Pilihan Dalam Surah Yunus (10) Ayat 64

FAWZ
فَوْز

Arti kata dasar fawz adalah mendapatkan kebaikan, kejayaan atau kemenangan disertai dengan keselamatan.

Selain fawz kata dasar lain yang sama maknanya adalah mafaaz dan mafaazah.

Kata mafaaz dan mafaazah juga dapat diartikan dengan tempat yang penuh dengan anugerah bagi orangorang yang berjaya dan juga dapat diartikan dengan alat yang menyebabkan berjaya.

Sedangkan orang mendapat anugerah dalam bahasa Arab disebut dengan faa’iz jamaknya faa’izuun

Kesemua bentuk kata di atas disebut dalam Al Qur’an kecuali kata faa’iz dalam bentuk tunggal.

Kata fawz diulang sembilan belas kali dalam Al Qur’an.

Sekali dalam bentuk fawzul kabiir yang artinya adalah kemenangan yang besar, yaitu dalam surah Al Buruuj (85), ayat 11.

Dua kali dalam bentuk fawzul mubiin yang artinya adalah kejayaan yang nyata, yaitu dalam surah:
-Al An’aam (6), ayat 16;
-Al Jaatsiyah (45), ayat 30.

Sebanyak tiga belas kali ianya berbentuk fawzul ‘adzhiim dan tiga kali berbentuk fawzan ‘adzhiima yang keduanya berarti kemenengan yang agung, yaitu dalam surah:
-An Nisaa’ (4), ayat 13, 73;
-Al Maa’idah (5), ayat 119;
-At Taubah (9), ayat 72, 89, 100, 111;
-Yunus (10), ayat 64;
-Al Ahzab (33), ayat 71;
-Ash Shaffsat (37), ayat 60;
-Al Mu’min (40), ayat 9;
-Ad Dukhaan (44), ayat 57;
-Al Fath (48), ayat 5;
-Al Hadid (57), ayat 12;
-Ash Shaff (61), ayat 12;
-At Taghaabun (64), ayat 9.

Yang dimaksud dengan kejayaan yang nyata, besar dan agung pada sebahagian besar ayat-ayat tersebut adalah anugerah agung di akhirat berupa masuk ke syurga selama-lamanya yang di bawahnya mengalir sungai-sungai dan penuh dengan karunia serta rahmat Allah, dijauhkan dari api neraka dan diampuni semua dosa. Kejayaan seperti ini akan diperoleh orang-orang yang beriman, taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang beramal salih.

Khusus pada surah Yunus (10), ayat 64, diterangkan bahwa kejayaan agung yang diperoleh orang yang beriman dan bertakwa bukan hanya berupa kenikmatan di akhirat saja, melainkan ia termasuk kebahagiaan yang menggembirakan di dunia juga, seperti merasakan rasa kasih sayang di antara sesama orang beriman, pujian yang baik, mimpi yang baik (Ar Ru’ya Ash Salihan) dan juga kemudahan yang diberikan Allah untuk melakukan amal kebajikan dan akhlak yang mulia serta dijauhkan dari perilaku yang tercela.

Sedangkan dalam surah An Nisaa’ (4), ayat 73, yang dimaksudkan dengan fawzan ‘adzhiimaadalah kemenangan tentara muslim dalam perang. Pada ayat tersebut diceritakan bahawa setelah tentara muslim menang dalam peperangan dan memperoleh banyak harta rampasan perang, orang-orang munafik yang tidak ikut berperang menyesal dan beranganangan sembari berkata: ”Alangkah baiknya kalau aku turut serta bersama-sama mereka, supaya aku juga beroleh kemenangan yang amat besar”

Kata mafaaza disebut sekali saja dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah An Naba’ (78), ayat 31. Sama dengan sebahagian besar ayat di atas, kata mafaaza pada ayat ini artinya adalah tempat yang penuh kemenangan, yaitu syurga. Tempat ini akan diperoleh oleh orang-orang yang bertakwa.

Adapun kata mafaazah disebut dalam Al Qur’an dua kali, yaitu dalam surah:
-Ali’Imran (3), ayat 188;
-Az Zumar (39), ayat 61.

Artinya juga hampir serupa dengan arti-arti sebelumnya, yaitu selamat dari neraka dan masuk ke dalam syurga.

Pada surah Ali Imran (3), ayat 188 ditegaskan bahawa orang-orang kafir yang bergembira dengan perilaku dan ucapan dosa yang mereka lakukan, dan suka dipuji dengan apa yang mereka tidak lakukan, mereka tidak akan berada di tempat yang selamat mafaazah dari azab dan siksa Allah. Namun sebaliknya orang-orang yang bertakwa akan berada di tempat yang selamat mafaazah dari azab neraka, karena mereka mempunyai alat untuk menyelamatkan diri (mafaazah), yaitu ketakwaan.

Sedangkan kata faa’izuun diulang empat empat kali dalam Al Qur’an, yaitu dalam surah:
-At Taubah (9), ayat 20;
-Al Mu’minuun (23), ayat 111;
-An Nuur (24), ayat 52;
-Al Hasyr (59), ayat 20.

Orang-orang berjaya yang disebut dalam ayat-ayat tersebut adalah:

1.Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah dengan harta benda dan jiwa mereka. (surah At Taubah (9), ayat 20).

2. Orang-orang yang memohon kepada Allah dengan berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.” Mereka juga terus bersabar atas cemoohan dan ejekan orang-orang kafir terhadap keyakinan dan ucapan mereka. (Al Mu’minuun (23), ayat 111).

3. Siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut melanggar perintah Allah serta, menjaga dirinya jangan terdedah kepada azab Allah. (An Nuur (24), ayat 52).

4. Mereka adalah ahli syurga (Al Hasyr (59), ayat 20)

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:428-430

Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Yunus (10) ayat 64 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Yunus (10) ayat 64 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Yunus (10) ayat 64 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full 109 Ayat & Terjemahan


Gambar



Statistik
  • Rating RisalahMuslim

Surah Al Baqarah

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah10
Nama SurahYunus
Arabيونس
ArtiNabi Yunus
Nama lain-
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu51
JuzJuz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku'11 ruku'
Jumlah ayat109
Jumlah kata1844
Jumlah huruf7593
Surah sebelumnyaSurah At-Taubah
Surah selanjutnyaSurah Hud
4.9
Ratingmu: 4.5 (21 orang)
Sending

✅ URL singkat halaman ini: https://risalahmuslim.id/10-64









Video

Panggil Video Lainnya

RisalahMuslim di  







Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta