QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 61 [QS. 10:61]

وَ مَا تَکُوۡنُ فِیۡ شَاۡنٍ وَّ مَا تَتۡلُوۡا مِنۡہُ مِنۡ قُرۡاٰنٍ وَّ لَا تَعۡمَلُوۡنَ مِنۡ عَمَلٍ اِلَّا کُنَّا عَلَیۡکُمۡ شُہُوۡدًا اِذۡ تُفِیۡضُوۡنَ فِیۡہِ ؕ وَ مَا یَعۡزُبُ عَنۡ رَّبِّکَ مِنۡ مِّثۡقَالِ ذَرَّۃٍ فِی الۡاَرۡضِ وَ لَا فِی السَّمَآءِ وَ لَاۤ اَصۡغَرَ مِنۡ ذٰلِکَ وَ لَاۤ اَکۡبَرَ اِلَّا فِیۡ کِتٰبٍ مُّبِیۡنٍ
Wamaa takuunu fii sya’nin wamaa tatluu minhu min quraanin walaa ta’maluuna min ‘amalin ilaa kunnaa ‘alaikum syuhuudan idz tufiidhuuna fiihi wamaa ya’zubu ‘an rabbika min mitsqaali dzarratin fiil ardhi walaa fiissamaa-i walaa ashghara min dzalika walaa akbara ilaa fii kitaabin mubiinin;

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Quran dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya.
Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah (atom) di bumi ataupun di langit.
Tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar dari itu, melainkan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).
―QS. 10:61
Topik ▪ Hisab ▪ Lembaran catatan amal perbuatan ▪ Tauhid Uluhiyyah
10:61, 10 61, 10-61, Yunus 61, Yunus 61, Yunus 61

Tafsir surah Yunus (10) ayat 61

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Yunus (10) : 61. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menjelaskan kepada Rasul-Nya dan kaum Muslimin bahwa pada saat Rasulullah melaksanakan urusan yang penting yang menyangkut kepentingan masyarakat, pada saat membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, dan pada saat manusia melaksanakan amal perbuatannya, tidak ada yang terlepas dari pengawasan Allah.
Dia menyaksikan semua amal perbuatan itu pada saat dilakukannya.

Yang termasuk urusan penting dalam ayat ini ialah segala macam urusan yang menyangkut kepentingan umat seperti urusan dakwah Islamiah, yaitu mengajak umat agar mengikuti jalan yang lurus dengan cara yang bijaksana dan suri teladan yang baik, membangunkan kesadaran umat agar tertarik untuk melakukan perintah agama dan menjauhi larangan-larangan-Nya termasuk pula urusan pendidikan umat dan cara-cara merealisir pendidikan itu hingga menjadi kenyataan yang berfaedah bagi kesejahteraan umat.
Disebutkan pula bahwa ayat-ayat Alquran yang dibaca itu mencakup semua urusan berdasarkan pola-pola pelaksanaannya, tidak boleh menyimpang daripadanya karena urusan segala umat secara prinsip telah diatur dalam kitab itu.

Kemudian disebutkan semua amalan yang dilakukan oleh hamba-Nya agar kaum muslimin tergugah hatinya untuk melakukan perbuatan yang telah digariskan oleh wahyu yang diturunkan pada Rasul-Nya, dan mempedomani fungsi isi dari wahyu itu dalam urusannya sehari-hari, serta menaati Rasul karena apa yang diucapkan dan dikerjakan Rasul itu menjadi suri teladan yang baik bagi seluruh umat.

Dalam ayat itu Allah subhanahu wa ta’ala menandaskan, bahwa segala macam amalan yang dilakukan oleh hamba-Nya, tidak ada satu pun yang terlepas dari ilmu Allah meskipun amalan itu lebih kecil dari benda yang terkecil, atau pun urusan itu maha penting sehingga tak terkendalikan oleh manusia.
Disebutkannya urusan yang kecil dari yang terkecil dan urusan yang maha penting agar tergambar dalam hati para hamba-Nya, bahwa ilmu Allah itu begitu sempurna sehingga tidak ada satu urusan pun yang terlepas dari ilmu-Nya, bagaimanapun remehnya urusan itu dan bagaimana pentingnya urusan itu, walaupun urusan itu di luar kemampuan manusia.

Ilmu Allah tidak hanya meliputi segala macam urusan yang ada di bumi yang kebiasaannya urusan ini dapat dibayangkan oleh mereka secara mudah.
Juga meliputi segala macam urusan di langit yang urusannya lebih rumit dan lebih sukar tergambar dalam pikiran mereka.
Hal ini untuk menguatkan arti dari keluasan ilmu Allah sehingga terasalah keagungan dan kekuasaan-Nya.

Di akhir ayat ini Allah subhanahu wa ta’ala menyatakan dengan tandas bahwa tidak ada satu urusan pun melainkan tercatat dalam kitab yang nyata yaitu Lohmahfuz, maksudnya segala macam urusan itu semuanya terkontrol dan terkendali serta terkuasai oleh ilmu Allah Yang Maha Luas itu dan tercatat dalam kitab-Nya yang bernilai tinggi dan sempurna uraiannya.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

Dan pada sisi Allahlah kunci-kunci semua yang gaib tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri.
(Q.S. Al-An’am [6]: 59)

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Dan sesungguhnya kamu, Muhammad, telah menyampaikan semua itu.
Dan Allah mengetahui hal itu.
Tak ada satu urusan pun yang sedang kamu hadapi, bacaan Al Quranmu dan segala perbuatanmu, juga umatmu, kecuali Kami menjadi Saksi dan Pengawasnya pada saat kalian mengerjakannya dengan sungguh- sungguh.
Dan tak sesuatu pun yang terlepas dari pengetahuan Allah, seringan dzarrah (atom) sekalipun, baik di langit maupun di bumi, lebih ringan atau lebih berat.
Semuanya tercatat dengan terang dan jelas dalam kitab yang ada di sisi Allah.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Kamu tidak berada) hai Muhammad! (dalam suatu keadaan) dalam suatu perkara (dan tidak membaca suatu ayat) artinya mengenai perkara tersebut atau membaca dari Allah (dari Alquran) yang diturunkan oleh-Nya kepadamu (dan kamu tidak mengerjakan) khithab ayat ini ditujukan kepada Nabi Muhammad ﷺ dan umatnya (suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atas kalian) meneliti (di waktu kalian melakukan) mengerjakan (perbuatan itu) amal perbuatan itu.

(Tidak luput) tidak samar (dari pengetahuan Rabbmu hal yang sebesar) seberat (zarrah) semut yang paling kecil (di bumi atau pun di langit.

Tidak ada yang lebih kecil dan tidak pula yang lebih besar dari itu melainkan semua tercatat dalam kitab yang nyata) yang jelas, yaitu Lohmahfuz.

Tafsir al-Muyassar
Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:

Engkau (wahai Rasul) tidak melakukan suatu pekerjaan, dan tidak pula membaca suatu ayat al-Qur’an, dan tidak ada seorang pun dari umat ini yang melakukan pekerjaan baik maupun buruk, kecuali Kami menjadi saksi yang memantau pekerjaan kalian.
Ketika kalian mengambil dan mengerjakan hal tersebut, Kami akan menjaganya dan membalas apa yang kalian kerjakan.
Tidak ada yang tersembunyi dari pengetahuan Rabbmu (wahai Rasul) meskipun sebesar semut yang kecil di bumi ini ataupun di langit, tidak ada yang lebih kecil ataupun lebih besar daripada itu kecuali tercatat dalam kitab Allah dan semuanya jelas di sisi-Nya, di mana pengetahuan-Nya meliputi hal itu dan pena-Nya berjalan sesuai dengannya.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala.
memberitahukan kepada Nabi-Nya bahwa Dia Maha Mengetahui semua keadaan dan sepak terjang umatnya serta semua makhluk pada tiap jam, menit, dan detiknya.
Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya barang sebesar atom pun yang ada di langit dan di bumi, dan tidak ada sesuatu pun yang lebih kecil atau lebih besar daripada itu, kecuali semuanya tercatat di dalam kitab yang nyata.
Ayat ini semakna dengan firman-Nya:

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang gaib: tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
(Q.S. Al-An’am [6]: 59)

Allah subhanahu wa ta’ala.
menyebutkan bahwa Dia mengetahui gerakan pohon-pohon dan benda-benda lainnya, begitu pula semua hewan yang hidup bebas, seperti yang disebutkan di dalam firman-Nya:

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kalian.
(Q.S. Al-An’am [6]: 38), hingga akhir ayat.

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya.
(Q.S. Hud [11]: 6), hingga akhir ayat.

Apabila pengetahuan Allah mencakup gerakan semuanya itu, maka terlebih lagi pengetahuannya terhadap gerakan orang-orang mukallaf yang diperintahkan untuk beribadah, seperti yang disebutkan oleh firman-Nya:

Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang, Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk salat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud (Asy Suara: 217-219)

Karena itulah dalam surat ini Allah subhanahu wa ta’ala.
berfirman:

Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al-Qur’an, dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atas kalian di waktu kalian melakukannya.

Yakni ketika kalian melakukan sesuatu, Kami selalu menyaksikan kalian, dan Kami melihat dan mendengarnya.
Karena itulah ketika Jibril bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang makna ihsan, maka beliau ﷺ menjawab:

Hendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan engkau melihat­Nya, dan apabila kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia Maha Melihat kepadamu.


Informasi Surah Yunus (يونس)
Surat Yunus terdiri atas 109 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah kecuali ayat 40, 94, 95.
yang diturunkan pada masa Nabi Muhammad ﷺ berada di Madinah.
Surat ini dinamai “surat Yunus” karena dalam surat ini terutama ditampilkan kisah Nabi Yunus ‘alaihis salam dan pengikut-pengikutnya yang teguh imannya.

Keimanan:

Al Qur’an bukanlah sihir
Allah mengatur alam semesta dari Arasy-Nya
syafa’at hanyalah dengan izin Allah
Wali-wali Allah
wahyu Allah yang menerangkan yang ghaib kepada manusia
Allah menyaksikan dan mengamat-amati perbuatan hamba­ harnba-Nya di dunia
Allah tidak mempunyai Anak.

Hukum:

Menentukan perhitungan tahun dan waktu dengan perjalanan matahari dan bulan
hukum mengada-adakan sesuatu terhadap Allah dan mendustakan ayat-ayat-Nya.

Kisah:

Kisah Nabi Nuh a.s.dengan kaumnya
Nabi Musa dengan Fir’aun dan tukang-tukang sihir
kisah Bani lsrail setelah ke luar dari negeri Mesir
Nabi Yunus a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Manusia ingat kepada Allah di waktu kesukaran dan lupa di waktu senang
keadaan orang-orang baik dan orang-orang jahat di hari kiamat
Al Qur’an tidak dapat ditandingi
rasul hanya menyampaikan risalah.

Audio

Qari Internasional

Q.S. Yunus (10) ayat 61 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Yunus (10) ayat 61 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Yunus (10) ayat 61 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Yunus - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 109 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 10:61
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Yunus.

Surah Yunus (Arab: ينوس , Yūnus, "Nabi Yunus") adalah surah ke-10 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 109 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah kecuali ayat 40, 94, 95, yang diturunkan pada di Madinah.

Nomor Surah 10
Nama Surah Yunus
Arab يونس
Arti Nabi Yunus
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 51
Juz Juz 11 (ayat 1-109)
Jumlah ruku' 11 ruku'
Jumlah ayat 109
Jumlah kata 1844
Jumlah huruf 7593
Surah sebelumnya Surah At-Taubah
Surah selanjutnya Surah Hud
4.6
Ratingmu: 4.2 (28 orang)
Sending







Pembahasan ▪ terjemah QS 10:61

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim